Almarhum
Poster penayangan di bioskop
SutradaraAdhe Dharmastriya
ProduserOswin Bonifanz
SkenarioEvelyn Afnilia
Pemeran
Penataโ€‰musikOfel Obaja Setiawan
SinematograferGuntur Arief Saputra
PenyuntingGita Miaji
Perusahaan
produksi
Tanggal rilis
  • 9 Januari 2025ย (2025-01-09) (Indonesia)
Durasi103 menit
NegaraIndonesia
BahasaIndonesia
Pendapatan
kotor
Rp 28,3 miliar

Almarhum adalah film horor supranatural Indonesia tahun 2025 yang disutradarai oleh Adhe Dharmastriya, berdasarkan skenario yang ditulis Evelyn Afnilia. Film produksi Unlimited Production serta A&Z Films ini dibintangi oleh Ratu Sofya, Dimas Aditya, dan Rukman Rosadi, dengan alur cerita yang berkisah mengenai sebuah keluarga yang baru saja kehilangan salah satu anggota keluarganya. Setelah kejadian tersebut, keluarga tersebut mengalami serangkaian peristiwa menakutkan dan mengerikan.

Almarhum tayang perdana di bioskop pada tanggal 9 Januari 2025.[1]

Plot

sunting

Mulwanto adalah seorang juragan pemilik kebun yang mempunyai tiga anak, di mana anak bungsunya (Yanda) tidak mau melanjutkan pendidikan ke universitas seperti kakak-kakaknya. Pada tanggal 22 Selasa Kliwon, tepat saat wisuda dari anak keduanya (Nuri), Mulyanto meninggal secara tragis akibat tersengat listrik pada saat mandi. Konon siapa pun yang meninggal pada hari Selasa Kliwon akan mengajak anggota keluarganya untuk ikut mati bersama mereka. Keluarga yang ditinggalkan pun diminta menjalani serangkaian ritual pecah piring untuk mencegah hal tersebut. Wisesa, anak sulung yang berprofesi sebagai dokter, menolak ritual tersebut karena tidak masuk akal. Pada saat ritual berlangsung, istri Mulyanto (Rahmi) yang kondisi tubuhnya lemah tidak ikut melakukan ritual dengan ditemani oleh Wasesa dan berjalan di belakang rombongan.

Pada pagi hari kedua setelah mayat Mulyanto meninggal, Rahmi ditemukan tidur di jalan depan rumah dan berhasil diselamatkan tepat pada waktunya saat ada mobil melintas. Rahmi yang selalu merasa kedinginan berkata pada Nuri dan Ajeng bahwa dirinya akan segera pergi dan akan mengajak mereka. Di hari ketiga, Wasesa izin pamit untuk kembali ke Yogya karena tuntutan pekerjaannya sebagai dokter. Pada malam hari, muncul penampakan pocong di kamar Rahmi diikuti dengan kipas pendingin ruangan di langit-langit yang jatuh dan membunuhnya.

Setelah kematian ibunya, Wasesa mulai melihat penampakan-penampakan dan merasa kedinginan sepanjang waktu. Setelah penguburan ibunya, Nuri bersama Yanda pergi menemui Mbah Sukma, orang pintar di tengah hutan yang direkomendasi oleh Pak Budi. Di waktu yang sama, Wisesa mulai mencurigai Pak Budi yang dari dulu suka ikut campur urusan keluarganya dan menemukan sebuah bola mata dan sebuah bungkusan di bawah tempat tidur rumahnya. Setelah mengirimkan foto mengenai bungkusan kepada adiknya, Wasesa melihat dan mengikuti penampakan almarhum ayahnya yang berjalan menuju ke dalam hutan. Kakinya terluka akibat sebuah jebakan tanah untuk hewan yang ada di hutan. Setelah mencegat sebuah mobil yang lewat, Wasesa diantarkan ke sebuah klinik desa terdekat. Di sana, ia berhalusinasi dimasukkan ke dalam ruang mayat dan terbunuh setelah terjatuh dari tempat tidur di mana sebuah besi menusuk kepalanya.

