Netralitas artikel ini dipertanyakan. |
| Ba 'Alawi ุจุง ุนููู | |
|---|---|
Foto sejumlah anggora keluarga Ba 'Alwi di Indonesia | |
| Kelompok etnis | Arab |
| Region saat ini | Yaman, Arab Saudi, Indonesia, Malaysia, Brunei, Uni Emirat Arab, India, Bangladesh,Singapura, Maladewa, Komoro, Afrika Selatan, Somalia, Etiopia, Kenya, Uganda, Tanzania, Republik Demokratik Kongo |
| Tempat asal | Hadhramaut |
| Anggota | Klan
|
| Keluarga terkait |
|
| Tradisi | Tarekat Ba'alawiyah |
Ba 'Alawi Sada (bahasa Arab: ุณุงุฏุฉ ุจุงุนููู, translit.ย sฤdat bฤสฟalawiy, har.ย 'keturunan โAlawi'), atau Keluarga Ba 'Alawi (ุขู ุจุงุนููู, [ฤlu Bฤสฟalawฤซ] Galat: {{Transliteration}}: missing language / script code (bantuan)), adalah sebuah kelompok keluarga Sayyid Hadhrami dan golongan sosial yang berasal dari Hadhramaut di sudut barat daya Jazirah Arab. Mereka mengklaim garis keturunan mereka tersambung kepada Ahmad al-Muhajir, seorang keturunan Nabi Islam Muhammad, yang berhijrah dari Basra ke Hadramaut pada tahun 931 M (318 H).[1] Ulama klasik Islam seperti Ibnu Hajar al-Haitami, Yusuf al-Nabhani, Ibrahim bin Manshur,Niqobah Diwan Al-Sadah Al-Uraidli dan Murtadha al-Zabidi telah mengesahkan silsilah Ba 'Alawi.[2] [3] Klaim dan pengesahan tersebut mendapat kritik dari beberapa tokoh publik dan peneliti di Indonesia yang meragukan sekaligus membatalkan ketersambungan garis keturunan mereka dengan Muhammad dikarenakan faktor ketiadaan sumber kitab primer sejaman dan hasil tes Y-DNA yang menunjukkan ketidaksesuaian.[4] [5][6][7][8][9] Peneliti Indonesia lain telah membantah pembatalan nasab Ba Alawi tersebut dan berkesimpulan seandainya pendekatan sumber kitab sejaman tersebut diterapkan maka runtuh pula nasab banyak tokoh besar lain dalam Islam.[10]
Aliran utama keluarga Ba 'Alawi mengikuti Islam Sunni, dengan mazhab fikih Syafi'i, dan mazhab akidah Asy'ari. Dalam hal ini, Ba 'Alawi memiliki jalan tersendiri dalam mendekatkan diri kepada Tuhan, yaitu Tarekat Ba'alawiyah, salah satu tarekat sufi yang tersebar di dunia Islam.[11] Praktik yang dilakukan secara rutin seperti Majelis Zikir (biasanya dengan membaca zikir atau wirid seperti Wird al-Latif atau Ratib oleh Habib Abdullah bin Alawi al-Haddad setelah setiap waktu Subuh dan Magrib),[12] membaca buku-buku Islam klasik [13] dan Ziarah adalah praktik tradisi di Yaman.[14]Ada pendapat Haul (Islam) dan Tahlil yang umunya dilakukan masyarakat Muslim Indonesia berasal dari Yaman.[15][16] [17][18][5]
Ba 'Alawi dikenal sebagai penyebar dakwah Islam. Pendiri tarekat mereka adalah Muhammad al-Faqih Muqaddam. Pada masanya, keluarga Sayyid di Hadramaut dianggap sebagai ancaman oleh kabilah-kabilah lain.[19] Dipercaya bahwa penyebaran Islam di Asia Tenggara dilakukan oleh para pedagang dan ulama Hadhramaut yang transit di India sejak abad ke-15, dan ajaran tasawuf beserta praktik serta pengaruhnya dapat ditelusuri dengan kuat di kawasan tersebut.[20][21][22] Pengaruh Ba Alawi dalam Islam terlihat dari daftar The 500 Most Influential Muslims 2026 yang mencantumkan nama Habib Umar bin Hafidz dari Yaman , Habib Luthfi bin Yahya dari Indonesia dan Habib Ali Al-Jufri dari Uni Emirat Arab .[23]
Etimologi
suntingAsal-usul nama Ba 'Alawi kembali kepada salah satu leluhur mereka, yaitu Alawi bin Ubaidillah bin Ahmad al-Muhajir, keturunan pertama dari al-Muhajir yang diberi nama 'Alawi. Penggunaan nama Ba 'Alawi dipengaruhi oleh orang-orang Hadhrami dalam cara mereka menyebut ayah mereka, dan makna (Ba) di kalangan Hadhrami adalah "anak-anak dari".[24]
Namun, Ba 'Alawi tidak menggunakan dua nama keluarga ini kecuali dalam biografi dan nasab, dan biasanya seseorang disandarkan pada kabilahnya. Akan tetapi, ada sebagian individu dari Bani Alawi yang tetap disebut Ba 'Alawi karena mereka tidak termasuk dalam kabilah-kabilah yang sudah dikenal.[25]
Kata Sadah atau Sadat (Arab: ุณุงุฏุฉ) adalah bentuk jamak dari kata Sayyid (Arab: ุณูุฏ), sedangkan kata Ba 'Alawi atau Bani 'Alawi berarti keturunan Alawi. Singkatnya, Ba 'Alawi adalah para Sayyid yang memiliki garis keturunan darah dari Nabi Muhammad melalui Alawi bin Ubaydillah bin Ahmad al-Muhajir. Sementara itu, Alawiyyin (Arab: ุงูุนููููู; al-สฟalawiyyฤซn) adalah istilah Sayyid yang digunakan untuk menyebut keturunan Ali bin Abi Thalib dari Husain bin Ali (Sayyid) dan Hasan bin Ali (Syarif). Seluruh Ba 'Alawi adalah Sayyid Alawiyyin melalui jalur Husain bin Ali, tetapi tidak semua keluarga Alawiyyin termasuk dalam Ba 'Alawi.
