Han sederhana
Jenis aksara
BahasaTionghoa
Disiarkan
Periode
1956โ€“sekarang
Aksara resmi
Arah penulisanVaries (modern: kiri ke kanan, tradisional: atas ke bawah, dari kolom sebelah kanan)
Aksara terkait
Silsilah
Aksara kerabat
ISO 15924
ISO 15924Hans, 501ย Sunting ini di Wikidata, โ€‹Han (Simplified variant)
ย Artikel ini mengandung transkripsi fonetik dalam Alfabet Fonetik Internasional (AFI). Untuk bantuan dalam membaca simbol AFI, lihat Bantuan:Pengucapan. Untuk penjelasan perbedaan [ย ], /ย / dan โŸจย โŸฉ, Lihat IPA ยงย Tanda kurung dan delimitasi transkripsi.
Aksara Han sederhana
Hanzi sederhana: ็ฎ€ๅŒ–ๅญ—
Hanzi tradisional: ็ฐกๅŒ–ๅญ—
Bentuk alternatif
Hanzi sederhana: ็ฎ€ไฝ“ๅญ—
Hanzi tradisional: ็ฐก้ซ”ๅญ—
Kutipan penyederhanaan awal tahun 1935 oleh Kementerian Pendidikan Republik Tiongkok pada tahun 1935, kemudian ditarik kembali pada tahun 1936
Perubahan Aksara Tiongkok dari Tradisional ke Sederhana

Aksara Han sederhana (Hanzi sederhana: ็ฎ€ไฝ“ๅญ—; Hanzi tradisional: ็ฐก้ซ”ๅญ—; Pinyin: JiวŽntวzรฌ), atau Hanzi sederhana (Hanzi sederhana: ็ฎ€ๅŒ–ๅญ—; Hanzi tradisional: ็ฐกๅŒ–ๅญ—; Pinyin: JiวŽnhuร zรฌ) adalah salah satu dari dua jenis aksara standar bahasa Tionghoa tertulis kontemporer. Jenis lainnya adalah Hanzi tradisional atau aksara Han tradisional. Hanzi sederhana adalah aksara Tionghoa yang disederhanakan secara resmi oleh pemerintah Republik Rakyat Tiongkok dalam usaha meningkatkan kemampuan baca-tulis. Namun dalam perkembangannya penyederhanaan ini justru banyak menimbulkan kerancuan dengan pembaca tradisional dan menghilangkan keindahan artistik hurufnya.

Meski ia tidak secara eksplisit merujuk kepada aksara-aksara yang telah disederhanakan, kata-kata Tionghoa guifan hanzi (่ง„่Œƒๆฑ‰ๅญ—), yang berarti "aksara Tionghoa yang telah distandarkan", biasanya merujuk kepadanya.

Aksara Tionghoa yang digunakan sebelum penyederhanaan ini umumnya dipanggil aksara Tionghoa tradisional dan masih digunakan secara luas.

