Ikon yang menunjukkan para Bapa Gereja memegang Syahadat Nikea.

Kredo Nikea, disebut juga Syahadat Nikea atau Pengakuan Iman Nicea, merupakan pernyataan iman yang paling penting dalam Kekristenan Nikea atau Kekristenan arus utama.[1] Kredo Nicea pertama kali diadopsi dalam Konsili Nikea I pada tahun 325. Pada tahun 381, kredo ini diamendemen dalam Konsili Konstantinopel I. Bentuk yang telah diamendemen juga disebut sebagai Kredo Nikea atau sebagai Kredo Nikea-Konstantinopel (juga disebut Pengakuan Iman Nikea-Konstantinopel) untuk menghindari kerancuan.

Konsili Nikea I (325) membahas ajaran Arius, seorang imam paroki dari Baukalis di Alexandria, Mesir. Arius mengajarkan bahwa Yesus bukanlah Allah, tetapi adalah makhluk ciptaan. Menurut Arius, ada saat di mana Putra (Yesus) tidak ada. Konsili Nikea I menolak ajaran Arius dan menganggapnya menyeleweng dari ajaran Gereja yang benar. Para Bapa Gereja yang hadir dalam konsili tersebut menegaskan ajaran Gereja bahwa Yesus (Putra Allah - Sabda Allah) sehakikat dengan Allah Bapa.

Dalam Konsili Konstantinopel I (381) hal utama yang dibahas adalah ajaran Makedonius I, Patriarkh Konstantinopel. Makedonius mengajarkan bahwa Roh Kudus bukanlah Allah, tetapi adalah makhluk ciptaan dan adalah pelayan Bapa dan Putra. Konsili Konstantinopel I menolak ajaran Makedonius dan menegaskan bahwa Roh Kudus adalah Tuhan dan Allah yang setara dengan Bapa dan Putra. Dalam Konsili Konstantinopel I tersebut, Pengakuan Iman Nikea kembali diteguhkan dan diperluas pada bagian yang menerangkan Roh Kudus dan karya-Nya.

Sejarah

sunting

Kredo Nikea disusun dalam Konsili Nikea I yang berlangsung pada bulan Mei hingga akhir bulan Juli tahun 325 masehi di kota Bitinia, Nikea (sekarang Iznik, Turki),[2] yang diadakan Kaisar Konstantinus Agung guna mengatasi konflik teologi di Aleksandria antara Gereja Aleksandria dengan seorang penatua bernama Arius.[3]

Dalam buku The Life of Constantine karya Eusebius dari Caesaria,[4] diceritakan pada kurun 320-an terjadi perselisihan antara penatua Arius dengan Uskup Alexander di Gereja Aleksandria. Karena pada masa itu Kristen sudah menjadi agama resmi Kekaisaran Romawi,[3] dan perselisihan sudah menyebar ke wilayah lain di luar Aleksandria, maka Kaisar Konstantinus berupaya menengahi perselisihan tersebut dengan mengirim dua pucuk surat yang isinya sama, yakni kepada Arius dan Uskup Alexander yang garis besar suratnya meminta agar mereka berdua menghentikan perselisihan.[4] Karena perselisihan tidak kunjung usai dan meluas, maka pada tahun 325 Kaisar Konstantinus mengundang semua uskup ke kota Nicea dengan salah satu agenda menyidangkan Arius.[4] Inilah yang menjadi latar belakang lahirnya Kredo Iman Nikea, yang kelahirannya tidak terlepas dari konflik Arianisme.[3]

