Qaแนฃr Al-Farฤซd (bahasa Arab: ู‚ูŽุตู’ุฑ ูฑู„ู’ููŽุฑููŠู’ุฏ), makam terbesar pada situs Mada'in Salih

Kaum Tsamud (bahasa Arab: ู‚ูˆู… ุซู…ูˆุฏ, translit.ย qaum แนกamลซd) merupakan kaum yang diutus kepada mereka seorang Nabi bernama Saleh. Kaum Tsamud merupakan salah satu kaum yang dimusnahkan oleh Allah akibat tidak mau beriman. Riwayat mengenai sejarah kaum kaum Tsamud hanya ditemukan di dalam kitab suci agama Abrahamik dan syair Arab kuno. Berdasarkan temuan arkeologi, tempat tinggal kaum Tsamud terletak di Mada'in Salih. Dalam Al-Qur'an dijelaskan bahwa kaum Tsamud merupakan keturunan dari Kaum 'Ad. Sebelum bermukim di bagian utara Jazirah Arab, kaum Tsamud bermukim di wilayah Arab Selatan. Kaum Tsamud bermukim di bangunan yang berada di bukit cadas. Mereka merupakan keturunan dari Tsamud bin Amid bin Iram. Kehancuran kaum Tsamud terjadi setelah mereka menyembelih unta betina yang menjadi mukjizat dari Nabi Saleh. Kaum ini musnah akibat gempa bumi.

Sumber

sunting

Al-Qur'an

sunting

Dalam Al-Qur'an Tsamลซd disebut sebanyak 26 kali, baik dalam bentuk kata yang berdiri sendiri maupun untuk menunjukkan kaum.[1] Kisah mereka disebutkan dalam surah Al-A'raf (07): 73-79, Hud (11): 61-68, Al-Hijr (15): 80-84, Al-Isra' (17): 59, Asy-Syu'ara' (26): 141-159, An-Naml (27): 45-53, Fushshilat (41): 17-18, Al-Qamar (54): 23-32, dan Asy-Syams (91): 11-15. Al buruj (85) 18

Al-Qur'an menjelaskan bahwa kaum Tsamลซd tinggal di sebuah tempat yang bernama Al-Hijr. Dari segi waktu, mereka berkuasa setelah kehancuran kaum 'Ad.[2] Ciri khas negeri mereka adalah penduduknya memahat bukit dan gunung untuk dijadikan tempat tinggal.[2][3][4] Terdapat pula sumber mata air dan banyak perkebunan,[5] dan juga pepohonan seperti kurma.[6] Dari segi keagamaan, kaum Tsamลซd menyembah selain Allah dan itu sudah menjadi tradisi turun-temurun.[7]

Rasul yang diutus untuk berdakwah pada kaum Tsamลซd adalah Shaleh yang juga saudara sekaum mereka sendiri.[8] Namun sebagian dari mereka menentangnya, sehingga mereka mendapat azab. Azab yang diterima kaum Tsamลซd penentang Shaleh sebagaimana yang termaktub dalam beberapa ayat Al-Qur'an adalah:

Sumber lain

sunting

Sumber non-Qur'an yang menyebutkan keberadaan kaum Tsamลซd adalah syair-syair Arab kuno, catatan sejarah Asyur, prasasti kuil Yunani dari Hijaz barat laut tahun 169 M, sumber Kekaisaran Romawi Timur abad ke-5 M, dan grafiti Arab utara kuno di Tayma.

