Artikel ini memberikan informasi dasar tentang topik kesehatan. |
Artikel ini tidak memiliki referensi atau sumber tepercaya sehingga isinya tidak bisa dipastikan.· surat kabar · buku · cendekiawan · JSTOR |
| Gondongan | |
|---|---|
| Nama lain | Parotitis epidemik |
| Anak penderita gondongan yang menunjukkan pembengkakan wajah yang khas | |
| Spesialisasi | Penyakit menular |
| Gejala | Parotitis dan gejala nonspesifik seperti demam, sakit kepala, malaise, nyeri otot, dan hilang nafsu makan |
| Komplikasi | Ketulian, kondisi peradangan seperti orkitis, ooforitis, dan pankreatitis, serta jarang menyebabkan kemandulan |
| Awitan umum | 7–25 hari setelah paparan |
| Durasi | Biasanya kurang dari dua minggu |
| Penyebab | Virus gondongan |
| Faktor risiko | Terpapar penderita gondongan |
| Metode diagnostik | Tes antibodi, kultur virus, dan reaksi berantai polimerase transkripsi balik |
| Pencegahan | Vaksin gondongan |
| Pengobatan | Suportif |
| Obat | Obat pereda nyeri, imunoglobulin intravena |
| Prognosis | Umumnya sangat baik; tingkat fatalitas kasus sebesar 1,6–3,8 orang per 10.000 sebelum adanya vaksinasi (AS, 1966–1975)[1][2] |
| Frekuensi | 385.000+ (387.529 dilaporkan) (2023)[3] |
Gondongan, beguk, atau parotitis epidemika adalah suatu jenis penyakit menular yang disebabkan oleh virus. Penyakit ini menyebabkan bengkak dan rasa sakit pada kelenjar parotis di antara telinga dan rahang sehingga menyebabkan pembengkakan pada leher bagian atas atau pipi bagian bawah. Beguk mudah menular melalui cairan dari mulut, hidung, dan tenggorokan penderita beguk. Beguk dapat menular 3 atau 4 hari setelah pembengkakan dimulai. Masa inkubasi beguk sekitar 14-24 hari dengan rata-rata 17-18 hari.
Pencegahan penyakit ini dapat dilakukan melalui imunisasi (MMR) pada usia 12 bulan dan 4 tahun.
Gejala
suntingBeberapa orang yang terjangkiti beguk tidak memiliki gejala awal, tetapi biasanya mengalami:[4]
- Demam
- Sakit kepala
- Mulut kering dan hilang selera
- Keletihan
- Pembengkakan pada satu atau kedua-dua kelenjar parotis
Gejala-gejala ini biasanya muncul 16-18 hari setelah infeksi, tetapi periode ini dapat berkisar antara 12-25 hari setelah infeksi.
Kebanyakan orang dengan gondong sembuh total dalam waktu dua minggu atau 10-12 hari.
Komplikasi
suntingKomplikasi gondongan jarang terjadi, tetapi beberapa berpotensi mengalami komplikasi serius.
Sebagian besar komplikasi gondongan melibatkan peradangan dan pembengkakan di beberapa bagian tubuh, seperti:[5][6][7]
- Testis. Dikenal sebagai orkitis, terjadi pada 1 dari 3 pria yang terkena gondong setelah pubertas. Pembengkakan biasanya tiba-tiba dan hanya memengaruhi satu testis. Testis juga mungkin terasa sakit.[8]
- Otak. Infeksi virus seperti gondongan dapat menyebabkan radang otak (ensefalitis). Ensefalitis dapat menyebabkan masalah neurologis dan mengancam jiwa.
- Pankreas. Gondongan juga dapat menyabkan komplikasi pankreatitis, termasuk nyeri di perut bagian atas, mual dan muntah.
- Ovarium. Sekitar 1 dari 15 wanita yang terkena gondongan setelah pubertas mengalami pembengkakan ovarium (ooforitis).
Referensi
sunting- ^ Galazka, A. M.; Robertson, S. E.; Kraigher, A. (January 1999). "Mumps and mumps vaccine: a global review". Bulletin of the World Health Organization. 77 (1): 3–14. PMC 2557572. PMID 10063655.
- ^ Kesalahan pengutipan: Tanda
<ref>tidak sah; tidak ditemukan teks untuk ref bernamarubin - ^ "Detail Page". Immunization Data. Diakses tanggal 2025-01-26.
- ^ CDC (2021-03-08). "Mumps | Signs and Symptoms | CDC". Centers for Disease Control and Prevention (dalam bahasa American English). Diarsipkan dari asli tanggal 2023-07-08. Diakses tanggal 2022-08-29.
- ^ "Mumps - Complications". nhs.uk (dalam bahasa Inggris). 2018-03-06. Diarsipkan dari asli tanggal 2023-05-30. Diakses tanggal 2022-08-29.
- ^ "Mumps - Symptoms and causes". Mayo Clinic (dalam bahasa Inggris). Diarsipkan dari asli tanggal 2023-08-03. Diakses tanggal 2022-08-29.
- ^ CDC (2021-03-08). "Mumps Complications | CDC". Centers for Disease Control and Prevention (dalam bahasa American English). Diarsipkan dari asli tanggal 2023-05-29. Diakses tanggal 2022-08-29.
- ^ "Penyakit Orchitis: Penyebab, Gejala, hingga Pengobatan • Hello Sehat". Hello Sehat. 2021-04-22. Diarsipkan dari asli tanggal 2023-02-06. Diakses tanggal 2022-08-29.