Asal Usul
suntingTradisi budaya Ba โAlawi menelusuri garis keturunan mereka hingga kepada Ahmad al-Muhajir. Cucu Imam al-Muhajir, yaitu Alawi, adalah Sayyid pertama yang lahir di Hadhramaut, sekaligus satu-satunya keturunan Imam al-Muhajir yang melahirkan garis keturunan berkelanjutan di Hadhramaut; sementara garis keturunan cucu-cucunya yang lainโBasri (yang nama aslinya Ismฤสฟฤซl) dan Jadฤซdโterputus setelah beberapa generasi. Karena itu, keturunan Imam al-Muhajir di Hadhramaut dikenal dengan nama Bฤ โAlawi atau Bani โAlawi (โketurunan Alawiโ).
Keturunan Ahmad al-Muhajir terus berpindah dari satu desa ke desa lain di lembah Hadhramaut, sempat menetap di desa Sumal sebelum kemudian pindah ke desa Bayt Jubair. Pada tahun 521 H, Ali bin Alawi, yang dikenal sebagai โKhaliโ Qasam,โ seorang keturunan Al-Muhajir, pindah ke kota Tarim dan menjadikannya sebagai tempat tinggal bersama anak-anaknya. Sejak saat itu, Tarim menjadi pusat kediaman Bani Alawi hingga hari ini.[26] Selain itu ada pula Bani Jadid dikenal masih mempunyai hubungan keluarga dengan Ba Alwi. [27] Kelompok ini dikabarkan punah di sekitar abad ke 7-8 H.
Kaum Sadah Ba โAlawi sejak itu menetap di Hadhramaut, Yaman Selatan, dengan tetap berpegang pada akidah Ahlus Sunnah wal Jamaโah dalam mazhab fikih Syafiโi. Pada mulanya, seorang keturunan Imam Ahmad al-Muhajir yang menjadi ulama dalam ilmu-ilmu Islam disebut Imam, kemudian disebut Syaikh, dan pada perkembangan berikutnya disebut Habib. Orang pertama dari marga Bฤ สฟAlawฤซ yang disebut Habib adalah al-แธคabฤซb สฟUmar bin สฟAbd al-Raแธฅmฤn al-สฟAแนญแนญฤs (w. 1072 H / 1661 M).
Barulah sejak tahun 1700 M mereka mulai bermigrasi[28] secara besar-besaran keluar dari Hadhramaut ke seluruh penjuru dunia, sering kali dalam rangka berdakwah.[29] Perjalanan mereka juga membawa mereka ke Asia Tenggara. Para imigran Hadhrami ini membaur dengan masyarakat setempat dengan cara yang jarang ditemukan dalam sejarah diaspora. Misalnya, Dinasti Jamalullail di Perlis merupakan keturunan Ba โAlawi. Habib Salih dari Lamu, Kenya, juga merupakan keturunan Ba โAlawi. Di Indonesia, cukup banyak dari mereka yang menikah dengan penduduk setempat, baik perempuan maupun laki-laki, bahkan terkadang dengan kalangan bangsawan atau keluarga kerajaan. Pada umumnya mereka mempraktikkan pernikahan sekufu, dimana lelaki dari Ba 'Alwi bisa menikahi semua wanita ,sementara wanita Ba 'Alawi hanya bisa menikahi sesama Ba 'Alawi atau sayyid dan syarif dari kelompok lain. Walaupun dikritisi banyak pihak dan menimbulkan beberapa implikasi sosial yang tidak diinginkan, praktik tersebut dilakukan dengan alasan untuk menjaga supaya garis keturunan dari wanita Ba 'Alwi tidak terputus secara patrilineal dengan Muhammad.[8] [30] Sebagian keturunan mereka ada yang kemudian menjadi sultan atau raja, seperti di Kesultanan Pontianak atau Kesultanan Siak Indrapura.[31] Kesultanan Sulu, Lanao, dan Maguindanao pun menelusuri asal-usul mereka hingga kepada kaum Sadah Ba โAlawi.[32] Kesultanan-kesultanan tersebut mengikuti mazhab fikih Syafiโi.[33]
Genealogi
suntingMenurut Ja'far al-Labni, seorang sejarawan dari Makkah:
โBanyak dari para Sayyid yang tinggal di Makkah dan Madinah adalah BaโAlawi, yang ketenaran mereka menyebar di Hadhramaut, kemudian mereka datang dari Hadhramaut ke Makkah, Madinah, dan negeri-negeri Allah lainnya. Maka para bangsawan inilah yang diserahi untuk menjaga nasab mereka, dan mereka dikenal oleh naqib (kepala) para Sayyid di Makkah dan Madinah. Naqib para Sayyid itu tiada lain adalah mereka. Kelahiran mereka diawasi di mana pun mereka berada, nama-nama mereka dicatat, dan nasab mereka dipelihara dengan cara yang telah dikenal. Nasab mereka dijaga dengan metode yang berlaku di kalangan mereka, untuk membagi pendapatan dari wakaf dan sejenisnya. Adapun selain mereka yang juga termasuk keturunan Nabi โ baik dari Mesir, Syam, Romawi, maupun Irak โ meski jumlah mereka banyak, mereka tidak semunya diakui, karena nasab mereka tidak ditetapkan atas dasar yang kuat yang diterima d masyarakat. Hal ini karena sebagian dari mereka mungkin memiliki bukti yang menimbulkan keraguan tentang kebenaran klaim mereka.โ[34]
Selain Ba Alawi yang bernasab kuat, terdapat pula para Syarif Makkah dari kabilah Qatadi dan Jammaz yang selalu bermukim di Hijaz dan tidak pernah berhijrah dari wilayah tersebut. Namun demikian, genealog Blaine Bettinger mencatat mengenai hal ini:
โTentu saja, sebagaimana yang diketahui semua ahli genealogi , hampir tidak pernah ada kepastian tentang nasab yang terbukti 100% benar , terutama bila berdasarkan memori lisan maupun catatan tertulis.โ[35]
Polemik Nasab
suntingSejak tahun 2021 , sebagian orang mulai meragukan nasab mereka dengan merujuk pada sebuah kitab nasab berjudul As Syajarah al Mubarokah yang dinisbatkan kepada Fakhr al-Razi (ulama abad 6 Hijriah) dan diterbitkan pada abad ke-20 . Kitab ini tidak menyebutkan adanya seorang putra bernama Ubaidillah bin Ahmad bin Isa, melainkan hanya tiga anak: Muhammad, โAli, dan Husain.[36]
Rujukan Kitab Nasab
suntingNasab BaโAlawi dicatat dalam sebuah daftar genealogi besar yang terdiri dari 15 jilid, disusun oleh ahli nasab , โAbd al-Rahman al-Mashhลซr, pengarang Shams al-Dhahira (1340 H). Catatan itu masih tersimpan hingga kini di Hijaz, Yaman, negara-negara Asia Tenggara, dan Afrika Timur. Versi aslinya disimpan di Tarim, Hadhramaut, lalu diadopsi oleh Al-Rabithah Al-Alawiyah (Perhimpunan Alawiyyin) di Jakarta, Indonesia.[37]
