Pada tahun 1980-an dan 1990-an Republik Rakyat China (RRC) secara resmi melakukan program doping yang disetujui oleh negara pada atlet. Mayoritas penggunaan doping Tiongkok di fokuskan kepada atlet perenang [1] dan atlet lintasan dan lapangan, seperti Tentara Keluarga Ma (Ma Junren).[2] Pada tahun 2008, tiga atlet angkat besi Tiongkok kehilangan mendali emas Olimpiade mereka karena doping di Olimpiade Musim Panas 2008.[3]
Doping di Tiongkok dikait-kaitkan dengan dengan beberapa sejumlah faktor, seperti pertukaran budaya dan teknologi dengan negara asing.[4] beberapa komentator membandingkannya dengan program doping di Jerman Timur.[5]
Perenang Tiongkok Era 1990-an
sunting
Pada tahun 1990 hingga 1998, 28 perenang China dinyatakan positif menggunakan narkoba, hampir setengah dari total pelanggar narkoba berkecimpung dalam dunia olahraga.[6] Tujuh perenang dinyatakan positif menggunakan steroid di Asian Games Hiroshima pada akhir 1994, tes positif ini sangat memengaruhi squad hingga hanya memenangkan satu emas cabang renang di Olimpiade Musim Panas 1996 di Atlanta. Menyusul terungkapnya doping di antara perenang China di pertandingan Hiroshima. Ketua Komisi Medis IOC Alexander de Merode mengabaikan kemungkinan doping China yang disetujui secara resmi dengan menyatakan bahwa hasilnya adalah "kecelakaan yang bisa terjadi dimana saja".[7] Para pemimping China pada awalnya menyalahkan pejabat olahraga rasis di Jepang untuk membuat hasil tes.[7] Sebuah laporan Federasi Renang Internasional bersama delegasi Dewan Olimpiade Asia ke Beijing pada tahun 1995 menyimpulkan bahwa "tidak ada bukti bahwa China melakukan doping atlet secara sistematis".[7] Pengungkapan tersebut membuat pejabat olahraga Australia, Amerika, dan Jepang memberikan suara menentang partisipasi Tiongkok di Kejuaraan Renang Pan Pasifik1995.[7] Pada tahun 1995, Post Daily menerbitkan bahwa Komite Sentral Partai Komunis Tiongkok menerbikan kebijakan anti-doping dan menyatakan larangan resmi pada zat peningkat peforma tubuh.[7]
^ abcdeMitchell Hunt, Thomas (2007). Permanan Narkoba: Politik Permanan Doping dan Gerakan Olimpiade. hlm. 148. ISBN9780549162193. Pemeliharaan CS1: Status URL (link)
Sports. 29 April 2005. Diakses tanggal 7 June 2010. "Cannavaro in failed doping test". BBC Sport. 8 October 2009. Diakses tanggal 7 June 2010. Gladwell, Ben
anti-doping test at London 2012". Olympic News. 20 August 2016. Diakses tanggal 13 October 2019. "Canadian Olympian's wife caught in latest Russian doping
tanggal 13 October 2019. "IOC sanctions Evgeniia Kolodko for failing anti-doping test at London 2012". Olympic News. 20 August 2016. Diakses tanggal 13 October
fails dope test; India may lose two gold medals from Hangzhou 2022". 18 November 2023. "Para Athlete Neeraj Yadav tests positive for doping; India likely
status UCI ProTeam pada tahun pertamanya, 2007. Setelah sebuah skandal doping besar yang melibatkan pembalap Kazakhstan Alexander Vinokourov, manajemen
sebelum bergabung dengan Sassuolo pada tahun 2012. "Sassuolo player fails doping test". Football Italia. 15 January 2012. Diakses tanggal 15 January 2012.
Bryan Armen Graham (23 Juli 2015). "Anti-doping in e-sports: World's largest gaming organization will test for PEDs". The Guardian. Diarsipkan dari asli