Sumber tertua mengenai kaum Tsamลซd adalah prasasti dari tahun 715 SM dari Raja Asyur, Sargon II, yang berkuasa pada 722โ€“705 SM. Di sana disebutkan bahwa mereka adalah penghuni Arab bagian tengah dan utara dan merupakan bawahan dari Asyur. Sumber Islam menyatakan bahwa keberadaan kaum Tsamลซd sudah lebih tua dari tanggal prasasti tersebut.[14]

Kaum Tsamลซd disebut 'Tamudei' oleh Aristo dari Khios (filsuf Stoikisme), Klaudius Ptolemaeus (ahli matematika dan geografi Mesir pada masa Romawi), dan Plinius Tua (sejarawan dan filsuf Romawi).[15]

Ibnu Khaldun dalam Muqaddimah menjelaskan bahwa kaum Tsamลซd menggantikan kaum 'Ad setelah mereka hancur. Tsamลซd kemudian digantikan bangsa Amalek. Amalek kemudian digantikan oleh Himyar. Himyar kemudian digantikan oleh Adhwa', sampai kekuasaan beralih ke tangan Mudar, sebuah persekutuan suku Arab utara.[16]

Genealogi

sunting

Kaum Tsamลซd merupakan keturunan kaum 'Ad yang selamat dari peristiwa topan yang menghancurkan kaum 'Ad. Setelah selamat dari bencana alam, keturunan mereka mulai meninggalkan ajaran Hud dan menyembah berhala.[17] Nama Tsamลซd diambil dari leluhur mereka yang diyakini merupakan cicit dari Sam, salah satu putra Nuh yang selamat saat banjir. Silsilahnya adalah Tsamลซd bin 'Abir bin Iram bin Sam bin Nuh.[18] Pendapat lain menyatakan Tsamลซd bin Amid bin Iram.[1] Iram diyakini sebagai orang yang sama dengan Aram yang disebutkan dalam Alkitab. Nama lain dari Tsamลซd adalah Ashab Al-Hijr (Penduduk Al-Hijr).[19]

Kebangsaan

sunting

Kaum Tsamลซd merupakan bagian dari Bangsa Arab dari rumpun bahasa Semit. Para sejarawan mengelompokkan kaum Tsamลซd ke dalam kelompok etnik Arab Baidah. Kelompok ini merupakan kelompok etnik yang telah musnah sebelum penyebaran Islam di Jazirah Arab..[20] Sangat sedikit informasi yang diketahui tentang identitas atau kebangsaan kaum Tsamลซd, tetapi mereka disebut sebagai orang Arab (โ€˜ร rabes) di Bibliotheka historika oleh sejarawan Yunani Diodoros Sikolos.[21] Keterangan yang diberikan oleh Patriark Photios I terkait kaum Tsamลซd menunjukkan bahwa mereka memiliki status yang mirip dengan suku Kedar yang diidentifikasikan sebagai orang Arab.[22] Pada tahun 2003, Profesor Jan Retsรถ[23] dalam sebuah penelitian dalam bukunya The Arabs in Antiquity menyimpulkan bahwa kaum Tsamลซd adalah orang Arab.[22]

Sejarawan Romawi Plinius Tua menyatakan bahwa kaum Tsamลซd ("Tamudaei") dan kelompok etnis Arab lainnya hidup di antara dan di dekat kota Domata,[24] orang Arab yang berafiliasi dengan putra Ismail, Duma, yang keturunannya menjadi bangsa pemahat batu Edom. Perubahan dari "Dumah" atau "Dumat" ke "Tsamลซd" dapat dikaitkan dengan vokal yang tidak terlambangkan dalam bahasa Semit tertulis serta pergeseran bertahap pengucapan konsonan dan dialek karena perubahan waktu dan perpindahan lokasi suku-suku nomaden.

Peradaban

sunting

Kaum Tsamลซd tinggal di kawasan bebatuan di antara Hijaz dan Tabuk.[18] Ada beberapa bukti bahwa, sebagaimana kaum 'Ad, kaum Tsamลซd juga berasal dari semenanjung Arab selatan. Namun kemudian mereka berpindah ke utara.[25][26] Peradaban kaum Tsamลซd merupakan salah satu peradaban Arab kuno. Mereka diperkirakan berasal dari wilayah Arab Selatan yang kemudian pindah menuju utara. Mereka kemudian menetap di Gunung Athlab, Mada'in Salih. Sejumlah besar kaum Tsamลซd bekerja sebagai pengukir dan pemahat bukit. Ukiran dan pahatan mereka hingga saat ini dapat ditemui di Gunung Athlab dan hampir seluruh Arab bagian tengah.[27]