Ada juga daftar nasab terkenal karya al-Musnid Idrus ibn โUmar al-Habshi, dan daftar nasab lainnya yang disimpan di Makkah dan disalin oleh al-Qadi Abu Bakr ibn Ahmad ibn Husayn al-Habshi. Selain pohon nasab umum tersebut, ada pula pohon nasab khusus untuk banyak kabilah Bani Alawi, di mana mereka mencatat garis keturunan masing-masing.[38] Setidaknya ada belasan karya lain yang juga dianggap menguatkan nasab mereka.[39] Sebuah manuskrip yang ditulis Imam Tirmidhi antara 589 H, membantah klaim ini. Pada halaman awal manuskrip terdapat tulisan tangan Muhammad bin Ali Al-Qala'i Shahib Mirbath Ba'alawi (w. 592 H./1195 M.), yang memberikan ijazah kepada Syarif Abdullah Ba'alawi pada tahun 575 H./1179 M. Dengan demikian, tahun wafat al-Qalaโi Shahib Mirbath Baโalawi lebih awal 15 tahun dibanding wafatnya Fakhruddin ar-Razi. Begitupun pemberian ijazah tersebut lebih awal 31 tahun dibanding wafatnya Fakhruddin ar-Razi. Selain itu, eksistensi ijazah pada manuskrip Sunan Trimidzi jauh lebih tua dari kitab al-Syarajah al-Mubarakah sekitar 17 tahun. Ini dihitung sejak wafatnya pengarang kitab al-Syajarah, yaitu: 17 tahun kemudian. Dan juga manuskrip riwayat dari Hasan bin Muhammad Al-'Allal (sezaman dengan Al-Ubaidili dan Al-Umari, bahkan ia saksikan wafat di Bagdad), riwayat di Bashrah dari kakeknya yaitu Ali bin Muhammad, riwayat di Bagdad dari pamannya yaitu Abdullah bin Ahmad Al-Abah yang bermigrasi ke Yaman (Nazil al-Yaman). Abdullah inilah yang kelak dipanggil Ubaidillah, datuk seluruh klan Baalawi di seluruh dunia.[40][41] [Verifikasi gagal]Juga disebutkan Bin Jadid yang menurut sejarah resmi Yaman merupakan anak Ubaidillah.[42]
Ahli nasab dari abad 8 Hijriah, Bahaudin Al-Janadi dalam bukunya As-Suluk Fi Tabaqatil Ulama Wal Muluk[43] menulis,
Di antara mereka adalah Hasan bin Muhammad bin Ali Ba'Alawi , dia seorang fukaha yang hafal di luar kepala kitab Al-Wajiz.
Namun demikian, seorang kiyai asal Banten bernama Imaduddin Utsman al-Bantani berpendapat bahwa silsilah tersebut disangsikan keabsahan dan keotentikannya karena ketiadaan sumber kitab sejaman yang mendukung semua catatan sekunder tersebut. Kritik utamanya adalah ketiadaan nama dari Ubaidillah bin Ahmad bin Isa dari kitab-kitab nasab muktabar selama 550 tahun sejak kelahirannya. Menurut pandangannya, meskipun terdapat dokumentasi tebal yang tersebar luas, daftar-daftar sekunder tersebut hanyalah klaim internal yang tidak sesuai dan bertentangan dengan kitab-kitab nasab otoritatif yang telah diverifikasi oleh para ahli nasab Islam dari abad 4 sampai 9 Hijriah.[44][45]Pendekatan tersebut dikritik karena penerapannya akan menyebabkan batalnya keabsahan keturunan Muhammad dari jalur Musa al-Kadzim dan Abdul Qadir al-Jailani .[46]Hal ini menimbulkan kontrovesi dan polemik nasab di Indonesia semenjak tahun 2022.
Analisis Y-DNA
suntingFamilyTreeDNA mengklasifikasikan hasil sampel analisis ke dalam garis genetik berbeda berdasarkan kromosom Y (laki-laki) dengan membandingkan sampel-sampel lain yang telah diuji dan dikelompokkan. Ketika sebagian anggota Ba โAlawi Indonesia melakukan analisis genetik , hasilnya menunjukkan bahwa mereka memiliki haplogroup G, yang umumnya ditemukan di wilayah Kaukasus.[47]Sementara itu, project Quraish di FamilyTreeDNA telah menyimpulkan bahwa haplogroup dari kabilah Quraish adalah J1-L859 .[48][49][50]Perbedaan haplogroup tersebut menyebabkan banyak orang meragukan keaslian hubungan mereka dengan Ahlulbait Nabi dan Bani Ibrahim. [51][52][53]
ISOGG mengatakan bahwa Admin Project DNA juga menemukan bahwa ada dua anggota kerajaan Jordan yang positif berhaplogroup J1-L859. Di sisi lain, banyak para lelaki yang mengklaim sebagai keturunan Hashemite (Quraish) juga berada di haplogroup lain yang berbeda-beda dan belum ada konsensus dalam hal ini.[54]
Garis Keturunan
suntingSetelah keturunan Ahmad bin โIsa al-Muhajir bermukim di Tarim, sebagian penguasa setempat meminta mereka membuktikan garis keturunan untuk menguatkan klaim mereka, dan hal itu harus dilakukan melalui keputusan hukum. Dikatakan bahwa di Tarim saat itu terdapat tiga ratus mufti. Maka โAli bin Muhammad bin Jadid (w. 620 H) melakukan perjalanan ke Irak, membuktikan nasab tersebut di hadapan para hakim di sana, dan disaksikan. Para saksi ini kemudian bertemu para jamaah haji Hadhramaut di Makkah dan bersaksi kepada mereka. Saat para haji itu kembali ke Hadhramaut dan menyampaikan kesaksian, masyarakat pun mengakui nasab mereka, dan para syekh serta ulama sepakat atas hal ini.[55]
Ketika Ahmad al-Muhajir tiba di Hadhramaut, ia masih memiliki keluarga dan kerabat di Bashrah. Putranya Muhammad tetap tinggal di Bashrah untuk mengurus harta mereka bersama saudara-saudaranya, โAli dan Husain. Cucu beliau, Jadid bin โUbaydillah (nama aslinya Abdullah) pergi untuk melihat harta-harta itu dan mengunjungi kerabat. Anak-anak dan cucu al-Muhajir berinvestasi di Hadhramaut selama bertahun-tahun dari hasil harta mereka di Irak. Mereka tetap menjaga hubungan dengan tanah leluhur dan kerabat untuk beberapa generasi, menerima kabar dan cerita yang menjaga warisan dan sejarah mereka tetap hidup.[56]
Ulama yang Menguatkan Nasab Mereka
suntingMenurut sumber-sumber sejarah, banyak ahli nasab dan sejarawan[57] seperti: Ibn Tabataba,[58] Baha al-Din al-Janadi,[59] Ibn Inabah,[60] Muhammad al-Kadhim al-Yamani,[61] Muhammad ibn Ahmad ibn โAmid al-Din al-Najafi,[62] Siraj al-Din al-Rifaโi,[63] Shams al-Din al-Sakhawi,[64] Ibn Hajar al-Haytami,[65] Ibn Shadqum,[66] al-Muhibbi,[67] Yahya Muhammad Hamid ad-Din,[68] menyatakan bahwa garis keturunan ini bersambung kepada Nabi Muhammad.
