Buah mangga โ€“ utuh dan dibelah dua

Mangga adalah buah batu yang dapat dimakan, yang dihasilkan oleh pohon tropis Mangifera indica. Buah ini berasal dari bagian timur laut anak benua India, tepatnya di wilayah yang sekarang menjadi Bangladesh, India bagian timur laut, dan Myanmar. M. indica telah dibudidayakan di Asia Selatan dan Asia Tenggara sejak zaman kuno, yang menghasilkan dua garis keturunan kultivar mangga modern: tipe "India" dan tipe "Asia Tenggara".[1] Spesies lain dalam genus Mangifera juga menghasilkan buah yang dapat dimakan yang disebut "mangga", yang sebagian besar ditemukan di ekoregion Malesia.[2]

Terdapat beberapa ratus kultivar mangga di seluruh dunia. Bergantung pada kultivarnya, buah mangga bervariasi dalam ukuran, bentuk, tingkat kemanisan, warna kulit, dan warna daging buahnya, yang mungkin berwarna kuning pucat, emas, hijau, atau jingga. Mangga adalah buah nasional dari India, Pakistan, dan Filipina, sementara pohon mangga merupakan pohon nasional Bangladesh.

Etimologi

sunting

Nama "mangga" berasal dari bahasa Tamil: เฎฎเฎพเฎ™เฏเฎ•เฎพเฎฏเฏ (mankay), yang berarti man "pohon mangga" + kay "buah".[3]"mango | Origin and meaning of mango by Online Etymology Dictionary". www.etymonline.com (dalam bahasa Inggris). Diakses tanggal 2020-05-02.</ref> Kata ini dibawa ke Eropa oleh orang-orang Portugis dan diserap menjadi manga (bahasa Portugis), mango (bahasa Spanyol dan Inggris) dan lainnya.[4][5][6][7] Nama ilmiahnya, Mangifera indica, dapat diterjemahkan sebagai "tanaman yang menghasilkan mangga di India".[6]

Deskripsi

sunting

Pohon mangga tumbuh hingga setinggi 30โ€“40 meter (98โ€“131 kaki), dengan jari-jari tajuk mencapai 10โ€“15ย m (33โ€“49ย ft). Pohon ini berumur panjang, karena beberapa spesimen masih berbuah setelah 300 tahun.[8]

Di tanah yang dalam, akar tunggang turun hingga kedalaman 6ย m (20ย ft), dengan akar pencari makan yang lebat dan menyebar luas serta akar jangkar yang menembus dalam ke tanah. Daunnya bersifat hijau abadi, berselang-seling, tunggal, dengan panjang 15โ€“35 sentimeter (6โ€“14 inci), dan lebar 6โ€“16ย cm (2+1โ„2โ€“6+1โ„2ย in); saat masih muda daunnya berwarna merah muda kejinggaan, yang dengan cepat berubah menjadi merah tua mengilap, lalu menjadi hijau tua saat menua. Bunganya dihasilkan dalam malai terminal dengan panjang 10โ€“40ย cm (4โ€“15+1โ„2ย in); setiap bunga berukuran kecil dan berwarna putih dengan lima kelopak bunga yang panjangnya 5โ€“10 milimeter (3โ„16โ€“3โ„8ย in), dan memiliki aroma manis yang lembut. Lebih dari 500 varietas mangga telah diketahui,[9] yang banyak di antaranya matang pada musim panas, sementara beberapa varietas menghasilkan panen ganda.[10] Buahnya membutuhkan waktu empat hingga lima bulan dari masa berbunga hingga matang.[9]

Buah yang matang bervariasi bergantung pada kultivarnya dalam hal ukuran, bentuk, warna, tingkat kemanisan, dan kualitas saat dimakan. Bergantung pada kultivarnya, warna buah dapat berupa kuning, jingga, merah, atau hijau. Buah ini memiliki satu biji (pelok) pipih berbentuk lonjong yang permukaannya dapat berserat atau berbulu dan tidak mudah dipisahkan dari daging buahnya. Buahnya dapat berbentuk agak bulat, oval, atau seperti ginjal, dengan panjang berkisar dari 5โ€“25 sentimeter (2โ€“10ย in) dan berat dari 140 gram (5ย oz) hingga 2 kilogram (5ย pon) per individu buah. Kulitnya seperti kulit hewan, berlilin, halus, dan harum, dengan warna yang berkisar dari hijau hingga kuning, kuning-jingga, kuning-merah, atau merona dengan berbagai corak merah, ungu, merah muda, atau kuning saat matang sepenuhnya.[9]

Mangga utuh yang matang mengeluarkan bau manis beresin yang khas.[9] Di dalam pelok dengan endokarp berkayu setebal 1โ€“2ย mm (0,039โ€“0,079ย in) terdapat biji tunggal, dengan panjang 4โ€“7ย cm (1,6โ€“2,8ย in). Mangga memiliki biji rekalsitran yang tidak dapat bertahan hidup dari pembekuan dan pengeringan.[11] Pohon mangga tumbuh dengan mudah dari biji, dengan keberhasilan perkecambahan tertinggi ketika biji diperoleh dari buah yang matang.[9]

Taksonomi

sunting

Mangga berasal dari wilayah antara Myanmar barat laut, Bangladesh, dan India bagian timur laut.[12][1] Mangga dianggap sebagai anakronisme evolusioner, di mana penyebaran bijinya pernah dilakukan oleh hewan pencari makan evolusioner yang kini telah punah, seperti mamalia megafauna.[13]

Dari pusat asalnya, mangga menyebar menjadi dua populasi yang secara genetik berbeda: kelompok India subtropis dan kelompok Asia Tenggara tropis. Kelompok India dicirikan dengan memiliki buah monoembrionik, sementara kelompok Asia Tenggara dicirikan dengan buah poliembrionik.[12][1]