Sejarah

sunting
  • Pada tanggal 1 Februari 1920, Qian Xuantong menerbitkan artikel "Proposal untuk mengurangi Goresan Karakter Tiongkok" (ๆธ›็œๆผขๅญ—็ญ†็•ซ็š„ๆ่ญฐ) dalam "Pemuda Baru" (ๆ–ฐ้’ๅนด).
  • Pada tanggal 21 Agustus 1935, Kementerian Pendidikan Republik Tiongkok mengeluarkan undang-undang no. 11400 yang menyatakan "Kelompok Pertama Daftar Karakter Tionghoa Sederhana".
  • Pada 5 Februari 1936, Kementerian Pendidikan Republik Tiongkok menangguhkan sementara undang-undang tersebut karena tentangan kuat oleh Veteran Kuomintang Dai Jitao.
  • Pada 25 Maret 1952, Kelompok Penyortiran Karakter Tionghoa dari Komite Penelitian Reformasi Karakter (ๆ–‡ๅญ—ๆ”น้ฉ็ ”็ฉถๅง”ๅ‘˜ไผšๆฑ‰ๅญ—ๆ•ด็†็ป„), dan menyusun "Konsep Tabel Penyederhanaan Karakter Tionghoa yang umum digunakan" (ๅธธ็”จๆฑ‰ๅญ—็ฎ€ๅŒ–่กจ่‰ๆกˆ).
  • Pada 7 Januari 1955, Komite Penelitian Reformasi Karakter mengumumkan "Draf Rencana Penyederhanaan Karakter Tionghoa" (ๆผขๅญ—็ฐกๅŒ–ๆ–นๆกˆ่‰ๆกˆ) dengan tiga tabel: "Tebel Penyederhanaan Karakter Tionghoa 798", "Tabel 400 Karakter Varian yang Akan Dihapus", dan "Tabel Sederhana Tulisan Tanggan Radikal Karakter Tionghoa".
  • Pada bulan Januari 1955, Panitia Reformasi Aksara Tionghoa mengusulkan dalam "Penjelasan Rancangan Penyederhanaan Aksara Tionghoa" bahwa pengubahan aksara Tionghoa menjadi aksara Pinyin dalam waktu singkat sangat sulit dilakukan. Setelah penerapan aksara Pinyin, masih akan ada masa transisi di mana aksara baru dan aksara lama digunakan secara bersamaan. Alat penting yang harus digunakan dalam waktu tertentu, dan tiga metode untuk menyederhanakan karakter Tionghoa telah diusulkan: Guratan (็ฌ”็”ป), jumlah karakter (ๅญ—ๆ•ฐ), dan tulisan (ๅ†™ๆณ•).
  • Pada 28 Januari 1956, rapat ke-23 Dewan Negara Republik Rakyat Tiongkok mengesahkan "Resolusi tentang Penyebaran Rencara Penyederhanaan Karakter Tionghoa".
  • Pada 31 Januari 1956, "People's Daily" menerbitkan teks lengkap dari "Resolusi untuk Mengumumkan "Rencana Penyederhanaan Karakter Tionghoa"" dan "Skema Penyederhanaan Karakter Tionghoa".
  • Pada 10 Januari 1958, Zhou Enlai menerbitkan sebuat laporan "Tugas dari Reformasi Karakter Saat Ini", menuduh "beberapa kaum telah melakukan serangan ganas terhadap reformasi karakter, dengan mengatakan bahwa penyederhanaan karakter Tionghoa telah kacau, dan mereka ingin Dewan Negara menariknya kembali dan menarik "Rencana Penyederhanaan Karakter Tionghoa"".
  • Pada Mei 1964, Komisi Reformasi Karakter Tionghoa menerbitkan "Daftar Karakter yang Disederhanakan". Tabel pertama berisi 132 karakter yang disederhanakan yang tidak digunakan sebagai radikal. Tabel kedua berisi 132 karakter yang disederhanakan yang dapat digunakan sebagai radikal yang disederhanakan. Tabel kedua menganalogikan 1754 kata, total 2236 kata.
  • Pada 20 Desember 1977, Rencana Penyederhanaan Karakter Tionghoa Kedua (draf)" diumumkan. Karakter Tionghoa baru yang disederhanakan dalam rencara tersebut disebut "Dua Karakter China Sederhana)" (ไบŒ็ฎ€ๅญ—).
  • Pada 24 Juni 1986, Dewan Negara mengeluarkan "Pemberitahuan Persetujuan Dewan Negara dan Transfer Bahasa Nasional dan Komite Penulisan tentang Penghapusan "Rencana Penyederhanaan Karakter Cina Kedua (Draf)" dan Permintaan untuk Mengoreksi Kebingungan Karakter Sosial", mengumumkan penghapusan Rencana Penyederhanaan Karakter Cina Kedua (Draf).
  • Pada 10 Oktober 1986, "Daftar Karakter yang Disederhanakan" diterbitkan ulang dan diterbitkan di People's Daily pada 15 Oktober. Sebanyak 2274 karakter Tionghoa yang disederhanakan dan 14 radikal yang disederhanakan dikumpulkan. Kata-kata tidak umum yang disederhanakan dengan analogi seperti Yลซn ่ตŸ๏ผˆ่ด‡) tidak disertakan, dan diรฉ

ๅ ๏ผˆ็–Š๏ผ‰, fรน ่ฆ†, xiร ng ๅƒ, luล ๅ›‰ (Analogi disederhanakan menjadi ๅ•ฐ) tidak lagi disederhanakan menjadi diรฉ ่ฟญ, fรน ๅค, xiร ng ่ฑก dan luล ็ฝ—.

