📑 Table of Contents

O adalah huruf Latin modern yang ke-15, disebut o. Dalam bahasa Indonesia dibaca [o].

Sejarah

sunting
Hieroglif Mesir
"mata"ย โ†’
Proto-Semitik
โ€˜enย โ†’
Fenisia
ainย โ†’
Yunani Kuno
omikronย โ†’
Yunani Modern
omikronย โ†’
Etruria
Oย โ†’
Latin Modern
O

Huruf O berasal dari huruf Semit `Ayin (mata) yang melambangkan konsonan, kemungkinan konsonan desis hulu kerongkongan bersuara (ส•), yang juga dilambangkan oleh huruf Arab ุน (`Ayn). Huruf Semit dalam bentuk asalnya tampaknya diilhami oleh bentuk hieroglif Mesir untuk "mata".

Bangsa Yunani mengadakan inovasi huruf; oleh sebab tiadanya konsonan hulu kerongkongan, maka mereka meminjam huruf ini menjadi huruf omikron untuk melambangkan bunyi /o/, yaitu bunyi yang kemudian ditetapkan untuk huruf ini dalam bahasa Etruska dan Latin. Dalam tulisan Yunani, wujud huruf ini berlainan untuk membedakan bunyi o panjang (Omega, "O besar") dengan o kecil (Omikron, "o kecil").

Penggunaan

sunting

Huruf O paling banyak dikaitkan dengan vokal belakang setengah tertutup bulat [o] dalam berbagai bahasa. Bentuk ini disebut long o 'o panjang' dalam bahasa Inggris, tetapi huruf o ini berbunyi diftong ([ษ™สŠ]); di Amerika pula [oสŠ].

Dalam bahasa Inggris juga ada short O, 'o pendek' dengan berbagai pelafalan. Dalam kebanyakan dialek Britania Raya, huruf ini diucapkan sebagai vokal belakang terbuka bulat [ษ’]; di Amerika Utara diucapkan antara bunyi vokal belakang atau tengah tak bulat, baik [ษ’], [ษ‘ห] maupun [a] bergantung pada dialek daerah.

Dwihuruf umum seperti OO, melambangkan bunyi /สŠ/ atau /uห/; OI biasanya melambangkan diftong /ษ”ษช/; dan OA, OE, dan OU melambangkan berbagai pelafalan tergantung konteks dan etimologi.

Berbagai bahasa menggunakan O dengan nilai yang berbeda, biasanya sebagai lambang vokal belakang. Huruf pinjaman seperti ร– dan ร˜ diciptakan untuk sistem tulisan pada beberapa bahasa untuk membedakan bunyi vokal yang tidak dilambangkan oleh huruf Latin dan Yunani, khususnya vokal depan bulat.

Pada bahasa Korea "eo" adalah sebutan untuk bunyi [สŒ] (vokal belakang setengah terbuka takbulat); "oe" dalam bahasa Belanda untuk bunyi [u] (vokal belakang tertutup bulat).

Dalam IPA, [o] melambangkan vokal belakang setengah tertutup bulat.

Kode komputasi

sunting
Titik kode Huruf besar
O
Huruf kecil
o
Unicode U+004F U+006F
ASCII Desimal 79 111
Biner 01001111 01101111
EBCDIC 214 150

๐Ÿ“š Artikel Terkait di Wikipedia

A.E.I.O.U.

"A.E.I.O.U." adalah akronim yang digunakan secara simbolis oleh Kaisar Habsburg Friedrich III (1415โ€“93). Ia sering kali menempatkan akronim ini di berbagai

E

tanda aksen untuk menegaskan perbedaan pelafalan (โ€นe รช รฉ รจ รซ ฤ“ ฤ• ฤ› แบฝ ฤ— แบน ฤ™ แบปโ€บ). Dwihuruf dengan โ€นeโ€บ sering ditemukan dalam berbagai bahasa untuk melambangkan

Alfabet Latin dasar ISO

huruf รค, รถ, dan รผ dianggap sebagai varian dan huruf รŸ dianggap sebagai ligatur. Namun, aturan ortografi Jerman saat ini memasukkan huruf รค, รถ, รผ, รŸ ke

Daftar komposer Jerman

adalah daftar alfabetis komposer dari Jerman. Daftar isi A B C D E F G H I J K L M N O P Q R S T U V W X Y Z Ludwig Abeille (1761โ€“1838) Carl Friedrich Abel

Daftar marga Arab Hadramaut

jumlah keseluruhan marga diperkirakan sekitar 200 marga. A B C D E F G H I J K L M N O P Q R S T U V W X Y Z Abbad, Abdat, Alamudi, Albinsaid, Al Abd Baqi

Daftar kata serapan dari bahasa Belanda dalam bahasa Indonesia

Indonesia yang diserap dari bahasa Belanda: Daftar isi A B C D E F G H I J K L M N O P Q R S T U V W X Y Z abiturien (abiturient) abonemen (abonnement)

Daftar grup musik Indonesia

Ini adalah daftar grup musik Indonesia. Daftar isi:ย  !$@ 0โ€“9 A B C D E F G H I J K L M N O P Q R S T U V W X Y Z

I

karena dulu huruf J dan U belum tercipta), tetapi kemudian bunyi /j/ dilambangkan oleh huruf J dan Y. Dalam bahasa Inggris modern, I melambangkan berbagai