📑 Table of Contents
PT Mora Telematika Indonesia Tbk.
Jenis perusahaan
Kontraktor
Kode emitenBEI: MORA
IndustriInfrastruktur Telekomunikasi
Didirikan2000
Kantor pusat
GrHa 9, Lt. 6 Jl. Panataran No. 9 Jakarta Pusat 10320 Indonesia
,
Tokoh kunci
Galumbang Menak (CEO)
JasaInfrastruktur Telekomunikasi
PendapatanRp 4.6 triliun (2018)
Rp 601.6 miliar (2018)
Total asetRp 9.09 triliun (2018)
Total ekuitasRp 823.5 miliar (2016)
PemilikXLSmart Telecom Sejahtera (18,3%)
Situs webwww.moratelindo.co.id

Mora Telematika Indonesia (Moratelindo) adalah perusahaan yang bergerak di bidang jasa infrastruktur telekomunikasi di Indonesia.[1] Perusahaan ini berdiri sejak tahun 2000 dan berkantor pusat di Jakarta Pusat.[1] Moratelindo merupakan anggota dari Asosiasi Penyedia Jaringan Internet Indonesia (APJII).[1]

Perusahaan ini telah meraih sertifikat berstandar internasional sistem manajemen keamanan informasi (SMKI) ISO/IEC 27001:2005 pada Juli 2013.[2] Sebelumnya perusahaan ini telah mendapatkan sertifikat manajemen mutu ISO 9001:2008.[2] Dengan adanya dua sertifikasi standar ini, Moratelindo memiliki sistem gabungan yaitu sistem mutu dan sistem keamanan informasi.[2]

Perjalanan usaha

sunting

Kiprah perjalanan global moratelindo dimulai dari pembangunan Moratelindo International Cable System One (MIC-1), kabel komunikasi bawah laut yang menghubungkan Jakarta-Singapura.[3] Lalu, pada tahun 2010, pemerintah Singapura memberikan lisensi fasilitas berbasis operasi (Facilites-Based Operations, FBO) untuk peningkatan layanan jaringan internet.[3] Di Singapura, Moratelindo juga membangun kabel fiber optik dengan teknologi Dense Wavelength-division Multiplexing (DWDM).[3]

Di Indonesia, Moratelindo berperan dalam membangun infrastruktur telekomunikasi nasional di ranah jaringan tetap tertutup (closed fixed network), titik akses jaringan (network access point), penyedia jasa internet (internet service provider), jaringan tetap lokal (local fixed network), dan operasi pusat data nasional: Nusantara Internet Exchange (NIX).[3]

Selanjutnya, pada tahun 2012, Moratelindo membangun kabel komunikasi bawah laut seperti sistem kabel Jakarta-Bangka-Bintan-Batam-Singapura (B3JS) dan sistem kabel Batam-Dumai-Malaka (BDM), sebuah proyek hasil kerja sama antara Moratelindo dengan XL Axiata dan Telekom Malaysia.[4][5][6]

Pemegang Saham

sunting

Pada Maret 2026, Bursa Efek Indonesia (BEI) meningkatkan transparansi kepemilikan saham dengan mempublikasikan data pemegang saham secara lebih rinci.[7] Berdasarkan data yang dipublikasikan oleh Stockbit, Farida Bau tercatat sebagai ultimate beneficiary owner yang mengendalikan PT Candrakarya Multikreasi, sementara Galumbang Menak mengendalikan PT Gema Lintas Benua.[8] Enam pemegang saham tercatat berbasis di British Virgin Islands, sebuah yurisdiksi yang dikenal memiliki tingkat transparansi perusahaan yang relatif rendah.

