Jack the Ripper
Gambar seorang pria dengan kerah terangkat dan topi ditarik ke bawah sedang berjalan sendirian di jalan, diawasi oleh sekelompok pria berpakaian rapi di belakangnya
"Bersama Komite Kewaspadaan di East End: Karakter Mencurigakan" dari The Illustrated London News, 13 Oktober 1888
Namaย lain
  • "Pembunuh Whitechapel"
  • "Celemek Kulit"
Perincian
KorbanTidak diketahui (5 kanonis)
Tanggal1888โ€“1891
(1888: 5 kanonis)
LokasiWhitechapel dan Spitalfields, London, Inggris (5 kanonis)

Jack the Ripper adalah seorang pembunuh berantai tak dikenal yang beraksi di sekitar wilayah miskin Whitechapel di London, Inggris, pada tahun 1888. Baik dalam berkas kasus kriminal maupun laporan jurnalistik pada masa itu, pembunuh ini juga dijuluki Pembunuh Whitechapel dan Celemek Kulit.

Serangan yang dikaitkan dengan Jack the Ripper umumnya menargetkan para wanita yang bekerja sebagai pelacur dan tinggal di kawasan kumuh East End, London. Tenggorokan korban digorok sebelum perut mereka dimutilasi. Pengambilan organ dalam dari setidaknya tiga korban memunculkan spekulasi bahwa pembunuh tersebut memiliki pengetahuan tentang anatomi atau pembedahan. Desas-desus bahwa serangkaian pembunuhan ini saling berkaitan semakin menguat pada bulan September dan Oktober 1888, dan banyak surat diterima oleh berbagai media massa serta kepolisian Scotland Yard dari orang-orang yang mengaku sebagai sang pembunuh.

Julukan "Jack the Ripper" berasal dari "Surat Dear Boss" yang ditulis oleh seseorang yang mengaku sebagai pembunuh tersebut, yang kemudian disebarluaskan di media cetak. Surat tersebut secara luas diyakini sebagai hoaks dan kemungkinan ditulis oleh jurnalis untuk meningkatkan minat masyarakat terhadap kisah ini serta menaikkan oplah surat kabar mereka. Surat lainnya, yakni "Surat From Hell", diterima oleh George Lusk dari Komite Kewaspadaan Whitechapel yang disertai dengan separuh ginjal manusia yang diawetkan, dan konon diambil dari salah satu korban. Publik akhirnya memercayai keberadaan satu pembunuh berantai tunggal yang dikenal sebagai Jack the Ripper, terutama karena sifat pembunuhan yang luar biasa brutal dan pemberitaan media yang ekstensif mengenai kejahatan tersebut.

Pemberitaan surat kabar yang masif memberikan reputasi buruk internasional yang abadi kepada sang Ripper, dan legendanya pun semakin mengakar. Investigasi kepolisian terhadap serangkaian sebelas pembunuhan brutal yang terjadi di Whitechapel dan Spitalfields antara tahun 1888 dan 1891 tidak mampu menghubungkan semua pembunuhan tersebut secara meyakinkan dengan pembunuhan tahun 1888. Lima korbanโ€”Mary Ann Nichols, Annie Chapman, Elizabeth Stride, Catherine Eddowes, dan Mary Jane Kellyโ€”dikenal sebagai "lima kanonis", dan pembunuhan mereka antara tanggal 31 Agustus hingga 9 November 1888 sering kali dianggap paling mungkin saling berkaitan. Kasus pembunuhan ini tidak pernah terpecahkan, dan legenda seputar kejahatan tersebut berubah menjadi perpaduan antara penelitian sejarah, cerita rakyat, dan sejarah semu, yang terus memikat imajinasi publik hingga saat ini.

Latar belakang

sunting
Para wanita dan anak-anak berkumpul di depan salah satu rumah kos umum di Whitechapel yang terletak dekat dengan tempat Jack the Ripper membunuh dua korbannya.[1]

Pada pertengahan abad ke-19, Inggris mengalami lonjakan kedatangan imigran Irlandia yang membengkakkan populasi kota-kota besar, termasuk kawasan East End, London. Sejak tahun 1882, pengungsi Yahudi yang melarikan diri dari pogrom di Kekaisaran Rusia dan wilayah Eropa Timur lainnya berimigrasi ke kawasan yang sama.[2] Paroki Whitechapel di East End menjadi semakin padat, dengan populasi yang melonjak mencapai sekitar 80.000 jiwa menjelang tahun 1888.[3] Kondisi pekerjaan dan perumahan memburuk, sehingga berkembanglah sebuah kelas masyarakat kelas bawah ekonomi yang cukup besar.[4] Lima puluh lima persen anak-anak yang lahir di East End meninggal dunia sebelum mencapai usia lima tahun.[5] Perampokan, kekerasan, dan ketergantungan alkohol merupakan pemandangan yang lazim terjadi,[3] dan kemiskinan yang mewabah ini memaksa banyak wanita terjerumus ke dalam prostitusi demi bertahan hidup sehari-hari.[6]

