Artikel ini membutuhkan rujukan tambahan agar kualitasnya dapat dipastikan. (September 2022) |
Artikel ini memberikan informasi dasar tentang topik kesehatan. |
| Gangguan pemusatan perhatian dan hiperaktivitas | |
|---|---|
| Nama lain | Penulisan alternatif: Attention-deficit/hyperactivity disorder Dahulu dinamakan: Gangguan Kurang Perhatian (Attention Deficit Disorder; ADD), Gangguan Hiperkinetik (Hyperkinetic Disorder; HD)[1] |
| Spesialisasi | |
| Gejala |
|
| Awitan umum | Dalam kebanyakan kasus, setidaknya beberapa gejala dan gangguan ADHD muncul sebelum usia 12 tahun. |
| Penyebab | Genetik (diwariskan, de novo) dan pada tingkat yang lebih rendah, faktor lingkungan (paparan bahaya biologis selama kehamilan, cedera otak traumatis) |
| Metode diagnostik | Berdasarkan gejala yang mengganggu setelah kemungkinan penyebab lainnya telah disingkirkan |
| Diagnosis banding |
|
| Pengobatan |
|
| Obat |
|
| Frekuensi | 0,8โ1,5% (2019, menggunakan DSM-IV-TR dan ICD-10)[3] |
Gangguan pemusatan perhatian dan hiperaktivitas, disingkat GPPH, (bahasa Inggris: attention deficit hyperactivity disorder; disingkat ADHD) adalah gangguan perkembangan saraf yang ditandai dengan gejala kurangnya perhatian, impulsivitas, hiperaktivitas, disregulasi emosi secara berlebihan dan pervasif, menimbulkan gangguan dalam berbagai konteks, dan tidak sesuai dengan tingkat perkembangan.[9] Gejala ADHD bersumber dari disfungsi eksekutif.[18] Manifestasi umum pada gejala hiperaktif-impulsif adalah peningkatan aktivitas motorik anak-anak hingga menyebabkan aktivitas anak-anak yang tidak lazim dan cenderung berlebihan. Hal ini ditandai dengan berbagai keluhan perasaan gelisah, tidak bisa diam, tidak bisa duduk dengan tenang, dan selalu meninggalkan keadaan yang tetap seperti sedang duduk, atau sedang berdiri. Beberapa kriteria yang lain sering digunakan adalah suka meletup-letup, aktivitas berlebihan, dan suka membuat keributan.[butuh rujukan]
Penegakkan diagnosis apakah seorang anak menyandang ADD/ADHD perlu melewati pemeriksaan yang mendetail. Para profesional seperti psikolog anak atau dokter biasanya menggunakan metode pemeriksaan seperti riwayat medis, wawancara klinis, penggunaan kuesioner dan juga observasi terhadap perilaku anak.[19]
Epidemiologi
suntingADHD diperkirakan mempengaruhi sekitar 6โ7% orang berusia kurang dari atau sama dengan 18 tahun ketika didiagnosis melalui kriteria DSM-IV.[20] Ketika didiagnosis melalui kriteria ICD-10 dalam kelompok usia ini diperkirakan sebesar 1โ2%.[21] Anak laki-laki dua kali lebih prevalen dibanding perempuan.[22][23]
Patogenesis
suntingPenyebab kebanyakan kasus ADHD tidak diketahui, tetapi diyakini melibatkan interaksi antara faktor genetik dan lingkungan.[24][25]
Genetik
suntingADHD sangat mungkin diwariskan, tetapi faktor genetik tertentu belum ditegakkan. Kerabat tingkat pertama pasien dengan ADHD dilaporkan 2-8 kali lebih mungkin untuk mengembangkan ADHD. Kisaran tingkat pewarisan genetik dilaporkan 71โ90% dalam beberapa studi kembar. Komponen genetik potensial mencakup:[25]
- gen dopaminergik: gen reseptor dopamin DRD4 dan DRD5, dan dopamin gen transporter DAT1
- gen serotonergik 5HTT (protein pembawa terlibat dalam reuptake serotonin) dan reseptor serotonin HTR1B
- SNAP-25 (protein yang terkait dengan pelepasan neurotransmitter, plastisitas sinaptik, dan pertumbuhan aksonal)
- varian jumlah salinan yang langka
Lingkungan/psikososial
sunting- Konflik keluarga.
