Kabel 10BASE2 dengan BNC di ujungnya

10Base2 adalah sebuah jenis standar yang digunakan untuk mengimplementasikan jaringan berbasis teknologi Eternet. 10Base2 juga disebut sebagai Thinnet atau Thin Coax karena teknologi jaringan ini menggunakan kabel koaksial tipis untuk menghubungkan komputer-komputer untuk membangun sebuah jaringan.

Secara teoretis, standar ini mendukung lebar pita hingga 10 Mbit/detik, tetapi dalam implementasinya, hanya berkisar antara 4 Mbit/detik hingga 6 Mbit/detik, dikarenakan banyaknya tabrakan yang terjadi di dalam jaringan. Jaringan 10Base2 dibangun berdasrkan spesifikasi 802.3 dari Project 802 yang dikembangkan oleh Institute of Electrical and Electronic Engineers (IEEE).

Cara kerjanya komputer-komputer dalam jaringan 10Base2 dihubungkan dengan menggunakan topologi bus, sehingga setiap komputer akan dihubungkan secara langsung dengan satu buah kabel panjang. Panjang maksimum segmen jaringan 10Base2 adalah 185 meter. Jika memang jarak yang lebih besar daripada 185 meter diperlukan, maka dua segmen atau lebih tersebut harus dihubungkan dengan menggunakan pengulang. Sebuah segmen jaringan 10Base2 disarankan agar tidak menggunakan lebih dari 30 komputer, sebab jarak minimum antara komputer haruslah 50 cm (½ meter).

Setiap komputer dihubungkan dengan kabel dengan menggunakan konektor BNC. Pada ujung kabel, haruslah menggunakan BNC terminator yang diberi impedansi sebesar 50 ohm. Karena, jika tidak diberi terminator sinyal akan membalik dan mengakibatkan komunikasi jaringan menjadi tidak mungkin terjadi.

Nama 10Base2 datang dari komponen-komponen berikut:

  • Kecepatan maksimum jaringan (10 Mbit/detik)
  • Metode transmisi sinyal jaringan (Baseband)
  • Panjang maksimum sebuah segmen (185 meter, tetapi dibulatkan menjadi 200, dengan angka 0 dibuang).

Jaringan 10Base2 saat ini tidak diimplementasikan lagi karena memiliki dua masalah, yakni:

  1. Karena kecepatan maksimum yang dimiliki jaringan 10Base2 adalah terbatas pada 10 Mbit/detik, jaringan akan terasa sangat lambat, khususnya pada jaringan yang banyak menggunakan lebar pita.
  2. Jaringan 10Base2 menggunakan sebuah kabel linear panjang yang digunakan untuk menghubungkan komputer-komputer. Satu saja ada koneksi yang mengalami kerusakan (atau longgar), dapat menyebabkan keseluruhan jaringan menjadi terputus, dan untuk menelusuri kerusakanya, setiap segmen kabel dan koneksi ke setiap komputer harus dicek.

Karena dua masalah di atas, 10Base2 telah ditinggalkan dan penggunaan teknologi jaringan berpindah ke standar 10BaseT (untuk kecepatan lambat), Fast Ethernet, atau Gigabit Ethernet untuk kecepatan yang lebih tinggi.

Lihat pula

sunting

📚 Artikel Terkait di Wikipedia

Eternet

Mbit/detik, yang sering disebut sebagai Eternet saja (standar yang digunakan: 10Base2, 10Base5, 10BaseT, 10BaseF) 100 Mbit/detik, yang sering disebut sebagai

Hub

Unit Interface (AUI) untuk memungkinkan koneksi ke segmen jaringan legacy 10BASE2 atau 10BASE5 lama. Kebanyakan hub sekarang telah usang, karena tergantikan

10BaseF

teknologi Eternet. 10BaseF berbeda dari jenis-jenis Eternet (10BaseT, 10Base2, 10Base5), karena standar ini menggunakan kabel serat optik, dan tidak

Spanning Tree Protocol

Jaringan IPv4, IPv6, ... Taut data Eternet, Wi-Fi, Token ring, FDDI, PPP, selengkapnya... Fisik RS-232, EIA-422, RS-449, EIA-485, 10BASE2, 10BASE-T, ...

Point-to-Point Protocol

Jaringan IPv4, IPv6, ... Taut data Eternet, Wi-Fi, Token ring, FDDI, PPP, selengkapnya... Fisik RS-232, EIA-422, RS-449, EIA-485, 10BASE2, 10BASE-T, ...

Altos 586

PC mereka pada musim semi tahun 1983. Jaringan tersebut berbasis pada 10BASE2 (thin-net), dan Altos 586 dilengkapi dengan port Ethernet AUI, yang memungkinkan

Daftar istilah komputer

berdasarkan bahasa Inggrisnya. 1.TR.6 100BaseFX 100BaseVG 100VG-AnyLAN 10BASE2 10Base5 10BaseT aplikasi 16-bit 16550 UART 1NF 1TBS 2.PAK Bahasa pemrograman

10BASE5

alternatif yang jauh lebih murah dan lebih nyaman dalam hal pemakaian, seperti: 10BASE2 berdasarkan kabel koaksial yang lebih tipis, dan segera setelah itu Ethernet