Beberapa ulama otoritatif juga menyatakan hal yang sama, seperti mantan Mufti Mesir Syaikh โAli Jumโah,[69] Syaikh Usamah al-Azhari dari Universitas Al-Azhar, Mesir,[70] Ayatullah Sayyid Mahdi Rajai dari Iran,[71][72] Muhammad Said Ramadhan al-Buthi, para ahli nasab Saudi Syarif Ibrahim bin Manshur al-Hashimi al-Amir[73] dan Syarif Anas bin Yaโqub al-Kutbi,[74] yang berpendapat bahwa nasab keluarga BaโAlawi bersambung kepada Nabi Muhammad.
Para Aulia dan Ulama NU sejak zaman dahulu seperti KH Muhammad Hasyim Asy'ari, KH Kholil al-Bangkalani, KH Hasan Genggong, K.H. Abdurrahman Wahid, KH Abdul Hamid Pasuruan, KH Abdullah bin Nuh, KH As'ad Samsul Arifin, KH Muhammad Zaini Abdul Ghoni (Guru Sekumpul), KH Maimun Zubair, serta para Ulama dan Auliaโ lainnya mengakui keabsahan nasab Habaib Baalawi sebagai Dzurriyyah Nabi Muhammad SAW dan saling menghormati satu sama lainnya.[75]
Daftar marga
suntingBerikut daftar marga klan Ba'Alwi:[76][77]
| No. | Nama Marga (Latin) | Nama Marga (Arab) |
|---|---|---|
| 1 | Al-Attas | ุงูุนุทูุงุณ |
| 2 | Al-Aydarus | ุงูุนูุฏุฑูุณ |
| 3 | Al-Aydid | ุขู ุนูุฏูุฏ |
| 4 | Ba Aqil | ุจุงุนููู |
| 5 | Al-Maqdi | ุงูู ูุฏู |
| 6 | Ba Abud | ุจุงุนุจูุฏ |
| 7 | Al-Bar | ุงูุจุงุฑ |
| 8 | Ba Surrah | ุจุงุตุฑู |
| 9 | Al-Baydh | ุงูุจูุถ |
| 10 | Balfaqih | ุจููููู |
| 11 | Al-Habshi | ุงูุญุจุดู |
| 12 | Al-Haddad | ุงูุญุฏูุงุฏ |
| 13 | Al-Haddar | ุงููุฏุงุฑ |
| 14 | Al-Hadi | ุงููุงุฏู |
| 15 | Al-Hamid | ุงูุญุงู ุฏ |
| 16 | Jamalullail | ุฌู ู ุงูููู |
| 17 | Al-Jufri | ุงูุฌูุฑู |
| 18 | Al-Junied | ุงูุฌููุฏ |
| 19 | Al-Kaf | ุงููุงู |
| 20 | Khaniman | ุฎููู ุงู |
| 21 | Al-Mashoor | ุงูู ุดููุฑ |
| 22 | Al-Muhdhar | ุงูู ุญุถุงุฑ |
| 23 | Al-Musawa | ุงูู ุณุงูู |
| 24 | Al-Mushayyakh | ุขู ู ุดูููุฎ |
| 25 | Al-Mutahar | ู ุทูุฑ |
| 26 | Al-Saqqaf | ุงูุณูุงู |
| 27 | Al-Shihabuddin | ุขู ุดูุงุจ ุงูุฏูู |
| 28 | Al-Shatiri | ุงูุดุงุทุฑู |
| 29 | Al-Sheikh Abu Bakr | ุขู ุงูุดูุฎ ุฃุจู ุจูุฑ |
| 30 | Bin Sumaith | ุจู ุณู ูุท |
| 31 | Bin Yahya | ุงุจู ูุญูู |
| 32 | Al-Ayun | ุงูุฃุนูู |
| 33 | Azamat Khan | ุนุธู ุงุช ุฎุงู |
| 34 | Al-Ba Hashim | ุจุงูุงุดู |
| 35 | Al-Ba Rum | ุงูุจุงุฑูู |
| 36 | Al-Ba Sakut | ุงูุจุง ุณููุชุง |
| 37 | Al-Ba Haroon Jamalullail | ุจุงูุงุฑูู ุฌู ู ุงูููู |
| 38 | Al-Ba Raqbah | ุจุงุฑูุจุฉ |
| 39 | Bin Haroon | ุจู ูุงุฑูู |
| 40 | Bin Hashim | ุจู ูุงุดู |
| 41 | Bin Murshed | ุจู ู ุฑุดุฏ |
| 42 | Al-Bin Shahel | ุขู ุจู ุณูู |
| 43 | Bin Jindan | ุจู ุฌูุฏุงู |
| 44 | Al-Hinduan | ุงูููุฏูุงู |
| 45 | Al-Hiyed | ุงูุญููุฏ |
| 46 | Al-Ibrahim | ุงูุฅุจุฑุงููู |
| 47 | Al-Jadid | ุฌุฏูุฏ |
| 48 | Al-Khirid | ุงูุฎุฑุฏ |
| 49 | Al-Nadhiry | ุงููุถูุฑู |
| 50 | Al-Adani | ุงูุนุฏูู |
| 51 | Al-Mazimi | ุงูู ุงุฒูู ู |
| 52 | Al-Tapiri | ุงูุชุงุจูุฑู |
| 53 | Ba Alawi | ุจุงุนููู |
| 54 | Ba Faraj | ุจุงุนูุงุฌ |
| 55 | Ba Fayed | ุจุงูุงููุฏ |
Referensi
sunting- ^ Bang, Anne K. (2003). Sufis and Scholars of the Sea: Family Networks in East Africa, 1860-1925 (dalam bahasa Inggris). Psychology Press. ISBNย 978-0-415-31763-4.