Teks Pengakuan Iman

sunting

Bahasa Yunani

sunting

ฮ ฮนฯƒฯ„ฮตฯฯ‰ ฮตแผฐฯ‚ แผ•ฮฝฮฑ ฮ˜ฮตฯŒฮฝ, ฮ ฮฑฯ„ฮญฯฮฑ, ฮ ฮฑฮฝฯ„ฮฟฮบฯฮฌฯ„ฮฟฯฮฑ, ฯ€ฮฟฮนฮทฯ„แฝดฮฝ ฮฟแฝฯฮฑฮฝฮฟแฟฆ ฮบฮฑแฝถ ฮณแฟ†ฯ‚, แฝฯฮฑฯ„แฟถฮฝ ฯ„ฮต ฯ€ฮฌฮฝฯ„ฯ‰ฮฝ ฮบฮฑแฝถ แผ€ฮฟฯฮฌฯ„ฯ‰ฮฝ.
ฮšฮฑแฝถ ฮตแผฐฯ‚ แผ•ฮฝฮฑ ฮšฯฯฮนฮฟฮฝ แผธฮทฯƒฮฟแฟฆฮฝ ฮงฯฮนฯƒฯ„ฯŒฮฝ, ฯ„แฝธฮฝ ฮฅแผฑแฝธฮฝ ฯ„ฮฟแฟฆ ฮ˜ฮตฮฟแฟฆ ฯ„แฝธฮฝ ฮผฮฟฮฝฮฟฮณฮตฮฝแฟ†, ฯ„แฝธฮฝ แผฮบ ฯ„ฮฟแฟฆ ฮ ฮฑฯ„ฯแฝธฯ‚ ฮณฮตฮฝฮฝฮทฮธฮญฮฝฯ„ฮฑ ฯ€ฯแฝธ ฯ€ฮฌฮฝฯ„ฯ‰ฮฝ ฯ„แฟถฮฝ ฮฑแผฐฯŽฮฝฯ‰ฮฝยท
ฯ†แฟถฯ‚ แผฮบ ฯ†ฯ‰ฯ„ฯŒฯ‚, ฮ˜ฮตแฝธฮฝ แผ€ฮปฮทฮธฮนฮฝแฝธฮฝ แผฮบ ฮ˜ฮตฮฟแฟฆ แผ€ฮปฮทฮธฮนฮฝฮฟแฟฆ, ฮณฮตฮฝฮฝฮทฮธฮญฮฝฯ„ฮฑ ฮฟแฝ ฯ€ฮฟฮนฮทฮธฮญฮฝฯ„ฮฑ, แฝฮผฮฟฮฟฯฯƒฮนฮฟฮฝ ฯ„แฟท ฮ ฮฑฯ„ฯฮฏ, ฮดฮน' ฮฟแฝ— ฯ„แฝฐ ฯ€ฮฌฮฝฯ„ฮฑ แผฮณฮญฮฝฮตฯ„ฮฟ.
ฮคแฝธฮฝ ฮดฮน' แผกฮผแพถฯ‚ ฯ„ฮฟแฝบฯ‚ แผ€ฮฝฮธฯฯŽฯ€ฮฟฯ…ฯ‚ ฮบฮฑแฝถ ฮดฮนแฝฐ ฯ„แฝดฮฝ แผกฮผฮตฯ„ฮญฯฮฑฮฝ ฯƒฯ‰ฯ„ฮทฯฮฏฮฑฮฝ ฮบฮฑฯ„ฮตฮปฮธฯŒฮฝฯ„ฮฑ แผฮบ ฯ„แฟถฮฝ ฮฟแฝฯฮฑฮฝแฟถฮฝ ฮบฮฑแฝถ ฯƒฮฑฯฮบฯ‰ฮธฮญฮฝฯ„ฮฑ
แผฮบ ฮ ฮฝฮตฯฮผฮฑฯ„ฮฟฯ‚ แผ‰ฮณฮฏฮฟฯ… ฮบฮฑแฝถ ฮœฮฑฯฮฏฮฑฯ‚ ฯ„แฟ†ฯ‚ ฮ ฮฑฯฮธฮญฮฝฮฟฯ… ฮบฮฑแฝถ แผฮฝฮฑฮฝฮธฯฯ‰ฯ€ฮฎฯƒฮฑฮฝฯ„ฮฑ.
ฮฃฯ„ฮฑฯ…ฯฯ‰ฮธฮญฮฝฯ„ฮฑ ฯ„ฮต แฝ‘ฯ€แฝฒฯ แผกฮผแฟถฮฝ แผฯ€แฝถ ฮ ฮฟฮฝฯ„ฮฏฮฟฯ… ฮ ฮนฮปฮฌฯ„ฮฟฯ…, ฮบฮฑแฝถ ฯ€ฮฑฮธฯŒฮฝฯ„ฮฑ ฮบฮฑแฝถ ฯ„ฮฑฯ†ฮญฮฝฯ„ฮฑ.
