Raden Adipati Aryo Cokronegoro I adalah bupati Purworejo yang menjabat pada 1831-1856.[1] Putra dari Raden Ngabehi Singowijoyo, ia lahir di Bragolan, Bagelen pada Rabu Pahing, 17 Mei 1779. Ayahnya tersohor di Kasunanan Surakarta dan sekitaran Bagelen.

Cokronegoro dibesarkan di lingkungan Kasunanan dan diberi gelar Mas Ngabehi Resodiwiryo (1805-1815). Pada 1810, ia diutus ke Ampel, Boyolali untuk belajar pengaturan irigasi. Pada 1815, ia diangkat menjadi Raden Ngabehi Resodiwiryo dan pada Agustus 1825, ia diangkat menjadi Raden Tumengung Resodiwiryo dan menjadi wakil lingkungan Surakarta yang dikirim ke Bagelen untuk memimpin Pangeran Kusumoyodo untuk melawan pasukan Diponegoro yang bergerak menuju Kasunanan melewati Kedhu di bagian selatan dan Menoreh

Dalam perang tersebut, Resodiwiryo (juga disebut Reksodiwiryo) berhasil memenangkan pertempuran. Sebagai balasannya, Resodiwiryo diangkat menjadi Bupati pada Desember 1828 sampai digantikan oleh Kusumoydo pada Januari 1829. Pada 21 September 1829, Resodiwiryo berhasil mengalahkan Pangeran Joyokusumo I dan dua putranya: Joyokusumo II dan Atmokusumo di Gunung Kelir.

Setelah Perang Jawa, Jenderal de Kock mengangkat Resodiwiryo menjadi Bupati Brengkelan sampai digantikan oleh Raden (atau Kyai) Adipati Cokrojoyo pada 9 Juni 1830. Belum genap setahun, pada 26/27 Februari 1831 Kabupaten Brengkelan digabung dengan sejumlah kabupaten lain untuk membentuk Kabupaten Purworejo dan Cokrojoyo mempertahankan jabatannya dan mengambil nama Raden Adipati Aryo Cokronegoro.[1]

Menurut Basah Ngabdullatip Kerto Pengalasan, Cokronegoro membuat buku Babad Kedhung Kebo pada tahun 1840 untuk mengisahkan Perang Jawa. Cokronegoro melepaskan jabatan bupatinya pada 1856 dan digantikan oleh putranya, Cokronegoro II.[1]

Referensi

sunting
  1. ^ a b c Carey, Peter (2017). Judul: Sisi Lain Diponegoro โ€“ Babat Kedung Kedo dan Historiografi Perang Jawa. Kepustakaan Populer Gramedia. ISBNย 978-602-424-680-8.

๐Ÿ“š Artikel Terkait di Wikipedia

Cokronegoro III

Kanjeng Tumenggung Ario Cokronegoro III atau Pangeran Jimat adalah putra dari Pangeran Romo (Kanjeng Pangeran Ario Cokronegoro II). Ia adalah Adipati Sumenep

Cokronegoro II

Kanjeng Pangeran Ario Cokronegoro II adalah Adipati Sumenep ke-25 yang memerintah di wilayah Kadipaten Sumenep antara tahun 1678-1709. Nama kecilnya ialah

Madura

Ario Cokronegoro II Adipati Sumenep 1678 - 1709 Kanjeng R. Tumenggung Wiromenggolo Adipati Sumenep 1709 - 1721 Kanjeng Pangeran Ario Cokronegoro III Adipati

Cokronegoro IV

memerintah sebagai pengganti Pangeran Jimat (Kanjeng R. Tumenggung Ario Cokronegoro III). Dia diangkat menjadi adipati pada tahun 1744 berdasarkan musyawarah

Kadipaten Sumenep

tersebut terjadi pada masa pemerintahan Pangeran Lor II beserta Kanjeng Pangeran Ario Cokronegoro I. Kadipaten Sumenep jatuh ketangan Sultan Agung Hanyokrokusumo

Daftar tokoh Madura

Cakraningrat. Cokronegoro II. Cokronegoro III. Cokronegoro IV. Kek Lesap. Adipati Cakraningrat I. Panembahan Cakraningrat II. Panembahan Cakraningrat III. Panembahan

Daftar Bupati Ponorogo

R. Mas Sasrokusuma 1854 1856 3. R. Mas Tumenggung Cokronegoro I 1856 1882 4. R. Mas Cokronegoro II 1882 1906 5. R.T. Sosro Prawiro 1906 1906 6 R. Mas

Pakubuwana IV

Sunan dengan menyetujui pemberhentian Patih Surakarta, Raden Adipati Cokronegoro, yang memegang peran kunci dalam persekongkolan dengan Yogyakarta. Pakubuwana