- ^ Muhammad Hanif, Alatas (23 September 2024). Keabsahan Nasab Ba'alawi. ISBNย 978-623-88920-6-8. Pemeliharaan CS1: Status URL (link)
- ^ https://islami.co/jawaban-untuk-kiai-imaduddin-dan-krt-faqih-wirahadiningrat-jawaban-empat-tulisan-sekaligus/
- ^ KH. Imaduddin Utsman al-Bantanie (2024). ULAMA NUSANTARA MENGGUGAT NASAB PALSU.
- ^ a b "Nasab Klan Baalwi dalam Perspektif Genealogi Genetik by Sugeng Sugiharto". utas.me (dalam bahasa Inggris). Diakses tanggal 2025-11-11. Kesalahan pengutipan: Tanda
<ref>tidak sah; nama ":2" didefinisikan berulang dengan isi berbeda - ^ Padasuka TV (2024-04-12), Debat Sengit Test DNA Habaib, Gus Rumail vs Doktor Sugeng, diakses tanggal 2025-11-11
- ^ Rhoma Irama Official (2024-06-21), BISIKAN RHOMA # 130: KYAI IMAD YAKIN TESISNYA TAK TERBANTAH, KOK BISA?!, diakses tanggal 2025-11-11
- ^ a b "Eksploitasi Agama atas Nama Keturunan: Mengungkap Kesesatan Doktrin Habaib di Indonesi". Google Docs. Diakses tanggal 2025-11-11.
- ^ Rhoma Irama Official (2024-07-05), BISIKAN RHOMA # 132: MENGKAJI NASAB MELALUI ILMU GENETIKA, diakses tanggal 2025-11-13
- ^ https://www.alkhoirot.org/2024/09/membongkar-penyimpangan-imaduddin.html
- ^ ุจู ุณู ูุท, ุฒูู ุจู ุฅุจุฑุงููู (2005). ุงูู ููุฌ ุงูุณูู ุดุฑุญ ุฃุตูู ุทุฑููุฉ ุงูุณุงุฏุฉ ุขู ุจุงุนููู (PDF). ุชุฑูู ุ ุงููู ู: ุฏุงุฑ ุงูุนูู ูุงูุฏุนูุฉ. Diarsipkan dari asli (PDF) tanggal 10 June 2019.
- ^ Abdillah, Aam (1998). Tradisi pembacaan ratibul Haddad di Bekasi: laporan penelitian. Bandung: Pusat Penelitian, IAIN Sunan Gunung Djati. hlm.ย 56. Diakses tanggal August 29, 2014.
- ^ "Tradisi Khatam Bukhari". Diakses tanggal August 29, 2014.
- ^ Turmudi, Endang (2006). Struggling for the Umma: Changing Leadership Roles of Kiai in Jombang, East Java. Islam in Southeast Asia Series. ANU E Press. hlm.ย 214. ISBNย 978-1-920942-43-4. Diakses tanggal August 24, 2014.
- ^ https://jatim.nu.or.id/tapal-kuda/kiai-ma-ruf-khozin-ungkap-pencetus-amaliyah-yasin-dan-tahlil-0RqcU
- ^ https://www.konsultasisyariah.in/2019/09/tahlilan-berasal-dari-tabiin-thawus-al.html
- ^ https://pcnukendal.com/artikel/id/3694/tradisi-tahlilan-sebuah-refleksi-sejarah https://www.youtube.com/watch?v=Zl4gahoE9VA
- ^ Lambert, Jean (2003-07-01). "Ulrike Freitag: Indian Ocean, Migrants and State Formation in Hadhramaut. Reforming the Homeland. Ulrike Freitag & William Clarence-Smithย : Hadhrami Traders, Scholars and Statesmen in the Indian Ocean, 1750s-1960s". Chroniques yรฉmรฉnites (11). doi:10.4000/cy.167. ISSNย 2308-6122. Diarsipkan dari asli tanggal 2023-08-17. Diakses tanggal 2020-04-12.
- ^ Amin Buxton (2012). Imams of The Valley. Western Cape, South Africa: Dar al-Turath al-Islami. Pemeliharaan CS1: Status URL (link)
- ^ J. M. Barwise; Nicholas J. White (2002). A Traveller's History of Southeast Asia. Interlink Books. hlm.ย 80. ISBNย 978-1566564397.
islam dissemination in south east asia.
Pemeliharaan CS1: Status URL (link) - ^ El Hareir, Idris (2011). The Spread of Islam Throughout the World: Volume 3 of Different aspects of Islamic culture Multiple History Series. UNESCO. ISBNย 978-9-231041532. Pemeliharaan CS1: Status URL (link)
- ^ ุงูุณูุงู, ุนุจุฏ ุงูุนุฒูุฒ ู ุญู ุฏ. "ุงูุนููููู ูู ุงููู ู.. ุฏุฑุณ ุชุงุฑูุฎู". ุงููู ูู ุงูุฌุฏูุฏ. Diarsipkan dari asli tanggal 11 May 2020.
- ^ https://themuslim500.com/2026-edition/top-50-2026/
- ^ ุงูุญุจุดู, ุฃูู ู ุจู ู ุญู ุฏ. ุฅุชุญุงู ุงูุฃุญุจุฉ ูู ุจูุงู ู ุดุชุจู ุงููุณุจุฉ [A gift to the beloved in clarifying the doubtful lineage] (PDF). Diarsipkan dari asli (PDF) tanggal 18 March 2020.