- Sosial ekonomi keluarga yang terbatas.
- Jumlah keluarga yang terlalu besar.
- Orang tua terkena kasus kriminal.
- Orang tua dengan gangguan jiwa (psikopat).
- Anak yang diasuh di penitipan anak.
- Riwayat kehamilan dengan eklampsia, perdarahan antepartum, fetal distress, bayi lahir dengan berat badan lahir rendah, ibu merokok saat hamil, dan alkohol.
Gejala klinis
suntingGejala yang timbul dapat bervariasi mulai dari yang ringan hingga yang berat. Gejala ADHD sudah dapat dilihat sejak usia bayi, salah satunya yang harus dicermati adalah sensitif terhadap suara dan cahaya, menangis, suka menjerit dan sulit tidur. Waktu tidur yang kurang sehingga bayi sering kali terbangun. Sulit makan dan minum ASI. Tidak senang digendong, suka membenturkan kepala, dan sering marah berlebihan. Keluhan yang terlihat pada anak yang lebih besar adalah tampak canggung, sering mengalami kecelakaan, perilaku berubah-ubah, gerakan konstan atau monoton, lebih ribut dibandingkan anak-anak lainnya, kurang konsentrasi, tidak bisa diam, mudah marah, nafsu makan buruk, koordinasi mata dan tangan tidak baik, suka menyakiti diri sendiri, dan gangguan tidur.
Untuk mempermudah diagnosis pada ADHD harus memiliki tiga gejala utama yang tampak pada perilaku seorang anak yaitu inatensi, hiperaktif, dan impulsif.
- Inatensi
- Kurangnya kemampuan untuk memusatkan perhatian misalnya jarang menyelesaikan perintah sampai tuntas, mainan sering tertinggal, sering membuat kesalahan, mudah beralih perhatian (terutama oleh rangsang suara).
- Hiperaktif
- Perilaku yang tidak bisa diam, seperti banyak bicara, tidak dapat tenang/diam (mempunyai kebutuhan untuk selalu bergerak), sering membuat gaduh suasana, selalu memegang apa yang dilihat, sulit untuk duduk diam, lebih gelisah dan impulsif dibandingkan dengan mereka yang seusia, suka teriak-teriak.
- Impulsif
- Kesulitan untuk menunda tanggapan (dorongan untuk mengatakan/melakukan sesuatu yang tidak sabar) seperti sering mengambil mainan teman dengan paksa, tidak sabaran, reaktif, sering bertindak tanpa dipikir dahulu.
Gejala-gejala lainnya yaitu sikap menentang, cemas, dan memiliki masalah sosial. (i) Sikap menentang seperti sering melanggar peraturan, bermasalah dengan orang-orang yang memiliki otoritas, lebih mudah merasa terganggu, mudah marah (dibandingkan dengan mereka yang seusia). (ii) Rasa cemas seperti banyak mengalami rasa khawatir dan takut, cenderung emosional, sangat sensitif terhadap kritikan, mengalami kecemasan pada situasi yang baru atau yang tidak familiar, terlihat sangat pemalu dan menarik diri. (iii) Masalah sosial seperti hanya memiliki sedikit teman, sering memiliki rasa rendah diri dan tidak percaya diri.
Presentasi
suntingADHD terbagi menjadi tiga presentasi utama:[26][27]
- Predominan inatensi (ADHD-PI atau ADHD-I)
- Predominan hiperaktif-impulsif (ADHD-PHI atau ADHD-HI)
- Presentasi gabungan (ADHD-C)
Manajemen
suntingManajemen ADHD biasanya melibatkan konseling atau obat atau kombinasi keduanya.
Terapi perilaku
suntingTerapi perilaku untuk membantu anak dengan ADHD untuk beradaptasi dan memperbaiki kemampuan untuk memecahkan masalah.
Obat-obatan
suntingObat stimulan adalah pengobatan pilihan.[28][29] Obat ini memiliki setidaknya beberapa efek pada gejala dalam jangka pendek di sekitar 80% dari orang. Metilfenidat muncul untuk memperbaiki gejala seperti yang dilaporkan oleh para guru dan orang tua.[30]
American Academy of Pediatrics (AAP) merekomendasikan pengobatan berdasarkan usia, yaitu:
- Untuk anak usia 4-5 tahun: perlakuan pertama dengan orang tua dan/atau guru melalui terapi perilaku. Pemberian metilfenidat hanya jika intervensi perilaku tidak menyebabkan peningkatan dan jika terjadi gangguan fungsional sedang sampai parah.