Sebelumnya diyakini bahwa mangga berasal dari peristiwa domestikasi tunggal di Asia Selatan sebelum menyebar ke Asia Tenggara, tetapi sebuah studi pada tahun 2019 tidak menemukan bukti adanya pusat keragaman di India. Sebaliknya, studi tersebut mengidentifikasi keragaman genetik unik yang lebih tinggi pada kultivar Asia Tenggara dibandingkan kultivar India, yang menunjukkan bahwa mangga mungkin awalnya didomestikasi di Asia Tenggara terlebih dahulu sebelum diperkenalkan ke Asia Selatan. Namun, para penulis memperingatkan bahwa keragaman pada mangga Asia Tenggara mungkin merupakan hasil dari alasan lain (seperti hibridisasi interspesifik dengan spesies Mangifera lain yang asli di ekoregion Malesia). Meskipun demikian, keberadaan dua populasi genetik berbeda yang diidentifikasi oleh studi tersebut menunjukkan bahwa domestikasi mangga lebih kompleks dari yang diasumsikan sebelumnya dan setidaknya akan mengindikasikan peristiwa domestikasi ganda di Asia Tenggara dan Asia Selatan.[12][1]

Kultivar

sunting

Terdapat ratusan kultivar mangga yang telah diberi nama. Di kebun mangga, beberapa kultivar sering kali ditanam bersamaan untuk meningkatkan penyerbukan. Banyak kultivar yang diinginkan bersifat monoembrionik dan harus diperbanyak dengan cara grafting, atau kultivar tersebut tidak akan menghasilkan keturunan yang sama persis dengan induknya. Kultivar monoembrionik yang umum adalah 'Alphonso', produk ekspor penting, yang dianggap sebagai "raja mangga".[14]

Kultivar yang tumbuh sangat baik di satu iklim mungkin akan gagal di tempat lain. Misalnya, kultivar India seperti 'Julie,' kultivar yang produktif di Jamaika, memerlukan perawatan fungisida tahunan untuk menghindari penyakit jamur antraknosa yang mematikan di Florida. Mangga Asia memiliki ketahanan terhadap antraknosa.[15]

Pasar barat saat ini didominasi oleh kultivar 'Tommy Atkins', bibit dari 'Haden' yang pertama kali berbuah pada tahun 1940 di Florida bagian selatan dan awalnya ditolak secara komersial oleh para peneliti Florida.[16] Para petani dan importir di seluruh dunia telah menerima kultivar ini karena produktivitasnya yang sangat baik serta ketahanan terhadap penyakit, umur simpan, kemampuan transportasi, ukuran, dan warnanya yang menarik.[17] Meskipun kultivar Tommy Atkins sukses secara komersial, konsumen mungkin lebih menyukai kultivar lain untuk kenikmatan saat memakannya, seperti Alphonso.[14][17]

Persebaran dan habitat

sunting

Dari wilayah Asia tropis, mangga diperkenalkan ke Afrika Timur oleh para pedagang Arab dan Persia pada abad kesembilan hingga kesepuluh. Pelancong Maroko pada abad ke-14, Ibnu Batutah, melaporkan keberadaan mangga di Mogadishu.[18] Buah ini kemudian menyebar lebih jauh ke wilayah lain di seluruh dunia selama Era Kolonial. Imperium Portugis menyebarkan mangga dari koloni mereka di Goa ke Afrika Timur dan Barat. Dari Afrika Barat, mereka memperkenalkannya ke Brasil dari abad ke-16 hingga ke-17. Dari Brasil, mangga menyebar ke utara hingga Karibia dan Meksiko bagian timur pada pertengahan hingga akhir abad ke-18. Kekaisaran Spanyol juga memperkenalkan mangga secara langsung dari Filipina ke Meksiko bagian barat melalui galiun Manila setidaknya sejak abad ke-16. Mangga baru diperkenalkan ke Florida pada tahun 1833.[1][19]

Budidaya

sunting

Mangga dibudidayakan di sebagian besar iklim tropis dan subtropis hangat yang bebas embun beku. Pohon ini dibudidayakan secara ekstensif di Asia Selatan, Asia Tenggara, Afrika Timur dan Barat, benua Amerika tropis dan subtropis, serta Karibia.[20] Mangga juga ditanam di Andalusia, Spanyol (terutama di provinsi Mรกlaga), karena iklim subtropis pesisirnya merupakan salah satu dari sedikit tempat di daratan utama Eropa yang memungkinkan pertumbuhan tanaman dan pohon buah tropis. Kepulauan Canaria adalah wilayah penghasil buah ini lainnya yang terkenal di Spanyol. Pembudidaya minor lainnya meliputi Amerika Utara (di Florida Selatan dan Lembah Coachella di California), Hawaii, dan Australia.[21]

Banyak kultivar komersial yang ditanam di Eropa disambung pada batang bawah kultivar mangga Gomera-1 yang tahan dingin, yang aslinya berasal dari Kuba. Sistem akarnya beradaptasi dengan baik terhadap iklim Mediterania pesisir.[22]

Terobosan dalam budidaya mangga adalah penggunaan kalium nitrat dan etrel untuk menginduksi pembungaan pada mangga. Penemuan ini dilakukan oleh ahli hortikultura berkebangsaan Filipina, Ramon Barba, pada tahun 1974 dan dikembangkan dari metode tradisional unik untuk menginduksi pembungaan mangga menggunakan asap di Filipina. Hal ini memungkinkan perkebunan mangga untuk menginduksi pembungaan dan pembuahan secara teratur sepanjang tahun. Sebelumnya, mangga bersifat musiman karena hanya berbunga setiap 16 hingga 18 bulan sekali. Metode ini sekarang digunakan di sebagian besar negara penghasil mangga.[23][24]

Penyakit

sunting

Pohon mangga rentan terhadap banyak penyakit, termasuk busuk alternaria, antraknosa, bintik hitam bakteri, dan embun tepung.[25][26] Jaringan spons adalah gangguan pematangan yang berkorelasi dengan kekurangan kalsium dan dicirikan oleh daging buah yang kenyal seperti spons berwarna cokelat kehitaman yang dimulai dari dekat biji.[27] Pada tahun 1989, kondisi ini diperkirakan memengaruhi sekitar 30% mangga Alphonso.[28] Salah satu hama dalam budidaya buah ini adalah kutu putih mangga; hama ini mengisap getah dari perbungaan, yang menyebabkan berkurangnya pembentukan buah dan sangat merugikan produksi panen.[29]