Dalam Surah Al-A'raf ayat 74 disebutkan bahwa kaum Tsamลซd adalah pengganti kaum 'Ad. Peradaban mereka berkembang khususnya di bidang pertanian, peternakan dan arsitektur. Penduduknya hidup dalam keadaan makmur dan sejahtera. Keahlian mereka adalam membuat rumah dengan memahat gunung batu.[17]

Pengutusan nabi

sunting

Dalam Surah Al-A'raf ayat 73 disebutkan bahwa Allah telah mengutus seorang nabi kepada kaum Tsamลซd. Nabi tersebut bernama Saleh yang merupakan anggota masyarakat dalam kaum Tsamลซd. Pengutusan Saleh sebagai nabi kepada Kaum Tsamลซd membawa pesan untuk menyembah Allah. Saleh diberikan mukjizat berupa seekor unta betina.[28] Surah An-Naml ayat 45 menyebutkan bahwa setelah Saleh mengajak kaumnya untuk menyembah Allah, kaumnya terbagi menjadi dua golongan.[29] Dalam Surah Al-A'raf ayat 75 diketahui bahwa dari kaum Tsamลซd ada yang beriman kepada pesan yang disampaikan oleh Saleh. Penduduk yang beriman berasal dari kaum yang tidak memiliki kekuasaan. Sementara itu, para pemuka kaum Tsamลซd menolak ajaran yang disampaikan oleh Saleh dengan menyombongkan diri.[30]

Kemusnahan

sunting

Dalam Surah Al-A'raf ayat 77 diketahui bahwa dari kaum Tsamลซd melanggar perintah Allah. Mereka menyembelih unta betina yang dibawa oleh Saleh.[17] Saleh memberikan peringatan kepada mereka dan meninggalkan kaumnya dengan mengikutsertakan para pengikutnya. Mereka juga tidak mengakui Saleh sebagai seorang nabi dan berencana untuk membunuhnya.[17] Allah kemudian menimpakan azab kepada kaum Tsamลซd berupa petir dengan suara yang menggelegar. Sambaran petir ini menghancurkan tempat tinggal kaum Tsamลซd. Penghancuran bangunan ini hingga keadaan tidak berbekas sama sekali. Setiap orang yang merasakan bencana tersebut mengalami kematian.[31]

Kehancuran kaum Tsamลซd diberitahukan di dalam Surah Al-Haqqah ayat 5. Dalam ayat ini kaum Tsamลซd mengalami kemusnahan akibat bencana besar. Penyebab pemusnahan kaum Tsamลซd disampaikan pada Surah Al-Haqqah ayat 4, yaitu karena mendustakan hari kiamat.[32] Kemusnahan Kaum Tsamลซd diberitakan di dalam Al-Qur'an Surah An-Najm ayat 51. Dalam ayat ini dijelaskan bahwa kaum Tsamลซd dimusnahkan hingga tidak satupun penduduknya yang masih hidup.[33] Pemusnahan kaum Tsamลซd disebabkan oleh penduduknya yang tidak mau beriman kepada Allah dan nabi yang diutus kepada mereka yaitu saleh. Ketidakberimanan kaum Tsamลซd diberitahukan oleh Allah dalam Surah Al-Qamar ayat 23.[34]

Pewaris nama

sunting

Setelah kemusnahan kaum Tsamลซd, nama Tsamลซd digunakan oleh kelompok etnik baru yang mendiami bekas wilayah pemukimannya.[35] 'Abdullah bin สฟUmar dan Ibnu Katsir melaporkan bahwa orang-orang menyebut daerah Tsamลซd dengan Al-Hijr, sementara mereka menyebut provinsi Mada'in Salih sebagai Ardh Tsamลซd (negeri Thamud) dan Bayt Tsamลซd (kediaman Tsamลซd).[36][37] Kesimpulan yang dapat diambil dari bukti-bukti di atas adalah bahwa istilah Tsamลซd tidak merujuk pada kelompok yang tinggal di Madain Shaleh, seperti Lihyan dan Nabath,[38][39] tetapi lebih pada wilayah itu sendiri.