Pada bulan Oktober 1888, Layanan Polisi Metropolitan London memperkirakan terdapat 62 rumah bordil dan 1.200 wanita yang bekerja sebagai pelacur di Whitechapel.[7] Sekitar 8.500 orang menginap di 233 rumah kos umum di dalam kawasan Whitechapel setiap malamnya,[3] dengan tarif menginap per malam untuk sebuah ranjang peti mati sebesar empat peni (setara dengan ยฃ182.361.714.378 pada 2021)[8] sementara biaya untuk tidur bersandar ("lean-to") atau menggantung pada tali ("hang-over") yang dibentangkan di sepanjang asrama adalah dua peni per orang.[9]

Permasalahan ekonomi di Whitechapel dibarengi pula dengan peningkatan terus-menerus pada ketegangan sosial. Antara tahun 1886 dan 1889, unjuk rasa yang sering terjadi berujung pada intervensi kepolisian serta kerusuhan massa, seperti pada peristiwa Minggu Berdarah (1887).[10] Antisemitisme, kriminalitas, nativisme, rasisme, kerusuhan sosial, dan kemiskinan ekstrem memengaruhi pandangan publik bahwa Whitechapel adalah sarang kemaksiatan yang terkenal kejam.[11] Anggapan ini semakin menguat pada tahun 1888 ketika serangkaian pembunuhan keji dan ganjil yang dikaitkan dengan "Jack the Ripper" mendapatkan liputan media yang belum pernah terjadi sebelumnya.[12]

Pembunuhan

sunting
Peta London era Victoria yang ditandai dengan tujuh titik di beberapa jalan yang berdekatan satu sama lain
Lokasi tujuh pembunuhan Whitechapel pertamaย โ€“ Osborn Street (tengah kanan), George Yard (tengah kiri), Hanbury Street (atas), Buck's Row (kanan jauh), Berner Street (bawah kanan), Mitre Square (bawah kiri), dan Dorset Street (tengah kiri)

Banyaknya serangan terhadap wanita di East End pada masa ini menambah ketidakpastian mengenai berapa banyak korban yang dibunuh oleh orang yang sama.[13] Sebelas pembunuhan terpisah, yang terentang dari tanggal 3 April 1888 hingga 13 Februari 1891, dimasukkan ke dalam penyelidikan Layanan Polisi Metropolitan dan secara kolektif dikenal dalam berkas kepolisian sebagai "Pembunuhan Whitechapel".[14][15] Berbagai pendapat muncul mengenai apakah pembunuhan-pembunuhan ini harus dikaitkan dengan pelaku yang sama, tetapi lima dari sebelas pembunuhan Whitechapel, yang dikenal sebagai "lima kanonis", secara luas diyakini sebagai perbuatan sang Ripper.[16] Sebagian besar pakar menunjuk pada luka sayat yang dalam di tenggorokan, diikuti oleh mutilasi ekstensif pada daerah perut dan kelamin, pengambilan organ dalam, serta mutilasi wajah yang semakin parah sebagai ciri khas dari modus operandi sang Ripper.[17] Dua kasus pertama dalam berkas pembunuhan Whitechapel, yakni kasus Emma Elizabeth Smith dan Martha Tabram, tidak termasuk dalam lima kanonis.[18]

Smith dirampok dan mengalami kekerasan seksual di Osborn Street, Whitechapel, pada sekitar pukul 01.30 tanggal 3 April 1888.[19] Wajahnya telah dipukuli dengan benda tumpul dan ia menderita luka sayat di telinganya.[20] Sebuah benda tumpul juga dimasukkan ke dalam vaginanya, merobek peritoneumnya. Ia mengalami peritonitis dan meninggal dunia keesokan harinya di London Hospital.[21] Smith menyatakan bahwa ia telah diserang oleh dua atau tiga orang pria, yang salah satunya ia gambarkan sebagai seorang remaja.[22] Serangan ini dikaitkan dengan pembunuhan-pembunuhan yang terjadi kemudian oleh pihak pers,[23] tetapi sebagian besar penulis mengaitkan pembunuhan ini dengan kekerasan geng East End pada umumnya yang tidak berhubungan dengan kasus Ripper.[14][24][25]