Produksi mangga*
2023, jutaan ton
ย India 26.2
ย Indonesia 4.1
ย Tiongkok 3.9
ย Meksiko 2.7
ย Pakistan 2.6
ย Brasil 2.3
ย Malawi 2.1
Dunia 61.1
*Termasuk manggis dan jambu biji; Sumber: FAOSTAT
Perserikatan Bangsa-Bangsa[30]

Produksi

sunting

Pada tahun 2023, produksi mangga, manggis, dan jambu biji dunia mencapai 61 juta ton, yang dipimpin oleh India dengan 43% dari total produksi, serta Indonesia dan Tiongkok sebagai produsen sekunder.[30]

Kuliner

sunting

Mangga pada umumnya manis, meskipun rasa dan tekstur daging buahnya bervariasi antar kultivar; beberapa di antaranya, seperti Alphonso, memiliki tekstur yang lembut, berdaging tebal, dan banyak airnya mirip dengan prem yang terlalu matang, sementara yang lain, seperti Tommy Atkins, lebih padat dengan tekstur berserat.[31]

Mangga digunakan dalam banyak masakan. Mangga yang asam dan masih mentah digunakan sebagai lauk-pauk dalam masakan India seperti cutney mangga[32] dan acar seperti avakaya.[33]ย 

Minuman musim panas yang disebut aam panna dibuat dari mangga.[34] Lassi mangga dikonsumsi di seluruh Asia Selatan, yang disiapkan dengan mencampur mangga matang atau daging buah mangga dengan susu mentega dan gula.[35][36]

Dalam masakan Indonesia, mangga mentah diolah menjadi asinan, rujak, dan sambal pencit/mangga muda,[37] atau dimakan bersama garam.[38]

Mangga hijau mentah dapat diiris dan dimakan seperti selada.[3] Di sebagian besar wilayah Asia Tenggara, mangga ini lazim dimakan bersama kecap ikan, cuka, kecap asin, atau dengan taburan garam (tawar atau pedas)ย โ€“ kombinasi yang dalam bahasa Inggris biasanya dikenal sebagai "mango salad" (selada mangga).[39] Di Filipina, mangga hijau dimakan dengan bumbu gurih seperti bagoong (ikan asin atau terasi), kecap asin, cuka, atau cabai.[40][41] Mango float dan kue mangga, yang menggunakan irisan mangga matang, biasa dikonsumsi di Filipina.[42]

Fitokimia

sunting
Bahan kimia penentu rasa utama dari mangga 'Alphonso' asal India

Berbagai macam fitokimia terdapat di dalam kulit dan daging buah mangga, seperti triterpena lupeol.[43] Pigmen kulit mangga yang sedang diteliti meliputi karotenoid, seperti senyawa provitaminย A, beta-karoten, lutein, dan alfa-karoten,[44][45] serta polifenol, seperti kuarsetin, kaempferol, asam galat, asam kafeat, katekin, dan tanin.[46][47] Mangga mengandung xanthonoid unik yang disebut mangiferin.[48]

Kandungan fitokimia dan nutrisi tampaknya bervariasi antar kultivar mangga.[49] Hingga 25 karotenoid berbeda telah diisolasi dari daging buah mangga, yang paling padat di antaranya adalah beta-karoten, yang menyumbang pigmentasi kuning-jingga pada sebagian besar kultivar mangga.[50] Daun mangga juga memiliki kandungan polifenol yang signifikan, termasuk xanthonoid, mangiferin, dan asam galat.[51]

Rasa

sunting

Rasa buah mangga diberikan oleh beberapa bahan kimia organik volatil (mudah menguap), terutama terpena, furanon, lakton, dan ester. Berbagai varietas atau kultivar mangga dapat memiliki rasa yang tersusun dari bahan kimia volatil yang berbeda atau bahan kimia volatil yang sama dalam jumlah yang berbeda.[52] Secara umum, kultivar mangga Dunia Baru dicirikan oleh dominasi ฮด-3-karena, sebuah penyedap rasa monoterpena; sedangkan tingginya konsentrasi monoterpena lain seperti (Z)-osimena dan mirsena, serta keberadaan lakton dan furanon, merupakan ciri khas dari kultivar Dunia Lama.[53][54] Di India, 'Alphonso' adalah salah satu kultivar yang paling populer. Pada mangga 'Alphonso', lakton dan furanon disintesis selama proses pematangan, sedangkan terpena dan penyedap rasa lainnya terdapat baik pada buah yang sedang berkembang (belum matang) maupun yang sedang matang.[55][56][57] Etilena, hormon terkait pematangan yang dikenal luas terlibat dalam proses pematangan buah mangga, juga menyebabkan perubahan pada komposisi rasa buah mangga saat diaplikasikan secara eksogen.[58][59] Berbeda dengan banyaknya informasi yang tersedia mengenai komposisi kimiawi rasa mangga, biosintesis bahan-bahan kimia ini belum dipelajari secara mendalam; hingga saat ini, hanya segelintir gen yang mengodekan enzim pada jalur biosintesis rasa yang telah dikarakterisasi.[60][61][62][63]

Mangga
Nilai nutrisi per 100ย g (3,5ย oz)
Energi250ย kJ (60ย kcal)
15 g
Gula13.7
Serat pangan1.6 g
0.38 g
Jenuh0.092 g
Tak jenuh tunggal0.14 g
Tak jenuh jamak0.071 g
0.051 g
0.019 g
0.82 g
VitaminKuantitas
%AKGโ€ 
Vitamin A equiv.
7%
54 ฮผg
6%
640 ฮผg
23 ฮผg
Tiamina (B1)
2%
0.028 mg
Riboflavin (B2)
3%
0.038 mg
Niasin (B3)
4%
0.669 mg
Asam pantotenat (B5)
4%
0.197 mg
Vitamin B6
9%
0.119 mg
Folat (B9)
11%
43 ฮผg
Kolina
2%
7.6 mg
Vitamin C
44%
36.4 mg
Vitamin E
6%
0.9 mg
Vitamin K
4%
4.2 ฮผg
MineralKuantitas
%AKGโ€ 
Kalsium
1%
11 mg
Tembaga
6%
0.111 mg
Zat besi
1%
0.16 mg
Magnesium
3%
10 mg
Mangan
3%
0.063 mg
Fosfor
2%
14 mg
Potasium
4%
168 mg
Selenium
1%
0.6 ฮผg
Sodium
0%
1 mg
Seng
1%
0.09 mg
Komponen lainnyaKuantitas
Air83.5 g

โ€ Persen AKG berdasarkan rekomendasi Amerika Serikat untuk orang dewasa.