  • Pada tahun 1993, Komite Daftar Karakter Tionghoa untuk Sekolah Dasar dan Menengah Kementerian Pendidikan Singapura membuat amendemen terkait karakter individu yang disederhanakan dari "Daftar Umum Karakter yang Disederhanakan" yang dikeluarkan oleh Kementerian pada tahun 1976, sehingga seluruh tabel telah direkonsiliasi dengan Rakyat Tionghoa. "Daftar Karakter yang Disederhanakan" yang diterbitkan ulang pada tahun 1986 adalah sama.
  • Pada 5 Juni 2013, Dewan Negara Republik Rakyat Tiongkok mengumumkan "Tabel Karakter Tionghoa Standar Umum" (้€š็”จ่ฆ็ฏ„ๆผขๅญ—่กจ) termasuk tabel terlampir "Perbandingan Karakter Standar dan Karakter China Tradisional, Karakter Varian".

Metode penyederhanaan

sunting

Aksara Tionghoa yang Disederhanakan dikembangkan melalui satu daripada ketiga cara berikut ini:

  1. Dengan mengurangi jumlah guratan (garisan dalam suatu aksara), baik dengan perubahan yang logis maupun dengan mengambil bentuk Kuno, varian yang lebih sederhana atau yang telah jarang digunakan. (contohnya ่‘‰ menjadi ๅถ; ่ฌ menjadi ไธ‡)[1]
  2. Menggabungkan beberapa karakter yang sulit menjadi satu karakter yang lebih sederhana. (contohnya ้šป, sebuah kata hitung untuk beberapa jenis hewan) dan ่กน (bentuk varian untuk kata "hanya") berubah menjadi ๅช, sebuah karakter yang sebelumnya telah ada. Perhatikan bahwa karakter tradisional ๅช hanya menggantikan kedua karakter yang jarang digunakan ini dalam bentuk yang Disederhanakan saja.
  3. Memberi arti baru kepada karakter tradisional yang mempunyai guratan yang sedikit. [Contohnya ไธฐ (kecantikan) digunakan menjadi ่ฑ (makmur) dan ไฝ™ (Saya) digunakan menjadi ้ค˜ (sisa)]. Ini sering terjadi khusunya apabila karakter dengan guratan yang lebih sedikit tersebut sudah jarang atau tidak digunakan lagi.