Tabram dibunuh di bordes tangga di George Yard, Whitechapel, pada tanggal 7 Agustus 1888;[26] ia menderita 39 luka tusuk di tenggorokan, paru-paru, jantung, hati, limpa, lambung, dan perutnya, dengan luka pisau tambahan yang disarangkan pada payudara dan vaginanya.[27] Semua luka Tabram, kecuali satu luka, ditimbulkan oleh senjata tajam seperti pisau lipat, dan dengan satu kemungkinan pengecualian, semua luka tersebut disarangkan oleh orang yang tidak kidal.[26]

Kebrutalan pembunuhan Tabram, ketiadaan motif yang jelas, serta kedekatan lokasi dan tanggal dengan pembunuhan kanonis Ripper yang terjadi kemudian membuat polisi mengaitkan pembunuhan ini dengan pembunuhan-pembunuhan selanjutnya yang dilakukan oleh Jack the Ripper.[28] Akan tetapi, pembunuhan ini berbeda dengan pembunuhan-pembunuhan kanonis yang terjadi kemudian karena meskipun Tabram telah ditusuk berkali-kali, ia tidak menderita luka sayat apa pun di tenggorokan atau perutnya.[29] Banyak pakar tidak menghubungkan pembunuhan Tabram dengan pembunuhan-pembunuhan yang terjadi kemudian karena adanya perbedaan pada pola luka ini.[30]

Lima kanonis

sunting

Lima korban sang Ripper yang dikenal sebagai "lima kanonis" adalah Mary Ann Nichols, Annie Chapman, Elizabeth Stride, Catherine Eddowes, dan Mary Jane Kelly.

Jenazah Mary Ann Nichols ditemukan pada sekitar pukul 03.40 pada hari Jumat, 31 Agustus 1888 di Buck's Row (sekarang Durward Street), Whitechapel. Nichols terakhir kali terlihat hidup sekitar satu jam sebelum penemuan jenazahnya oleh Ny. Emily Hollandโ€”yang sebelumnya pernah tidur seranjang dengannya di sebuah rumah kos umum di Thrawl Street, Spitalfieldsโ€”sedang berjalan ke arah Whitechapel Road.[31] Tenggorokannya digorok dengan dua sayatan dalam, yang salah satunya memutuskan seluruh jaringan hingga ke tulang belakang.[32] Vaginanya telah ditusuk dua kali,[33] dan bagian bawah perutnya sebagian terkoyak terbuka oleh luka yang dalam dan bergerigi, sehingga ususnya terburai.[34] Beberapa sayatan lain yang bersarang di kedua sisi perutnya juga diakibatkan oleh pisau yang sama; masing-masing luka ini disarangkan dengan cara menusuk ke arah bawah.[35]

29 Hanbury Street. Pintu yang dilalui Annie Chapman dan pembunuhnya menuju halaman tempat jenazahnya ditemukan berada tepat di bawah angka pada papan penanda bangunan tersebut.

Satu minggu kemudian, pada hari Sabtu, 8 September 1888, jenazah Annie Chapman ditemukan pada sekitar pukul 06.00 di dekat undakan menuju pintu halaman belakang 29 Hanbury Street, Spitalfields. Sama seperti kasus Nichols, tenggorokannya digorok dengan dua sayatan dalam.[36] Perutnya telah dibelah hingga terbuka sepenuhnya, dengan sepotong daging dari perutnya diletakkan di atas bahu kirinya dan potongan kulit serta daging lainnyaโ€”ditambah usus halusnyaโ€”dikeluarkan dan diletakkan di atas bahu kanannya.[37] Autopsi Chapman juga mengungkap bahwa rahim serta sebagian kandung kemih dan vaginanya[38] telah diambil.[39]

Dalam pemeriksaan koroner atas pembunuhan Chapman, Elizabeth Long bersaksi bahwa ia melihat Chapman berdiri di luar 29 Hanbury Street pada sekitar pukul 05.30[40] bersama seorang pria berambut gelap yang mengenakan topi pemburu cokelat dan mantel panjang berwarna gelap, serta berpenampilan "lusuh namun berkelas".[41] Menurut saksi mata ini, pria tersebut bertanya kepada Chapman, "Maukah kamu?" yang kemudian dijawab oleh Chapman, "Ya."[42]