Toksisitas

sunting

Kontak dengan minyak pada daun, batang, getah, dan kulit mangga dapat menyebabkan dermatitis dan anafilaksis pada individu yang rentan.[9][64][65] Mereka yang memiliki riwayat dermatitis kontak yang dipicu oleh urushiol (alergen yang ditemukan pada poison ivy, poison oak, atau poison sumac) mungkin paling berisiko mengalami dermatitis kontak mangga.[66] Senyawa mangga lainnya yang berpotensi menyebabkan dermatitis atau reaksi alergi meliputi mangiferin.[9] Reaksi silang dapat terjadi antara alergen mangga dan urushiol.[67] Individu yang sensitif mungkin tidak dapat memakan mangga yang telah dikupas atau meminum jus mangga dengan aman.[9]

Ketika pohon mangga berbunga pada musim semi, penduduk setempat yang memiliki alergi mungkin mengalami kesulitan bernapas, mata gatal, atau pembengkakan pada wajah, bahkan sebelum serbuk sari bunga menyebar di udara. Dalam kasus ini, zat iritannya kemungkinan besar adalah minyak atsiri yang menguap dari bunga tersebut. Selama musim pematangan utama mangga, kontak dengan bagian-bagian tanaman mangga โ€“ terutama getah, daun, dan kulit buah[9] โ€“ merupakan penyebab paling umum dari dermatitis tanaman di Hawaii.[68]

Nutrisi

sunting

Mangga mentah mengandung 84% air, 15% karbohidrat, 1% protein, dan lemak yang dapat diabaikan (tabel). Dalam jumlah referensi 100ย g (3,5ย oz), mangga mentah menyuplai 60 kalori dan merupakan sumber vitamin C yang kaya (40% dari Nilai Harian, DV) dengan jumlah folat (11% DV) dan tembaga (12% DV) yang sedang, sementara kandungan mikronutrien lainnya tergolong rendah (tabel).

Budaya

sunting

Mangga adalah buah nasional India,[69][70] Pakistan,[71] dan Filipina.[72] Pohon mangga merupakan pohon nasional Bangladesh.[73] Di India, panen dan penjualan mangga berlangsung selama bulan Maretโ€“Mei dan hal ini diliput setiap tahun oleh berbagai kantor berita.[14]ย  Di Tamil Nadu, mangga adalah satu dari tiga buah kerajaan, bersama dengan pisang dan nangka, karena rasa manis dan aromanya.[74]

Mangga memiliki konteks tradisional dalam budaya Asia Selatan. Dalam maklumatnya, kaisar Maurya Asoka menyinggung penanaman pohon buah dan peneduh di sepanjang jalan kekaisaran dalam Maklumat Pilar Utama No.5 miliknya:[75]

"Di jalan-jalan, pohon beringin telah kuperintahkan untuk ditanam, (agar) pohon-pohon itu dapat memberikan keteduhan bagi ternak dan manusia, (dan) kebun mangga juga telah kuperintahkan untuk ditanam."

Pada abad pertengahan di India, penyair Indo-Persia Amir Khusrau menyebut mangga sebagai "Naghza Tarin Mewa Hindustan" โ€“ "buah terindah di Hindustan".[76] Kekaisaran Mughal sangat menyukai buah-buahan ini: kaisar Babur memuji mangga dalam Baburnama karyanya.[77] Kaisar Mughal Akbar (1556โ€“1605) dikatakan telah menanam kebun mangga berisi 100.000 pohon di dekat Darbhanga, Bihar.[78] Bunga dan daun mangga digunakan dalam pemujaan dewi Hindu Saraswati pada festival musim semi Vasant Panchami.[79] Daunnya digunakan sebagai dekorasi dalam perayaan Ganesh Chaturthi untuk dewa berkepala gajah Ganesha.[80] Dewi Jain Ambika secara tradisional digambarkan duduk di bawah pohon mangga.[81] Penyair Sanskerta klasik Kalidasa menyanyikan puji-pujian untuk mangga.[82]

Pola Paisley, dengan motif berbentuk tetesan air mata atau boteh pada syal dan sari, dinamai berdasarkan mangga mentah dalam berbagai bahasa di anak benua India, seperti kalka dalam bahasa Bengali,[83][84] ambi dalam bahasa Punjabi,[85] dan kairi dalam bahasa Hindi.[84] Novel tahun 1924 karya E. M. Forster, A Passage to India, menampilkan karakter Dr. Aziz yang menyarankan kepada karakter Inggris Cyril Fielding, "Untukmu aku akan mengatur seorang wanita dengan payudara seperti mangga".[86] Mangga menjadi subjek kultus mangga di Tiongkok selama Revolusi Kebudayaan sebagai simbol kecintaan ketua Mao Zedong kepada rakyatnya.[87]

