Gatut Sunu Wibowo | |
|---|---|
| Bupati Tulungagung ke-32 | |
| Masa jabatan 20 Februari 2025ย โ 10 April 2026 | |
| Presiden | Prabowo Subianto |
| Gubernur | Khofifah Indar Parawansa |
| Wakil | Ahmad Baharudin |
| Wakil Bupati Tulungagung Ke-3 | |
| Masa jabatan 2 November 2021ย โ 24 September 2023 | |
| Presiden | Joko Widodo |
| Gubernur | Khofifah Indar Parawansa |
| Bupati | Maryoto Birowo |
| Informasi pribadi | |
| Lahir | 17 Desember 1967 Kabupaten Tulungagung, Indonesia |
| Partai politik | ย ย Gerindra (2024โ) |
| Afiliasi politik lainnya | ย ย PDI-P (2018โ2024) |
| Anak | 2 |
| Almamater | Universitas Merdeka Malang (S.E.) Universitas Islam Negeri Sayyid Ali Rahmatullah Tulungagung (M.E.) |
Gatut Sunu Wibowo (lahir 17 Desember 1967) adalah seorang politikus dan pengusaha yang sebelumnya menjabat sebagai Bupati Tulungagung masa jabatan 2025โ2030. Ia dilantik pada 20 Februari 2025 oleh Presiden RI Prabowo Subianto setelah memenangkan Pilkada Tulungagung 2024.[1]
Pada Pilbup Tulungagung 2024, Gatut kembali mencalonkan diri sebagai Bupati Tulungagung untuk masa jabatan 2025โ2030 dengan menggandeng politikus Partai Gerakan Indonesia Raya, Ahmad Baharudin. Pasangan calon ini berhasil unggul dengan meraih 297.882 suara atau 50,72% dari total suara sah.[2]
Kehidupan
suntingSebelum menjabat sebagai bupati, ia pernah menjabat sebagai Wakil Bupati Tulungagung dari 2 November 2021 hingga 24 September 2023, mendampingi Bupati Maryoto Birowo.
Di luar dunia politik, ia dikenal sebagai pengusaha toko bangunan dengan jaringan usaha yang tersebar di wilayah Trenggalek dan Tulungagung.[3]
Pendidikan
suntingGatut menempuh pendidikan dasar di SDN 1 Gandong, Bandung Tulungagung lulus pada tahun 1982. Ia kemudian melanjutkan ke SMP Negeri 1 Bandung, Tulungagung (1982โ1985), dan menyelesaikan pendidikan menengah atas di SMAK Santo Thomas Aquino, Kedungwaru, Tulungagung pada tahun 1988.[4]
Setelah menyelesaikan pendidikan menengah, Gatut melanjutkan studi ke jenjang pendidikan tinggi di Universitas Merdeka Malang, dan meraih gelar Sarjana Ekonomi (S.E.) pada tahun 1992. Pada tahun 2021, ia melanjutkan pendidikan pascasarjana di UIN Sayyid Ali Rahmatullah Tulungagung, dan meraih gelar Magister Ekonomi (M.E.) pada tahun 2023.[5]
Organisasi
suntingGatut aktif dalam berbagai organisasi sosial dan politik. Ia tercatat sebagai anggota GP Ansor Tulungagung sejak tahun 2004 hingga sekarang. Dalam kiprah politiknya, ia sempat bergabung dengan Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan, sebelum akhirnya beralih ke Partai Gerindra, yang menjadi kendaraan politiknya dalam Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) Tulungagung 2024. Ia bergabung sebagai kader PDI-P pada tahun 2018 dan aktif hingga tahun 2024.[6] Setelah itu, ia memutuskan untuk bergabung dengan Partai Gerindra dan maju sebagai calon Bupati bersama Ahmad Baharudin dalam Pilkada Tulungagung 2024.[7][8]
Kontroversi
suntingPada 10 April 2026, Gatut terjaring OTT yang dilancarkan oleh KPK. Ia diamankan bersama 13 orang lainnya untuk pemeriksaan lanjutan di Gedung Merah Putih di Jakarta. Barang bukti yang diamankan termasuk di antaranya dalam bentuk uang tunai.[9][10]