- Untuk anak usia 6-11 tahun, pilihan pengobatan termasuk pengobatan yang disetujui FDA (bukti terbaik untuk stimulan) dan terapi perilaku dari orang tua dan atau guru.
- Untuk remaja berusia 12-18 tahun, pilihan pengobatan termasuk pengobatan yang disetujui FDA dan terapi perilaku dari orang tua dan atau guru.
Manajemen menggunakan obat dengan atau tanpa terapi perilaku memperbaiki gejala ADHD dibandingkan dengan terapi perilaku sendiri atau perawatan standar. Obat stimulan terapi lini pertama untuk ADHD pada pasien berusia 6-18 tahun adalah:
- obat yang efektif untuk anak-anak usia sekolah meliputi: metilfenidat, deksmetilfenidat pelepasan lama, amfetamin, lisdeksamfetamin.
- obat yang efektif untuk remaja termasuk: metilfenidat pelepasan lama sekali sehari yang juga dapat mengurangi kesalahan mengemudi, deksmetilfenidat pelepasan lama, lisdeksamfetamin.
Obat non-stimulan adalah pengobatan lini kedua untuk ADHD; biasanya digunakan jika obat stimulan tidak efektif atau buruk ditoleransi:
- atomoksetin
- antidepresan
- agonis alpha-2 adrenergik dapat digunakan sebagai monoterapi atau sebagai tambahan untuk stimulan
Untuk anak-anak dengan ADHD dan gangguan pemberontak atau perilaku oposisi: (i) klonidin mengurangi masalah perilaku, (ii) penambahan divalproex pada terapi stimulan terkait dengan mengurangi perilaku agresif. Untuk anak-anak dengan ADHD dan gangguan tic, pemberia metilfenidat, alpha-agonis, atau desipramin dapat memperbaiki gejala ADHD dan mampu mengurangi tic. Suplementasi mineral zink sulfat sebagai monoterapi atau sebagai tambahan untuk metilfenidat dapat memperbaiki beberapa gejala ADHD. Suplemen zat besi dapat memperbaiki gejala ADHD dan keparahan pada anak-anak dengan ADHD dan kadar feritin serum yang rendah.
Referensi
sunting- ^ Faraone, Stephen V.; Bellgrove, Mark A.; Brikell, Isabell; Cortese, Samuele; Hartman, Catharina A.; Hollis, Chris; Newcorn, Jeffrey H.; Philipsen, Alexandra; Polanczyk, Guilherme V.; Rubia, Katya; Sibley, Margaret H.; Buitelaar, Jan K. (2024-02-22). "Attention-deficit/hyperactivity disorder". Nature Reviews Disease Primers (dalam bahasa Inggris). 10 (1): 11. doi:10.1038/s41572-024-00495-0. ISSNย 2056-676X. PMIDย 38388701.
- ^ Young K (9 February 2017). "Anxiety or ADHD? Why They Sometimes Look the Same and How to Tell the Difference". Hey Sigmund. Diarsipkan dari versi aslinya tanggal 26 January 2023. Diakses tanggal 27 January 2023.
- ^ Institute for Health Metrics and Evaluation (17 October 2020). "Global Burden of Disease Study 2019: Attention-deficit/hyperactivity disorderโLevel 3 cause" (PDF). The Lancet. 396 (10258). Table 1. Diarsipkan (PDF) dari versi aslinya tanggal 7 January 2021. Diakses tanggal 7 January 2021.. Both DSM-IV-TR and ICD-10 criteria were used.
- ^ Diagnostic and Statistical Manual of Mental Disorders (Edisi 5th). Arlington: American Psychiatric Publishing. 2013. hlm.ย 59โ65. ISBNย 978-0-89042-555-8.
- ^ Diagnostic and Statistical Manual of Mental Disorders (Edisi Fifth, Text Revision (DSM-5-TR)). Washington, D.C.: American Psychiatric Publishing. February 2022. ISBNย 978-0-89042-575-6. OCLCย 1288423302.
- ^ "6A05 Attention deficit hyperactivity disorder". International Classification of Diseases (Edisi 11th). February 2022 [2019]. Diarsipkan dari versi aslinya tanggal 1 August 2018. Diakses tanggal 8 May 2022.
