📑 Table of Contents
Gambar Nama Horus dalam hieroglif

Hor-Aha diperkirakan merupakan raja kedua dari dinasti pertama Mesir. Dia hidup selama abad ke-31 SM.

Pada abad ke-32 SM, ayahnya yang bernama Narmer telah menyatukan Mesir Hulu dan Mesir Hilir. Hor-Aha (yang ketika lahir bernama Ity, Hor-Aha adalah gelarnya: 'Horus di antara ilalang') menjadi seorang raja pada usia 30 tahun dan memerintah sampai usia 62 tahun. Menurut legenda, ia dibawa oleh seekor kuda nil, penjelmaan dewa Seth. Cerita lain mengatakan bahwa Hor-Aha terbunuh oleh seekor kuda nil ketika berburu, yang menunjukkan bahwa Hor-Aha adalah 'Menes' yang legendaris.

Terdapat beberapa perdebatan mengenai Hor-Aha. Beberapa orang percaya bahwa ia adalah orang yang sama dengan Menes dan dia adalah orang yang telah menyatukan seluruh Mesir. Beberapa orang lainnya berpendapat bahwa ia adalah anak dari Narmer, raja yang telah menyatukan Mesir. Bukti-bukti sejarah dari periode tersebut menunjukkan bahwa Narmer adalah raja yang pertama kali menyatukan Mesir (lihat Pelat Narmer) dan Hor-Aha sebagai anaknya dan sekaligus pewaris tahtanya.

Galeria

sunting

Referensi

sunting

Lihat pula

sunting

๐Ÿ“š Artikel Terkait di Wikipedia

Narmer

sama, beberapa juga percaya bahwa Menes adalah orang yang sama dengan Hor-Aha dan ia mewarisi Mesir yang telah dipersatukan oleh Narmer; Ada juga yang

Iry-Hor

Iry-Hor atau Ro (seperti yang dibaca oleh Egiptolog Flinders Petrie) merupakan seorang Firaun pradinastik Mesir Hulu selama abad ke-32 SM. Sampai saat

Menes

merupakan nama Narmer, pendahulunya, maupun penggantinya, Hor-Aha. Juga dieja Hor Aka atau Hor-Aka, nama ini bisa diterjemahkan sebagai "Horus dari Alang-alang"

Neithhotep

bersatu, Narmer, dan ibunda Hor-Aha. Penemuan yang lebih baru menunjukkan bahwa Neithhotep mungkin malah merupakan pasangan Hor-Aha, dan ibunda serta rekan-pemimpin

Benerib

Firaun Hor-Aha, tetapi ia bukan ibunda pewarisnya, Djer. Ibunda raja Djer bernama Khenthap, istri lain Hor-Aha. Benerib dianggap sebagai istri Hor-Aha berdasarkan

Keledai

sebagai hewan pengangkut. Pada tahun 2003, makam Raja Narmer atau Raja Hor-Aha (dua firaun Mesir pertama) digali dan kerangka sepuluh keledai ditemukan

Kleopatra

I Buaya Iry-Hor Ka Raja Scorpion Narmer/Menes Penguasa Protodinastik sampai Dinasti Awal (<3150โ€“2040 SM) Dinasti I Narmer/Menes Hor-Aha Djer Djet Merneithโ™€

Mesir prasejarah

yang dimulai dengan Firaun pertama, Narmer untuk beberapa egiptologis, Hor-Aha untuk lainnya, (juga dikenal sebagai Menes). Era pra-dinasti tersebut secara