Referensi

sunting
  1. ^ a b c d e Warschefsky, Emily J.; Wettberg, Eric J. B. (June 2019). "Population genomic analysis of mango (Mangifera indica) suggests a complex history of domestication". New Phytologist. 222 (4): 2023โ€“2037. Bibcode:2019NewPh.222.2023W. doi:10.1111/nph.15731. PMIDย 30730057.
  2. ^ Sherman, Amir; Rubinstein, Mor; Eshed, Ravit; Benita, Miri; Ish-Shalom, Mazal; Sharabi-Schwager, Michal; Rozen, Ada; Saada, David; Cohen, Yuval; Ophir, Ron (December 2015). "Mango (Mangifera indica L.) germplasm diversity based on single nucleotide polymorphisms derived from the transcriptome". BMC Plant Biology. 15 (1): 277. Bibcode:2015BMCPB..15..277S. doi:10.1186/s12870-015-0663-6. PMCย 4647706. PMIDย 26573148.
  3. ^ a b The Complete Guide to Edible Wild Plants (dalam bahasa American English). New York: Skyhorse Publishing. 2009. hlm.ย 66. ISBNย 978-1-60239-692-0. OCLCย 277203364.
  4. ^ "Mango". Online Etymology Dictionary. 2024. Diakses tanggal 14 April 2024.
  5. ^ Fabricius, J. P. (1972). "J. P. Fabricius's Tamil and English dictionary. 4th ed., rev.and enl". dsal.uchicago.edu. Diakses tanggal 2023-12-15.
  6. ^ a b Prakash, Om (2005). A Tryst with Mango: Retrospect, Aspects, Prospects (dalam bahasa Inggris). APH Publishing. hlm.ย xiv. ISBNย 978-81-7648-912-6.
  7. ^ "mango n. (1)". OED Online. Oxford University Press. June 2021.
  8. ^ "Mango". California Rare Fruit Growers. Diarsipkan dari asli tanggal 19 October 2020. Diakses tanggal 4 November 2015.
  9. ^ a b c d e f g h i Morton, Julia Frances (1987). Mango. In: Fruits of Warm Climates. NewCROP, New Crop Resource Online Program, Center for New Crops & Plant Products, Purdue University. hlm.ย 221โ€“239. ISBNย 978-0-9610184-1-2.
  10. ^ "Mango (Mangifera indica) varieties". toptropicals.com. Diakses tanggal 2 January 2014.
  11. ^ Marcos-Filho, Julio. "Physiology of Recalcitrant Seeds" (PDF). Ohio State University. Diarsipkan dari asli (PDF) tanggal 24 January 2014. Diakses tanggal 3 December 2014.
  12. ^ a b c Kuhn, David N.; Bally, Ian S. E.; Dillon, Natalie L.; Innes, David; Groh, Amy M.; Rahaman, Jordon; Ophir, Ron; Cohen, Yuval; Sherman, Amir (20 April 2017). "Genetic Map of Mango: A Tool for Mango Breeding". Frontiers in Plant Science. 8 577. Bibcode:2017FrPS....8..577K. doi:10.3389/fpls.2017.00577. PMCย 5397511. PMIDย 28473837.
  13. ^ Spengler, Robert N. (April 2020). "Anthropogenic Seed Dispersal: Rethinking the Origins of Plant Domestication". Trends in Plant Science. 25 (4): 340โ€“348. Bibcode:2020TPS....25..340S. doi:10.1016/j.tplants.2020.01.005. hdl:21.11116/0000-0005-C7E0-D. PMIDย 32191870.
  14. ^ a b c Allen, Jonathan (10 May 2006). "Mango Mania in India". The New York Times. Diakses tanggal 4 September 2013.
  15. ^ Hunsberger, Adrian; Balerdi, Carlos (February 2012). "DOORYARD DISEASE CONTROL FOR MANGOS IN FLORIDA" (PDF). University of Florida/IFAS Miami-Dade County Extension. Diakses tanggal 10 March 2023. Mango varieties that are susceptible to anthracnose are: 'Cogshall', 'Graham', 'Haden', 'Irwin', 'Julie', 'Kent', 'Mallika', 'Valencia Pride', 'Zill', and others. Those that are susceptible to powdery mildew are: 'Alphonso', 'Carrie', 'Glenn', 'Haden', 'Keitt', 'Kent', 'Nam Doc Mai', 'Zill' and a few others. These will most likely need to be sprayed with fungicides each year.
  16. ^ Susser, Allen (2001). The Great Mango Book. New York: Ten Speed Press. ISBNย 978-1-58008-204-4.
  17. ^ a b Mintz, C. (24 May 2008). "Sweet news: Ataulfos are in season". Toronto Star. Diakses tanggal 1 August 2015.
  18. ^ Watson, Andrew J. (1983). Agricultural innovation in the early Islamic world: the diffusion of crops and farming techniques, 700โ€“1100. Cambridge University Press. hlm.ย 72โ€“3. ISBNย 978-0-521-24711-5.
  19. ^ Gepts, P. "PLB143: Crop of the Day: Mango, Mangifera indica". The Evolution of Crop Plants. Dept. of Plant Sciences, Sect. of Crop & Ecosystem Sciences, University of California, Davis. Diarsipkan dari asli tanggal 6 December 2013. Diakses tanggal 8 October 2009.
  20. ^ Altendorf, S. (2019). Major Tropical Fruits: Market Review 2018 (PDF). Rome: Food and Agriculture Organization of the United Nations.
  21. ^ Litz, Richard E. (2009). The Mango: Botany, Production and Uses. Wallingford, UK: Cambridge University Press. hlm.ย 606โ€“627. ISBNย 978-1-84593-489-7.
  22. ^ "actahort.org". actahort.org. Diarsipkan dari asli tanggal 28 February 2021. Diakses tanggal 31 January 2013.
  23. ^ "The Scientist, the Patent and the Mangoes โ€“ Tripling the Mango Yield in the Philippines". World Intellectual Property Organization. Diakses tanggal 9 May 2021.
  24. ^ Nagao, Mike A.; Nishina, Melvin S. (1993). "Use of Potassium Nitrate on Mango Flowering". Dalam Chia, C.L.; Evans, D.O. (ed.). Proceedings, Conference on Mango in Hawaii; March 9-11, 1993. University of Hawaii. hlm.ย 61โ€“66. hdl:10125/16493.
  25. ^ Prakash, Om (2004). "Diseases and Disorders of Mango and their Management". Diseases of Fruits and Vegetables Volume I. Dordrecht: Springer Netherlands. hlm.ย 511โ€“619. doi:10.1007/1-4020-2606-4_13. ISBNย 978-1-4020-1822-0. Diakses tanggal 2026-03-06.
  26. ^ Ploetz, R. C. (2003). "Diseases of mango.". Diseases of tropical fruit crops. UK: CABI Publishing. hlm.ย 327โ€“363. doi:10.1079/9780851993904.0327. ISBNย 978-0-85199-390-4. Diakses tanggal 2026-03-06.
  27. ^ Ma, Xiaowei; Liu, Bin; Zhang, Yuehua; Su, Muqing; Zheng, Bin; Wang, Songbiao; Wu, Hongxia (2023). "Unraveling correlations between calcium deficiency and spongy tissue in mango fruit flesh". Scientia Horticulturae. 309 111694. Bibcode:2023ScHor.30911694M. doi:10.1016/j.scienta.2022.111694.
  28. ^ Katrodia, J.S. (August 1989). "Spongy Tissue in Mango โ€“ causes and control measures". Acta Horticulturae (231): 814โ€“826. doi:10.17660/actahortic.1989.231.49.