Elizabeth Stride dan Catherine Eddowes keduanya dibunuh pada dini hari Minggu, 30 September 1888. Jenazah Stride ditemukan pada sekitar pukul 01.00 di Dutfield's Yard, tak jauh dari Berner Street (sekarang Henriques Street) di Whitechapel.[43] Penyebab kematiannya adalah satu luka sayatan bersih sepanjang enam inci melintasi lehernya yang telah memutuskan arteri karotis kiri dan trakeanya sebelum berakhir di bawah rahang kanannya.[44] Ketiadaan mutilasi lebih lanjut pada tubuhnya memunculkan ketidakpastian mengenai apakah pembunuhan Stride dilakukan oleh sang Ripper, atau apakah aksinya terganggu saat sedang melakukan serangan.[45] Beberapa saksi kemudian memberi tahu polisi bahwa mereka telah melihat Stride bersama seorang pria di dalam atau di dekat Berner Street pada malam 29 September dan dini hari 30 September,[46] tetapi masing-masing memberikan gambaran yang berbeda: beberapa mengatakan bahwa teman prianya berambut terang, yang lain mengatakan gelap; beberapa mengatakan bahwa ia berpakaian lusuh, yang lain mengatakan berpakaian rapi.[47]

Gambar kepolisian pada masa itu yang menunjukkan jenazah Catherine Eddowes, seperti saat ditemukan di Mitre Square

Jenazah Eddowes ditemukan di sebuah sudut Mitre Square di City of London, tiga perempat jam setelah penemuan jenazah Elizabeth Stride.[48] Tenggorokannya digorok dari telinga ke telinga dan perutnya robek terbuka oleh luka yang panjang, dalam, dan bergerigi sebelum ususnya diletakkan di atas bahu kanannya, dengan sepotong usus yang benar-benar terputus dan diletakkan di antara tubuh dan lengan kirinya.[49]

Ginjal kiri dan sebagian besar rahim Eddowes telah diambil, dan wajahnya telah dirusak, dengan hidungnya terpotong, pipinya disayat, dan luka sayat yang masing-masing berukuran seperempat inci dan setengah inci diiris secara vertikal menembus masing-masing kelopak matanya.[50] Sebuah sayatan berbentuk segitigaโ€”yang puncaknya mengarah ke mata Eddowesโ€”juga telah diukir di masing-masing pipinya,[51] dan sepotong daun telinga serta cuping telinga kanannya kemudian ditemukan pada pakaiannya.[52] Dokter bedah kepolisian yang melakukan pemeriksaan pascamati pada jenazah Eddowes menyatakan pendapatnya bahwa mutilasi ini akan memakan waktu "setidaknya lima menit" untuk diselesaikan.[53]

Seorang penjual rokok setempat bernama Joseph Lawende telah melewati gang sempit menuju Mitre Square bernama Church Passage bersama dua orang temannya sesaat sebelum pembunuhan tersebut;[54] ia kemudian bersaksi bahwa ia melihat seorang pria berambut terang dengan perawakan sedang yang berpenampilan lusuh sedang bersama seorang wanita yang mungkin adalah Eddowes.[55] Rekan-rekan Lawende tidak dapat memastikan kesaksiannya.[55] Pembunuhan Stride dan Eddowes pada akhirnya dikenal sebagai "peristiwa ganda".[56][57]

Sepotong celemek Eddowes yang berlumuran darah ditemukan di pintu masuk sebuah rumah susun di Goulston Street, Whitechapel, pada pukul 02.55.[58] Sebuah tulisan kapur di dinding tepat di atas potongan celemek ini berbunyi:"The Juwes are The men That Will not be Blamed for nothing."[59] Grafiti ini kemudian dikenal sebagai Grafiti Goulston Street. Pesan tersebut tampaknya menyiratkan bahwa seorang Yahudi atau orang Yahudi pada umumnya bertanggung jawab atas serangkaian pembunuhan ini, tetapi tidak jelas apakah grafiti tersebut ditulis oleh sang pembunuh saat menjatuhkan potongan celemek itu, atau hanya kebetulan semata dan sama sekali tidak ada hubungannya dengan kasus tersebut.[60] Grafiti semacam itu merupakan hal yang lazim di Whitechapel. Sir Charles Warren, sang Komisaris Polisi, khawatir grafiti tersebut dapat memicu kerusuhan antisemit dan memerintahkan agar tulisan itu dihapus dengan air sebelum fajar.[61][62]