- ^ Kooij JJ, Bijlenga D, Salerno L, Jaeschke R, Bitter I, Balรกzs J, Thome J, Dom G, Kasper S, Nunes Filipe C, Stes S, Mohr P, Leppรคmรคki S, Casas M, Bobes J, Mccarthy JM, Richarte V, Kjems Philipsen A, Pehlivanidis A, Niemela A, Styr B, Semerci B, Bolea-Alamanac B, Edvinsson D, Baeyens D, Wynchank D, Sobanski E, Philipsen A, McNicholas F, Caci H, Mihailescu I, Manor I, Dobrescu I, Saito T, Krause J, Fayyad J, Ramos-Quiroga JA, Foeken K, Rad F, Adamou M, Ohlmeier M, Fitzgerald M, Gill M, Lensing M, Motavalli Mukaddes N, Brudkiewicz P, Gustafsson P, Tani P, Oswald P, Carpentier PJ, De Rossi P, Delorme R, Markovska Simoska S, Pallanti S, Young S, Bejerot S, Lehtonen T, Kustow J, Mรผller-Sedgwick U, Hirvikoski T, Pironti V, Ginsberg Y, Fรฉlegyhรกzy Z, Garcia-Portilla MP, Asherson P (February 2019). "Updated European Consensus Statement on diagnosis and treatment of adult ADHD". European Psychiatry. 56 (1): 14โ34. doi:10.1016/j.eurpsy.2018.11.001. hdl:10651/51910. PMIDย 30453134.
- ^ Faraone SV, Banaschewski T, Coghill D, Zheng Y, Biederman J, Bellgrove MA, Newcorn JH, Gignac M, Al Saud NM, Manor I, Rohde LA, Yang L, Cortese S, Almagor D, Stein MA, Albatti TH, Aljoudi HF, Alqahtani MM, Asherson P, Atwoli L, Bรถlte S, Buitelaar JK, Crunelle CL, Daley D, Dalsgaard S, Dรถpfner M, Espinet S, Fitzgerald M, Franke B, Gerlach M, Haavik J, Hartman CA, Hartung CM, Hinshaw SP, Hoekstra PJ, Hollis C, Kollins SH, Sandra Kooij JJ, Kuntsi J, Larsson H, Li T, Liu J, Merzon E, Mattingly G, Mattos P, McCarthy S, Mikami AY, Molina BS, Nigg JT, Purper-Ouakil D, Omigbodun OO, Polanczyk GV, Pollak Y, Poulton AS, Rajkumar RP, Reding A, Reif A, Rubia K, Rucklidge J, Romanos M, Ramos-Quiroga JA, Schellekens A, Scheres A, Schoeman R, Schweitzer JB, Shah H, Solanto MV, Sonuga-Barke E, Soutullo C, Steinhausen HC, Swanson JM, Thapar A, Tripp G, van de Glind G, van den Brink W, Van der Oord S, Venter A, Vitiello B, Walitza S, Wang Y (September 2021). "The World Federation of ADHD International Consensus Statement: 208 Evidence-based conclusions about the disorder". Neuroscience & Biobehavioral Reviews. 128. Elsevier BV: 789โ818. doi:10.1016/j.neubiorev.2021.01.022. ISSNย 0149-7634. PMCย 8328933. PMIDย 33549739.
- ^ [4][5][6][7][8]
- ^ Pievsky MA, McGrath RE (March 2018). "The Neurocognitive Profile of Attention-Deficit/Hyperactivity Disorder: A Review of Meta-Analyses". Archives of Clinical Neuropsychology. 33 (2): 143โ157. doi:10.1093/arclin/acx055. PMIDย 29106438.
- ^ Schoechlin C, Engel RR (August 2005). "Neuropsychological performance in adult attention-deficit hyperactivity disorder: meta-analysis of empirical data". Archives of Clinical Neuropsychology. 20 (6): 727โ744. doi:10.1016/j.acn.2005.04.005. PMIDย 15953706.
- ^ Hart H, Radua J, Nakao T, Mataix-Cols D, Rubia K (February 2013). "Meta-analysis of functional magnetic resonance imaging studies of inhibition and attention in attention-deficit/hyperactivity disorder: exploring task-specific, stimulant medication, and age effects". JAMA Psychiatry. 70 (2): 185โ198.