  29. ^ Karar, Haider; Sayyed, Ali H.; Arif, M. Jalal; Ashfaq, M.; Aslam, M. (2010). "Integration of cultural and mechanical practices for management of the mango mealybug Drosicha mangiferae". Phytoparasitica. 38 (3): 223โ€“229. doi:10.1007/s12600-010-0094-8.
  30. ^ a b "Production of mangoes, mangosteens, and guavas in 2023, Crops/Regions/World list/Production Quantity/Year (pick lists)". UN Food and Agriculture Organization, Corporate Statistical Database (FAOSTAT). 2025. Diakses tanggal 14 July 2025.
  31. ^ Clark, Melissa (1 April 2011). "For everything there is a season, even mangoes". The New York Times. Diakses tanggal 24 November 2019.
  32. ^ "Recipe: Raw mango chutney". The Times Of India. Diakses tanggal 6 March 2026.
  33. ^ Ranjan, Hriday (18 March 2019). "Ode to the humble garlic pickle". The New Indian Express. Diakses tanggal 1 September 2019.
  34. ^ "Aam Panna Recipe". NDTV Food. Diakses tanggal 6 March 2026.
  35. ^ Kurlansky, Mark (2018). Milk! A 10,000-Year Food Fracas. New York: Bloomsbury Publishing. hlm.ย 266. ISBNย 978-1632863829.
  36. ^ Shah, Niraalee (2021). Indian Etiquette: A Glimpse Into India's Culture. Notion Press. hlm.ย 289.
  37. ^ Sendari, Anugerah Ayu (8 June 2023). "8 Resep Olahan Mangga Muda Menyegarkan, dari Manisan Sampai Sambal". liputan6.com (dalam bahasa Indonesian). Diakses tanggal 22 August 2024. Pemeliharaan CS1: Bahasa yang tidak diketahui (link)
  38. ^ "7 Khasiat Tidak Terduga Rutin Mengonsumsi Mangga Muda Campur Garam" [7 Unexpected Benefits of Regularly Consuming Unripe Mangoes Mixed with Salt]. jpnn.com (dalam bahasa Indonesian). Diakses tanggal 22 August 2024. Pemeliharaan CS1: Bahasa yang tidak diketahui (link)
  39. ^ Valente, Anabela (2 April 2020). "Oh, the Fruits in Southeast Asia!". Diaries of Travel Inspirations. Diarsipkan dari asli tanggal 20 September 2024. Diakses tanggal 9 May 2021.
  40. ^ Pedrosa, Kannalyn Joy (25 February 2020). "Green Mangoes and Shrimp Paste (The mouth-watering food tandem)". The VA Collections. Diarsipkan dari asli tanggal 9 May 2021. Diakses tanggal 9 May 2021.
  41. ^ "Green Mango & Bagoong". Market Manila. 5 October 2008. Diakses tanggal 9 May 2021.
  42. ^ Tan, Joanne Catherine (5 June 2015). "Top 12 Cakes To Try In The Philippines". When in Manila. Diakses tanggal 15 May 2019.
  43. ^ Chaturvedi, P.K.; Bhui, K.; Shukla, Y. (2008). "Lupeol: connotations for chemoprevention". Cancer Lett. 263 (1): 1โ€“13. doi:10.1016/j.canlet.2008.01.047. PMIDย 18359153.
  44. ^ Berardini, N; Fezer, R.; Conrad, J. (2005). "Screening of mango (Mangifera indica L.) cultivars for their contents of flavonol O โ€“ and xanthone C-glycosides, anthocyanins, and pectin". J Agric Food Chem. 53 (5): 1563โ€“1570. Bibcode:2005JAFC...53.1563B. doi:10.1021/jf0484069. PMIDย 15740041.
  45. ^ Gouado, I.; Schweigert, F.J.; Ejoh, R.A. (2007). "Systemic levels of carotenoids from mangoes and papaya consumed in three forms (juice, fresh and dry slice)". Eur J Clin Nutr. 61 (10): 1180โ€“1188. doi:10.1038/sj.ejcn.1602841. PMIDย 17637601.
  46. ^ Mahattanatawee, K.; Manthey, J.A.; Luzio, G. (2006). "Total antioxidant activity and fiber content of select Florida-grown tropical fruits". Journal of Agriculture and Food Chemistry. 54 (19): 7355โ€“63. Bibcode:2006JAFC...54.7355M. doi:10.1021/jf060566s. PMIDย 16968105.
  47. ^ Singh, U.P.; Singh, D.P.; Singh, M. (2004). "Characterization of phenolic compounds in some Indian mango cultivars". International Journal of Food Science and Nutrition. 55 (2): 163โ€“169. doi:10.1080/09637480410001666441. PMIDย 14985189. S2CIDย 22576447.
  48. ^ Andreu, G.L.; Delgado, R.; Velho, J.A. (2005). "Mangiferin, a natural occurring glucosyl xanthone, increases susceptibility of rat liver mitochondria to calcium-induced permeability transition". Archive of Biochemistry and Biophysics. 439 (2): 184โ€“193. doi:10.1016/j.abb.2005.05.015. PMIDย 15979560.
  49. ^ Rocha Ribeiro, S.M.; Queiroz, J.H.; Lopes Ribeiro de Queiroz, M.E. (2007). "Antioxidant in mango (Mangifera indica L.) pulp". Plant Foods Hum Nutr. 62 (1): 13โ€“17. Bibcode:2007PFHN...62...13R. doi:10.1007/s11130-006-0035-3. PMIDย 17243011. S2CIDย 27051096.
  50. ^ Chen, J.P.; Tai, C.Y.; Chen, B.H. (2004). "Improved liquid chromatographic method for determination of carotenoids in Taiwanese mango (Mangifera indica L.)". J Chromatogr A. 1054 (1โ€“2): 261โ€“268. doi:10.1016/S0021-9673(04)01406-2. PMIDย 15553152.
  51. ^ Barreto, J.C.; Trevisan, M.T.; Hull, W.E. (2008). "Characterization and quantitation of polyphenolic compounds in bark, kernel, leaves, and peel of mango (Mangifera indica L.)". J Agric Food Chem. 56 (14): 5599โ€“5610. Bibcode:2008JAFC...56.5599B. doi:10.1021/jf800738r. PMIDย 18558692.
  52. ^ Pandit, Sagar S.; Chidley, Hemangi G.; Kulkarni, Ram S.; Pujari, Keshav H.; Giri, Ashok P.; Gupta, Vidya S. (2009). "Cultivar relationships in mango based on fruit volatile profiles". Food Chemistry. 114 (1): 363โ€“372. Bibcode:2009FoodC.114..363P. doi:10.1016/j.foodchem.2008.09.107.
  53. ^ Pandit, S.S., Chidley, H.G., Kulkarni, 2009, Cultivar relationships in mango based on fruit volatile profiles, Food Chemistry, 144, 363โ€“372.
  54. ^ Narain, N., Bora, P.S., Narain, R. and Shaw, P.E. (1998). Mango, In: Tropical and Subtropical Fruits, Edt. by Shaw, P.E., Chan, H.T. and Nagy, S. Agscience, Auburndale, Florida, pp. 1โ€“77.
  55. ^ Pandit, Sagar S.; Kulkarni, Ram S.; Chidley, Hemangi G.; Giri, Ashok P.; Pujari, Keshav H.; Kรถllner, Tobias G.; Degenhardt, Jรถrg; Gershenzon, Jonathan; Gupta, Vidya S. (2009). "Changes in volatile composition during fruit development and ripening of 'Alphonso' mango". Journal of the Science of Food and Agriculture. 89 (12): 2071โ€“2081. Bibcode:2009JSFA...89.2071P. doi:10.1002/jsfa.3692.
  56. ^ Gholap, A. S., Bandyopadhyay, C., 1977. Characterization of green aroma of raw mango (Mangifera indica L.). Journal of the Science of Food and Agriculture 28, 885โ€“888
