| Taman Wisata Equator Bonjol | |
| Informasi | |
|---|---|
| Lokasi | Bonjol, Kabupaten Pasaman, Sumatera Barat |
| Negara | Indonesia |
| Pemilik | Pemerintah Kabupaten Pasaman |
| Pengelola | Dinas Pariwisata Pemuda Olahraga dan Kebudayaan Pasaman |
| Fasilitas | Planetarium, Museum, Area Swafoto, Taman Bermain |
Taman Wisata Equator Bonjol adalah sebuah kompleks objek wisata sejarah dan edukasi yang terletak di Kecamatan Bonjol, Kabupaten Pasaman, Sumatera Barat, Indonesia. Objek wisata ini merupakan salah satu marka geografis penting di Indonesia karena terletak tepat di titik koordinat lintang nol derajat (0ยฐ) atau garis khatulistiwa.[1]
Latar Belakang dan Sejarah
suntingBonjol dikenal secara internasional sebagai daerah yang dilintasi oleh garis ekuator. Selain nilai geografis, kawasan ini memiliki nilai sejarah yang kuat sebagai pusat pertahanan Tuanku Imam Bonjol selama Perang Padri. Pemerintah Kabupaten Pasaman terus mengembangkan kawasan ini sebagai ikon pariwisata daerah yang menggabungkan konsep eduwisata (wisata edukasi), sejarah, dan hiburan keluarga.[2]
Pada periode 2023โ2024, kawasan ini mengalami renovasi besar-besaran dengan anggaran mencapai Rp19 miliar untuk meningkatkan fasilitas dan daya tarik bagi wisatawan mancanegara maupun domestik.[3]
Fasilitas Utama
suntingTaman Wisata Equator Bonjol memiliki beberapa fasilitas unggulan, di antaranya:
- Planetarium Equator Bonjol: Merupakan fasilitas terbaru yang diresmikan sebagai sarana edukasi astronomi bagi pengunjung. Planetarium ini menjadi terobosan strategis untuk menjadikan Pasaman sebagai pusat eduwisata di Sumatera Barat.[4]
- Tugu Khatulistiwa: Sebuah gerbang besar yang melintang di atas jalan raya lintas Sumatera yang menandai perlintasan garis ekuator.[5]
- Museum Tuanku Imam Bonjol: Terletak di dalam area kompleks, menyimpan koleksi sejarah perjuangan rakyat setempat melawan penjajahan Belanda.
- Taman Rekreasi: Area bermain keluarga, kolam, dan ruang terbuka hijau yang dirancang untuk kenyamanan pengunjung.[6]
Fenomena Alam
suntingDaya tarik utama kawasan ini adalah peristiwa Kulminasi Matahari, di mana matahari berada tepat di atas garis khatulistiwa. Pada momen ini, benda yang berdiri tegak tidak akan memiliki bayangan. Peristiwa astronomi ini biasanya dirayakan secara rutin pada bulan Maret dan September melalui festival budaya dan edukasi.[7]
Aksesibilitas
suntingLokasi wisata ini berada di tepi jalan lintas utama yang menghubungkan Kota Bukittinggi dengan Kota Padang Sidempuan atau Medan. Perjalanan dari Bukittinggi memerlukan waktu sekitar 1,5 hingga 2 jam berkendara melewati pemandangan perbukitan yang asri.
Referensi
sunting- ^ "Equator Melintas di Bonjol". InfoPublik. Diakses tanggal 2024-05-22.
- ^ "Resmi Dibuka, Wisata Equator Bonjol Jadi Ikon Baru Eduwisata di Pasaman". VIVA Padang. Diakses tanggal 2024-05-22.
- ^ "Rp19 Miliar untuk Rehab Taman Wisata Equator". BPK RI Perwakilan Sumatera Barat. Diakses tanggal 2024-05-22.
- ^ "Pemkab Pasaman Resmikan Planetarium Equator Bonjol". Antara News. Diakses tanggal 2024-05-22.
- ^ "Tugu Equator Bonjol". Visit Beautiful West Sumatra. Diakses tanggal 2024-05-22.
- ^ "Wisata Equator Bonjol Pasaman Dibuka Sajikan Edukasi Sejarah dan Hiburan Keluarga". Indonesia Satu. Diakses tanggal 2024-05-22.
- ^ "Menjelajahi Katulistiwa di Pasaman: Taman Wisata Equator di Kota Bonjol". RRI. Diakses tanggal 2024-05-22.








