| Calotes | |
|---|---|
| Klasifikasi ilmiah | |
| Kerajaan: | Animalia |
| Filum: | Chordata |
| Kelas: | Reptilia |
| Ordo: | Squamata |
| Subordo: | Iguania |
| Famili: | Agamidae |
| Subfamili: | Draconinae |
| Genus: | Calotes Cuvier, 1817 |
Calotes adalah sebutan khusus untuk beraneka jenis kadal/bengkarung yang memiliki kemampuan mengubah warna kulitnya.[1] Secara umum, istilah "bunglon" digunakan untuk menyebut kadal-kadal dari suku Iguania termasuk Iguanidae, agamidae dan chamaeleonidae.[2] Istilah dalam bahasa Inggris adalah Chameleon atau Chamaeleon.[3][4][5] Akan tetapi, istilah dalam bahasa Inggris tersebut lebih sering digunakan untuk menyebut jenis-jenis dari suku Chamaeleonidae. Untuk istilah bunglon dalam bahasa Indonesia lebih cocok diterjemahkan dengan istilah calotes, karena kadal jenis chameleonidae tidak ditemukan di kawasan Indonesia.[6]
Bunglon menyebar sangat luas mulai dari sebagian Asia bagian selatan, hingga kepulauan Nusantara. Di Indonesia sendiri, istilah bunglon digunakan untuk menyebut beberapa spesies dari marga Bronchocela Sp., misalnya bunglon surai.[7]
Pengenalan
suntingHampir semua jenis bunglon memiliki persamaan fisik dan sifat berikut:[8]
- Kepala dengan bentuk bersudut.
- Kulit kasar
- Kelopak mata berukuran besar
- Mampu berubah warna
Perubahan warna dan mekanismenya
suntingKeistimewaan bunglon adalah dapat mengubah-ubah warna (bahkan juga kombinasi warna) kulit luarnya. Setiap jenis bunglon setidaknya memiliki beberapa warna dasar mulai dari hijau tua, hijau muda, kuning, merah, oranye, cokelat, abu-abu, pink, sian, bahkan ungu. Beberapa spesies bahkan memiliki kombinasi dari beberapa warna tersebut. Hal ini membuat bunglon menjadi salah satu kelompok kadal paling berwarna-warni di dunia.[9]
Mekanisme perubahan warna tersebut disebabkan karena zat nanokristal di permukaan kulitnya yang dapat memantulkan cahaya. Warna dari cahaya yang terpantul ini ditentukan oleh ruang dinamis antar-nanokristal tersebut. Hal ini pun juga memengaruhi pigmen warna asli kulit bunglon yang terlihat oleh mata manusia atau hewan lain yang melihat bunglon tersebut. Sehingga, warna dan kombinasi warna dari kulit bunglon yang terlihat setiap waktu mungkin bisa berubah-ubah.[9]
Fungsi dari perubahan warna
suntingBunglon mengubah-ubah warna kulitnya untuk menyamarkan diri dengan lingkungannya, yaitu dengan mengubah warna kulitnya menyerupai warna tempat ia berdiri atau benda di dekatnya. Tetapi, bunglon juga mengubah warna kulitnya untuk menunjukkan reaksi atas perubahan suhu atau intensitas cahaya di sekitarnya atau untuk menunjukkan suasana hatinya. Biasanya setiap spesies memiliki tujuan mengubah warna kulit yang berbeda-beda. Ekspresi perubahan warna juga digunakan bunglon jantan ketika ada bunglon lain di wilayah kekuasaannya atau untuk memikat bunglon betina ketika musim kawin. Pada kasus pertikaian dua bunglon jantan, kombinasi warna cerah adalah tanda bahwa bunglon tersebut memiliki kekuasaan di tempat itu, sedangkan kombinasi warna kusam adalah tanda bahwa buglon menyerah.[10][11]
Lain-lain
suntingPada jenis-jenis dari suku Chamaeleonidae, memiliki keistimewaan lain berupa bola mata yang dapat diputar-putar menghadap ke depan, samping, atas, bawah, belakang, dengan putaran sebesar 360ยฐ. Bunglon juga memiliki pengelihatan yang tajam. Selain itu, sebagian besar spesies memiliki lidah yang sangat panjang dan lengket. Lidah ini digunakan untuk menangkap serangga yang sedang terbang atau hinggap di dekatnya. Makanan utama bunglon adalah serangga. Bunglon menangkap serangga dengan cara membuka mulut lalu menjulurkan lidah panjangnya yang dilapisi zat lengket ke arah sasarannya, lalu serangga tersebut menempel di lidah bunglon tersebut yang kemudian ditarik kembali ke mulutnya. Jarak jangkauan lidah bunglon adalah dua pertiga panjang seluruh badannya. Beberapa jenis bahkan memiliki lidah yang lebih panjang dari panjang total badannya. Bunglon yang dapat berubah warna menjadi merah saat di kata-katain dinamakan bunglon Pakur.[12][13]
Galeri
sunting-
Bunglon surai (Bronchocela jubata)
-
Bunglon jambul hijau (Bronchocela cristatella)
-
Bunglon surai
-
Bunglon taman (Calotes versicolor)
Klasifikasi
sunting- Calotes bachae Hartmann et al., 2013[14]
- Calotes bhutanensis Biswas, 1975
- Calotes calotes (Linnaeus, 1758)โcommon green forest lizard