Daftar Karakter Yang Disederhanakan (132 huruf)
A ้ฃŽใ€”้ขจใ€• ๅขใ€”็›งใ€• ๅฑžใ€”ๅฑฌใ€•
็ˆฑใ€”ๆ„›ใ€• G ่™ใ€”่™œใ€• ๅŒใ€”้›™ใ€•
B ๅ†ˆใ€”ๅฒกใ€• ๅคใ€”้นตใ€ๆปทใ€• ่‚ƒใ€”่‚…ใ€•
็ฝขใ€”็ฝทใ€• ๅนฟใ€”ๅปฃใ€• ๅฝ•ใ€”้Œฒใ€• ๅฒใ€”ๆญฒใ€•
ๅค‡ใ€”ๅ‚™ใ€• ๅฝ’ใ€”ๆญธใ€• ่™‘ใ€”ๆ…ฎใ€• ๅญ™ใ€”ๅญซใ€•
่ดใ€”่ฒใ€• ้พŸใ€”้พœใ€• ไป‘ใ€”ไพ–ใ€• T
็ฌ”ใ€”็ญ†ใ€• ๅ›ฝใ€”ๅœ‹ใ€• ็ฝ—ใ€”็พ…ใ€• ๆกใ€”ๆขใ€•
ๆฏ•ใ€”็•ขใ€• ่ฟ‡ใ€”้Žใ€• M W
่พนใ€”้‚Šใ€• H ้ฉฌใ€”้ฆฌใ€• ไธ‡ใ€”่ฌใ€•
ๅฎพใ€”่ณ“ใ€• ๅŽใ€”่ฏใ€• ไนฐใ€”่ฒทใ€• ไธบใ€”็‚บใ€•
C ็”ปใ€”็•ซใ€• ๅ–ใ€”่ณฃใ€• ้Ÿฆใ€”้Ÿ‹ใ€•
ๅ‚ใ€”ๅƒใ€• ๆฑ‡ใ€”ๅŒฏใ€ๅฝ™ใ€• ้บฆใ€”้บฅใ€• ไนŒใ€”็ƒใ€•
ไป“ใ€”ๅ€‰ใ€• ไผšใ€”ๆœƒใ€• ้—จใ€”้–€ใ€• ๆ— ใ€”็„กใ€•
ไบงใ€”็”ขใ€• J ้ปพใ€”้ปฝใ€• X
้•ฟใ€”้•ทใ€• ๅ‡ ใ€”ๅนพใ€• N ็Œฎใ€”็ปใ€•
ๅฐใ€”ๅ˜—ใ€• ๅคนใ€”ๅคพใ€• ้šพใ€”้›ฃใ€• ไนกใ€”้„‰ใ€•
่ฝฆใ€”่ปŠใ€• ๆˆ‹ใ€”ๆˆ”ใ€• ้ธŸใ€”้ณฅใ€• ๅ†™ใ€”ๅฏซใ€•
้ฝฟใ€”้ฝ’ใ€• ็›‘ใ€”็›ฃใ€• ่‚ใ€”่ถใ€• ๅฏปใ€”ๅฐ‹ใ€•
่™ซใ€”่Ÿฒใ€• ่งใ€”่ฆ‹ใ€• ๅฎใ€”ๅฏงใ€• Y
ๅˆใ€”่Šปใ€• ่ใ€”่–ฆใ€• ๅ†œใ€”่พฒใ€• ไบšใ€”ไบžใ€•
ไปŽใ€”ๅพžใ€• ๅฐ†ใ€”ๅฐ‡ใ€• Q ไธฅใ€”ๅšดใ€•
็ชœใ€”็ซ„ใ€• ่Š‚ใ€”็ฏ€ใ€• ้ฝใ€”้ฝŠใ€• ๅŽŒใ€”ๅŽญใ€•
D ๅฐฝใ€”็›กใ€ๅ„˜ใ€• ๅฒ‚ใ€”่ฑˆใ€• ๅฐงใ€”ๅ ฏใ€•
่พพใ€”้”ใ€• ่ฟ›ใ€”้€ฒใ€• ๆฐ”ใ€”ๆฐฃใ€• ไธšใ€”ๆฅญใ€•
ๅธฆใ€”ๅธถใ€• ไธพใ€”ๆ“งใ€• ่ฟใ€”้ทใ€• ้กตใ€”้ ใ€•
ๅ•ใ€”ๅ–ฎใ€• K ไฝฅใ€”ๅƒ‰ใ€• ไน‰ใ€”็พฉใ€•
ๅฝ“ใ€”็•ถใ€ๅ™นใ€• ๅฃณใ€”ๆฎปใ€• ไน”ใ€”ๅ–ฌใ€• ่‰บใ€”่—ใ€•
ๅ…šใ€”้ปจใ€• L ไบฒใ€”่ฆชใ€• ้˜ดใ€”้™ฐใ€•
ไธœใ€”ๆฑใ€• ๆฅใ€”ไพ†ใ€• ็ฉทใ€”็ชฎใ€• ้šใ€”้šฑใ€•
ๅŠจใ€”ๅ‹•ใ€• ไนใ€”ๆจ‚ใ€• ๅŒบใ€”ๅ€ใ€• ็Šนใ€”็Œถใ€•
ๆ–ญใ€”ๆ–ทใ€• ็ฆปใ€”้›ขใ€• S ้ฑผใ€”้ญšใ€•
ๅฏนใ€”ๅฐใ€• ๅކใ€”ๆญทใ€ๆ›†ใ€• ๅ•ฌใ€”ๅ—‡ใ€• ไธŽใ€”่ˆ‡ใ€•
้˜Ÿใ€”้šŠใ€• ไธฝใ€”้บ—ใ€• ๆ€ใ€”ๆฎบใ€• ไบ‘ใ€”้›ฒใ€•
E ไธคใ€”ๅ…ฉใ€• ๅฎกใ€”ๅฏฉใ€• Z
ๅฐ”ใ€”็ˆพใ€• ็ตใ€”้ˆใ€• ๅœฃใ€”่–ใ€• ้ƒ‘ใ€”้„ญใ€•
F ๅˆ˜ใ€”ๅЉใ€• ๅธˆใ€”ๅธซใ€• ๆ‰งใ€”ๅŸทใ€•
ๅ‘ใ€”็™ผใ€้ซฎใ€• ้พ™ใ€”้พใ€• ๆ—ถใ€”ๆ™‚ใ€• ่ดจใ€”่ณชใ€•
ไธฐใ€”่ฑใ€• ๅจ„ใ€”ๅฉใ€• ๅฏฟใ€”ๅฃฝใ€• ไธ“ใ€”ๅฐˆใ€•

