Hubungan antara orang transgender dan agama amat beragam di dunia. Agama berkisar mulai dari mengutuk variasi gender hingga menghargai orang transgender sebagai pemimpin agama. Pandangan dalam suatu agama pun dapat beraneka rupa.

Referensi

sunting

📚 Artikel Terkait di Wikipedia

Hak transgender

dianggap orang transgender apabila identitas gender mereka tidak sama atau tidak berhubungan dengan jenis kelamin yang ditunjukkan saat lahir, dan berakibat

Transisi (transgender)

karena transisi seseorang tidak selalu sama dengan orang lain. Beberapa orang transgender dan orang dengan gender nonbiner hanya sedikit atau bahkan tidak

LGBT

adalah akronim dari "lesbian, gay, biseksual, dan transgender". Istilah ini digunakan semenjak tahun 1990-an dan menggantikan frasa "komunitas gay" karena

Persetubuhan

seksual antara dua orang dipandang bertentangan dengan hukum atau doktrin agama. Dalam banyak komunitas agama, termasuk Gereja Katolik dan umat Buddha Mahayana

Questioning

seiring dengan berjalannya waktu. Individu yang merasa bahwa identitas "transgender" dan "cisgender" tidak sesuai dengan jati dirinya dapat mengidentifikasi

Garis waktu sejarah LGBT

Berikut ini adalah garis waktu sejarah orang lesbian, gay, biseksual, transgender, dan kwir (LGBTQ). ca 9.600 SM – ca 5.000 SM – seni cadas zaman mesolitikum

Kekerasan terhadap orang LGBT

Orang lesbian, gay, biseksual, dan transgender (LGBT) dapat menghadapi kekerasan yang dimotivasi oleh sikap kebencian terhadap seksualitas atau identitas

Seksualitas laki-laki

luas terkait dengan nafsu seksual laki-laki dan perilaku yang dibatasi oleh etika, moralitas, dan agama. Perilaku homoerotis berbeda dari homoseksualitas