Gambaran volume material letusan pada skala VEI.

Indeks Daya Ledak Vulkanik (bahasa Inggris: Volcanic Explosivity Index, disingkat VEI) adalah skala numerik yang mengukur ukuran relatif ledakan dari letusan gunung berapi dan sejarah letusan. VEI dikemukakan oleh Chris Newhall dari U.S. Geological Survey dan Stephen Self dari Universitas Hawaii tahun 1982 untuk menyediakan pengukuran relatif dari besarnya letusan Gunung berapi. VEI memiliki skala 1 hingga 8 berdasarkan kekuatan letusan vulkanis yang terjadi.[1][2]

Letusan terbesar era modern

sunting
Letusan Puyehue-Cordรณn Caulle 2011Letusan Gunung St. Helens 1980Letusan Gunung Novarupta 1912Kaldera YellowstoneLetusan Gunung Vesuvius 79Letusan Gunung Santa Marรญa 1902en:Quilotoa1600 eruption of HuaynaputinaLetusan Eyjafjallajรถkull 2010Kaldera YellowstoneLakagรญgarBรกrรฐarbungaKolumboSantoriniGunung TobaKepulauan KurilGunung Baekduen:Kikai CalderaLetusan Gunung Pinatubo 1991en:Long Island (Papua New Guinea)Letusan Tambora 1815Letusan Krakatau 1883Letusan Merapi 2010en:Billy Mitchell (volcano)Gunung berapi TaupoGunung berapi TaupoGunung berapi TaupoGunung Mazama
Peta gambar letusan gunung berapi terbesar yang dapat diklik menurut Masehi
Sumber: Survei Geologi Amerika Serikat.

Daftar ini adalah daftar letusan gunung berapi yang paling terkenal pada ke abad ke-19 hingga saat ini dengan setidaknya Indeks Daya Ledak Vulkanik (VEI) 4 atau lebih tinggi, letusan yang mengakibatkan kerusakan atau korban jiwa juga dimasukkan.

Letusan gunung berapi terbesar sejak 1800
VEI Nama Lokasi Sabuk vulkanik Korban jiwa Tahun
7 Letusan Tambora 1815 Indonesia, Sumbawa Cincin Api Pasifik 71.000+ 1815
6 Letusan Krakatau 1883 Indonesia Sabuk alpida 36.417 1883
6 Letusan Novarupta 1912 Amerika Serikat, Alaska Cincin Api Pasifik 0 1912
6 Letusan Gunung Pinatubo 1991 Filipina, Luzon Cincin Api Pasifik 838 1991
6 Letusan Santa Marรญa 1902 Guatemala Cincin Api Pasifik 6.000 1902
6 Letusan Hunga Tonga 2022 Tonga Cincin Api Pasifik 6 2022
5 Letusan Gunung Agung 1963 Indonesia, Bali Sabuk alpida 1.148 1963
5 Letusan El Chichรณn 1982 Meksiko, Chiapas Cincin Api Pasifik 1.900 1982
5 Letusan Gunung Tarawera 1886 Selandia Baru Cincin Api Pasifik 120 1886
5 Letusan Gunung St. Helens 1980 Amerika Serikat, Washington Cincin Api Pasifik 57 1980
5 Letusan Gunung Galunggung 1822 Indonesia, Jawa Barat Sabuk alpida 4.011 1822
4 Letusan Mayon 1814 Filipina Cincin Api Pasifik 1.200 1814
4 Letusan Gunung Bandai 1888 Jepang Cincin Api Pasifik 477 1888
4 Letusan Gunung Pelรฉe 1902 Martinik Kepulauan Antilles 33.000 1902
4 Letusan Gunung Kelud 1919 Indonesia, Jawa Timur Sabuk alpida 5.101 1919
4 Letusan Lamington 1951 Papua Nugini Cincin Api Pasifik 2.942 1951
4 Letusan Merapi 2010 Indonesia Sabuk alpida 353 2010

Referensi

sunting
  1. ^ "Analisis Volkanolog ITB Mengenai Erupsi Gunung Soputan". Institut Teknologi Bandung. 2018-12-17. Diakses tanggal 2019-03-26.
  2. ^ "USGS: Volcano Hazards Program Glossari - VEI". Diakses tanggal 22-09-2020.

Bacaan lanjutan

sunting
  • Christopher G. Newhall (1982). "The volcanic explosivity index (VEI): An estimate of explosive magnitude for historical volcanism". Journal of Geophysical Research (87): 1231โ€“1238. ;
  • Ben G. Mason (2004). "The size and frequency of the largest explosive eruptions on Earth". Bulletin of Volcanology. 66 (8): 735โ€“748. doi:10.1007/s00445-004-0355-9. ; ;

Pranala luar

sunting

๐Ÿ“š Artikel Terkait di Wikipedia

Letusan Samalas 1257

pulau Lombok, Indonesia. Peristiwa ini diperkirakan memiliki Indeks Daya Ledak Vulkanik sebesar 7, menjadikannya salah satu letusan gunung berapi terbesar

Letusan Tambora 1815

sejarah modern, dan diklasifikasikan sebagai peristiwa dengan Indeks Daya Ledak Vulkanik VEI-7. Letusan tersebut menyebabkan 49.000 hingga 90.000 korban

Letusan Toba Termuda

juta tahun silam. Letusan terakhir ini diperkirakan memiliki Indeks Daya Ledak Vulkanik sebesar 8, menjadikannya letusan eksplosif terbesar yang diketahui

Letusan Gunung Agung 1963

27 Januari 1964. Letusan tersebut berada pada (Tingkat 5 dalam Indeks Daya Ledak Vulkanik), hingga menjadikannya salah satu letusan terbesar sekaligus paling

Daftar gunung berapi di Indonesia

Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral Republik Indonesia yang bertanggung jawab untuk memantau dan mencatat aktivitas vulkanik dan mitigasi bencana geologi

Gunung Semeru

lahar dan piroklastik. Hampir semua letusan historis memiliki Indeks Daya Ledak Vulkanik (VEI) 2 atau 3. Semeru telah berada dalam kondisi letusan yang

Letusan Krakatau 1883

berapi yang paling terkenal pada abad ke-19 hingga saat ini dengan Indeks Daya Ledak Vulkanik (VEI) 4 atau lebih tinggi, dan letusan mengakibatkan kerusakan

Gunung Santa Marรญa

dibandingkan Letusan Gunung Pinatubo 1991. Letusan tersebut mempunyai Indeks Daya Ledak Vulkanik (VEI) sebesar 6, sehingga tergolong 'Kolosal'. Total korban tewas