Cestoda
Rentang waktu: 270 โ€“0ย jtyl[1]
Taenia saginata
Klasifikasi ilmiah Sunting klasifikasi ini
Kerajaan: Animalia
Filum: Platyhelminthes
Subfilum: Rhabditophora
Superkelas: Neodermata
Kelas: Cestoda
Subkelas

Cestoda (atau Cestoidea) adalah kelas cacing dalam filum Platyhelminthes (cacing pipih).[2][3] Sebagian besar Cestoda ditempatkan dalam subkelas Eucestoda yang biasa disebut cacing pita. Tubuh mereka disusun dari rangkaian unit serupa yang disebut proglotid, sebuah kemasan berisi telur yang secara berkala dilepaskan ke lingkungan untuk menginfeksi organisme lain. Subkelas lainnya, yaitu Cestodaria, sebagian besar merupakan parasit pada ikan.

Semua anggota Cestoda bertindak sebagai parasit dan daur hidup mereka bervariasi, tetapi biasanya cacing dewasa tinggal di saluran pencernaan vertebrata (sebagai inang definitif),[4] dan cacing muda terkadang hidup dalam tubuh spesies hewan lain, baik vertebrata maupun invertebrata (sebagai inang perantara). Sebagai contoh, genus Diphyllobothrium memiliki dua inang perantara, yaitu satu krustasea dan paling tidak satu ikan air tawar, sementara inang definitifnya adalah mamalia. Beberapa jenis Cestoda bersifat spesifik terhadap inangnya, sementara Cestoda lainnya menjadi parasit pada beragam spesies. Sekitar 6.000 spesies Cestoda telah dideskripsikan, dan mungkin semua vertebrata bertindak sebagai inang bagi setidaknya satu spesies Cestoda.

Cacing pita dewasa memiliki skoleks (kepala), leher pendek, dan strobila (tubuh bersegmen) yang disusun dari proglotid-proglotid. Cacing pita melekatkan dirinya pada bagian dalam usus inang menggunakan skoleks, yang umumnya memiliki kait, alat pengisap, atau keduanya. Cestoda tidak mempunyai mulut dan mereka mengisap nutrien secara langsung dari saluran pencernaan inangnya. Leher cacing secara terus-menerus menghasilkan proglotid. Dalam setiap proglotid terdapat saluran reproduksi. Proglotid matang dipenuhi telur dan akan terpisah dari tubuh cacing dan meninggalkan tubuh inang, baik secara pasif di tinja inang atau bergerak secara aktif. Semua cacing pita bersifat hermafrodit karena tiap individu memiliki organ reproduksi jantan dan betina sekaligus.

Manusia dapat terinfeksi beberapa spesies cacing pita jika memakan daging yang kurang matang, seperti daging babi (yang mengandung Taenia solium), daging sapi (T. saginata), dan ikan (Diphyllobothrium), atau jika mereka tinggal atau makan makanan yang disiapkan dengan higiene yang tidak memadai (Hymenolepis atau Echinococcus).

Pohon filogeni

sunting

Eksternal

sunting
Platytrochozoa
Rouphozoa

Gastrotricha

Platyhelminthes

"Turbellaria"

Neodermata
Monogenea

parasitย ikan
Cestoda

cacingย pitaย danย kerabatnya
Trematoda

cacingย isap
parasitic
270ย jtl
Lophotrochozoa
550ย jtl
580ย jtl

Internal

sunting

Referensi

sunting
  1. ^ Kesalahan pengutipan: Tanda <ref> tidak sah; tidak ditemukan teks untuk ref bernama Paula2013
  2. ^ Smyth, J. D. McManus, D. P. The Physiology and Biochemistry of Cestodes. Cambridge University Press 2007 ISBN 978-0-521-03895-9
  3. ^ Craig P. Cestode Zoonoses. Nato: Life and Behavioural Sciences. Pub: Ios Pr Inc. ISBN 978-1-58603-220-3
  4. ^ Parker, Sybil, P (1984). McGraw-Hill Dictionary of Biology. McGraw-Hill Company. Pemeliharaan CS1: Banyak nama: authors list (link) Pemeliharaan CS1: Status URL (link)

๐Ÿ“š Artikel Terkait di Wikipedia

Cacing pita

adalah yang paling besar di antara dua subkelas cacing pipih dalam kelas Cestoda (kelas lainnya ialah Cestodaria). Larvanya memiliki enam kait posterior

Platyhelminthes

Turbellaria (cacing bulu getar), Trematoda (cacing isap), Monogenea, dan Cestoda (cacing pita). Kelas Turbellaria merupakan cacing pipih yang menggunakan

Pseudophyllidea

sebagai inang perantara pertama. Ketika manusia menyimpan plerocercoid dari cestoda pseudophyllidea di luar usus kecil dapat menyebabkan sparaganosis. Kuchta

Cacing

keberadaan cacing parasit dalam tubuh, terutama Nematoda (cacing gelang) dan Cestoda (cacing pita). Ada juga istilah "kreminen" yaitu adanya parasit cacing

Filum hewan

Hydrozoa Scyphozoa Anthozoa Vermes Platyhelminthes Turbellaria Trematoda Cestoda Monogenea Nemertea Sipuncula Nematoda Ascaris lumbricoides Ancylostoma

Digenea

dengan Aspidogastrea, sementara Monogenea berkerabat lebih dekat dengan Cestoda. Sekitar 6000 spesies yang telah dideskripsikan pada Digenea sampai saat

Hiu mata babi

Campbell, R.A.; Beveridge, I. (1987). "Floriceps minacanthus sp. nov. (Cestoda: Trypanorhyncha) from Australian fishes" (PDF). Transactions of the Royal

Cacing parasit

secara umum sebagai cacingan. Cacing parasit umumnya merupakan anggota Cestoda, Nematoda, dan Trematoda. Genus Anisakis merupakan spesies nematoda yang