Pada 12 April 2026, Gatut resmi ditetapkan sebagai tersangka atas dugaan kasus pemerasan terhadap Organisasi Perangkat Daerah (OPD), yang meminta jatah hingga 50 persen dari anggaran yang diperoleh, termasuk menambah atau menggeser anggaran di sejumlah OPD.[11] Permintaan jatah tersebut dilakukan Gatut kepada setidaknya 16 OPD di lingkungan pemerintah Kabupaten Tulungagung dengan target permintaan hingga Rp5 miliar dengan besaran yang bervariasi dari masing-masing OPD, mulai Rp15 juta hingga Rp2,8 miliar. Adapun dugaan uang pemerasan yang telah diterima Gatut mencapai Rp2,7 miliar. Uang tersebut digunakan untuk keperluan pribadi dan pemberian tunjangan hari raya bagi sejumlah Forum Komunikasi Pimpinan Daerah (Forkopimda).[12]
Usai ditetapkan sebagai tersangka, barang bukti yang diamankan KPK berupa uang tunai senilai Rp335 juta yang merupakan bagian dari total dugaan penerimaan yang telah diperoleh Gatut sebesar Rp2,7 miliar. Barang bukti lain yang diamankan termasuk empat pasang sepatu dari merek mewah dengan total nilai Rp129 juta.[13] Gatut juga diduga telah melakukan pengaturan dalam proses pengadaan alat kesehatan di RSUD dengan menitipkan vendor agar dapat memenangkan proyek pengadaan. Selain itu, Gatut juga mengatur agar rekanannya dapat memenangkan proses pengadaan jasa kebersihan dan keamanan.[14]
Referensi
sunting- ^ humasta (2025-02-20). "Presiden Prabowo Subianto Melantik Bupati dan Wakil Bupati Tulungagung Terpilih". Portal Resmi Protokol dan Komunikasi Pimpinan Setda Kabupaten Tulungagung. Diakses tanggal 2025-05-06.
- ^ Sujarwoko, Destyan H. (7 Februari 2025). Abdullah Rifai (ed.). "KPU Tulungagung tetapkan pasangan bupati-wakil bupati terpilih". antaranews.com. Diakses tanggal 8 Maret 2026.
- ^ "Profil Lengkap Bupati Tulungagung 2024-2029 Gatut Sunu Wibowo - SKM OPTIMIS |". 2024-12-26. Diakses tanggal 2025-05-06.
- ^ Times, I. D. N.; Putra, Bramanta. "Gatut Sunu Wibowo, Pengusaha Toko Bangunan yang Menjabat Wakil Bupati". IDN Times Jatim (dalam bahasa In-Id). Diakses tanggal 2025-05-06. Pemeliharaan CS1: Bahasa yang tidak diketahui (link)
- ^ "Profil Gatut Sunu Wibowo, S.E., M.E. Calon BUPATI KABUPATEN TULUNGAGUNG - Info Pilkada". Info Pemilu. Diakses tanggal 2025-05-06.
- ^ VIVA, PT VIVA MEDIA BARU- (2025-04-25). "Bupati Tulungagung Eks PDIP Miliki KTA Gerindra: Saya Prajurit Apapun Tugasnya Siap". jatim.viva.co.id. Diakses tanggal 2025-05-06.
- ^ Muttaqin, Adhar. "Cabup PDIP Tulungagung Ditumbangkan Mantan Kader". detikjatim. Diakses tanggal 2025-05-06.
- ^ "Gatut Sunu Wibowo, Pengusaha Toko Bangunan yang Menjabat Wakil Bupati". Idntimes.com.
- ^ "KPK Amankan Uang Tunai dalam OTT Bupati Tulungagung". CNN Indonesia. 11 April 2026. Diakses tanggal 11 April 2026.
- ^ Shela Octavia (11 April 2026). Dita Angga Rusiana (ed.). "KPK Sita Uang Tunai Saat OTT Bupati Tulungagung". Kompas.com. Diakses tanggal 12 April 2026.
- ^ "Setelah Pakai Rompi Tahanan KPK karena Kasus Pemerasan, Bupati Tulungagung Gatut Sunu Minta Maaf". Kompas.tv. Diakses tanggal 2026-04-12.
- ^ Kurniawan Fadilah (12 April 2026). "Kata Maaf dari Bupati Tulungagung Usai Jadi Tersangka Pemerasan 16 Pejabat". Detik.com. Diakses tanggal 12 April 2026.
- ^ Kurniawan Fadilah (12 April 2026). "KPK OTT Bupati Tulungagung di Pendopo Usai Serah Terima Uang Hasil Pemerasan". Detik.com. Diakses tanggal 12 April 2026.
- ^ Kurniawan Fadilah (12 April 2026). "Kepala OPD Pinjam Uang-Pakai Dana Pribadi untuk Penuhi 'Jatah' Bupati Gatut". Detik.com. Diakses tanggal 12 April 2026.