Jenazah Mary Jane Kelly yang termutilasi parah dan terburai isi perutnya ditemukan terbaring di atas tempat tidur di kamar tunggal tempat ia tinggal di 13 Miller's Court, dekat Dorset Street, Spitalfields, pada pukul 10.45 pada hari Jumat, 9 November 1888.[63] Wajahnya telah "dicincang hingga tidak dapat dikenali lagi",[64] dengan tenggorokannya digorok hingga ke tulang belakang, dan perutnya nyaris kosong dari organ-organnya.[65] Rahim, ginjal, dan salah satu payudaranya telah diletakkan di bawah kepalanya, dan jeroan lainnya dari tubuhnya diletakkan di samping kakinya,[66] di sekitar tempat tidur serta potongan perut dan pahanya berada di atas meja nakas. Jantungnya hilang dari tempat kejadian perkara.[67] Beragam abu yang ditemukan di dalam perapian di 13 Miller's Court menunjukkan bahwa pembunuh Kelly telah membakar beberapa barang yang mudah terbakar untuk menerangi kamar tunggal tersebut saat ia memutilasi tubuhnya. Api yang baru saja menyala tersebut cukup besar hingga melelehkan timah patri antara ketel dan moncongnya, yang kemudian jatuh ke dalam jeruji perapian.[68]

Foto hitam putih dari tubuh manusia yang isi perutnya terburai terbaring di atas tempat tidur. Wajahnya termutilasi.
Foto kepolisian dari jenazah Mary Jane Kelly seperti saat ditemukan di 13 Miller's Court, Spitalfields, 9 November 1888

Masing-masing dari kelima pembunuhan kanonis ini dilakukan pada malam hari, pada saat atau menjelang akhir pekan, baik pada akhir bulan maupun sekitar satu minggu setelahnya.[69] Mutilasi yang dilakukan menjadi semakin parah seiring berjalannya rentetan pembunuhan tersebut, kecuali pada kasus Stride, yang penyerangnya mungkin sempat terganggu.[70] Tidak ada organ yang hilang dari tubuh Nichols; rahim Chapman dan sebagian kandung kemih serta vaginanya diambil; rahim dan ginjal kiri Eddowes dikeluarkan serta wajahnya dimutilasi; dan jenazah Kelly mengalami pengeluaran isi perut yang ekstensif, dengan wajahnya "tersayat ke segala arah" dan jaringan lehernya terputus hingga ke tulang, meskipun jantung merupakan satu-satunya organ tubuh yang hilang dari tempat kejadian perkara ini.[71]

Secara historis, keyakinan bahwa kelima pembunuhan kanonis ini dilakukan oleh pelaku yang sama berasal dari dokumen-dokumen pada masa itu yang mengaitkan kasus-kasus tersebut satu sama lain dengan mengecualikan kasus lainnya.[72] Pada tahun 1894, Sir Melville Macnaghten, Asisten Kepala Polisi dari Layanan Polisi Metropolitan dan Kepala Departemen Investigasi Kriminal (CID), menulis sebuah laporan yang menyatakan: "pembunuh Whitechapel memakan 5 korbanโ€”& hanya 5 korban".[73] Demikian pula, kelima korban kanonis ini dikaitkan satu sama lain dalam sebuah surat yang ditulis oleh dokter bedah kepolisian Thomas Bond kepada Robert Anderson, kepala CID London, pada tanggal 10 November 1888.[74]

Beberapa peneliti berpendapat bahwa beberapa pembunuhan tersebut tidak diragukan lagi merupakan perbuatan satu orang pembunuh, tetapi sejumlah besar pembunuh tidak dikenal yang bertindak secara independen bertanggung jawab atas kejahatan-kejahatan lainnya.[75] Penulis Stewart P. Evans dan Donald Rumbelow berpendapat bahwa lima kanonis ini adalah sebuah "mitos Ripper" dan bahwa tiga kasus (Nichols, Chapman, dan Eddowes) dapat dipastikan terkait dengan pelaku yang sama, tetapi lebih sedikit kepastian mengenai apakah Stride dan Kelly juga dibunuh oleh orang yang sama.[76] Sebaliknya, ada pula yang menduga bahwa enam pembunuhan antara Tabram dan Kelly adalah perbuatan satu pembunuh tunggal.[17] Percy Clark, asisten ahli patologi pemeriksa George Bagster Phillips, hanya mengaitkan tiga dari pembunuhan tersebut dan berpikir bahwa pembunuhan lainnya dilakukan oleh "individu[-individu] berpikiran lemah ... yang terdorong untuk meniru kejahatan tersebut".[77] Macnaghten baru bergabung dengan kepolisian pada tahun setelah pembunuhan-pembunuhan tersebut terjadi, dan memorandumnya memuat kesalahan faktual yang serius mengenai para terduga pelaku.[78]

