Huruf ya berharakat fathah.

Fathah (ููŽุชู’ุญูŽุฉูŒ) adalah harakat yang berbentuk layaknya garis horizontal kecil (ู€ู€ูŽู€) yang berada di atas suatu huruf Arab yang melambangkan fonem /a/. Secara harfiah, fathah itu sendiri berarti membuka, layaknya membuka mulut saat mengucapkan fonem /a/. Ketika suatu huruf diberi harakat fathah, maka huruf tersebut akan berbunyi /-a/, contonya huruf lam (ู„) diberi harakat fathah menjadi /la/ (ู„ูŽ).

Dalam bentuk Tanwin disebut Fathatain (ููŽุชู’ุญูŽุชูŽูŠู’ู†ู) .

Alif Khanjariah

sunting

Fathah juga ditulis layaknya garis vertikal seperti huruf alif kecil (ู€ู€ูฐู€) yang disebut dengan mad fathah atau alif khanjariah yang melambangkan fonem /a/ yang dibaca agak panjang. Sebuah huruf berharakat fathah jika diikuti oleh Alif (ุง) juga melambangkan fonem /-a/ yang dibaca panjang. Contohnya pada kata /laa/ (ู„ุงูŽ)

Fathah dalam Unicode

sunting
Unicode Codepoint U+064E
Unicode-Name ARABIC FATHA
HTML ูŽ
ISO 8859-6

Fathatain dalam Unicode

sunting
Unicode Codepoint U+064B
Unicode-Name ARABIC FATHATAN
HTML ู‹
ISO 8859-6

Lihat pula

sunting


๐Ÿ“š Artikel Terkait di Wikipedia

Abjad Arab

diikuti huruf mad. Huruf vokal panjang ฤ ditulis berupa huruf vokal pendek a (fatแธฅah) diletakkan di atas suatu konsonan ditambah sebuah alif setelah konsonan

Kitab kuning

Kitab ini dikenal juga sebagai kitab gundul karena tidak adanya harakat (fathah, kasrah, dhammah, sukun, dsb.). Oleh sebab itu, dikatakan bahwa kemahiran

Harakat

digunakan sebagai penjelas pengucapannya. Harakat yang digunakan adalah fathah (dalam bahasa Arab klasik melambangkan vokal -a yang mengikuti konsonan

Bahasa Arab

dengan abjad tetapi dengan harakat. ada 3 harokat dalam bahasa 'Arab: "Fathah" melambangkan bunyi "a" (dan pada beberapa abjad: bunyi "o"), "Kasrah" melambangkan

Abjad Pegon

menunjukkan aksara tersebut bukan huruf asli Arab. Dalam penulisan Pegon, harakat fatแธฅah digunakan untuk membedakan fonem i dan รฉ, serta u dan o penanda konsonan

Suku Lampung

merupakan huruf hidup seperti dalam Huruf Arab dengan menggunakan tanda tanda fathah di baris atas dan tanda tanda kasrah di baris bawah tetapi tidak menggunakan

Iqro

(baris di atas, atau fathah). Iqro 2 memperkenalkan bentuk huruf bersambung (di awal, di tengah, atau di akhir), tetapi masih dengan fathah. Iqro 3 memperkenalkan

I'lal

tersebut mendapat harkat sedangkan sebelumnya ada Huruf yang berharkat Fathah. Contoh lain seperti: ูŠูŽุตููˆู’ู†ู asal bentuknya adalah ูŠูŽุตู’ูˆูู†ู mengikuti