Lihat pula

sunting

Rujukan

sunting

Catatan kaki

sunting
  1. ^ a b Abu Khalil, Shawqi (2003). Athlas al-Hadith al-Nabawi Minal Kutub ash-Shihah as-Sittah. Damaskus: Darul Fikr. 1-59239-148-6.
  2. ^ a b Asy-Syu'ara' 26:149
  3. ^ Al-A'raf 7:74
  4. ^ Al-Hijr 15:82
  5. ^ Asy-Syu'ara' 26:147
  6. ^ Asy-Syu'ara' 26:148
  7. ^ Hud 11:62
  8. ^ Al-A'raf 7:73
  9. ^ Al-A'raf 07:78
  10. ^ Hud 11:67
  11. ^ Al-Hijr 15:83
  12. ^ Al-Qamar 54:31
  13. ^ Fussilat 41:17
  14. ^ Houtsma, M. Th.; etย al., ed. (1913โ€“1936). E.J. Brill's First Encyclopaedia of Islam. E. J. Brill. Pemeliharaan CS1: Format tanggal (link)
  15. ^ Hitti, Phillip (1970). A History of the Arabs. London: Macmillan Publishers. hlm.ย 37.
  16. ^ Ibn Khaldun. "Chapter 2.21". Muqaddimah. Diterjemahkan oleh Rosenthal, Franz.
  17. ^ a b c d Nanda, Abd. Rakhim (2019). Suluh Ramadhan dan Khotbah Iedain 1440 H โ€“ 2019 M: Agar Kamu Bertaqwa (PDF). Gowa: LPP Unismuh Makassar. hlm.ย 18. ISBNย 978-623-7349-05-1. Pemeliharaan CS1: Status URL (link)
  18. ^ a b Ibnu Katsir 2015, hlm.ย 147.
  19. ^ Temuan Arkeologis dari Kaum Tsamud [1] di Majelis Rasulallah
  20. ^ Yakub, M., Tanjung, M., dan Siregar, Y. D. Sejarah Peradaban Islam: Pendekatan Periodesasi. Medan: Perdana Publishing. hlm.ย 1. ISBNย 978-602-6970-40-4. Pemeliharaan CS1: Banyak nama: authors list (link) Pemeliharaan CS1: Status URL (link)
  21. ^ Siculus, Diodorus (1933). Walton, Francis R. (ed.). Diodorus of Sicily in Twelve Volumes. Vol.ย 2 (Books 2.35-4.58). Diterjemahkan oleh Oldfather, C. H. London; Cambridge (Mass.). hlm.ย 219. ISBNย 978-0-674-99334-1. Pemeliharaan CS1: Lokasi tanpa penerbit (link)
  22. ^ a b Retsรถ, Jan (2003). The Arabs in Antiquity: Their History from the Assyrians to the Umayyads. Psychology Press. hlm.ย 299.
  23. ^ "Jan Retsรถ". University of Gothenburg. Diarsipkan dari asli tanggal 2020-02-19. Diakses tanggal 2020-02-19.
  24. ^ Pliny the Elder (1949โ€“1954). Natural History. Diterjemahkan oleh Rackham, H.; Jones, W.H.S.; Eichholz, D.E. London: William Heinemann. Book VI. Diarsipkan dari asli tanggal 2016-12-29. Diakses tanggal 2017-01-01. Pemeliharaan CS1: Format tanggal (link)
  25. ^ "Encyclopรฆdia Britannica, Thamลซd". Thamลซd probably originated in southern Arabia Pemeliharaan CS1: Status URL (link)
  26. ^ Matthew S. Gordon, Chase F. Robinson, Everett K. Rowson, Michael Fishbein. Works of Ibn Wฤแธiแธฅ al-Yaสฟqลซbฤซ (Volume 2): An English Translation. hlm.ย 277 ff. Pemeliharaan CS1: Banyak nama: authors list (link)
  27. ^ "Thamud | History, Tribe, & Location". Encyclopedia Britannica (dalam bahasa Inggris). Diakses tanggal 2021-11-07.
  28. ^ Zailani dan Ruslan 2021, hlm.ย 49.
  29. ^ Zailani dan Ruslan 2021, hlm.ย 52.
  30. ^ Zailani dan Ruslan 2021, hlm.ย 49-50.
  31. ^ El-Fikri 2010, hlm.ย 60.
  32. ^ Mashudi 2019, hlm.ย 299.
  33. ^ Mashudi 2019, hlm.ย 119.
  34. ^ Mashudi 2019, hlm.ย 128.
  35. ^ Hoyland, Robert G. (2001). Arabia and the Arabs: From the Bronze Age to the Coming of Islam. Routledge. hlm.ย 69. ISBNย 0415195349.
  36. ^ Shahih Bukhari, diriwayatkan สฟAbdullah bin สฟUmar, Hadits 2116 & 3379
  37. ^ Ibnu Katsir (2003). Al-Bidayah wan Nihayah [The Beginning and The End]. Vol.ย 1. Beirut: Dar al-Kutub al-Ilmiyya. hlm.ย 159.
  38. ^ The New Encyclopรฆdia Britannica: Macropรฆdia. Vol.ย 13. USA: Encyclopรฆdia Britannica, Inc. 1995. hlm.ย 818.
  39. ^ "History of Arabia". Encyclopรฆdia Britannica Online. Dedฤn and Al-แธคijr.