Pembunuhan Whitechapel selanjutnya

sunting
Ukiran pembunuhan Frances Coles pada tanggal 13 Februari 1891

Mary Jane Kelly pada umumnya dianggap sebagai korban terakhir sang Ripper, dan diasumsikan bahwa kejahatan tersebut berakhir karena kematian, pemenjaraan, institusionalisasi, atau emigrasi pelaku.[24][79] Berkas pembunuhan Whitechapel merinci empat pembunuhan lain yang terjadi setelah lima kanonis: pembunuhan Rose Mylett, Alice McKenzie, torso Pinchin Street, dan Frances Coles.[26][80]

Jenazah Rose Mylett yang berusia 26 tahun ditemukan dalam keadaan tercekik[81] di Clarke's Yard, High Street, Poplar pada tanggal 20 Desember 1888.[82] Tidak ada tanda-tanda perlawanan, dan polisi meyakini bahwa ia entah secara tidak sengaja menggantung dirinya sendiri dengan kerahnya saat sedang mabuk berat atau melakukan bunuh diri.[83] Akan tetapi, bekas samar yang ditinggalkan oleh seutas tali di salah satu sisi lehernya menunjukkan bahwa Mylett telah dicekik.[84][85] Pada pemeriksaan koroner atas kematian Mylett, juri menjatuhkan putusan pembunuhan.[83]

Alice McKenzie dibunuh tidak lama setelah tengah malam pada tanggal 17 Juli 1889 di Castle Alley, Whitechapel. Ia menderita dua luka tusuk di lehernya, dan arteri karotis kirinya telah terputus. Beberapa memar dan luka sayat kecil ditemukan di tubuhnya, yang juga terdapat luka dangkal sepanjang tujuh inci yang membentang dari payudara kirinya hingga ke pusarnya.[86] Salah satu ahli patologi pemeriksa, Thomas Bond, meyakini bahwa ini adalah pembunuhan oleh sang Ripper, meskipun rekannya George Bagster Phillips, yang telah memeriksa jenazah tiga korban sebelumnya, tidak setuju.[87] Pendapat di kalangan penulis juga terbagi antara mereka yang menduga bahwa pembunuh McKenzie meniru modus operandi Jack the Ripper untuk mengalihkan kecurigaan dari dirinya sendiri,[88] dan mereka yang mengaitkan pembunuhan ini dengan Jack the Ripper.[89]

"Torso Pinchin Street" adalah sebuah batang tubuh (torso) tanpa kepala dan tanpa kaki yang membusuk dari seorang wanita tak dikenal berusia antara 30 dan 40 tahun, yang ditemukan di bawah lengkungan jalur kereta api di Pinchin Street, Whitechapel, pada tanggal 10 September 1889.[90] Memar di sekitar punggung, pinggul, dan lengan korban mengindikasikan bahwa almarhumah telah dipukuli habis-habisan sesaat sebelum kematiannya. Perut korban juga termutilasi parah, meskipun alat kelaminnya tidak terluka.[91] Ia tampaknya telah dibunuh sekitar satu hari sebelum penemuan torsonya.[92] Bagian-bagian tubuh yang terpotong-potong tersebut diyakini telah diangkut ke lengkungan jalur kereta api, disembunyikan di bawah sehelai kamisol tua.[93]

Frances Coles ditemukan dengan tenggorokan tergorok di bawah sebuah lengkungan jalur kereta api di Whitechapel pada tanggal 13 Februari 1891.[94]

Pada pukul 02.15 tanggal 13 Februari 1891, Polisi (PC) Ernest Thompson menemukan seorang pelacur berusia 31 tahun bernama Frances Coles terbaring di bawah lengkungan jalur kereta api di Swallow Gardens, Whitechapel.[95][96] Tenggorokannya telah disayat dalam-dalam tetapi tubuhnya tidak dimutilasi, sehingga beberapa orang meyakini bahwa Thompson telah mengganggu penyerangnya. Coles masih hidup, meskipun ia meninggal dunia sebelum bantuan medis tiba.[97] Seorang juru api berusia 53 tahun, James Thomas Sadler, sebelumnya terlihat sedang minum-minum bersama Coles,[98] dan keduanya diketahui bertengkar sekitar tiga jam sebelum kematiannya. Sadler ditangkap oleh polisi dan didakwa atas pembunuhannya. Ia sempat dikira sebagai sang Ripper,[99] tetapi kemudian dibebaskan dari pengadilan karena kurangnya bukti pada tanggal 3 Maret 1891.[99]

