Alimin
Sekretaris Jenderal Komite Sentral Partai Komunis Indonesia
Masa jabatan
1926ย โ€“ Januari 1951
Pengganti
D.N. Aidit
Sebelum
Informasi pribadi
Lahir1889ย (1889)
Surakarta, Hindia Belanda
Meninggal26 Juni 1964(1964-06-26) (umurย 74โ€“75)
Jakarta, Indonesia
Partai politikInsulinde
ย ย PKI
Suami/istriHajjah Mariah
Anak2
Sunting kotak info
Sunting kotak infoย โ€ข Lย โ€ข B
Bantuan penggunaan templat ini

Alimin bin Prawirodirdjo (1889 โ€“ 26 Juni 1964)[1] adalah seorang tokoh pergerakan kemerdekaan Indonesia dan juga seorang komunis Indonesia. Pada 1964, Alimin ditetapkan sebagai salah satu Pahlawan Nasional Indonesia.

Riwayat hidup

sunting

Masa anak-anak

sunting

Alimin Prawirodirjo dilahirkan dari keluarga miskin di Surakarta pada tahun 1889. Saat Alimin masih anak-anak, seorang Belanda bernama G.A.J. Hazeu yang saat itu menjabat Penasihat Urusan Pribumi, memberikan beberapa keping uang, Alimin membagi-bagikan uang ini kepada teman-teman sepermainannya. Hal ini menarik hati dari G.A.J. Hazeu yang kemudian mengangkat Alimin sebagai anak angkatnya, dan kemudian disekolahkan di sekolah Eropa di Batavia dan mahir berbahasa Prancis, Inggris, dan Belanda. G.A.J. Hazeu berharap nantinya Alimin akan bekerja sebagai pegawai pemerintah, alih-alih Alimin malah masuk ke dunia politik dan menjadi jurnalis.[2]

Remaja

sunting

Sejak remaja Alimin telah aktif dalam pergerakan nasional. Semula ia menjadi wartawan koran Djawa Moeda dan bergabung dengan Budi Utomo. Saat kemunculan Sarekat Islam yang lebih jelas garis perlawanannya dengan politik pemerintahan kolonial, Alimin bergabung dengan organisasi tersebut dan pernah tinggal di rumah kost milik H.O.S. Tjokroaminoto.[3] Setelah itu bersama seorang dokter muda Tjipto Mangoenkoesoemo, ia bergabung dengan Insulinde dan juga sebagai editor di jurnal bernama Modjopahit di Batavia. Ia juga aktif mengorganisasi para buruh pelabuhan dan pelaut, dan turut mendirikan Sarekat Buruh Pelabuhan (dulu namanya Sarekat Pegawai Pelabuhan dan Lautan).

Bergabung dengan partai komunis

sunting

Ketika organisasi komunis pertama di Indonesia bernama Indische Sociaal-Democratische Vereeniging (ISDV) lahir, Alimin bergabung di situ. Belakangan organisasi itu menjadi Partai Komunis Indonesia (PKI). Ia menjadi pimpinan wilayah Jakarta sejak 1918.[2]

Menurut Robert Cribb dalam "Para Jago dan Kaum Revolusioner Jakarta 1945-1949" (2010), Alimin yang bergerak di Pelabuhan Tanjung Priok juga berhubungan dengan jawara Banten. Belakangan, PKI wilayah Jakarta dengan sadar merekrut para jawara itu dalam pergerakan. Sikap militansi dan solidaritas kaum jagoan dari dunia hitam itu memberi perlindungan bagi PKI dari gangguan penjahat lain yang disewa oleh penguasa kolonial maupun kaum kapitalis industri sekitar Jakarta.[2]

Pada awal 1926, sebagai pimpinan PKI Alimin pergi ke Singapura untuk berunding dengan Tan Malaka dalam rangka menyiapkan pemberontakan. Tapi sebelum Alimin pulang, pemberontakan sudah meletus 12 November 1926. Alimin dan Musso ditangkap oleh polisi Inggris.

Setelah ia keluar dari penjara, Alimin pergi ke Moskow dan bergabung dengan Komintern. Alimin tidak lama di sana karena bertemu dengan Ho Chi Minh dan diajak ke Guangzhou. Pada saat itu ia terlibat secara ilegal untuk mendidik kader-kader komunis di Vietnam, Laos, dan Kamboja untuk melawan penjajah dan merebut kemerdekaan dari jajahan Prancis.

