Prabu Dewa Niskala adalah Raja Kerajaan Galuh yang memerintah di Kerajaan Galuh dengan gelar Prabu Dewa Niskala dari tahun 1475 โ€“ 1482 mendampingi ayahnya, Mahaprabu Resiguru Niskala Wastu Kancana yang memerintah seluruh tanah Sunda.[1]

Prabu Dewa Niskala
Tohaan di Galuh
Raja Kerajaan Galuh
Berkuasa1475 โ€“ 1482
PendahuluMahaprabu Niskala Wastu Kancana
PenerusSri Baduga Maharaja
KelahiranRahyang Ningrat Kancana
Pasangan
  • Dewi Kumudaningsih
  • Dewi Rengganis
AyahMahaprabu Niskala Wastu Kancana
IbuDewi Mayangsari
AgamaBuddha

Biografi

sunting
Peta Kerajaan Sunda dan Kerajaan Galuh.

Namanya Rahyang Ningrat Kancana putra Mahaprabu Niskala Wastu Kancana putra Maharaja Linggabuana putra Prabu Ragamulya Luhur Prabawa. Dari jalur ibu ia putra Dewi Mayangsari putri Prabu Bunisora putra Prabu Ragamulya Luhur Prabawa.[2]

Prabu Dewa Niskala mempunyai banyak putra dan putri di antaranya, Dewi Ratna Ayu Kirana, Raden Kusumalaya Ajar Kutamangu. Dan menikahi Dewi Siti Samboja / Dewi Rengganis, berputra Raden Jayadewata atau Pamanah Rasa atau Prabu Siliwangi.[3][4]

Kerajaan Galuh dan Pemerintahannya

sunting

Kerajaan Sunda Galuh bersatu masa pemerintahan Mahaprabu Niskala Wastu Kancana dengan pusat kekuasaan di Kawali, dibagi menjadi 2 blok dengan Citarum sebagai batasnya. Sebelah timur Citarum menjadi wilayah kekuasaan Kerajaan Galuh dengan rajanya Prabu Dewa Niskala. Sementara sebelah barat Citarum menjadi wilayah kerajaan Sunda dengan rajanya Prabu Susuk Tunggal. Keduanya merupakan putra Mahaprabu Niskala Wastu Kancana.

Akhir Kekuasaan Sanghyang Ningrat Kancana

sunting

Sanghyang Ningrat Kancana atau Prabu Dewa Niskala turun takhta sebagai raja Galuh digantikan oleh puteranya sulungnya, Sang Pamanah Rasa atau Jayadewata yang kemudian digelari Prabu Dewataprana. Kemudian ia pun menerima takhta Kerajaan Sunda dari mertua sekaligus uwanya, Prabu Susuk Tunggal, dengan gelar Sri Baduga Maharaja Ratu Haji Sri Sang Ratu Dewata atau terkenal dengan nama Prabu Siliwangi.

Rujukan

sunting
Didahului oleh:
Niskala Wastu Kancana
Raja Kerajaan Galuh
(1475โ€“1482)
Diteruskanย oleh:
Sri Baduga Maharaja

๐Ÿ“š Artikel Terkait di Wikipedia

Niskala Wastu Kancana

Niskala Wastukancana mempunyai 4 orang putra. Yang sulung, bernama Ningrat Kancana yang naik takhta Kawali (Galuh) dan bergelar Prabu Dewa Niskala, yang

Sri Baduga Maharaja

Mahaprabu Niskala Wastu Kancana itu adalah "seuweu" Prabu Wangi. Mengapa Dewa Niskala (ayah Sri Baduga) dilewat Ini disebabkan Prabu Dewa Niskala hanya menjadi

Silsilah raja-raja Sunda

NINGRAT KANCANA (setelah menjadi penguasa Galuh bergelar PRABU DEWA NISKALA). Prabu Dewa Niskala dan Prabu Susuktunggal (1475-1482). Setelah Wastu Kancana

Kerajaan Sunda

parit (pertahanan) Pakuan. Dia putera Rahiyang Dewa Niskala yang dipusarakan di Gunatiga, cucu Rahiyang Niskala Wastu Kancana yang dipusarakan ke Nusa Larang

Kadipaten Dayeuhluhur

ke Galuh, diterima Dewa Niskala dan Arya Baribin dinikahkan dengan cucunya / anak Pamanah rasa, Dewi Ratna Pamekas, dan Dewa Niskala menikahi salah satu

Pangeran Cakrabuana

Tohaan ("Yang Dipertuan") atau Raja Galuh yang juga merupakan kakeknya, Dewa Niskala. Sang kakek mengirim misi perutusan ke Cirebon untuk melantik Cakrabuana

Sekala Niskala

Sekala Niskala (Inggris: The Seen and Unseen) adalah film Indonesia produksi Fourcolours Films bersama Treewater Productions tahun 2018 bergenre drama

Prabu Siliwangi

mungkin terinspirasi oleh tokoh sejarah raja Sunda sebelumnya yang bernama Niskala Wastu Kancana, yang disebutkan memerintah selama 104 tahun dari kurun waktu