Terduga korban lainnya

sunting

Selain sebelas pembunuhan Whitechapel, para komentator telah mengaitkan serangan-serangan lain dengan sang Ripper. Dalam kasus "Fairy Fay", tidak jelas apakah serangan ini nyata atau hanya rekaan sebagai bagian dari legenda seputar sang Ripper.[100] "Fairy Fay" adalah julukan yang diberikan kepada seorang wanita tak dikenal[101] yang jenazahnya konon ditemukan di sebuah ambang pintu di dekat Commercial Road pada tanggal 26 Desember 1887,[102] "setelah sebuah pasak ditusukkan menembus perutnya",[103][104] tetapi tidak ada catatan pembunuhan di Whitechapel pada saat atau sekitar Natal tahun 1887.[105] Sosok "Fairy Fay" tampaknya tercipta melalui laporan pers yang keliru mengenai pembunuhan Emma Elizabeth Smith, yang mendapati sebatang tongkat atau benda tumpul lainnya dimasukkan ke dalam vaginanya.[106] Sebagian besar penulis sepakat bahwa korban bernama "Fairy Fay" itu tidak pernah ada.[101]

Seorang janda berusia 38 tahun bernama Annie Millwood dirawat di rumah sakit panti kerja Whitechapel dengan banyak luka tusuk di kaki dan tubuh bagian bawahnya pada tanggal 25 Februari 1888,[107] dan memberi tahu staf bahwa ia telah diserang dengan pisau lipat oleh pria tak dikenal.[108] Ia kemudian dipulangkan, tetapi meninggal dunia yang tampaknya karena sebab alami pada tanggal 31 Maret.[101] Millwood kemudian didalilkan sebagai korban pertama sang Ripper, meskipun serangan ini tidak dapat dikaitkan secara pasti dengan pelaku tersebut.[109]

Korban pra-kanonis lain yang dicurigai adalah seorang penjahit pakaian wanita muda bernama Ada Wilson,[110] yang dilaporkan selamat setelah ditusuk dua kali di leher dengan pisau lipat[111] di depan pintu rumahnya di Bow pada tanggal 28 Maret 1888 oleh seorang pria yang memalak uang darinya.[112] Kemungkinan korban lainnya, Annie Farmer yang berusia 40 tahun, tinggal di rumah kos yang sama dengan Martha Tabram[113] dan melaporkan adanya serangan pada tanggal 21 November 1888. Ia mendapati luka sayat yang dangkal pada tenggorokannya. Walaupun seorang pria tak dikenal dengan darah di mulut dan tangannya berlari keluar dari rumah kos tersebut sambil berteriak, "Lihat apa yang telah ia lakukan!" sebelum dua saksi mata mendengar Farmer menjerit,[114] lukanya tergolong ringan, dan kemungkinan merupakan luka yang ditimbulkannya sendiri.[115][116]

"Misteri Whitehall" merupakan istilah yang diciptakan untuk penemuan torso (batang tubuh) tanpa kepala dari seorang wanita pada tanggal 2 Oktober 1888 di ruang bawah tanah markas besar Layanan Polisi Metropolitan baru yang sedang dibangun di Whitehall. Sebuah lengan dan bahu milik jenazah tersebut sebelumnya ditemukan mengambang di Sungai Thames dekat Pimlico pada tanggal 11 September, dan kaki kirinya kemudian ditemukan terkubur di dekat lokasi penemuan torso tersebut pada tanggal 17 Oktober.[117] Tungkai lainnya dan kepalanya tidak pernah ditemukan dan jenazah tersebut tidak pernah teridentifikasi. Mutilasinya serupa dengan yang terjadi pada kasus torso Pinchin Street, di mana kaki dan kepalanya dipenggal tetapi lengannya tidak.[118]

Gambar tiga pria yang menemukan torso seorang wanita
"Misteri Whitehall" pada bulan Oktober 1888

Baik Misteri Whitehall maupun kasus Pinchin Street mungkin merupakan bagian dari serangkaian pembunuhan yang dikenal sebagai "Misteri Thames", yang dilakukan oleh seorang pembunuh berantai tunggal yang dijuluki "Pembunuh Torso".[119] Masih menjadi perdebatan apakah Jack the Ripper dan sang "Pembunuh Torso" adalah orang yang sama atau pembunuh berantai terpisah yang beraksi di daerah yang sama.[119] Modus operandi sang Pembunuh Torso berbeda dengan sang Ripper, dan polisi pada masa itu mengesampingkan adanya hubungan di antara keduanya.[120] Hanya satu dari empat korban yang dikaitkan dengan sang Pembunuh Torso, yakni Elizabeth Jackson, yang pernah diidentifikasi. Jackson adalah seorang pelacur berusia 24 tahun dari Chelsea yang berbagai potongan tubuhnya dikumpulkan dari Sungai Thames selama periode tiga minggu antara tanggal 31 Mei dan 25 Juni 1889.[121][122]