Ketika Jepang melakukan agresi terhadap Tiongkok, Alimin pergi ke daerah basis perlawanan di Yenan dan bergabung bersama tentara merah di sana. Ia pulang ke Indonesia pada tahun 1946, yaitu setelah Republik Indonesia diproklamasikan. Ia kembali bergabung dengan PKI, sebagai tokoh senior. Sempat menjadi anggota konstituante pada era Orde Lama.[4]

Ia pernah bertemu dengan Sri Sultan Hamengkubuwono IX pada tahun 1946 bahkan memberikan hormat takzim kepadanya dan memberikan buku Das Kapital seperti yang dimintakan Sri Sultan kepadanya.[5]

Ketika D.N. Aidit mendirikan kembali PKI secara legal pada awal tahun 1950-an dan kemudian menjadi Ketua Komite Sentral, Alimin termasuk tokoh komunis yang tidak diindahkannya. Namun Alimin masih banyak didatangi oleh para pengikutnya sampai dengan saat meninggalnya pada tahun 1964.

Gelar pahlawan nasional

sunting
Makam Alimin di Taman Makam Pahlawan Kalibata, Jakarta

Setelah tidak lagi aktif di PKI, Alimin menikah dengan Hajjah Mariah dan dikaruniai dua orang putra, yaitu Tjipto dan Lilo, dan ia tinggal di Jakarta hingga wafatnya pada tahun 1964.[6] Pada saat wafatnya Alimin, Soekarno, Presiden RI pertama menganugerahkan gelar pahlawan nasional berdasarkan Surat Keputusan Presiden Nomor 163 tanggal 26 Juni 1964 dan dimakamkan di Taman Makam Pahlawan Kalibata, Jakarta.[2]

Lihat pula

sunting

Referensi

sunting
  1. ^ Utamakan Persatuan dan Dialog Diarsipkan 2011-01-17 di Wayback Machine., Copyright ยฉ2002-2010 Situs Tokoh Indonesia, 2 Oktober 2010. Diakses 2 Februari 2011
  2. ^ a b c d Sumandoyo, Arbi. "Tokoh PKI di TMP Kalibata". Tirto.id. Diakses tanggal 2020-06-03.
  3. ^ McVey, Ruth T. (2006). https://www.google.co.id/books/edition/The_Rise_of_Indonesian_Communism/l1w7cDh_HhgC?hl=en&gbpv=0. Equinox Publishing. hlm.ย 168. ISBNย 9789793780368. Pemeliharaan CS1: Status URL (link)
  4. ^ Fadillah, Angga Yudha Pratomo,Ramadhian; Fadillah, Ramadhian. Fadillah, Ramadhian (ed.). "Dicap komunis, orang-orang berjasa ini lenyap dari buku sejarah". Merdeka.com. Diakses tanggal 2020-06-03. Pemeliharaan CS1: Banyak nama: authors list (link)
  5. ^ "Sultan Hamengkubuwono IX dan Alimin". Historia - Majalah Sejarah Populer Pertama di Indonesia. 2022-06-21. Diakses tanggal 2022-11-21.
  6. ^ Media, Kompas Cyber (2021-05-12). "Alimin: Masa Muda, Partai Komunis, dan". KOMPAS.com. Diakses tanggal 2023-11-11.

๐Ÿ“š Artikel Terkait di Wikipedia

Pemberontakan Komunis Sumatra 1927

dirundingkan kembali. Tan lantas memberi Alimin dokumen yang berisi alasan penolakan terhadap rencana pemberontakan. Alimin pun berangkat menuju Singapura untuk

Dimas Aditya

Indonesia. Dimas merupakan anak kedua dari tiga bersaudara dari pasangan Benny Alimin dan Inriani. Program Pendidikan Vokasi Universitas Indonesia, D-3 Hubungan

Tan Malaka

ada kemajuan, ia pergi ke Singapura sendiri untuk menemui Alimin dan mengetahui bahwa Alimin dan Musso telah pergi ke Moskow untuk mencari bantuan untuk

Musso

Mas Martoredjo. Di Batavia, Musso dilatih sebagai guru. Ia bertemu dengan Alimin, murid G.A.J. Hazeu dan D. van Hinloopen Labberton. Menurut Soemarsono,

Alimin Abdullah

Ir. Alimin Abdullah, M.T. (lahir 19 September 1949) merupakan seorang politikus Indonesia dan anggota DPR. Alimin Abdullah terpilih kembali menjadi Anggota

Oemar Said Tjokroaminoto

Soekarno setiap malam berteriak belajar pidato hingga membuat kawannya, Muso, Alimin, S.M. Kartosuwiryo, Darsono, dan yang lainnya terbangun dan tertawa menyaksikannya

D.P. Sati Alimin

Datoek Padoeka Sati Alimin adalah seorang guru dan penulis Indonesia asal Nagari Mungka, Lima Puluh Kota, Sumatera Barat. Ia banyak mendampingi perjuangan

Alimin Sinapa

Alimin Sinapa gelar Datuak Bandaro Kayo (16 Agustus 1942ย โ€“ย 16 Februari 2001) adalah seorang birokrat Indonesia. Ia pernah menjabat Pembantu Gubernur Wilayah