Sebuah Twin Otter di Antarktika.

DHC-6 Twin Otter adalah sebuah jenis pesawat penumpang sipil (airliner) sayap tinggi (high wing) yang paling sukses dalam sejarah program dirgantara Kanada.

Pengembangan pesawat jenis bermesin turboprop ini dimulai tahun 1964. Pesawat pertama yang diproduksi adalah Seri 100. Seri berikutnya, 200 meningkatkan performa STOL (short take-off and landing) serta menambah hidung pesawat yang lebih panjang dan kompartemen penyimpanan belakang yang diatur ulang. Seri 300 semakin meningkatkan performa pesawat dengan manambahkan mesin PT6A-27. Sejak pengambilalihan de Havilland Canada oleh Bombardier, Bombardier menyerahkan lisensi pembuatan pesawat bermesin turboprop ini dan perawatannya kepada Viking Air, yang kini terus memproduksi pesawat ini dengan varian terbaru, Series 400.

Perangkat pendaratan Twin Otter dapat diganti dengan pelampung atau ski, sehingga ia menjadi pesawat yang populer di Alaska dan sebelah utara Kanada. Pesawat bermesin turboprop ini di Indonesia, banyak dioperasikan di kawasan timur yang fasilitas bandaranya masih minim.

Artikel terkait
Pesawat sejenis

Antonov An-28 - Farchild Dornier 228 - GAF Nomad - Harbin Y-12 - IAI Arava - LET L-410 - Shorts SC.7 Skyvan

Seri pesawat
de Havilland Canada (DHC)

DHC-0 DHC-1 DHC-2 DHC-3 DHC-4 DHC-5 DHC-6 DHC-7 DHC-8 DHC-9


๐Ÿ“š Artikel Terkait di Wikipedia

Daftar pemain sepak bola keturunan Indonesia

Zeeburgia U21 23 Agustus 2004 (umurย 21) NL Layak Quincy Jones Jakarta, ibu ST,RW DHC Delft 01 Juli 2004 (umurย 21) NL Layak Zsil Boonstra Jakarta, kakek โ†’ ...

N219

tersebut, pesawat ini juga lebih murah dibandingkan pesawat sejenisnya, yaitu DHC-6 Twin Otter. Pesawat N219 memiliki kecepatan maksimum mencapai 210 knot,

Kecelakaan DHC-4 Alfa Indonesia 2016

Pada tanggal 31 Oktober 2016, sebuah pesawat angkut DHC-4 Caribou versi modifikasi yang dioperasikan oleh Alfa Indonesia jatuh di hutan Papua dalam penerbangan

Loganair

1997, dengan Loganair yang memiliki enam pesawat (satu de Havilland Canada DHC-6 Twin Otter dan lima Britten-Norman Islander) dan 44 staff, terjadi pembelian

SAM Air

dan 2 kru pesawat tewas. Pada 20 Oktober 2024, pesawat SAM Air berjenis DHC-6 Twin Otter dengan registrasi PK-SMH jatuh saat hendak mendarat di Bandara

Bandar Udara Tumbang Samba

maskapai yang menerbangi tumbang samba adalah Aviastar dengan menggunakan pesawat berjenis DHC-6 Twin Otter, dengan frekuensi terbang 2 kali seminggu.

Merpati Nusantara Airlines Penerbangan 9760

penerbangan komersial antara Jayapura menuju Oksibil di Indonesia menggunakan DHC-6 pada 2 Agustus 2009. Pesawat hilang dari rute yang seharusnya dilalui dan

Kecelakaan SAM Air 2024

Pesawat SAM Air dengan tipe pesawat DHC-6 Twin Otter dan registrasi PK-SMH, terjatuh ketika hendak mendarat di Bandar Udara Panua, Pohuwato setelah terbang