ฮšฮฑแฝถ แผ€ฮฝฮฑฯƒฯ„ฮฌฮฝฯ„ฮฑ ฯ„แฟ‡ ฯ„ฯฮฏฯ„แฟƒ แผกฮผฮญฯแพณ ฮบฮฑฯ„แฝฐ ฯ„แฝฐฯ‚ ฮ“ฯฮฑฯ†ฮฌฯ‚.
ฮšฮฑแฝถ แผ€ฮฝฮตฮปฮธฯŒฮฝฯ„ฮฑ ฮตแผฐฯ‚ ฯ„ฮฟแฝบฯ‚ ฮฟแฝฯฮฑฮฝฮฟแฝบฯ‚ ฮบฮฑแฝถ ฮบฮฑฮธฮตฮถฯŒฮผฮตฮฝฮฟฮฝ แผฮบ ฮดฮตฮพฮนแฟถฮฝ ฯ„ฮฟแฟฆ ฮ ฮฑฯ„ฯฯŒฯ‚.
ฮšฮฑแฝถ ฯ€ฮฌฮปฮนฮฝ แผฯฯ‡ฯŒฮผฮตฮฝฮฟฮฝ ฮผฮตฯ„แฝฐ ฮดฯŒฮพฮทฯ‚ ฮบฯแฟ–ฮฝฮฑฮน ฮถแฟถฮฝฯ„ฮฑฯ‚ ฮบฮฑแฝถ ฮฝฮตฮบฯฮฟฯฯ‚, ฮฟแฝ— ฯ„แฟ†ฯ‚ ฮฒฮฑฯƒฮนฮปฮตฮฏฮฑฯ‚ ฮฟแฝฮบ แผ”ฯƒฯ„ฮฑฮน ฯ„ฮญฮปฮฟฯ‚.
ฮšฮฑแฝถ ฮตแผฐฯ‚ ฯ„แฝธ ฮ ฮฝฮตแฟฆฮผฮฑ ฯ„แฝธ แผฮณฮนฮฟฮฝ, ฯ„แฝธ ฮบฯฯฮนฮฟฮฝ, ฯ„แฝธ ฮถแฟณฮฟฯ€ฮฟฮนฯŒฮฝ,
ฯ„แฝธ แผฮบ ฯ„ฮฟแฟฆ ฮ ฮฑฯ„ฯแฝธฯ‚ แผฮบฯ€ฮฟฯฮตฯ…ฯŒฮผฮตฮฝฮฟฮฝ,
ฯ„แฝธ ฯƒแฝบฮฝ ฮ ฮฑฯ„ฯแฝถ ฮบฮฑแฝถ ฮฅแผฑแฟท ฯƒฯ…ฮผฯ€ฯฮฟฯƒฮบฯ…ฮฝฮฟฯฮผฮตฮฝฮฟฮฝ ฮบฮฑแฝถ ฯƒฯ…ฮฝฮดฮฟฮพฮฑฮถฯŒฮผฮตฮฝฮฟฮฝ,
ฯ„แฝธ ฮปฮฑฮปแฟ†ฯƒฮฑฮฝ ฮดฮนแฝฐ ฯ„แฟถฮฝ ฯ€ฯฮฟฯ†ฮทฯ„แฟถฮฝ.
ฮ•แผฐฯ‚ ฮผฮฏฮฑฮฝ, แผ‰ฮณฮฏฮฑฮฝ, ฮšฮฑฮธฮฟฮปฮนฮบแฝดฮฝ ฮบฮฑแฝถ แผˆฯ€ฮฟฯƒฯ„ฮฟฮปฮนฮบแฝดฮฝ แผ˜ฮบฮบฮปฮทฯƒฮฏฮฑฮฝ.
แฝ‰ฮผฮฟฮปฮฟฮณแฟถ แผ“ฮฝ ฮฒฮฌฯ€ฯ„ฮนฯƒฮผฮฑ ฮตแผฐฯ‚ แผ„ฯ†ฮตฯƒฮนฮฝ แผฮผฮฑฯฯ„ฮนแฟถฮฝ.ฮ ฯฮฟฯƒฮดฮฟฮบแฟถ แผ€ฮฝฮฌฯƒฯ„ฮฑฯƒฮนฮฝ ฮฝฮตฮบฯแฟถฮฝ.
ฮšฮฑแฝถ ฮถฯ‰แฝดฮฝ ฯ„ฮฟแฟฆ ฮผฮญฮปฮปฮฟฮฝฯ„ฮฟฯ‚ ฮฑแผฐแฟถฮฝฮฟฯ‚.
แผˆฮผฮฎฮฝ.
[5][6]