  57. ^ Kulkarni, Ram S.; Chidley, Hemangi G.; Pujari, Keshav H.; Giri, Ashok P.; Gupta, Vidya S. (2012). "Geographic variation in the flavour volatiles of Alphonso mango". Food Chemistry. 130: 58โ€“66. doi:10.1016/j.foodchem.2011.06.053.
  58. ^ Lalel, H.J.D., Singh, Z., Tan, S., 2003, The role of ethylene in mango fruit aroma volatiles biosynthesis, Journal of Horticultural Science and Biotechnology, 78, 485โ€“496.
  59. ^ Chidley, Hemangi G.; Kulkarni, Ram S.; Pujari, Keshav H.; Giri, Ashok P.; Gupta, Vidya S. (2013). "Spatial and temporal changes in the volatile profile of Alphonso mango upon exogenous ethylene treatment". Food Chemistry. 136 (2): 585โ€“594. doi:10.1016/j.foodchem.2012.08.029. PMIDย 23122101. S2CIDย 42523345.
  60. ^ Pandit, S. S.; Kulkarni, R. S.; Giri, A. P.; Kรถllner, T. G.; Degenhardt, J.; Gershenzon, J.; Gupta, V. S. (June 2010). "Expression profiling of various genes during the development and ripening of Alphonso mango". Plant Physiology and Biochemistry. 48 (6): 426โ€“433. doi:10.1016/j.plaphy.2010.02.012. PMIDย 20363641. S2CIDย 22915293.
  61. ^ Singh, Rajesh K.; Sane, Vidhu A.; Misra, Aparna; Ali, Sharique A.; Nath, Pravendra (2010). "Differential expression of the mango alcohol dehydrogenase gene family during ripening". Phytochemistry. 71 (13): 1485โ€“1494. Bibcode:2010PChem..71.1485S. doi:10.1016/j.phytochem.2010.05.024. PMIDย 20598721.
  62. ^ Kulkarni, Ram; Pandit, Sagar; Chidley, Hemangi; Nagel, Raimund; Schmidt, Axel; etย al. (2013). "Characterization of three novel isoprenyl diphosphate synthases from the terpenoid rich mango fruit". Plant Physiology and Biochemistry. 71: 121โ€“131. Bibcode:2013PlPB...71..121K. doi:10.1016/j.plaphy.2013.07.006. PMIDย 23911730. S2CIDย 46320747.
  63. ^ Kulkarni, R.S., Chidley H.G., Deshpande, A., Schmidt, A., Pujari, K.H., Giri, A.P., Gershenzon, Jonathan, Gupta, V.S., 2013, An oxidoreductase from 'Alphonso' mango catalyzing biosynthesis of furaneol and reduction of reactive carbonyls, SpringerPlus, 2, 494.
  64. ^ Sareen, Richa; Shah, Ashok (2011). "Hypersensitivity manifestations to the fruit mango". Asia Pacific Allergy. 1 (1): 43โ€“49. doi:10.5415/apallergy.2011.1.1.43. ISSNย 2233-8276. PMCย 3206236. PMIDย 22053296.
  65. ^ Miell, J.; Papouchado, M.; Marshall, A. (1988). "Anaphylactic reaction after eating a mango". British Medical Journal. 297 (6664): 1639โ€“1640. doi:10.1136/bmj.297.6664.1639. PMCย 1838873. PMIDย 3147776.
  66. ^ Hershko, K.; Weinberg, I.; Ingber, A. (2005). "Exploring the mango โ€“ poison ivy connection: the riddle of discriminative plant dermatitis". Contact Dermatitis. 52 (1): 3โ€“5. doi:10.1111/j.0105-1873.2005.00454.x. PMIDย 15701120. S2CIDย 31162401.
  67. ^ Oka, K.; Saito, F.; Yasuhara, T.; Sugimoto, A. (2004). "A study of cross-reactions between mango contact allergens and urushiol". Contact Dermatitis. 51 (5โ€“6): 292โ€“296. doi:10.1111/j.0105-1873.2004.00451.x. PMIDย 15606656. S2CIDย 6115016.
  68. ^ McGovern, T. W.; LaWarre, S. (2001). "Botanical briefs: the mango treeโ€”Mangifera indica L.". Cutis. 67 (5): 365โ€“366. PMIDย 11381849.
  69. ^ "National Fruit". Know India. Government of India. Diarsipkan dari asli tanggal 20 August 2010. Diakses tanggal 17 August 2010.
  70. ^ "National Fruit". Diarsipkan dari asli tanggal 20 April 2020. Diakses tanggal 4 November 2015.
  71. ^ "Pakistani mango: The king of fruits". ArabNews. 13 August 2019.
  72. ^ "Mangoes In The Philippines". CropLife.
  73. ^ "Mango tree, national tree of Bangladesh". bdnews24.com. 15 November 2010. Diakses tanggal 16 November 2013.
  74. ^ Subrahmanian, N.; Hikosaka, S.; Samuel, G.J. (1997). Tamil Social History. hlm.ย 88.
  75. ^ Hultzsch, Eugen (1925). Inscriptions of Asoka. New Edition by E. Hultzsch. Clarendon Press. hlm.ย 119.
  76. ^ Johar, Roshni (16 January 2025). "The mango reigns supreme". The Tribune. Diakses tanggal 6 March 2026.
  77. ^ "Mangoes, Mughals, Hindu & Buddhist Traditions". Madras Courier. 13 June 2022.
  78. ^ Morgan, Curtis (22 June 1995). "The Nation Is Discovering What South Floridans Have Long Known: Mango Is the Sexiest Fruit on Earth". Food. Miami Herald. hlm.ย 1E. Mango culture owes much to Akbar, emperor of India's Mogul conquerors from 1556 to 1605, who planted an orchard of 100,000 trees near Darbhanga in Eastern India.
  79. ^ Dilipsinh, K. S. (2004). "8 The Festival of Spring". Kutch in Festival and Custom. Har-Anand Publications. hlm.ย 98. ISBNย 978-81-241-0998-4.
  80. ^ Sami, Adnan; etย al. (2025). "Mango: Botany, Importance, and Uses". Handbook of Research on Mango Fruit: Postharvest Science, Production, Nutrition, and Processing Technologyย . Apple Academic Press. hlm.ย 59โ€“88. ISBNย 978-1779643384.
  81. ^ "Ambika In Jaina Art And Literature" โ€“ via exoticindiaart.com.
  82. ^ "His highness, Mango maharaja: An endless obsession โ€“ Yahoo! Lifestyle India". Yahoo!. 29 May 2012. Diarsipkan dari asli tanggal 16 March 2013. Diakses tanggal 14 June 2013.
  83. ^ Niaz, Zaman (1993). The Art of Kantha Embroidery (Edisi Second Revised). Dhaka, Bangladesh: The University Press. hlm.ย 82. ISBNย 978-984-05-1228-7.
  84. ^ a b Pathak, Anamika (2024). "Mango-Kairi-Kalka-Paisley: Design in Indian art from architecture to textiles". Asia InCH. 43 (1). 'Kairi' (unripe mango) was adopted as design ... first seen as the decorative design in architecture ... later on, it was extensively used in textiles ... Kashmiri shawls.
  85. ^ "The Punjab Dictionary". 22 January 1895. Diakses tanggal 10 March 2026.
  86. ^ Forster, E. M. (1924). "11". A Passage to India. Edward Arnold.
  87. ^ Moore, Malcolm (7 March 2013). "How China came to worship the mango during the Cultural Revolution". The Daily Telegraph. Additional reporting by Valentina Luo. Diarsipkan dari versi aslinya tanggal 11 January 2022. Diakses tanggal 28 September 2015.

