Format Masa Depan adalah album kedua karya grup band rock Indonesia, Dewa[1][2] yang dirilis pada tahun 1994. Album ini merupakan album pertama Dewa yang dirilis di bawah perusahaan rekaman HJ Productions dan di distribusikan oleh Aquarius Musikindo. Album ini melahirkan beberapa hits seperti "Aku Milikmu" dan "Tak 'Kan Ada Cinta Yang Lain".[3]
Ronald Fristianto - drum pada "Masihkah Ada", "Still I'm Sure We'll Love Again", "Format Masa Depan", "Imagi Cinta", "Selamat Ulang Tahun" dan "Tak 'Kan Ada Cinta Yang Lain"
Rere Reza - drum pada "Aku Milikmu", "Sembilan Hari & Liberty", "Mahameru" dan "Deasy"
Bintang Indrianto - 5 strings fretless bass pada "Mahameru"
"Tak Kan Ada Cinta Yang Lain" dirilis ulang oleh Titi DJ pada album Bahasa Kalbu (1999). Kemudian, Dewi Dewi pada album Recycle + (2007). Lalu dirilis ulang oleh Dewa 19 dengan vokalis Marcello Tahitoe pada tahun 2021.
“Aku Milikmu” dirilis ulang oleh Donnie Sibarani pada album Keajaiban Cinta pada tahun 2021
diperkenalkan pada tahun 1900-an selama masa kolonial Britania Raya. Plat nomor biasanya dikeluarkan dan diformat dengan cara yang sama untuk semua kendaraan
hengkang. Rere sendiri sebelumnya telah membantu 2 album Dewa 19 yaitu Format Masa Depan (1994) dan Terbaik Terbaik (1995) sebelum akhirnya posisi Rere digantikan
sebagai sutradara sekaligus penulis naskah. Ryan menyatakan bahwa ia memilih format live-action untuk menangkap nuansa nostalgia dan realisme Surabaya tahun
bola profesional tingkat teratas di Italia, musim ke-94 yang menggunakan format sistem kompetisi penuh, dan musim ke-16 yang berada di bawah naungan komite
dalam daftar "150 Album Indonesia Terbaik". 2 tahun usai album 19 dan Format Masa Depan sebagai debut album yang sukses, Dewa 19 merilis album ketiga bertajuk
Matahari Milikku Overture Dreamin' girls RUN RUN RUN Mirai no Kajitsu (Buah Masa Depan) Viva! Hurricane Unit 1: Idol Nante Yobanaide (Jangan Panggil Diriku Idol)
Dewa 19 merilis empat album studio bersama Ari, yaitu 19 (1992), Format Masa Depan (1994), Terbaik Terbaik (1995) dan Pandawa Lima (1997), dan melahirkan