Bahasa Latin

sunting

Credo in unum Deum,
Patrem omnipotรฉntem,
factรณrem cรฆli et terrรฆ,
visibรญlium รณmnium et invisibรญlium.
Et in unum Dรณminum, Iesum Christum,
Fรญlium Dei unigรฉnitum,
et ex Patre natum ante รณmnia sวฝcula.
Deum de Deo, lumen de lรบmine, Deum verum de Deo vero,
gรฉnitum, non factum, consubstantiรกlem Patri:
per quem รณmnia facta sunt.
Qui propter nos hรณmines et propter nostram salรบtem
descรฉndit de cรฆlis.
Et incarnรกtus est de Spรญritu Sancto
ex Marรญa Vรญrgine, et homo factus est.
Crucifรญxus รฉtiam pro nobis sub Pรณntio Pilรกto;
passus et sepรบltus est,
et resurrรฉxit tรฉrtia die, secรบndum Scriptรบras,
et ascรฉndit in cรฆlum, sedet ad dรฉxteram Patris.
Et รญterum ventรบrus est cum glรณria,
iudicรกre vivos et mรณrtuos,
cuius regni non erit finis.
Et in Spรญritum Sanctum, Dรณminum et vivificรกntem:
qui ex Patre Filiรณque procรฉdit.
Qui cum Patre et Fรญlio simul adorรกtur et conglorificรกtur:
qui locรบtus est per prophรฉtas.
Et unam, sanctam, cathรณlicam et apostรณlicam Ecclรฉsiam.
Confรญteor unum baptรญsma in remissiรณnem peccatรณrum.
Et exspรฉcto resurrectiรณnem mortuรณrum,
et vitam ventรบri sวฝculi. Amen.
[7]

Bahasa Indonesia

sunting

Dalam bahasa Indonesia, setidaknya terdapat tiga versi yang berkembang. Versi yang digunakan oleh Gereja Protestan dimuat dalam Kidung Jemaat dan Nyanyikanlah Kidung Baru. Versi ini diterjemahkan oleh Yamuger.[8] Versi yang digunakan oleh Gereja Katolik di Indonesia merujuk kepada rumusan yang digunakan dalam misa, yang dimuat dalam Tata Perayaan Ekaristi.[9] Versi yang digunakan oleh Gereja Ortodoks Timur merujuk kepada Horologion [10] terjemahan Indonesia dari Gereja Ortodoks Indonesia di bawah yurisdiksi Kepatriarkhan Moskow. Terdapat juga versi lain yang diucapkan oleh Gereja Ortodoks Oriental, dan Asiria Timur.

Catatan: Dalam misa Gereja Katolik, bagian yang "dicetak miring" didaraskan sambil "membungkuk", atau sambil "berlutut" pada Hari Raya Kabar Sukacita dan Hari Raya Natal.

Versi Gereja Protestan Versi Gereja Katolik Versi Gereja Ortodoks Timur Versi Gereja-Gereja Katolik Ritus Timur
Aku percaya kepada satu Allah,

Bapa yang Mahakuasa, Pencipta langit dan bumi, segala yang kelihatan dan yang tidak kelihatan

Aku percaya akan satu Allah,

Bapa yang Mahakuasa, Pencipta langit dan bumi, dan segala sesuatu yang kelihatan dan tak kelihatan.

Aku percaya pada satu Allah,

Bapa yang Mahakuasa, Pencipta langit dan bumi, dan segala sesuatu yang kelihatan maupun yang tak kelihatan;

Aku percaya akan satu Allah,

Bapa yang Mahakuasa, Pencipta langit dan bumi, dan segala sesuatu yang kelihatan dan tak kelihatan;

Dan kepada satu Tuhan, Yesus Kristus,

Anak Allah yang tunggal, yang lahir dari Sang Bapa sebelum ada segala zaman, Allah dari Allah, Terang dari Terang, Allah yang sejati dari Allah yang sejati, diperanakkan, bukan dibuat, sehakekat dengan Sang Bapa, yang dengan perantaraan-Nya segala sesuatu dibuat; yang telah turun dari surga untuk kita manusia dan untuk keselamatan kita, dan menjadi daging oleh Roh Kudus dari anak dara Maria, dan menjadi manusia; yang disalibkan bagi kita di bawah pemerintahan Pontius Pilatus, menderita dan dikuburkan; yang bangkit pada hari ketiga, sesuai dengan isi Kitab-kitab, dan naik ke surga; yang duduk di sebelah kanan Sang Bapa dan akan datang kembali dengan kemuliaan untuk menghakimi orang yang hidup dan yang mati; yang kerajaan-Nya takkan berakhir.