- Calotes ceylonensis (F. Mรผller, 1887)โpainted-lip lizard, Ceylon bloodsucker
- Calotes chincollium Vindum, 2003
- Calotes desilvai Bahir & Maduwage, 2005 - Morningside lizard, Ceylon black-band whistling lizard
- Calotes emma Gray, 1845โEmma Gray's forest lizard, forest crested lizard
- Calotes emma alticristatus K.P. Schmidt, 1925
- Calotes emma emma Gray, 1845
- Calotes grandisquamis Gรผnther, 1864โlarge-scaled forest lizard
- Calotes htunwini Zug & Vindum, 2006
- Calotes irawadi Zug, Brown, Schulte & Vindum, 2006
- Calotes jerdoni Gรผnther, 1870โJerdon's forest lizard
- Calotes kingdonwardi (M.A. Smith, 1935)โKingdonward's bloodsucker
- Calotes liocephalus Gรผnther, 1872โspineless forest lizard, crestless lizard, lionhead agama
- Calotes liolepis (Boulenger, 1885)โwhistling lizard, Sri Lanka agama
- Calotes manamendrai (Amarasinghe & Karunarathna, 2014)
- Calotes maria Gray, 1845โKhasi Hills forest lizard
- Calotes medogensis (Zhao & Li, 1984)โMedog bloodsucker
- Calotes minor (Hardwicke & Gray, 1827)โHardwicke's bloodsucker
- Calotes mystaceus (A.M.C. Dumรฉril & Bibron, 1837)โIndo-Chinese forest lizard, blue-crested lizard
- Calotes nemoricola Jerdon, 1853โNilgiri forest lizard
- Calotes nigrilabris (W. Peters, 1860)โblack-cheek lizard
- Calotes nigriplicatus Hallermann, 2000
- Calotes paulus (Smith, 1935)โsmall forest lizard
- Calotes pethiyagodai (Amarasinghe, Karunarathna & Hallermann, 2014)
- Calotes versicolor (Daudin, 1802)โOriental garden lizard, changeable lizard, eastern garden lizard
- Calotes versicolor farooqi Auffenberg & Rehman, 1993โblack-throated bloodsucker
- Calotes versicolor versicolor (Daudin, 1802)
- Calotes zolaiking Giri, Chaitanya, Mahony, Lalrounga, Lalrinchhana, Das, Sarkar, Karanth, & Deepak, 2019โMizoram montane forest lizard
Rujukan
sunting- ^ "Arti kata bunglon - Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI) Online". kbbi.kemdikbud.go.id. Diakses tanggal 2019-08-14.
- ^ Glaw, F. (2015). "Taxonomic checklist of chameleons (Squamata: Chamaeleonidae)". Vertebrate Zoology. 65 (2): 167โ246.
- ^ chamaeleon. Charlton T. Lewis and Charles Short. An Elementary Latin Dictionary pada Perseus Project.
- ^ ฯฮฑฮผฮฑฮนฮปฮญฯฮฝ. Liddell, Henry George; Scott, Robert; A GreekโEnglish Lexicon at the Perseus Project.
- ^ ฯฮฑฮผฮฑฮฏย in Liddell and Scott.
- ^ "Where do Chameleon live?". pet-chameleon-care.com. Diakses tanggal 2019-08-14.
- ^ "Bunglon surai". Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas. 2019-08-14.
- ^ Klaver, C.; Bรถhme, W. (1986). "Phylogeny and classification of the Chamaeleonidae (Sauria) with special reference to hemipenis morphology". Bonner Zoologische Monographien. 22: 1โ64.
- ^ a b Chameleons. National Geographic Explorer
- ^ Stuart-Fox, D.; Moussalli, A. (2008). "Selection for Social Signalling Drives the Evolution of Chameleon Colour Change". PLoS Biology. 6 (1): e25. doi:10.1371/journal.pbio.0060025. PMCย 2214820. PMIDย 18232740. Pemeliharaan CS1: DOI bebas tanpa ditandai (link)
- ^ Harris, Tom. "How Animal Camouflage Works". How Stuff Works. Diakses tanggal 2006-11-13.
- ^ Ott, M.; Schaeffel, F.; Kirmse, W. (1998). "Binocular vision and accommodation in prey-catching chamaeleons". Comparative Physiology A. 182 (3): 319โ330. doi:10.1007/s003590050182.
- ^ Higham, T. E.; Anderson, C. V. (2014), "Function and adaptation of chameleons", dalam Tolley, K. A.; Herrel, A. (ed.), The Biology of Chameleons, Berkeley, CA: University of California Press, hlm.ย 63โ83
- ^ Hartmann T, Geissler P, Poyarkov NAJ, Ihlow F, Galoyan EA, Rรถdder D, Bรถhme W. (2013). A new species of the genus Calotes Cuvier, 1817 (Squamata: Agamidae) from southern Vietnam. Zootaxa 3599 (3): 246โ260.
- Anderson, C. V.; Deban, S. M. (2010). "Ballistic tongue projection in chameleons maintains high performance at low temperature". Proceedings of the National Academy of Sciences of the United States of America. 107 (12): 5495โ5499. Bibcode:2010PNAS..107.5495A. doi:10.1073/pnas.0910778107. PMCย 2851764. PMIDย 20212130.
- Herrel, A.; Meyers, J. J.; Nishikawa, K. C.; De Vree, F. (2001). "Morphology and histochemistry of the hyolingual apparatus in chameleons". Journal of Morphology. 249: 154โ170. doi:10.1002/jmor.1047. PMIDย 11466743.
- The Reptile Database: Familia Agamidae








