Jembatan akar hidup
Jembatan akar hidup ganda yang di Bukit Khasi Timur
Jembatan akar hidup ganda Bukit Khasi Timur (2011)
MelintasiSungai kecil
Karakteristik
Bahan bakuAkar pohon hidup
Konstruksi gelagarBatu
Panjang totaldapat mencapai 50m
Lebardapat mencapai 15 meter (50ย ft)
Umur rancanganhingga 500 tahun
Sejarah
ArsitekWar Khasis, War Jaintias, Konyak Nagas, suku Baduy, dan lain-lain

Jembatan akar hidup adalah praktik pembentukan pohon di mana akar pohon Ficus dibentangkan diatas sungai membentuk struktur jembatan. Karena terbuat dari pohon yang hidup dan tumbuh, jembatan ini "menunjukkan beragam tipologi struktural, dengan berbagai aspek jembatan tertentu menyerupai karakteristik jembatan gantung, jembatan kabel tetap, lengkungan, rangka batang, dan balok penyangga sederhana."[1] Jembatan ini umum di jumpai di negara bagian Meghalaya, India.

Struktur ini dibuat dengan tangan dari akar udara pohon ara karet (Ficus elastica[2][3]) oleh masyarakat Khasi dan Jaiรฑtia[4][1] di daerah pegunungan di sepanjang bagian selatan Dataran Tinggi Shillong. Sebagian besar jembatan tumbuh di lereng curam hutan berdaun lebar subtropis yang lembap, antara 50 dan 1.150ย m (160 dan 3.770ย ft) di atas permukaan laut.[5]

Selama pohon pembentuknya tetap sehat, akar-akar di jembatan dapat tumbuh lebat dan menguat secara alami. Akar baru dapat tumbuh sepanjang umur pohon dan harus dipangkas atau dimanipulasi untuk memperkuat jembatan. Setelah dewasa, beberapa jembatan dapat dilintasi hingga 50 orang atau lebih, dan dapat bertahan hingga beberapa ratus tahun.[6][7] Tanpa perawatan aktif, banyak jembatan yang membusuk atau tumbuh liar, sehingga tidak dapat digunakan lagi.[8] Dokumentasi tertulis tentang jembatan akar hidup masih sedikit hingga tahun 2010-an, tetapi pada tahun 2017, para peneliti berhasil menemukan 75 jembatan akar hidup.[9]

Jembatan akar hidup juga telah dibuat di negara bagian Nagaland di India,[10] di Pesisir Selatan di Pulau Sumatra, Indonesia, dan oleh masyarakat suku Baduy di Banten, Jawa.[11]

Referensi

sunting
  1. ^ a b Ludwig, Ferdinand; Middleton, Wilfrid; Gallenmรผller, Friederike; Rogers, Patrick; Speck, Thomas (2019-08-22). "Living bridges using aerial roots of ficus elastica โ€“ an interdisciplinary perspective". Scientific Reports (dalam bahasa Inggris). 9 (1): 12226. doi:10.1038/s41598-019-48652-w. ISSNย 2045-2322. PMCย 6706416. PMIDย 31439904.
  2. ^ Lewin, Brent (November 2012), "India's living Bridges", Reader's Digest Australia, hlm.ย 82โ€“89, diarsipkan dari asli tanggal 2012-11-16
  3. ^ "Living Root Bridge in Laitkynsew India". www.india9.com. Diakses tanggal 2010-02-22.
  4. ^ "End of Khasi-Pnar benevolence". The Shillong Times (dalam bahasa American English). 2011-11-21. Diakses tanggal 2024-03-30.
  5. ^ Ludwig, Ferdinand & Middleton, Wilfrid & Gallenmรผller, Friederike & Rogers, Patrick & Speck, Thomas. (2019). Living bridges using aerial roots of ficus elastica โ€“ an interdisciplinary perspective. Scientific Reports. 9. 10.1038/s41598-019-48652-w.
  6. ^ Ludwig, Ferdinand; Middleton, Wilfrid; Gallenmรผller, Friederike; Rogers, Patrick; Speck, Thomas (2019-08-22). "Living bridges using aerial roots of ficus elastica โ€“ an interdisciplinary perspective". Scientific Reports (dalam bahasa Inggris). 9 (1): 12226. Bibcode:2019NatSR...912226L. doi:10.1038/s41598-019-48652-w. ISSNย 2045-2322. PMCย 6706416. PMIDย 31439904.
  7. ^ Chithra, K.; Krishnan, K. Amritha (2015). Implementing Campus Greening Initiatives. Switzerland: Springer International Publishing. hlm.ย 113โ€“124. ISBNย 978-3-319-11960-1.
  8. ^ Middleton, Wilfrid & Habibi, Amin & Shankar, Sanjeev & Ludwig, Ferdinand. (2020). Characterizing Regenerative Aspects of Living Root Bridges. Sustainability. 12. 10.3390/su12083267.
  9. ^ Middleton, Wilfrid; Habibi, Amin; Shankar, Sanjeev; Ludwig, Ferdinand (2020-04-17). "Characterizing Regenerative Aspects of Living Root Bridges". Sustainability. 12 (8): 3267. doi:10.3390/su12083267. ISSNย 2071-1050.
  10. ^ "Living Root Bridges of Nagaland India โ€“ Nyahnyu Village Mon District | Guy Shachar". guyshachar.com (dalam bahasa Inggris). 16 April 2016. Diakses tanggal 2017-09-07.
  11. ^ Grundhauser, Eric, WEST SUMATRA, INDONESIA Jembatan Akar, Atlasobscura

Pranala luar

sunting

๐Ÿ“š Artikel Terkait di Wikipedia

Jembatan akar (Bayang Utara)

masyarakat sekitar menggunakan jembatan permanen yang dibangun 50m dari lokasi. Jembatan akar hidup "Jembatan Akar, Bukti Kekuatan Alam di Painan".

Daftar jembatan di Indonesia

Indonesia memiliki jembatan yang menghubungkan suatu daratan dengan daratan lainnya. Beberapa nama jembatan di Indonesia adalah sebagai berikut: Menurut

Pohon

yang diketahui adalah jembatan akar hidup yang dibangun dan dipelihara oleh orang Khasi di Meghalaya, India, menggunakan akar pohon karet (Ficus elastica)

Prancis

bensin atau LPG. Prancis memiliki jembatan jalan tertinggi di dunia: Jembatan Millau, dan telah membangun banyak jembatan penting seperti Pont de Normandie

Silfester Matutina

dan jaringan akar rumput. Identitas ganda Matutina sebagai loyalis Jokowi dan pendukung kampanye Prabowo-Gibran menggambarkan jembatan antara basis pendukung

Sukun (pohon)

pada akarnya. Buah sukun bersifat parthenocarpic (tidak berbiji), sehingga perbanyakan generatif sulit dilakukan secara alami. Metode stek akar, stek

Asrul Sani

Kemelut Hidup (mendapat Piala Citra 1979) memasukkan namanya pada jajaran sineas hebat Indonesia. Ia juga menyutradarai film Salah Asuhan (1972), Jembatan Merah

Pemanfaatan tumbuhan oleh manusia

pohon (tree shaping) untuk menciptakan struktur hidup yang menakjubkan, seperti jembatan akar hidup yang ditemukan di negara bagian Meghalaya dan Nagaland