Tabel berikut mencantumkan seluruh pemegang saham dengan kepemilikan di atas 1% per 27 Februari 2026.[9]

No. Pemegang Saham Type Domisili Saham % Kepemilikan
1 PT Candrakarya Multikreasi CP Indonesia 8.510.884.260 35,99%
2 PT Gema Lintas Benua CP Indonesia 7.135.484.421 30,18%
3 UOB Kay Hian Private Limited SC Singapura 1.175.661.800 4,97%
4 Oakwell Worldwide Inc. IB British Virgin Islands 1.163.453.110 4,92%
5 Boquete Group S.A. IB British Virgin Islands 1.150.000.000 4,86%
6 Cascaden Investment Limited IB British Virgin Islands 1.143.000.000 4,83%
7 Citibank Hong Kong S/A Citibank HK SA PBG Clients HK IB Hong Kong 1.141.037.800 4,83%
8 Fitzgerald & Wilkinson Investments Ltd IB British Virgin Islands 840.811.900 3,56%
9 Artemis Worldwide Inc IB British Virgin Islands 773.769.200 3,27%
10 Morning Bright Investments Limited CP British Virgin Islands 547.605.200 2,32%

Rujukan

sunting
  1. ^ a b c (Indonesia) Jobindo. "Mora Telematika Indonesia". Diarsipkan dari asli tanggal 2015-04-02. Diakses tanggal 2015-03-17. ;
  2. ^ a b c (Indonesia) Sintegral. "Moratelindo Raih Sertifikat ISO/IEC 27001:2005". Diarsipkan dari asli tanggal 2015-06-18. Diakses tanggal 2015-06-18. ;
  3. ^ a b c d (Indonesia) Moratelindo. "Moratelindo: Profile". Diarsipkan dari asli tanggal 2015-03-10. Diakses tanggal 2015-03-17. ;
  4. ^ "Moratel Menawarkan Layanan CEPATnet". Tempo.co. Tempo. 20/11/2013. Diarsipkan dari asli tanggal 2015-04-02. Diakses tanggal 2015-03-17. ;
  5. ^ "Serat Optik Moratel Habiskan Rp 404M". VIVA.co.id. Viva. 10 Juli 2009.
  6. ^ "Moratelindo Bangun Kabel Laut Batam Dumai Malaka" (PDF). Bank Indonesia. Diarsipkan dari asli (PDF) tanggal 2015-06-18. Diakses tanggal 2015-06-18.
  7. ^ "3 Cara Melihat Data Kepemilikan Saham di Atas 1 Persen - Market". www.bloombergtechnoz.com (dalam bahasa Inggris). Diakses tanggal 2026-03-06.
  8. ^ moratelindo.co.id (2022-08-15). "PT Mora Telematika Indonesia Tbk dan Entitas anak/and Its Subsidiaries. Laporan Keuangan Konsolidasian/Consolidated Financial Statements" (PDF). Moratelindo. Diakses tanggal 2026-03-06.
  9. ^ "Stockbit - Mora Telematika Indonesia Tbk". stockbit.com. Diakses tanggal 2026-03-06.

๐Ÿ“š Artikel Terkait di Wikipedia

Kecepatan akses internet

digunakan di Indonesia untuk menghubungkan koneksi internet untuk anda adalah teknologi DSL, teknologi cable dan fixed wireless. Masingโ€“masing media memliki

APCN 2

Earthquake Report in Taiwan Asian Undersea Cable Disruption Slows Internet Access Damaged APCN 2 Internet Connectivity Submarine Cables: The Handbook

Britania Raya

Kebijakan ini menimbulkan perdebatan di dalam koalisi: sekretaris bisnis Vince Cable berpendapat bahwa hal ini justru akan merugikan sektor bisnis Britania Raya

LG Electronics

Electronics memperkenalkan Televisi Internet pertamanya pada tahun 2007, awalnya dengan merek "NetCast Entertainment Access". Produk tersebut kemudian diubah

Jaringan telekomunikasi

CSMA/CA (Carrier Sense Multiple Access with Collision Avoidance). Hampir sama dengan CSMA/CD. Adapter LocalTalk dan cable twisted pair khusus dapat digunakan

Meta Platforms

2009). "The book that Facebook doesn't want you to read". money.cnn.com. Cable News Network. Diakses tanggal July 3, 2010. Hussain, Waqar (May 27, 2010)

Family Online Safety Institute

About the Importance of Internet Safety". AT&T (Press release). 13 Februari 2007. Diarsipkan dari asli tanggal 8 Juni 2011. Cable in the Classroom "NCTA

Daftar merger dan akuisisi oleh Microsoft

Diakses tanggal 2008-10-30. "Proginet Corp acquires Microsoft Corp-TransAccess from Microsoft Corp". Thomson Financial. 1996-12-19. Diarsipkan dari asli