Distribusi dan penggunaan

sunting

Tiongkok daratan

sunting
Slogan ๆˆ˜ๆ— ไธ่ƒœ็š„ๆฏ›ๆณฝไธœๆ€ๆƒณไธ‡ๅฒ! ("Hidup Pemikiran Mao Zedong yang tak terkalahkan!") ditulis dengan aksara sederhana di Gerbang Xinhua, Beijing

Undang-Undang Republik Rakyat Tiongkok tentang Bahasa dan Aksara Nasional menyatakan bahwa aksara sederhana adalah huruf standar di Tiongkok Daratan. Namun, aksara tradisional tetap digunakan untuk keperluan tertentu seperti upacara, kegiatan budaya seperti kaligrafi, dekorasi, publikasi dan buku sastra klasik atau puisi, serta untuk kepentingan penelitian. Aksara tradisional juga masih banyak terlihat pada bangunan yang berdiri sebelum penyebaran aksara sederhana, misalnya gedung pemerintahan lama, tempat ibadah, institusi pendidikan, dan monumen bersejarah. Selain itu, aksara tradisional sering dimanfaatkan untuk tujuan komersial, seperti papan nama toko dan iklan.

Dalam kerangka satu negara dua sistem, pemerintah RRT tidak memaksakan penggunaan aksara sederhana di Hong Kong dan Makau. Sebaliknya, untuk publikasi yang ditujukan kepada masyarakat Hong Kong, Makau, Taiwan, maupun komunitas Tionghoa perantauan, RRT cenderung menggunakan aksara tradisional. Contohnya, Harian Rakyat memiliki edisi cetak dalam aksara tradisional, dan baik Harian Rakyat maupun Xinhua menyediakan versi situs web beraksara tradisional dengan pengkodean Big5. Perusahaan Tiongkok daratan yang menjual produk ke Hong Kong, Makau, dan Taiwan juga menggunakan aksara tradisional agar sesuai dengan konsumennya, dan hal yang sama berlaku sebaliknya.

Kamus yang diterbitkan di Tiongkok Daratan umumnya memuat aksara sederhana beserta pasangan tradisionalnya. Sementara itu, di media digital, banyak fenomena budaya yang diimpor dari Hong Kong dan Taiwan ke Tiongkok Daratanโ€”seperti video musik, karaoke, film dengan teks terjemahan, dan drama bersubtitelโ€”masih menggunakan aksara tradisional.

Hong Kong

sunting

Buku pelajaran, pernyataan resmi, dan surat kabar di Hong Kong tidak menunjukkan tanda-tanda beralih ke aksara sederhana, termasuk media yang dibiayai negara. Meski begitu, terdapat kondisi di mana siswa di Hong Kong terkadang memilih menulis dengan aksara sederhana, misalnya ketika mencatat atau mengerjakan ujian, karena lebih cepat ditulis.

Dalam pendidikan formal, masyarakat Hong Kong umumnya mempelajari aksara tradisional, sementara pemahaman terhadap aksara sederhana biasanya diperoleh secara tidak langsung, terutama melalui konsumsi media dari Tiongkok Daratan. Untuk penggunaan komputer, mereka cenderung mengetik dengan IME (Input Method Editor) yang berbasis aksara tradisional, seperti Big5. Meski demikian, di Hong Kong maupun di tempat lain, cukup umum untuk menggunakan kedua sistem aksara, sebab konversi antara aksara tradisional dan sederhana relatif mudah dilakukan.