Daftar pustaka

sunting

Pranala luar

sunting

๐Ÿ“š Artikel Terkait di Wikipedia

Saleh

Pemeliharaan CS1: Status URL (link) Matthew S. Gordon, Chase F. Robinson, Everett K. Rowson, Michael Fishbein. Works of Ibn Wฤแธiแธฅ al-Yaสฟqลซbฤซ (Volume 2): An English

Al-Kudr

Suku Bani Salim tinggal di Najd pada waktu itu. Alex V. Popovkin, Everett K. Rowson, The History of al-Tabari Volume XL: Index, p. 410, SUNY Press, 2012

Pertempuran Shiffin

Dalam Fleet, Kate; Krรคmer, Gudrun; Matringe, Denis; Nawas, John; Rowson, Everett (ed.). Salinan arsip. Encyclopaedia of Islam. Vol.ย 3. Diarsipkan dari

Masjid jami

masjid. Fleet, Kate; Krรคmer, Gudrun; Matringe, Denis; Nawas, John; Rowson, Everett (ed.). "Friday prayer". Encyclopaedia of Islam, Three. Brill. ISSNย 1873-9830

Biseksualitas

York: New York University Press, 1997. ISBN 0-8147-7468-7 J. Wright & Everett Rowson. Homoeroticism in Classical Arabic Literature. 1998. ISBN 0-231-10507-X

Pertempuran Jamal

Dalam Fleet, Kate; Krรคmer, Gudrun; Matringe, Denis; Nawas, John; Rowson, Everett (ed.). Encyclopaedia of Islam (Edisi Third). doi:10.1163/1573-3912_ei3_COM_26324

Al-Abbas bin al-Ma'mun

Matringe, Denis; Nawas, John; Rowson, Everett (ed.). Encyclopaedia of Islam, THREE. Brill Online. ISSNย 1873-9830. Zetterstรฉen, K. V. (1960). "al-สฟAbbฤs b.

Islam dan pemisahan gender

Kufa, Irak, pada abad ke-8. Lama-kelamaan, hal ini menjadi norma. Everett K. Rowson menemukan bahwa laki-laki yang tidak sesuai norma gender di Madinah