Sekolah Tinggi Staples di Westport, Connecticut, AS

Sekolah kedua, sekolah sekunder, atau sekolah atas, adalah lembaga yang menyediakan pendidikan menengah. Beberapa sekolah menengah menyediakan pendidikan kedua bawah (usia 11 hingga 14) dan pendidikan kedua atas (usia 14 hingga 18), yaitu taraf 2 dan 3 dari skala ISCED, tetapi ini juga dapat disediakan di sekolah terpisah.[1] Boleh jadi ada variasi lain dalam penyediaan: misalnya, anak-anak di Australia, Hong Kong, dan Spanyol berpindah dari sistem pendidikan dasar ke sistem pendidikan keuda setahun kemudian pada usia 12 tahun, dengan tahun pertama pendidikan kedua bawah di ISCED menjadi tahun terakhir penyediaan pendidikan dasar.

Di Amerika Serikat, sebagian besar sistem pendidikan menengah setempat memiliki sekolah menengah dan sekolah menengah atas yang terpisah. Sekolah menengah biasanya terdiri dari jenjang 6 – 8 atau 7 – 8, dan sekolah menengah atas biasanya terdiri dari kelas 9 – 12. Di Inggris, sebagian besar sekolah negeri dan sekolah swasta menerima siswa berusia antara 11 dan 16 atau antara 11 dan 18 tahun; beberapa sekolah swasta di Perserikatan Kerajaan, yaitu sekolah umum, menerima siswa berusia antara 13 dan 18 tahun.[2][3][4]

Tingkatan pendidikan

sunting

Dalam skala pendidikan ISCED 2014,[5] taraf 2 dan 3 sesuai dengan pendidikan kedua yaitu sebagai berikut:

Pendidikan menengah pertama
Tahap pertama pendidikan menengah yang dibangun di atas pendidikan dasar, biasanya dengan kurikulum yang lebih berorientasi pada mata pelajaran. Siswa umumnya berusia sekitar 11–15 tahun.[5]
Pendidikan menengah atas
Tahap kedua pendidikan menengah dan tahap akhir pendidikan formal bagi siswa yang berusia 15–18 tahun, mempersiapkan diri untuk pendidikan tinggi/dewasa atau memberikan keterampilan yang relevan dengan pekerjaan, biasanya dengan peningkatan pilihan mata pelajaran dan jalur.[5]

Kekhususan rancangan bangunan

sunting

Bangunan yang menyediakan pendidikan harus memenuhi kebutuhan: siswa, guru, staf pendukung non-pengajar, administrator, dan masyarakat. Ia arus memenuhi pedoman bangunan pemerintah umum, persyaratan kesehatan, persyaratan fungsional minimal untuk ruang kelas, jamban dan pancuran mandi, listrik dan layanan, persiapan dan penyimpanan buku pelajaran, dan alat bantu pengajaran dasar.[6] Sekolah menengah yang optimum akan memenuhi persyaratan minimum dan memiliki:

  • ruang kelas yang berukuran cukup;
  • ruang pengajaran khusus;
  • ruang persiapan staf;
  • blok administrasi;
  • ruang kelas serbaguna;
  • aula sekolah serbaguna;
  • laboratorium untuk ilmu pengetahuan, teknologi, matematika, dan ilmu hayati, sebagaimana diperlukan;
  • peralatan yang memadai;
  • perpustakaan atau persediaan perpustakaan yang diperbarui secara berkala; dan
  • ruang komputer atau pusat media.[6]

Di Indonesia

sunting

Sekolah kedua secara lokal dapat disebut sekolah menengah atas atau sekolah lanjutan tingkat atas (disingkat SMA atau SLTA). Di beberapa negara ada dua fase pendidikan menengah (ISCED 2) dan (ISCED 3). Sekolah menengah pertama berada di antara sekolah dasar (ISCED 1) dan sekolah menengah atas.Templat:List of names for secondary schools by country

Catatan

sunting

Lihat pula

sunting

Rujukan

sunting
  1. ^ "secondary education (ISCED levels 2 and 3 – EQF levels 2 to 4) | CEDEFOP". www.cedefop.europa.eu (dalam bahasa Inggris). 2023-01-11. Diakses tanggal 2026-03-28.
  2. ^ "The British Education System". The Headmasters' and Headmistresses' Conference. Diarsipkan dari versi aslinya tanggal April 25, 2019. Diakses tanggal January 28, 2022. Most pupils begin their secondary education at the age of 11 (Year 7), but in some HMC schools pupils join the school at 13+ (Year 9).
  3. ^ "Entry to Eton". Eton College. Diarsipkan dari versi aslinya tanggal December 14, 2021. Diakses tanggal January 28, 2022. ... Eton College, a boarding school for boys aged between 13 and 18.
  4. ^ "Admissions". Harrow School. Diarsipkan dari versi aslinya tanggal January 28, 2022. Diakses tanggal January 28, 2022. Each year, the School admits about 160 boys into Year 9, in the September following their 13th birthday...
  5. ^ a b c "International Standard Classification of Education ISCED 2011" (PDF). UNESCO UIS. UNESCO Institute for Statistics. 2012. hlm. 38. Diarsipkan (PDF) dari versi aslinya tanggal November 26, 2020. Diakses tanggal November 30, 2020. Kesalahan pengutipan: Tanda <ref> tidak sah; nama "ISCED2011" didefinisikan berulang dengan isi berbeda
  6. ^ a b "Guidelines relating to planning for public school infrastructure". Department of Basic Education, Republic of South Africa. 2012. Diarsipkan dari versi aslinya tanggal 7 September 2015. Diakses tanggal 3 April 2017. Kesalahan pengutipan: Tanda <ref> tidak sah; nama "za" didefinisikan berulang dengan isi berbeda

Pranala luar

sunting

📚 Artikel Terkait di Wikipedia

Temenos

memimpin serangan kelima dan yang terakhir terhadap Mycenae di Peloponnese. Ia menjadi Raja Argos. Dia adalah ayah dari Ceisus, Káranos, Phalces, Agraeus, dan

Monemvasia

Kota tersebut terletak di sebuah pulau kecil di lepas pesisir timur Peloponnese. Pulau tersebut terhubung dengan daratan utama oleh sebuah jalan pendek

Periode Helenistik

University of California Press, 1990. Kralli, Ioanna. The Hellenistic Peloponnese: Interstate Relations: a Narrative and Analytic History, From the Fourth

Methoni, Messenia

deprecated ) adalah sebuah desa dan bekas munisipalitas di Messenia, Peloponnese, Yunani. Sejak reformasi pemerintahan lokal tahun 2011, wilayah tersebut

Drakhma

Sekumpulan lebih dari 150 batangan obeloi diketemukan pada Heraion of Argos di Peloponnese. Enam di antaranya dipamerkan pada Numismatic Museum of Athens. Uang

Perang melawan Nabis

Masedon telah memberi kuasa atas Argos ke Sparta, sebuah kota penting di pesisir Aegean Peloponnese. Pendudukan Sparta atas Argos berlanjut hingga akhir perang

Daftar kota di Yunani

Central Greece 91 Melissia 1 13,469 19,526 22,741 Attica 92 Argos 21,901 24,239 22,209 Peloponnese 93 Arta 19,087 19,435 21,895 Epirus 94 Artemida 4 9,485

Georgios I dari Yunani

kembali ke Denmark. Sejak Mei 1864, Georgios melakukan tur ke Peloponnese, melalui Korintus, Argos, Tripolitsa, Sparta, dan Kalamata, di mana dia memulai fregat