Taiwan

sunting

Aksara sederhana tidak digunakan dalam kapasitas resmi apa pun di Taiwan, termasuk pada publikasi pemerintah maupun dokumen sipil. Meski demikian, aksara sederhana kadang muncul dalam konteks tertentu seperti kaligrafi atau tulisan tangan informal.[2] Secara hukum, impor dan distribusi publikasi yang dicetak dengan aksara sederhana juga diperbolehkan di Taiwan.

Menariknya, ada pula bentuk-bentuk sederhana tertentu yang sudah digunakan sejak sebelum abad ke-20 dan kini tetap umum dipakai. Contohnya adalah karakter ๅฐ pada nama "Taiwan", yang sering digunakan berdampingan bahkan menyaingi bentuk ortodoksnya, ่‡บ, baik dalam publikasi maupun konteks akademis.

Asia Tenggara

sunting

Di Singapura, di mana Mandarin merupakan salah satu bahasa resmi, aksara sederhana ditetapkan sebagai standar resmi dan digunakan luas dalam publikasi pemerintah maupun pers yang dikendalikan negara. Aksara sederhana juga diajarkan secara eksklusif di sekolah-sekolah. Meski begitu, pemerintah tidak melarang penggunaan aksara tradisional, bahkan orang tua masih diberi pilihan apakah nama anak mereka akan didaftarkan dengan aksara sederhana atau tradisional. Aksara tradisional tetap banyak digunakan, terutama oleh generasi yang lebih tua, serta umum dijumpai pada papan iklan, menu warung, dekorasi, hingga media massa. Program televisi, buku, majalah, dan musik impor dari Hong Kong dan Taiwan yang menggunakan aksara tradisional juga beredar luas. Di hawker centre dan kedai kopi, papan nama maupun menu masih kerap ditulis dengan aksara tradisional.[3]

Di Malaysia, Mandarin bukan bahasa resmi, tetapi lebih dari 90% siswa etnis Tionghoa bersekolah di sekolah berbahasa Mandarin yang sejak 1981 mengajarkan aksara sederhana. Walau demikian, aksara tradisional masih banyak dipakai, terutama oleh kalangan yang lebih tua, dan terlihat cukup luas pada papan iklanโ€”bahkan lebih menonjol dibanding di Singapura. Surat kabar berbahasa Mandarin di Malaysia biasanya mengambil jalan tengah: menggunakan aksara tradisional pada judul artikel, sementara isi berita ditulis dengan aksara sederhana.

Di Indonesia, Mandarin juga bukan bahasa resmi, tetapi terdapat komunitas Tionghoa yang cukup besar. Sama seperti di Malaysia, pendidikan Mandarin umumnya diberikan di sekolah-sekolah khusus yang hampir seluruhnya menggunakan aksara sederhana. Aksara tradisional jarang dipakai dan biasanya hanya muncul untuk tujuan estetika atau gaya, misalnya pada papan nama toko atau dekorasi tertentu.

Pengkodean komputer

sunting

Dalam aplikasi teks komputer, skema pengarsiran GB adalah yang paling sering digunakan untuk mengarsir aksara Tionghoa sederhana.

Kritik

sunting

Terdapat perselisihan yang terjadi antara pengguna Aksara Han terkait dengan pengenalan Aksara Han yang disederhanakan. Penulis Liu Shahe yang merupakan seorang kritikus vokal penyederhanaan Aksara Han, menulis kolom khusus berjudul "Karakter yang Disederhanakan Tidak Masuk Akal" (็ฎ€ๅŒ–ๅญ—ไธ่ฎฒ็†) dalam Financial Times edisi bahasa Mandarin.

Lihat pula

sunting

Pranala luar

sunting

Catatan kaki

sunting
  1. ^ Dalam kasus-kasus yang jarang terjadi, aksara yang disederhanakan malah menjadi satu atau dua guratan lebih kompleks daripada bentuk tradisionalnya karena perubahan logis. Contohnya adalah ๆพ berubah kepada betuk yang sebelumnya sudah ada: ๆฆจ. Perhatikan bahwa radikal "tangan" di kiri (ๆ‰Œ), dengan tiga guratan, digantikan dengan radikal "pohon" (ๆœจ), yang mempunyai empat guratan. Meskipun begitu, salah satu tujuan utama penyederhanaan aksara adalah untuk menurangi jumlah guratan jika memungkinkan.

