Fonem (serapan dari bahasa Belanda: foneem) sebuah istilah linguistik dalam sebuah bahasa yang masih bisa menunjukkan perbedaan makna. Fonem berbentuk bunyi.

Misalkan dalam bahasa Indonesia bunyi [k] dan [g] merupakan dua fonem yang berbeda, misalkan dalam kata "cagar" dan "cakar". Namun, dalam bahasa Arab hal ini tidaklah begitu. Dalam bahasa Arab hanya ada fonem /k/.

Lihat pula

sunting



๐Ÿ“š Artikel Terkait di Wikipedia

C

melambang fonem /k/, konsonan letup langit-langit belakang tak bersuara, sedangkan dalam bahasa Indonesia dan Melayu huruf ini melambangkan fonem /tสƒ/, konsonan

Alfabet

Alfabet adalah sebuah sistem tulisan yang berdasarkan lambang fonem vokal dan konsonan. Kata alfabet diambil dari bahasa Yunani, dari dua huruf pertama

Bahasa Jawa

dua fonem tambahan, yaitu /ษ›/ dan /ษ”/ yang dianggap sebagai fonem mandiri, terpisah dari /e/ dan /o/. Mengikuti analisis enam vokal, fonem-fonem di atas

H

/ษ›ห/ (dalam bahasa Yunani modern, fonem ini bergabung dengan /i/.) Bahasa Etruska dan bahasa Latin pernah memiliki fonem /h/, namum hampir semua rumpun bahasa

B

Indonesia), huruf ini biasanya melambangkan konsonan dwibibir, khususnya fonem [b], konsonan letup konsonan letup dwibibir bersuara. "B" berasal dari sebuah

W

belakang terbibirkan bersuara (/w/) dalam fonologi bahasa Jermanik. Kemudian fonem /w/ dalam bahasa Jermanik ditulis โ€นvvโ€บ (v yang digandakan), atau, sama dengan

D

หˆdiห). Dalam bahasa Latin dan bahasa Indonesia, huruf ini melambangkan fonem /d/, yeowtr rongga-gigi bersuara. Huruf Semit Dรขlet kemungkinan besar berkembang

'Ain

u 'Ain (dalam abjad arab ๏ป‰ pada posisi lepas) adalah huruf kedelapan belas dalam abjad Arab. Huruf ini melambangkan fonem emfatis [ส•]. l b s