- ^ ุงูุญุจุดู, ุฃูู ู ุจู ู ุญู ุฏ. ุฅุชุญุงู ุงูุฃุญุจุฉ ูู ุจูุงู ู ุดุชุจู ุงููุณุจุฉ [A gift to the beloved in clarifying the doubtful lineage] (PDF). Diarsipkan dari asli (PDF) tanggal 18 March 2020.
- ^ Ibn Sumaith, Zein ibn Ibrahim. Al-Manhaj as-Sawiy https://ia801300.us.archive.org/24/items/sehsy786_gmail_20160208_1459/%D9%83%D8%AA%D8%A7%D8%A8%20%20%D8%A7%D9%84%D9%85%D9%86%D9%87%D8%AC%20%D8%A7%D9%84%D8%B3%D9%88%D9%8A%20%D8%B4%D8%B1%D8%AD%20%D8%A3%D8%B5%D9%88%D9%84%20%D8%B7%D8%B1%D9%8A%D9%82%D8%A9%20%D8%A7%D9%84%D8%B3%D8%A7%D8%AF%D8%A9%20%D8%A2%D9%84%20%D8%A8%D8%A7%D8%B9%D9%84%D9%88%D9%8A%20%20%D9%84%D9%84%D8%AD%D8%A8%D9%8A%D8%A8%20%D8%B2%D9%8A%D9%86.pdf.
- ^ https://indo.hadhramaut.info/view/832.aspx
- ^ "Bani alawi migration map". Bani alawi migration map. Diarsipkan dari asli tanggal 2011-07-19.
- ^ Ibrahim, Ahmad; Siddique, Sharon; Hussain, Yasmin, ed. (December 31, 1985). Readings on Islam in Southeast Asia. Institute of Southeast Asian Studies. hlm.ย 407. ISBNย 978-9971-988-08-1.
- ^ Firmansyah, Eka Kurnia; Hasanah, Maulida; Sofyan, Agus Nero (2023-10-07). "EKSISTENSI PERNIKAHAN SEKUFU PADA KALANGAN SYARIFAH GENERASI Z KETURUNAN BA-'ALAWI DI PURWAKARTA: EKSISTENSI PERNIKAHAN SEKUFU PADA KALANGAN SYARIFAH GENERASI Z KETURUNAN BA-'ALAWI DI PURWAKARTA". Jurnal Kajian Budaya dan Humaniora. 5 (3): 264โ271. doi:10.61296/jkbh.v5i3.176. ISSNย 2830-697X.
- ^ Freitag, Ulrike; Clarence-Smith, William G., ed. (1997). Hadhrami Traders, Scholars and Statesmen in the Indian Ocean, 1750s to 1960s. Vol.ย 57. BRILL. hlm.ย 9. ISBNย 978-90-04-10771-7.
- ^ Majul, Cesar Adib (1981). "An Analysis of the "Genealogy of Sulu"". Archipel. 22 (1): 167โ182. doi:10.3406/arch.1981.1677.
- ^ Abdurahman, Habib Jamasali Sharief Rajah Bassal (2002). The Sultanate of Sulu. University of Michigan: Astoria Print. & Publishing Company. hlm.ย 88. ISBNย 9789719262701. Pemeliharaan CS1: Status URL (link)
- ^ ุงูุญุจุดู, ุฃูู ู ุจู ู ุญู ุฏ. ุฅุชุญุงู ุงูุฃุญุจุฉ ูู ุจูุงู ู ุดุชุจู ุงููุณุจุฉ [A gift to the beloved in clarifying the doubtful lineage] (PDF). Diarsipkan dari asli (PDF) tanggal 18 March 2020.
- ^ Bettinger, Blaine (2009-06-19). "Family Tree DNA Discovers Y-DNA Signature That Might Represent the Prophet Mohammed". The Genetic Genealogist (dalam bahasa American English). Diakses tanggal 2024-09-07.
- ^ ุงูุฑุงุฒู, ู ุญู ุฏ ุจู ุนู ุฑ ุจู ุงูุญุณู. ุงูุดุฌุฑุฉ ุงูู ุจุงุฑูุฉ ูู ุฃูุณุงุจ ุงูุทุงูุจููุฉ. ูู ุ ุฅูุฑุงู: ู ูุชุจุฉ ุขูุฉ ุงููู ุงูุนุธู ู ุงูู ุฑุนุดู ุงููุฌูู. hlm.ย 112. Diarsipkan dari asli tanggal 2021-04-17.
- ^ ุงูู ุดููุฑ, ุนุจุฏ ุงูุฑุญู ู ุจู ู ุญู ุฏ. ุดู ุณ ุงูุธููุฑุฉ [Noon Sun] (PDF). ุฌุฏุฉุ ุงูุณุนูุฏูุฉ: ุนุงูู ุงูู ุนุฑูุฉ. Diarsipkan dari asli (PDF) tanggal 2 January 2020.
- ^ ุงูู ุดููุฑ, ุนุจุฏ ุงูุฑุญู ู ุจู ู ุญู ุฏ. ุดู ุณ ุงูุธููุฑุฉ [Noon Sun] (PDF). ุฌุฏุฉุ ุงูุณุนูุฏูุฉ: ุนุงูู ุงูู ุนุฑูุฉ. Diarsipkan dari asli (PDF) tanggal 2 January 2020.
- ^ "ุฃูุณุขุจ ุงูุณุงุฏุฉ ุงูุนููููู ุขู ุจุงุนููู". www.shabwaah-press.info (dalam bahasa Inggris). Diakses tanggal 2024-09-03.
- ^ BUKTI SEZAMAN Nama "UBAIDILLAH" Tertulis dengan Jelas sebagai Putra Ahmad bin Isa an-Naqib. Diakses tanggal August 29, 2024.
- ^ "ู ุฎุทูุท-ุณูู-ุงูุชุฑู ุฐู-ูุณุฎู-ุงููุฑูุฎู" (dalam bahasa Arab). Diakses tanggal August 29, 2024.