Wasesa dikuburkan pada hari kelima sejak Mulwanto meninggal. Nuri dan Yanda kemudian membawa bungkusan yang ditemukan kakaknya kepada Mbah Sukma. Mbah Sukma langsung mengetahui bahwa keluarga Mulwanto telah diserang dengan ilmu santet dan melakukan ritual untuk mengarahkan serangan santet tersebut kembali ke pemiliknya. Pelaku dari santet tersebut ternyata adalah Pak Suyono, adik ipar dari Mulwanto yang di masa lalu menitipkan anaknya, Ajeng agar dikuliahkan oleh Pak Mulwanto setelah istrinya meninggal. Pada kenyataannya, Pak Mulwanto tidak pernah mengkuliahkan Ajeng dan hanya dijadikan pengurus kuda. Suyono yang merasa jengkel dengan kakak iparnya menggunakan ilmu hitam dengan bantuan Ajeng untuk menyantet seluruh keluarga Mulwanto. Berkat ritual yang dilakukan Mbah Sukma, santet berbalik membunuh Suyono. Tidak lama kemudian, Ajeng yang pulang ke rumah tiba-tiba kakinya tersangkut dan ditarik oleh kuda hingga meninggal.

Nuri kemudian memutuskan untuk tinggal dan membangun desa bersama Pak Lurah, dan menunda melanjutkan studi di Yogya. Yanda di akhir masih bingung bahwa dirinya dan Nuri selamat apakah karena ritual pecah piring atau karena tokoh pendem. Di tempat lain, Pak Budi mengunjungi tempat kediaman Mbah Sukma, di mana Mbah Sukma memberikan hormat padanya dan Pak Budi kemudian tersenyum.

Pemeran

sunting
  • Safira Ratu Sofya sebagai Nuri, anak kedua Pak Mulwanto
  • Rukman Rosadi sebagai Mulwanto, ayah dari Wisesa, Nuri dan Yanda
  • Nova Eliza sebagai Rahmi, istri Mulwanto
  • Dimas Aditya sebagai Wisesa, anak sulung Pak Mulyanto yang menjadi dokter di rumah sakit di Yogya
  • Alzi Markers sebagai Yanda, anak bungsu Pak Mulwanto
  • Rizky Hanggono sebagai Pak Suyono, adik ipar dari Mulwanto
  • Meisya Amira sebagai Ajeng, keponakan Mulyanto
  • Gito Gilas sebagai Pak Budi, Pak Lurah
  • Ruth Marini sebagai Mbah Sukma, seorang ahli supranatural yang tinggal di tengah hutan

Referensi

sunting
  1. ^ Gisela, Felicia (11 Januari 2025). "Sinopsis Film Almarhum, Mitos tentang Kematian di Selasa Kliwon". detik. Diakses tanggal 19 Januari 2025.

Pranala luar

sunting

๐Ÿ“š Artikel Terkait di Wikipedia

Reza Oktovian

memulai debutnya dalam dunia seni peran dengan membintangi film arahan Adhe Dharmastriya dan Fajar Bustomi, yakni Modus. Pada tahun yang sama, Reza mulai terjun

Aku Tak Membenci Hujan

berjudul sama karya Sri Puji Hartini. Serial ini disutradarai oleh Adhe Dharmastriya dan bintangi oleh Aisyah Aqilah, Jeff Smith, dan Vonny Felicia. Episode

Adhe Dharmastriya

Adhe Dharmastriya adalah seorang sutradara asal Indonesia. Ia telah menyutradarai film-film Almarhum, Modus, Bangsal Isolasi, Nikah Yuk!, dan Iblis dalam

Daftar film Indonesia tahun 2025

Della Dartyan Rizky Mocil Horor DLK Pictures 156.275 13+ 9 Almarhum Adhe Dharmastriya Dimas Aditya Rizky Hanggono Ruth Marini Rukman Rosadi Alzi Markers

Teluk Alaska (seri televisi)

novel berjudul sama karya Eka Aryani. Serial ini disutradarai oleh Adhe Dharmastriya dan dibintangi oleh Syifa Hadju, Devano Danendra, dan Kaneishia Yusuf

Bangsal Isolasi

adalah film horor triler Indonesia tahun 2024 yang disutradarai oleh Adhe Dharmastriya. Film ini dibintangi oleh Kimberly Ryder, Wulan Guritno, dan Ibrahim

Main Hati

ditayangkan perdana pada 27 Juni 2025 di WeTV. Serial ini disutradarai oleh Adhe Dharmastriya dan dibintangi oleh Davina Karamoy, dan Irsyadillah. Episode baru

Progresnya Berapa Persen?

berjudul sama karya Soraya Nasution. Serial ini disutradarai oleh Adhe Dharmastriya dan dibintangi oleh Michelle Ziudith, Omar Daniel, dan Victor Agustino