Bagian dari seri:
Penerjemahan
Jenis terjemah
Teknik terjemah
Konsep lainnya

Terjemahan harfiah[1] atau arti/makna harfiah (literal) adalah arti kata sebagaimana aslinya/asalnya. Karena arti ini terdaftar pada kamus (leksikon) sebagai leksem, arti ini dapat pula disebut arti/makna leksikal atau arti yang paling mendasar. Arti atau makna harfiah biasanya dipertentangkan dengan arti/makna gramatikal. Soedjito (1986) menjelaskan bahwa makna leksikal ialah makna kata secara lepas, tanpa kaitan dengan kata yang lain dalam sebuah konstruksi.

Contoh

sunting

Perhatikan contoh berikut ini:
a. rumah
b. berumah

Contoh yang pertama (a) merupakan kata dasar yang belum mengalami perubahan. Berdasarkan kamus KBBI makna kata โ€œrumahโ€ adalah bangunan untuk tempat tinggal. Sedangkan contoh kedua (b) merupakan kata turunan. Contoh yang kedua (b) mempunyai arti yang berbeda dengan makna yang pertama (a) meskipun kata dasarnya sama, yaitu rumah. Penambahan prefiks atau awalan pada kata โ€œrumahโ€ membuat makna โ€œrumahโ€ berubah tidak sekadar bangunan untuk tempat tinggal tetapi menjadi memiliki bangunan untuk tempat tinggal. Contoh yang kedua inilah yang dinamakan dengan makna gramatikal.

Referensi

sunting
  1. ^ "Arti kata harfiah". Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa, Kemendikbud. KBBI Daring. Diakses tanggal 8 September 2020.


๐Ÿ“š Artikel Terkait di Wikipedia

Dapur

Dapur secara harafiah berarti suatu tempat, biasanya di dalam rumah, di mana seseorang melakukan suatu aktivitas mengolah dan menyediakan bahan makanan

Tiongkok

Maskot Beijing 2008 adalah lima Fuwa (Hanzi: ็ฆๅจƒ; Pinyin: Fรบwรก; secara harafiah bermakna "boneka-boneka keberuntungan"), masing-masing menggambarkan satu

Ateji

memakai aksara kanji yang melambangkan bunyi fonetik dan mengabaikan arti harafiah yang dikandung aksara tersebut. Sushi ditulis secara ateji sebagai ๅฏฟๅธ ("su"

Bopomofo

Bopomofo (ใ„…ใ„†ใ„‡ใ„ˆ) atau nama resminya Zhรนyฤซn Fรบhร o (ๆณจ้Ÿณ็ฌฆ่™Ÿ, arti harafiah: "Simbol untuk Mencatat Bunyi", kadang juga disingkat Zhuyin), adalah sistem fonetis

Ronde (makanan)

penutup berupa sup manis (dikenal di Kanton sebagai tong sui yang secara harafiah berarti air gula). Jenis yang umum antara lain: Sup kacang merah Sup wijen

Seongjong dari Joseon

dia dikenal (saat kelahirannya) sebagai "Pangeran Raja" (ๅ…ƒๅญ ์›์ž wonja harafiah "Putra Sulung (dari Raja; ia adalah Putra Pertama yang lahir bagi Seonjeong)")

Hanja

Hanja (secara harafiah: aksara Han), atau Hanmun (ํ•œ๋ฌธ; ๆผขๆ–‡), yang kadang diterjemahkan sebagai aksara Tiongkok-Korea, adalah sebutan untuk aksara Tionghoa

Allah (Islam)

menjadi dua: konsep ketuhanan yang berdasar Al-Quran dan hadis secara harafiah dengan sedikit spekulasi sehingga banyak pakar ulama bidang akidah yang