- ^ https://indo.hadhramaut.info/view/832.aspx
- ^ Al-Janadi, Bahauddin. ุงูุณูู ูู ุทุจูุฉ ุงูุนูู ุงุก ูุงูู ูู. Vol.ย 2. hlm.ย 463.
- ^ Kesalahan pengutipan: Tanda
<ref>tidak sah; tidak ditemukan teks untuk ref bernama:12 - ^ Kesalahan pengutipan: Tanda
<ref>tidak sah; tidak ditemukan teks untuk ref bernama:02 - ^ https://www.alkhoirot.org/2024/09/membongkar-penyimpangan-imaduddin.html
- ^ Padasuka TV (2024-07-16), SAH...โผ๏ธ Habib Agus Abu Bakar Arsyal Al-Habsyi Test DNA, Apa Hasilnya..???, diakses tanggal 2025-11-11
- ^ Kesalahan pengutipan: Tanda
<ref>tidak sah; tidak ditemukan teks untuk ref bernama:32 - ^ Kesalahan pengutipan: Tanda
<ref>tidak sah; tidak ditemukan teks untuk ref bernama:22 - ^ "The J-L859 Story".
- ^ "Apakah Nabi Ibrahim itu Figur Sejarahย ? Reportase penelusuran eksistensi biblical Ibrahim melalui meta analisis YDNA by Sugeng Sugiharto". utas.me (dalam bahasa Inggris). Diakses tanggal 2025-11-11.
- ^ Rhoma Irama Official (2024-07-05), BISIKAN RHOMA # 132: MENGKAJI NASAB MELALUI ILMU GENETIKA, diakses tanggal 2025-11-14
- ^ Rhoma Irama Official (2025-11-14), BISIKAN RHOMA # 195: Dr. SUGENG: DATA DNA BAโALAWI DENGAN ZURIYAH NABI BAGAI KUTUB UTARA DAN SELATAN, diakses tanggal 2025-11-14
- ^ Padasuka TV (2024-07-16), SAH...โผ๏ธ Habib Agus Abu Bakar Arsyal Al-Habsyi Test DNA, Apa Hasilnya..???, diakses tanggal 2025-11-11
- ^ ุงูุญุงู ุฏ, ุตุงูุญ ุจู ุนูู. ุชุงุฑูุฎ ุญุถุฑู ูุช. Vol.ย ุงูุฃูู. ุตูุนุงุกุ ุงููู ู: ู ูุชุจุฉ ุงูุฅุฑุดุงุฏ. hlm.ย 309.
- ^ ุดูุงุจ, ู ุญู ุฏ ุถูุงุก; ุนุจุฏ ุงููู ุจู ููุญ. ุงูุฅู ุงู ุงูู ูุงุฌุฑ (PDF). ุฌุฏุฉุ ุงูุณุนูุฏูุฉ: ุฏุงุฑ ุงูุดุฑูู. Diarsipkan dari asli (PDF) tanggal 27 January 2020.
- ^ ุงูุฌูุฑู, ุญุงุชู ุจู ู ุญู ุฏ. ุงูุณุงุฏุฉ ุขู ุนููู ุงูุนุฑูุถููู ุงูุญุณููููู (PDF). ุจูุฑูุชุ ูุจูุงู: ู ูุดูุฑุงุช ุถูุงู. hlm.ย 131. Diarsipkan dari asli (PDF) tanggal 26 August 2021.
- ^ ุงุจู ุทุจุงุทุจุง, ูุญูู ุจู ู ุญู ุฏ ุจู ุงููุงุณู . ุฃุจูุงุก ุงูุฅู ุงู ูู ู ุตุฑ ูุงูุดุงู "ุงูุญุณู ูุงูุญุณูู ุฑุถู ุงููู ุนููู ุง" (PDF). ุงูุฑูุงุถุ ุงูุณุนูุฏูุฉ: ู ูุชุจุฉ ุฌู ุงูู ุนุฑูุฉ. hlm.ย 167. Diarsipkan dari asli (PDF) tanggal 27 August 2021.
- ^ ุงูุฌูุฏู, ู ุญู ุฏ ุจู ููุณู ุจู ูุนููุจ. ุงูุณููู ูู ุทุจูุงุช ุงูุนูู ุงุก ูุงูู ููู (PDF). Vol.ย ุงูุซุงูู. ุตูุนุงุกุ ุงููู ู: ู ูุชุจุฉ ุงูุฅุฑุดุงุฏ. hlm.ย 135. Diarsipkan dari asli (PDF) tanggal 26 August 2021.
- ^ ุงูุฒุฑููู, ุฎูุฑ ุงูุฏูู (2002). ุงูุฃุนูุงู (PDF). Vol.ย ุงูุฃูู. ุจูุฑูุชุ ูุจูุงู: ุฏุงุฑ ุงูุนูู ููู ูุงููู. hlm.ย 177. Diarsipkan dari asli (PDF) tanggal 16 April 2021.
- ^ ุงููู ุงูู, ู ุญู ุฏ ูุงุธู . ุงูููุญุฉ ุงูุนูุจุฑูุฉ ูู ุฃูุณุงุจ ุฎูุฑ ุงูุจุฑูุฉ (PDF). ูู ุ ุฅูุฑุงู: ู ูุชุจุฉ ุขูุฉ ุงููู ุงูุนุธู ู ุงูู ุฑุนุดู ุงููุฌูู. hlm.ย 52. Diarsipkan dari asli (PDF) tanggal 27 August 2021.
- ^ ุงูุญุณููู, ู ุญู ุฏ ุจู ุฃุญู ุฏ ุจู ุนู ูุฏ ุงูุฏูู. ุจุญุฑ ุงูุฃูุณุงุจ ุงูู ุณู ู ุจุงูู ุดุฌุฑ ุงููุดุงู ูุฃุตูู ุงูุณุงุฏุฉ ุงูุฃุดุฑุงู (PDF). ุฏุงุฑ ุงูู ุฌุชุจู. hlm.ย 75. Diarsipkan dari asli (PDF) tanggal 2021-01-28.
- ^ ุงูุฑูุงุนู, ุนุจุฏ ุงููู ู ุญู ุฏ ุณุฑุงุฌ ุงูุฏูู. ุตุญุงุญ ุงูุฃุฎุจุงุฑ ูู ูุณุจ ุงูุณุงุฏุฉ ุงููุงุทู ูุฉ ุงูุฃุฎูุงุฑ. ุฏู ุดูุ ุณูุฑูุง: ุฏุงุฑ ุงูุนุฑุงุจ. hlm.ย 122.