Dan akan satu Tuhan Yesus Kristus,

Putra Allah yang Tunggal, Ia lahir dari Bapa sebelum segala abad. Allah dari Allah, Terang dari Terang, Allah Benar dari Allah Benar. Ia dilahirkan, bukan dijadikan sehakikat dengan Bapa: segala sesuatu dijadikan oleh-Nya. Ia turun dari surga untuk kita manusia dan untuk keselamatan kita. Ia dikandung dari Roh Kudus dilahirkan oleh Perawan Maria dan menjadi manusia. Ia pun disalibkan untuk kita waktu Pontius Pilatus; Ia menderita sampai wafat dan dimakamkan, dan pada hari ketiga Ia bangkit menurut Kitab Suci, dan Ia naik ke surga, duduk di sebelah kanan Bapa. Ia akan kembali dengan mulia, mengadili orang yang hidup dan yang mati, kerajaan-Nya takkan berakhir.

Dan pada satu Tuhan Yesus Kristus,

Anak Tunggal Allah, yang diperanakkan dari Sang Bapa sebelum segala zaman. Terang yang keluar dari Terang, Allah sejati yang keluar dari Allah sejati, yang diperanakkan dan bukan diciptakan, satu dzat hakekat dengan Sang Bapa, yang melalui-Nya segala sesuatu diciptakan. Yang untuk kita manusia dan untuk keselamatan kita, telah turun dari surga, dan menjelma oleh Sang Roh Kudus dan dari Sang Perawan Maria, serta menjadi manusia. Telah disalibkan bagi keselamatan kita, di bawah pemerintahan Pontius Pilatus, Dia menderita sengsara dan dikuburkan. Dan telah bangkit lagi pada hari ketiga sesuai dengan kitab suci. Dan telah naik ke surga, serta duduk di sebelah kanan Sang Bapa. Serta Dia akan datang lagi di dalam kemuliaan untuk menghakimi orang hidup maupun orang mati, yang Kerajaan-Nya tak akan ada akhirnya.

dan akan satu Tuhan Yesus Kristus,

Putra Allah yang tunggal. Ia lahir dari Bapa sebelum segala abad, Allah dari Allah, Terang dari Terang, Allah benar dari Allah benar. Ia dilahirkan, bukan dijadikan, sehakikat dengan Bapa; segala sesuatu dijadikan oleh-Nya. Ia turun dari surga untuk kita manusia dan untuk keselamatan kita. Ia dikandung dari Roh Kudus, Dilahirkan oleh Perawan Maria, dan menjadi manusia. Ia pun disalibkan untuk kita, waktu Pontius Pilatus; Ia menderita sampai wafat dan dimakamkan. Pada hari ketiga Ia bangkit menurut Kitab Suci. Ia naik ke surga, duduk di sisi Bapa. Ia akan kembali dengan mulia, mengadili orang yang hidup dan yang mati; kerajaan-Nya takkan berakhir.

Aku percaya kepada Roh Kudus,

yang jadi Tuhan dan yang menghidupkan, yang keluar dari Sang Bapa dan Sang Anak,

yang bersama-sama dengan Sang Bapa dan Sang Anak disembah dan dimuliakan, yang telah berfirman dengan perantaraan para nabi.

Aku percaya akan Roh Kudus,

Ia Tuhan yang menghidupkan; Ia berasal dari Bapa dan Putra.

Yang serta Bapa dan Putra disembah dan dimuliakan; Ia bersabda dengan perantaraan para Nabi.

Dan aku percaya pada Sang Roh Kudus, Tuhan, Sang Pemberi Hidup,

yang keluar dari Sang Bapa, yang bersama dengan Sang Bapa dan Sang Putra disembah dan dimuliakan, yang berbicara melalui para Nabi.

Aku percaya akan Roh Kudus,

Tuhan yang memberi hidup; Ia berasal dari Bapa, yang serta Bapa dan Putra, disembah dan dimuliakan; Ia bersabda dengan perantaraan para nabi.

Aku percaya satu gereja

yang kudus dan am dan rasuli. Aku mengaku satu baptisan untuk pengampunan dosa. Aku menantikan kebangkitan orang mati dan kehidupan di zaman yang akan datang. Amin.

Aku percaya akan Gereja

yang satu, kudus, katolik, dan apostolik. Aku mengakui satu pembaptisan akan penghapusan dosa. Aku menantikan kebangkitan orang mati dan hidup di akhirat. Amin.

Aku percaya pada Gereja yang Satu, Kudus, Katolik dan Apostolik,

Aku mengakui Satu Baptisan bagi penghapusan dosa-dosa, Aku menunggu akan kebangkitan orang-orang mati, Serta kehidupan zaman yang akan datang. Amin.

