Ironi (dari bahasa Yunani Kuno ฮตแผฐฯฯ‰ฮฝฮตฮฏฮฑ eirลneรญa, melalui bahasa Belanda ironie) adalah salah satu jenis majas yang berupa sindiran dengan menyembunyikan fakta yang sebenarnya dan mengatakan kebalikan dari fakta tersebut atau mengungkapkan sindiran halus.[1] Dalam ironi, pengujar menyampaikan sesuatu yang sebaliknya dari apa yang ingin dikatakannya, jadi di sini terdapat satu penanda dengan dua kemungkinan petanda. Ironi mengandung antonimi atau oposisi antara kedua tataran isi. Ironi juga mengandung kesenjangan yang cukup kuat antara makna harfiah dan makna kiasan.[2] Penggunaan ironi dapat terlihat dalam kalimat "Rajin sekali Dia, lima hari tidak masuk sekolah", ironi dalam kalimat tersebut bertujuan untuk menyindir seseorang yang tidak masuk sekolah. Dalam kehidupan sehari-hari, ironi adalah sindiran halus atau situasi yang bertentangan antara kenyataan dan harapan atau pernyataan. Ironi sering digunakan untuk mengkritik, bercanda, atau menyoroti keanehan dengan mengatakan kebalikan dari apa yang sebenarnya terjadi. [3]

Referensi

sunting
  1. ^ "Majas Dalam Roman Habis Gelap Terbitlah Terang Terjemahan Armijn Pane". Khatulistiwa. 2 (9): 6. 2013. ISSNย 2715-2723.
  2. ^ Okke Kusuma Sumantri Zaimar (2002). "Majas dan Pembentuknya". Makara. 6 (2): 53. ISSNย 2355-794X. Diarsipkan dari asli tanggal 2021-09-17. Diakses tanggal 2020-12-11.
  3. ^ Ngatiyem (2017). "Kemampuan Menentukan Bentuk dan Makna Majas pada Siswa Kelas IX MTSN 3 Banjarmasin". Hadratul Madaniyah. 4 (2): 35. ISSNย 2407-3865.


๐Ÿ“š Artikel Terkait di Wikipedia

Friedrich Schlegel

philosophy with special reference to its influence upon Schlegel's doctrine of "ironie"". Diakses tanggal 2010-09-24. Calvin Thomas, 1913 "Friedrich Schlegel,