35ยฐ42โ€ฒ52โ€ณN 139ยฐ47โ€ฒ48โ€ณE๏ปฟ / ๏ปฟ35.71444ยฐN 139.79667ยฐE๏ปฟ / 35.71444; 139.79667

Kaminarimon dengan chลchin, gerbang luar kuil Sensล-ji
Sensล-ji di malam hari
Pemandangan Asakusa

Asakusa (ๆต…่‰) adalah sebuah distrik di Taitล, Tokyo, Jepang. Kawasan ini populer di kalangan wisatawan karena keberadaan Sensล-ji, sebuah kuil Buddha yang dipersembahkan untuk Dewi Kannon. Selain itu, terdapat pula beberapa kuil lain, dan kawasan ini sering mengadakan berbagai perayaan seperti Sanja Matsuri.

Sejarah

sunting

Perkembangan Asakusa sebagai pusat hiburan selama zaman Edo tak bisa dilepaskan dari distrik tetangganya, Kuramae. Kuramae merupakan distrik yang menjadi lokasi lumbung beras. Para penjaga (fudasashi) lumbung ini pada awalnya bekerja dengan gaji yang sedikit, tetapi setelah bertahun-tahun mereka mulai menukar beras dengan uang atau menjualnya kepada pemilik toko lokal dengan harga murah.[1] Melalui perdagangan itu, para fudasashi mulai hidup makmur yang perlahan-lahan memunculkan teater dan rumah geisha di Asakusa.

Pada abad ke-20, Asakusa tetap menjadi distrik hiburan utama di Tokyo. Rokku atau "Distrik Keenam" secara khusus terkenal sebagai distrik teater, yang di dalamnya terdapat berbagai bioskop terkenal seperti Denkikan. Masa keemasan Asakusa digambarkan dengan jelas dalam novel karya Yasunari Kawabata yang berjudul The Scarlet Gang of Asakusa. Daerah ini rusak parah akibat serangan bom pasukan AS selama Perang Dunia II, khususnya pada pengeboman Tokyo 10 Maret 1945. Daerah ini dibangun kembali setelah perang, tetapi statusnya sebagai pusat hiburan di Tokyo telah diambil alih oleh Distrik Shinjuku.

Asakusa adalah distrik kota (ward) di Kota Tokyo. Pada tahun 1947, ketika kota tersebut diubah menjadi kota metropolis, Asakusa digabungkan dengan Shitaya membentuk Distrik Taitล. Asakusa sendiri terletak di bagian timur Distrik Taitล.

Geografi

sunting

Asakusa berada di timur laut Tokyo, di ujung timur jalur Tokyo Metro Ginza. Asakusa menjadi daerah utama di kawasan Shitamachi, yang secara harfiah berarti "bawah kota", mengacu pada ketinggiannya yang lebih rendah. Daerah Shitamachi memiliki suasana Jepang yang lebih tradisional daripada beberapa daerah lain di Tokyo karena banyak dihuni oleh rakyat jelata yang hidup sederhana, berbeda dengan daerah Yamanote yang banyak didiami kalangan pejabat.

Tempat wisata dan situs bersejarah

sunting

Karena menyimpan begitu banyak tempat keagamaan, Asakusa sering mengadakan matsuri, di mana baik kuil Shinto maupun Buddha menyelenggarakan setidaknya satu matsuri dalam setahun. Festival yang terbesar dan paling populer adalah Sanja Matsuri yang digelar pada bulan Mei, ketika jalan-jalan ditutup sejak fajar hingga larut malam. Penyair Matsuo Bashล menceritakan kuil Buddha di Asakusa dalam salah satu haiku karyanya.

Makanan dan minuman

sunting
Dua geisha sedang bersantai setelah bekerja; inset menunjukkan lonceng Asakusa. Gambar cukil kayu (Ukiyo-e) oleh Yลshลซ Chikanobu, 1888

Asakusa memiliki banyak restoran dan tempat makan untuk mencoba makanan tradisional Jepang. Salah satu suguhan yang terpopuler adalah satsuma imo, olahan ubi jalar. Camilan lainnya adalah chikuwa kamaboko, kue ikan yang dibakar. Asakusa juga terkenal akan rempah-rempah khas seperti shichimi dan sanshล.

Di Asakusa, hanya ada sedikit bangunan berusia lebih dari 50 tahun yang tersisa akibat masifnya pengeboman di masa perang. Asakusa memiliki konsentrasi bangunan yang lebih besar pada tahun 1950-an dan 1960-an daripada daerah lain di Tokyo.

Untuk tempat menginap, terdapat sejumlah ryokan tradisional dan bangunan apartemen berukuran kecil yang tersebar di seluruh penjuru distrik.

Asakusa juga menjadi lokasi sekelompok besar toko peralatan rumah tangga di Kappabashi-dori, yang sering dikunjungi oleh warga Tokyo untuk membeli perabotan. Di sebelah pekarangan kuil Sensล-ji, terdapat taman hiburan kecil bernama Hanayashiki, yang diklaim sebagai taman hiburan tertua di Jepang. Teater di Asakusa kebanyakan menyajikan film-film Jepang klasik, karena kebanyakan turis domestik adalah orang Jepang berusia tua.