Bacaan lanjutan

sunting

Pranala luar

sunting

๐Ÿ“š Artikel Terkait di Wikipedia

Nutrisi parenteral

Walia CL, Sieracki R, Goday PS (November 2018). "Systematic Review of Hypersensitivity to Parenteral Nutrition". Journal of Parenteral and Enteral Nutrition

Wi-Fi

BBC News. 2007-05-21. Diakses tanggal 2011-10-14. "Electromagnetic Hypersensitivity (EMS)" Diarsipkan 2010-09-19 di Wayback Machine., 2011 "Official website"

Semut

1007/BF01012125. PMIDย 24311339. S2CIDย 12182722. Stafford CT (August 1996). "Hypersensitivity to fire ant venom". Annals of Allergy, Asthma & Immunology. 77 (2):

Hipersensitivitas

kategori tersebut dapat dilihat pada tabel di bawah ini. (Inggris) Hypersensitivity Reactions. Abdul Ghaffar. David K. Male, Jonathan Brostoff, Ivan Maurice

Radiasi perangkat nirkabel dan kesehatan

James; Munshi, Jayati Das; Wessely, Simon (2005). "Electromagnetic Hypersensitivity: A Systematic Review of Provocation Studies". Psychosomatic Medicine

Sistem imun

(link) Pemeliharaan CS1: Format PMC (link) Weiss, R. B. (1992-10). "Hypersensitivity reactions". Seminars in Oncology. 19 (5): 458โ€“477. ISSNย 0093-7754.

Tindik telinga

Oblutowicz K.; Dyga W.; Wsoล‚ek-Wnek K.; ลšpiewak R. (May 2009). "Contact hypersensitivity and allergic contact dermatitis among school children and teenagers

Kalium nitrat

Glenny (19 Juli 2006). "Potassium containing toothpastes for dentine hypersensitivity". Cochrane Database of Systematic Reviews. doi:10.1002/14651858.CD001476