Fikologi (Yunani: ฯ†ฯฮบฮฟฯ‚, phykos, "ganggang"; dan -ฮปฮฟฮณฮฏฮฑ, -logia) atau algologi (Latin: alga, "ganggang"), adalah subdisiplin botani yang mempelajari alga atau ganggang. Fikologi juga mempelajari beberapa organisme prokariotik yang dikenal sebagai Cyanobacteria.

Status ilmu

sunting

Fikologi merupakan bagian dari ilmu mikrobiologi ditinjau dari pendekatan taksonomi.[1] Kajian utama dalam fikologi adalah alga[2] dan ganggang.[3]

Penemuan penting

sunting

Pupuk ganggang biru

sunting

Pupuk ganggang biru diciptakan sebagai pengganti pupuk kimia anorganik khususnya pupuk urea. Penciptaan pupuk ganggang biru dilakukan oleh para ahli fikologi di Tiongkok, India, Myanmar dan Vietnam. Tujuannya untuk mengurangi impor pupuk anorganik yang meningkat hingga 85 juta ton pada tahun 1985 di negara-negara berkembang. Pupuk ganggang biru memiliki kemampuan untuk menahan nitrogen. Para ahli fikologi dari India berhasil mengadakan proses pemilihan bibit unggul dari ganggang biru yang memiliki kemampuan menahan nitrogen dan zat hara yang mampu meningkatkan pertumbuhan tanaman. Zat hara yang mampu ditahan adalah molibdat, fosfor, kalium dan kalsium. Hasil penemuan ini mampu menciptakan galur yang tahan terhadap pestisida. Karenanya, kandungan nitrogen di areal persawahan dapat meningkat menjadi 60ย kg tiap hektar dalam sekali panen. Tanaman yang dipupuk menggunakan pupuk ganggang biru dapat dijadikan sebagai pakan ternak.[4]

Referensi

sunting
  1. ^ Padoli (Desember 2016). Mikrobiologi Parasitologi Keperawatan (PDF). Jakarta Selatan: Pusat Pendidikan Sumber Daya Manusia Kesehatan. hlm.ย 3. Diarsipkan (PDF) dari versi aslinya tanggal 2022-08-10. Diakses tanggal 2022-12-11.
  2. ^ Harahap, D. G. S., dkk. (2021). Masruroh, Aas (ed.). Dasar-Dasar Mikrobiologi dan Penerapannya. Bandung: Widina Bhakti Persada Bandung. hlm.ย 14. ISBNย 978-623-6457-29-0. Diarsipkan dari versi aslinya tanggal 2023-07-21. Diakses tanggal 2022-12-11. Pemeliharaan CS1: Banyak nama: authors list (link)
  3. ^ Waridah, Ernawati (2017). Kamus Bahasa Indonesia untuk Pelajar, Mahasiswa dan Umum. Jakarta Selatan: Penerbit Bmedia. hlm.ย 81. ISBNย 602-74700-4-6. Diarsipkan dari versi aslinya tanggal 2023-07-21. Diakses tanggal 2022-12-11.
  4. ^ Kabinawa, I Nyoman K. (2006). Spirulina: Ganggan Penggempur Aneka Penyakit. Jakarta: PT Agromedia Pustaka. hlm.ย 2โ€“3. ISBNย 979-006-025-4. Diarsipkan dari versi aslinya tanggal 2023-07-21. Diakses tanggal 2022-12-11.

Pranala luar

sunting


๐Ÿ“š Artikel Terkait di Wikipedia

Botani

mempelajari tentang tumbuh-tumbuhan, jamur, dan alga, dengan mikologi dan fikologi yang berada di dalam cabang ilmu botani. Dengan demikian, dalam botani

Antony van Leeuwenhoek

"Bapak Protozoologi". Ia juga dikenal sebagai "Bapak Protistologi", "Bapak Fikologi", "Bapak Bekteriologi", "Bapak Anatomi Mikroskopik Tanaman", dan "Bapak

Sains dan teknologi di Filipina

pediatri, Eduardo Quisumbing dalam taksonomi tanaman, Gavino Trono dalam fikologi laut tropis dan Maria Orosa di bidang teknologi pertanian. Bahkan sebelum

Kode Tata Nama Internasional untuk Alga, Fungi, dan Tumbuhan

dikenal dengan nama-nama ini dan secara tradisional dipelajari oleh ahli fikologi, ahli mikologi, dan ahli botani. Ini termasuk ganggang biru-hijau (Sianobakteri);

Sistem klasifikasi APG III

klasifikasi APG III. Pengajuan ini dianggap mendesak karena para ahli botani dan fikologi (ilmu tentang alga) masih berdebat tentang posisi taksonomi sejumlah klad

Ekosistem

Ornitologi Osteologi Paleontologi Parasitologi Patologi Farmakologi Fotobiologi Fikologi Filogenetika Fisiologi Pomologi Primatologi Proteomika Protistologi Biologi

Biologi

Ornitologi Osteologi Paleontologi Parasitologi Patologi Farmakologi Fotobiologi Fikologi Filogenetika Fisiologi Pomologi Primatologi Proteomika Protistologi Biologi

Mary Parke

Raya dan Fellow of the Royal Society (1972) yang mengkhususkan diri dalam fikologi, yaitu studi tentang alga. Mary Parke memberikan kontribusi besar dalam