    Menurut sejarah, aksara/karakter yang melambangkan sebuah objek sering muncul sebaliknya sebagai sebuah karakter untuk sebuah ide yang abstrak, sementara arti sebenarnya dibentuk ulang dengan membuat ide tersebut menjadi lebih kongkrit/mantap. Contoh dari ini adalah ็„ถ yang aslinya berarti "membakar", tetapi artinya diubah menjadi "maka" sementara "membakar" mendapatkan unit semantik ็ซโ€”็‡ƒ.
  2. ^ Taylor & Taylor 2014, hlm.ย 118.
  3. ^ Chia Shih Yar (่ฐขไธ–ๆถฏ). ๆ–ฐๅŠ ๅกๆฑ‰ๅญ—่ง„่Œƒ็š„ๅ›ž้กพไธŽๅ‰็žป [Review and Prospect of Standardization of Chinese Characters in Singapore]. Paper presented at The Fourth International Conference on Chinese Characters. Convened by The Society of Chinese Philology, Jiangsu Educational Publishing House and State Language Commission of PRC. Suzhou, China. 26โ€“27 Nov 1997 (dalam bahasa Tionghoa) โ€“ via huayuqiao.org.

๐Ÿ“š Artikel Terkait di Wikipedia

Perdebatan mengenai Hanzi tradisional dan sederhana

tentang Hanzi tradisional dan Hanzi Sederhana merupakan perselisihan berkelanjutan mengenai ortografi bahasa Tionghoa di kalangan para pengguna Hanzi. Hal

Perbedaan Shinjitai dengan Hanzi Sederhana

Shinjitai dan Hanzi Sederhana yang terdapat pada bahasa Jepang dan Tionghoa. Bentuk lama dan baru dari Kyลiku Kanji dan padanannya dalam Hร nzรฌ tercantum di

Song Weilong (pemeran)

Song Weilong (Hanzi sederhana: ๅฎ‹ๅจ้พ™; Hanzi tradisional: ๅฎ‹ๅจ้พ; Pinyin: Sรฒng Wฤ“ilรณng, lahir 25 Maret 1999) adalah seorang pemeran dan peraga busana Tiongkok

Hanzi Singapura

Tabel Karakter Sederhana (Hanzi sederhana: ็ฎ€ไฝ“ๅญ—่กจ; Hanzi tradisional: ็ฐก้ซ”ๅญ—่กจ; Pinyin: jiวŽntวzรฌ biวŽo), yang berbeda dari Skema Penyederhanaan Hanzi Republik Rakyat

Liu Yuning

Liu Yuning (Hanzi sederhana: ๅˆ˜ๅฎ‡ๅฎ; Hanzi tradisional: ๅЉๅฎ‡ๅฏง; Pinyin: Liรบ Yว”nรญng; lahir 8 Januari 1990) adalah penyanyi, pemeran, dan penyanyi utama dari

Aksara Han

bahasa Asia. Dalam Bahasa Tionghoa dinamakan Hanzi (Hanzi sederhana: ๆฑ‰ๅญ—; Hanzi tradisional: ๆผขๅญ—; Pinyin: Hร nzรฌ). Aksara Han telah diadaptasi untuk menulis

Oei Wie Gwan

Oei Wie Gwan (Hanzi sederhana: ้ป„็ปดๆบ; Hanzi tradisional: ้ปƒ็ถญๆบ; Pinyin: Huรกng Wรฉiyuรกn; Peฬh-ลe-jฤซ: ร›inn ร›i-guรขn) adalah seorang pengusaha Tionghoa-Indonesia

Provinsi di Tiongkok

provinsi (Hanzi sederhana: ็œ็บง่กŒๆ”ฟๅŒบ; Hanzi tradisional: ็œ็ดš่กŒๆ”ฟๅ€; Pinyin: Shฤ›ng-jรญ xรญngzhรจngqลซ) atau divisi administratif tingkat pertama (Hanzi sederhana: ไธ€็บง่กŒๆ”ฟๅŒบ;