- ^ ุงูุณุฎุงูู, ู ุญู ุฏ ุจู ุนุจุฏ ุงูุฑุญู ู. ุงูุถูุก ุงููุงู ุน ูุฃูู ุงููุฑู ุงูุชุงุณุน. Vol.ย ุงูุฎุงู ุณ. ุจูุฑูุชุ ูุจูุงู: ุฏุงุฑ ุงูุฌูู. hlm.ย 59.
- ^ ุงูููุชู ู, ุฃุญู ุฏ ุจู ู ุญู ุฏ. ู ุนุฌู ุงุจู ุญุฌุฑ ุงูููุชู ู (PDF). hlm.ย 31. Diarsipkan dari asli (PDF) tanggal 2020-09-19.
- ^ ุงูุญุณููู, ุถุงู ู ุจู ุดุฏูู . ุชุญูุฉ ุงูุฃุฒูุงุฑ ูุฒูุงู ุงูุฃููุงุฑ ูู ูุณุจ ุฃุจูุงุก ุงูุฃุฆู ุฉ ุงูุฃุทูุงุฑ. Vol.ย ุงูุซุงูุซ. ุงูุชุฑุงุซ ุงูู ูุชูุจ. hlm.ย 94. Diarsipkan dari asli tanggal 2020-12-29.
- ^ ุงูู ุญุจู, ู ุญู ุฏ ุจู ูุถู ุงููู. ุฎูุงุตุฉ ุงูุฃุซุฑ ูู ุฃุนูุงู ุงููุฑู ุงูุญุงุฏู ุนุดุฑ (PDF). Vol.ย ุงูุฃูู. hlm.ย 71ุ 82. Diarsipkan dari asli (PDF) tanggal 15 December 2019.
- ^ ุงูุณูุงู, ุฃุญู ุฏ ุจู ุนุจุฏ ุงููู. ุฎุฏู ุฉ ุงูุนุดูุฑุฉ (PDF). ุฌุงูุฑุชุงุ ุฅูุฏูููุณูุง: ุงูู ูุชุจ ุงูุฏุงุฆู ู ูุฅุญุตุงุก ูุถุจุท ุฃูุณุงุจ ุงูุณุงุฏุฉ ุงูุนููููู. hlm.ย ุฒ. Diarsipkan dari asli (PDF) tanggal 27 August 2021.
- ^ "Syekh Ali Jum'ah: Nasab Sadah Ba'alawi valid keturunan Rasulullah". YouTube. 22 July 2024. Diakses tanggal August 18, 2024.
- ^ "Syekh Dr. Usamah Assayyid Al Azhari Bahas Sadah Ba'alawy". YouTube. 13 June 2024. Diakses tanggal August 18, 2024.
- ^ "Sayyid Mahdi Raja'i pentahqiq kitab Andalan Imad, mengakui Ba'Alawi". YouTube. 25 June 2024.
- ^ Pengikut Sekte Imadiyah Makin Tergoncang!! Sayyid Mahdi Roja'i Mengakui Ba'alawiy!!. 2024-06-26. Diakses tanggal 2024-08-30 โ via YouTube.
- ^ Al-Amir Al-Hashimi, Ibrahim bin Mansur. "Ashraf Al-Hijaz". Ashraf Al Hijaz.
- ^ ุจู ูุนููุจ ุงููุชุจู, ุงูุดุฑูู ุฃูุณ (January 30, 2017). "ุงูุณุงุฏุฉ ุขู ุจุงุนููู ูุขููุฆูู ู ูุซูุฑุฉ ูู ุจุญุฑ ุขู ุงูุฑุณูู ." shabwaah-press.info (dalam bahasa Inggris). Diakses tanggal 2024-08-30.
- ^ https://beritajatim.com/postingan-anda/mengakhiri-polemik-nasab-ba-alawi
- ^ "ุฃูุณุขุจ ุงูุณุงุฏุฉ ุงูุนููููู ุขู ุจุงุนููู" [Genealogy of the Alawite masters, the Ba'alawi family]. Shabwaah Press (dalam bahasa Arab). Diakses tanggal September 11, 2014.
- ^ "Gelar Keluarga Alawiyyin Habaib". Ustaz Syed Faiz. 16 February 2013. Diakses tanggal September 11, 2014.
Bibliografi
suntingMuhajir, Ahmad; Alatas, Afra (2023-12-11). The Debate on the Ba'Alawi Lineage in Indonesia: Highlighting Weaknesses in the Genealogical Records (dalam bahasa Inggris). ISBNย 978-981-5203-09-7. Pemeliharaan CS1: Status URL (link)
As'hal, Ajrun 'Azhim Al; Majidah, Maydani Nur; Sari, Ramadhanita Mustika (2024-11-30). "Media Literacy and Differences in Scholars' Views on Nasab Ba'alawiย : Understanding the Historical Context". Journal Intellectual Sufism Research. 7 (1): 23โ35. doi:10.52032/jisr.v7i1.169 (tidak aktif 1 July 2025). ISSNย 2622-2175. Pemeliharaan CS1: DOI nonaktif per Juli 2025 (link)
Wahid, Soleh Hasan (2025-12-31). "Rebuilding แธฅabฤสพib authority in the digital age in Indonesia: Jamฤสฟah relations, social action, and transparency". Cogent Arts & Humanities. 12 (1): 2508025. doi:10.1080/23311983.2025.2508025.
Further reading
sunting- Dostal, Walter (22 April 2005). The Saints of Hadramawt. Bloomsbury Academic. ISBNย 978-1-850436348. Pemeliharaan CS1: Status URL (link)
- Dostal, Walter; Kraus, Wolfgang, ed. (2005). Shattering Tradition: Custom, Law and the Individual in the Muslim Mediterranean. New York: I.B. Tauris. ISBNย 978-1-850436348.
- Manger, Leif (2010). The Hadrami Diaspora: Community-Building on the Indian Ocean Rim. Berghahn Books. ISBNย 978-1-84545-742-6. Pemeliharaan CS1: Status URL (link)
- (Thesis). Ann Arbor, Michigan. ; ; ;
Pranala luar
sunting- Ba'alawi.com - Sumber Definitif tentang Islam dan Keturunan Alawiyin.