Aku percaya akan Gereja

yang Satu, Kudus, Katolik dan Apostolik. Aku mengakui satu pembaptisan Akan penghapusan dosa. Aku menantikan kebangkitan orang mati dan hidup di akhirat. Amin.

Referensi

sunting
  1. ^ Seitz, Christopher R. (2001). Nicene Christianity: The Future for a New Ecumenism (dalam bahasa Inggris). Brazos Press. ISBNย 978-1-84227-154-4. Diarsipkan dari versi aslinya tanggal 14 January 2023. Diakses tanggal 21 May 2022.
  2. ^ Hanson, R. P. C. (1988). The search for the Christian doctrine of God: the Arian controversy 318-381. Edinburgh: T. & T. Clark. ISBNย 978-0-567-09485-8.
  3. ^ a b c Wiles, Maurice (2017). Warisan Sejarah Arianisme. Bandung: Pustaka Matahari. ISBNย 9786029876215.
  4. ^ a b c Eusebius; Cameron, Averil; Hall, Stuart George (1999). Life of Constantine. Clarendon ancient history series. Oxfordย : Oxfordย ; New York: Clarendon Pressย ; Oxford University Press. ISBNย 978-0-19-814924-8.
  5. ^ Greek Orthodox Archdiocese of America: Liturgical Texts. Greek Orthodox Archdiocese of America. Diarsipkan 9 May 2007 di Wayback Machine.
  6. ^ ฮ— ฮ˜ฮ•ฮ™ฮ‘ ฮ›ฮ•ฮ™ฮคฮŸฮฅฮกฮ“ฮ™ฮ‘ Diarsipkan 4 January 2007 di Wayback Machine.. Church of Greece.
  7. ^ Missale Romanum. Vatican City: Administratio Patrimonii Sedis Apostolicae. 2002.
  8. ^ Gerrit Cornelis van Niftrik (1978). Dogmatika Masa Kini.
  9. ^ Tata Perayaan Ekaristi.[pranala nonaktif permanen]
  10. ^ Horologion. Shakticon Press. Pemeliharaan CS1: Status URL (link)
Umum

Lihat pula

sunting

Pranala luar

sunting

๐Ÿ“š Artikel Terkait di Wikipedia

Doa Yesus

Doa Yesus (bahasa Yunani: ฮ— ฮ ฯฮฟฯƒฮตฯ…ฯ‡ฮฎ ฯ„ฮฟฯ… ฮ™ฮทฯƒฮฟฯcode: el is deprecated , i prosefchรญ tou iisoรบ, bahasa Inggris: Jesus Prayercode: en is deprecated ) adalah

Perbandingan Buddhisme dengan Kekristenan

sehingga nilai-nilai ketuhanan sudah terkandung dalam dunia itu sendiri. Doa Syahadat Nicea, yaitu kredo Kekristenan yang sering ditemui di seluruh dunia, menyatakan

Theodelinda

Ia kemudian mengupayakan banyak pengaruhnya di dalam memulihkan Doa Syahadat Nicea (bagian utama, tahun 1054 dipisah oleh {{Skisma Timur-Barat]] di dalam

Kekristenan

Tesalonika 1:10, Ibrani 13:20, 1 Petrus 1:3, 1 Petrus 1:21 Wikisource:Doa Syahadat Nicea Hanegraaff. Resurrection: The Capstone in the Arch of Christianity

Tali doa

Tali doa (bahasa Yunani: ฮบฮฟฮผฯ€ฮฟฯƒฮบฮฟฮฏฮฝฮนcode: el is deprecated - komboskini; bahasa Rusia: ั‡ั‘ั‚ะบะธcode: ru is deprecated - chotki (most common term) or ะฒะตั€ะฒะธั†ะฐcode:

Sinode Uppsala

Alkitab sebagai satu-satunya panduan keagamaan. Pengakuan Iman Rasuli, Doa Syahadat Nicea dan Kredo Athanasius diakui secara resmi dan Pengakuan Iman Augsburg

Konsili Konstantinopel I

segenap Dunia Kristen. Selain mengukuhkan Syahadat Nikea dengan memperluas doktrin sehingga melahirkan Syahadat Nikea-Konstantinopel, Konsili Konstantinopel

Jam kanonis

doa dimulai dan diakhiri dengan qawmo, yaitu satu set doa yang mencakup Doa Bapa Kami. Di akhir doa, Syahadat Nicea dibacakan. Bagian besar dari doa terdiri