- ^ Hoogman M, Muetzel R, Guimaraes JP, Shumskaya E, Mennes M, Zwiers MP, Jahanshad N, Sudre G, Wolfers T, Earl EA, Soliva Vila JC, Vives-Gilabert Y, Khadka S, Novotny SE, Hartman CA, Heslenfeld DJ, Schweren LJ, Ambrosino S, Oranje B, de Zeeuw P, Chaim-Avancini TM, Rosa PG, Zanetti MV, Malpas CB, Kohls G, von Polier GG, Seitz J, Biederman J, Doyle AE, Dale AM, van Erp TG, Epstein JN, Jernigan TL, Baur-Streubel R, Ziegler GC, Zierhut KC, Schrantee A, Hรธvik MF, Lundervold AJ, Kelly C, McCarthy H, Skokauskas N, O'Gorman Tuura RL, Calvo A, Lera-Miguel S, Nicolau R, Chantiluke KC, Christakou A, Vance A, Cercignani M, Gabel MC, Asherson P, Baumeister S, Brandeis D, Hohmann S, Bramati IE, Tovar-Moll F, Fallgatter AJ, Kardatzki B, Schwarz L, Anikin A, Baranov A, Gogberashvili T, Kapilushniy D, Solovieva A, El Marroun H, White T, Karkashadze G, Namazova-Baranova L, Ethofer T, Mattos P, Banaschewski T, Coghill D, Plessen KJ, Kuntsi J, Mehta MA, Paloyelis Y, Harrison NA, Bellgrove MA, Silk TJ, Cubillo AI, Rubia K, Lazaro L, Brem S, Walitza S, Frodl T, Zentis M, Castellanos FX, Yoncheva YN, Haavik J, Reneman L, Conzelmann A, Lesch KP, Pauli P, Reif A, Tamm L, Konrad K, Oberwelland Weiss E, Busatto GF, Louza MR, Durston S, Hoekstra PJ, Oosterlaan J, Stevens MC, Ramos-Quiroga JA, Vilarroya O, Fair DA, Nigg JT, Thompson PM, Buitelaar JK, Faraone SV, Shaw P, Tiemeier H, Bralten J, Franke B (July 2019). "Brain Imaging of the Cortex in ADHD: A Coordinated Analysis of Large-Scale Clinical and Population-Based Samples". The American Journal of Psychiatry. 176 (7): 531โ542. doi:10.1176/appi.ajp.2019.18091033. PMCย 6879185. PMIDย 31014101.
- ^ Brown TE (October 2008). "ADD/ADHD and Impaired Executive Function in Clinical Practice". Current Psychiatry Reports. 10 (5): 407โ411. doi:10.1007/s11920-008-0065-7. PMIDย 18803914. S2CIDย 146463279.
- ^ Malenka RC, Nestler EJ, Hyman SE (2009). "Chapter 6: Widely Projecting Systems: Monoamines, Acetylcholine, and Orexin". In Sydor A, Brown RY (eds.). Molecular Neuropharmacology: A Foundation for Clinical Neuroscience (2nd ed.). New York: McGraw-Hill Medical. pp. 148, 154โ157. ISBN 978-0-07-148127-4. DA has multiple actions in the prefrontal cortex. It promotes the 'cognitive control' of behavior: the selection and successful monitoring of behavior to facilitate attainment of chosen goals. Aspects of cognitive control in which DA plays a role include working memory, the ability to hold information 'on line' in order to guide actions, suppression of prepotent behaviors that compete with goal-directed actions, and control of attention and thus the ability to overcome distractions. Cognitive control is impaired in several disorders, including attention deficit hyperactivity disorder. ... Noradrenergic projections from the LC thus interact with dopaminergic projections from the VTA to regulate cognitive control. ... it has not been shown that 5HT makes a therapeutic contribution to treatment of ADHD."
- ^ Diamond A (2013). "Executive functions". Annual Review of Psychology. 64: 135โ168. doi:10.1146/annurev-psych-113011-143750. PMCย 4084861. PMIDย 23020641.
EFs and prefrontal cortex are the first to suffer, and suffer disproportionately, if something is not right in your life. They suffer first, and most, if you are stressed (Arnsten 1998, Liston et al. 2009, Oaten & Cheng 2005), sad (Hirt et al. 2008, von Hecker & Meiser 2005), lonely (Baumeister et al. 2002, Cacioppo & Patrick 2008, Campbell et al. 2006, Tun et al. 2012), sleep deprived (Barnes et al. 2012, Huang et al. 2007), or not physically fit (Best 2010, Chaddock et al. 2011, Hillman et al. 2008). Any of these can cause you to appear to have a disorder of EFs, such as ADHD, when you do not.