Atraksi lainnya termasuk berpesiar menyusuri Sungai Sumida yang bertolak dari pelabuhan yang berjarak lima menit jalan kaki dari Kuil Sensล-ji.

Karena bangunan-bangunan yang beraneka warna, letaknya yang tak jauh dari pusat kota, dan suasananya yang lebih santai, Asakusa adalah tujuan wisata yang populer bagi para turis dengan anggaran terbatas.

Karnaval

sunting

Kawasan Asakusa terkenal dengan karnaval budaya Brasil tahunan. Ini karena Asakusa menyimpan komunitas pendatang Brasil dalam jumlah besar. Sebuah sekolah samba juga berdiri di sana.[2][3]

Sanja Matsuri

sunting

Meskipun ada banyak festival di Asakusa, satu yang paling terkenal adalah Sanja Matsuri, juga dikenal sebagai Festival Sanja, yang berlangsung pada bulan Mei.[4] Dalam festival ini, mikoshi (kuil portabel) dan kendaraan hias diarak mengitari jalan-jalan sambil diiringi teriakan keras. Selama 3 hari festival, 1,5 juta orang datang untuk menyaksikan.[5]

Transportasi

sunting

Distrik ini memiliki dua stasiun kereta api dengan nama yang sama:

  • Jalur Tobu Skytree (TS-01)
  • Jalur Toei Asakusa (A-18)
  • Jalur Tokyo Metro Ginza (G-19)
  • Stasiun Asakusa
  • Tsukuba Express (TX-03)

Dalam budaya populer

sunting
  • Kawabata Yasunari, The Scarlet Gang of Asakusa (1930)
  • Kankichi Ryotsu, tokoh utama serial anime dan manga KochiKame, lahir di Asakusa.
  • "Corn Dog," Musim 1, Episode 2 Midnight Diner, Tokyo Stories, sebuah serial Netflix (2016), yang menceritakan seorang komedian yang tinggal di Asakusa.
  • Anime Sarazanmai mengambil latar di Asakusa.
  • Serial anime dan manga populer, Demon Slayer, Bab 14-17 & Episode 7-10, mengambil latar di Asakusa era Taishล.

Referensi

sunting
  1. ^ "Asakusa: The Heart of Old Tokyo". furthereast.com. Diarsipkan dari asli tanggal 2015-04-03.
  2. ^ Tamborins.com.br (in Portuguese) Diarsipkan 2007-10-09 di Wayback Machine.
  3. ^ "Senso-Ji Temple-Tokyo: 5 Top Amazing Attractions Places To Visit".
  4. ^ "About Asakusa โ€“ Tokyo Travel Guide | Planetyze". Planetyze (dalam bahasa Inggris).
  5. ^ "About Sanja Matsuri (Sanja Festival) โ€“ Tokyo Travel Guide | Planetyze". Planetyze (dalam bahasa Inggris).

Pranala luar

sunting

๐Ÿ“š Artikel Terkait di Wikipedia

Kuil Asakusa

Kuil Asakusa (ๆต…่‰็ฅž็คพcode: ja is deprecated , Asakusa-jinja) adalah sebuah kuil Shinto yang terletak di Asakusa, Tokyo, Jepang. Kuil Shinto yang juga dikenal

Masjid Asakusa

Masjid Asakusa (bahasa Jepang: ใƒ€ใƒผใƒซใƒปใ‚ขใƒซใƒปใ‚ขใƒซใ‚ซใƒ ) adalah sebuah Masjid yang berlokasi di pusat kota Tokyo yang dibangun pada tahun 1998. Masjid Asakusa dikelola

Jalur Toei Asakusa

Jalur Toei Asakusa (้ƒฝๅ–ถๅœฐไธ‹้‰„ๆต…่‰็ทšcode: ja is deprecated , Toei Chikatetsu Asakusa-sen) adalah jalur kereta bawah tanah di Tokyo, Jepang, dioperasikan oleh

Karnaval Samba Asakusa

Karnaval Samba Asakusa (ๆต…่‰ใ‚ตใƒณใƒใ‚ซใƒผใƒ‹ใƒใƒซcode: ja is deprecated , Asakusa Samba Carnival) adalah parade/kontes samba yang diselenggarakan di Asakusa, Taitล, Tokyo

Stasiun Asakusa

Stasiun Asakusa (ๆต…่‰้ง…code: ja is deprecated , Asakusa-eki) adalah kompleks stasiun kereta yang terletak di distrik Asakusa, Taito, Tokyo, Jepang. Stasiun

Asakusa Kid

Asakusa Kid (Jepang: ๆต…่‰ใ‚ญใƒƒใƒ‰code: ja is deprecated , Hepburn: Asakusa kiddo) adalah film Jepang tahun 2021 yang ditulis dan disutradarai oleh Gekidan Hitori

The Scarlet Gang of Asakusa

The Scarlet Gang of Asakusa (ๆต…่‰็ด…ๅœ˜code: ja is deprecated , Asakusa Kurenaidan) adalah sebuah novel karya pemenang nobel, Yasunari Kawabata. Ini awalnya

Bandar Udara Internasional Narita

(di Jalur Toei Asakusa) dikenakan biaya ยฅ1,330. Kebanyakan kereta Access Express berangkat ke Bandara Haneda melalui Jalur Toei Asakusa dan Jalur Utama