- ^ Antshel KM, Hier BO, Barkley RA (2014). "Executive Functioning Theory and ADHD". Dalam Goldstein S, Naglieri JA (ed.). Handbook of Executive Functioning. New York, NY: Springer. hlm.ย 107โ120. doi:10.1007/978-1-4614-8106-5_7. ISBNย 978-1-4614-8106-5.
- ^ [10][11][12][13][14][15][16][17]
- ^ Djuwita, Efriyani (20160101). "Ruang Baca Virtual V.2" (PDF). PAUD4208 โ Penanganan Anak Berkebutuhan Khusus. Diakses tanggal 2023-12-12.
- ^ Willcutt, EG (July 2012). "The prevalence of DSM-IV attention-deficit/hyperactivity disorder: A meta-analytic review". Neurotherapeutics. 9 (3): 490โ9. doi:10.1007/s13311-012-0135-8. PMCย 3441936. PMIDย 22976615.
- ^ Cowen, P; Harrison, P; Burns, T (2012). Shorter Oxford Textbook of Psychiatry (Edisi 6th). Oxford University Press. hlm.ย 546. ISBNย 9780199605613.
- ^ Centers for Disease Control and Prevention (CDC). Increasing prevalence of parent-reported attention-deficit/hyperactivity disorder among children --- United States, 2003 and 2007. MMWR Morb Mortal Wkly Rep. 2010 Nov 12;59(44):1439-43.
- ^ Merikangas KR, He JP, Brody D, Fisher PW, Bourdon K, Koretz DS. Prevalence and treatment of mental disorders among US children in the 2001-2004 NHANES. Pediatrics. 2010 Jan;125(1):75-81. doi: 10.1542/peds.2008-2598. Epub 2009 Dec 14.
- ^ Millichap, J. Gordon (2010). Attention Deficit Hyperactivity Disorder Handbook a Physician's Guide to ADHD (Edisi 2nd). New York, NY: Springer Science. hlm.ย 26. ISBNย 9781441913975. Diarsipkan dari asli tanggal 2023-01-14. Diakses tanggal 17 January 2014.
- ^ a b Thapar A, Cooper M, Eyre O, Langley K (January 2013). "What have we learnt about the causes of ADHD?". J Child Psychol Psychiatry. 54 (1): 3โ16. doi:10.1111/j.1469-7610.2012.02611.x. PMCย 3572580. PMIDย 22963644.
- ^ Diagnostic and Statistical Manual of Mental Disorders (Fifth, Text Revision (DSM-5-TR) ed.). Washington, D.C.: American Psychiatric Publishing.
- ^ Ramsay JR (2007). Cognitive behavioral therapy for adult ADHD. Routledge. hlm. 4, 25โ26.
- ^ Wigal SB (2009). "Efficacy and safety limitations of attention-deficit hyperactivity disorder pharmacotherapy in children and adults". CNS Drugs. 23 Suppl 1: 21โ31. doi:10.2165/00023210-200923000-00004. PMIDย 19621975.
- ^ Castells X, Ramos-Quiroga JA, Bosch R, Nogueira M, Casas M (2011). Castells X (ed.). "Amphetamines for Attention Deficit Hyperactivity Disorder (ADHD) in adults". Cochrane Database Syst. Rev. (6): CD007813. doi:10.1002/14651858.CD007813.pub2. PMIDย 21678370.
- ^ Storebรธ, OJ; Ramstad, E; Krogh, HB; Nilausen, TD; Skoog, M; Holmskov, M; Rosendal, S; Groth, C; Magnusson, FL; Moreira-Maia, CR; Gillies, D; Buch Rasmussen, K; Gauci, D; Zwi, M; Kirubakaran, R; Forsbรธl, B; Simonsen, E; Gluud, C (25 November 2015). "Methylphenidate for children and adolescents with attention deficit hyperactivity disorder (ADHD)". The Cochrane database of systematic reviews. 11: CD009885. doi:10.1002/14651858.CD009885.pub2. PMIDย 26599576.