Pada tanggal 29 Desember 1888, jenazah seorang anak laki-laki berusia tujuh tahun bernama John Gill ditemukan di sebuah blok istal di Manningham, Bradford.[123] Gill telah hilang sejak pagi tanggal 27 Desember.[124] Kakinya telah dipotong, perutnya dibelah, ususnya ditarik keluar sebagian, dan jantung serta salah satu telinganya hilang. Kemiripan dengan pembunuhan sang Ripper memicu spekulasi pers bahwa sang Ripper telah membunuhnya.[125] Majikan bocah laki-laki tersebut, seorang pengantar susu berusia 23 tahun bernama William Barrett, ditangkap dua kali atas pembunuhan itu tetapi dibebaskan karena kurangnya bukti.[125] Tidak ada seorang pun yang pernah dituntut atas kasus ini.[125]

Carrie Brown (dijuluki "Shakespeare", yang dilaporkan karena kebiasaannya mengutip soneta Shakespeare) dicekik dengan pakaian dan kemudian dimutilasi menggunakan pisau pada tanggal 24 April 1891 di Kota New York.[126] Jenazahnya ditemukan dengan robekan besar pada area selangkangannya serta luka sayat yang dangkal pada kaki dan punggungnya. Tidak ada organ yang diambil dari tempat kejadian, meskipun sebuah ovarium ditemukan di atas tempat tidur, yang entah sengaja dikeluarkan atau terlepas secara tidak sengaja.[126] Pada saat itu, pembunuhan tersebut dibandingkan dengan pembunuhan-pembunuhan di Whitechapel, meskipun Layanan Polisi Metropolitan pada akhirnya mengesampingkan adanya keterkaitan.[126]

Investigasi

sunting
Sketsa seorang pria berkumis
Inspektur Frederick Abberline

Sebagian besar berkas Polisi City of London yang berkaitan dengan investigasi mereka terhadap pembunuhan Whitechapel hancur dalam peristiwa The Blitz.[127] Berkas Polisi Metropolitan yang tersisa memberikan gambaran terperinci mengenai prosedur investigasi pada era Victoria.[128] Sebuah tim polisi berskala besar melakukan penyelidikan dari pintu ke pintu di seluruh Whitechapel. Bukti forensik dikumpulkan dan diperiksa. Para tersangka diidentifikasi, dilacak, dan kemudian diperiksa lebih lanjut atau disingkirkan dari penyelidikan. Kinerja kepolisian modern juga mengikuti pola yang sama.[128] Lebih dari 2.000 orang diwawancarai, "lebih dari 300" orang diselidiki, dan 80 orang ditahan.[129] Menyusul pembunuhan Stride dan Eddowes, Komisaris Polisi City, Sir James Fraser, menawarkan hadiah sebesar ยฃ500 untuk penangkapan sang Ripper.[130]

Investigasi ini pada awalnya dipimpin oleh Departemen Investigasi Kriminal (CID) Polisi Metropolitan Divisi Whitechapel (H) yang dikepalai oleh Inspektur Detektif Edmund Reid. Setelah pembunuhan Nichols, Inspektur Detektif Frederick Abberline, Henry Moore, dan Walter Andrews dikirim dari Kantor Pusat di Scotland Yard untuk membantu. Polisi City dilibatkan di bawah pimpinan Inspektur Detektif James McWilliam setelah pembunuhan Eddowes, yang terjadi di dalam wilayah City of London.[131] Arahan keseluruhan dari penyelidikan pembunuhan ini terhambat oleh fakta bahwa kepala CID yang baru saja diangkat, Asisten Komisaris Robert Anderson, sedang cuti ke Swiss antara tanggal 7 September hingga 6 Oktober, bertepatan dengan waktu pembunuhan Chapman, Stride, dan Eddowes.[132] Hal ini mendorong Kolonel Sir Charles Warren, sang Komisaris Polisi Metropolitan, untuk menunjuk Kepala Inspektur Donald Swanson agar mengoordinasikan penyelidikan dari Scotland Yard.[133]

Para tukang daging, penjagal, dokter bedah, dan dokter dicurigai karena cara mutilasi tersebut dilakukan.[63] Sebuah catatan yang tersisa dari Mayor Henry Smith, Pelaksana Tugas Komisaris Polisi City, menunjukkan bahwa alibi para tukang daging dan penjagal setempat telah diselidiki, dengan hasil bahwa mereka disingkirkan dari daftar tersangka.[134] Sebuah laporan dari Inspektur Swanson kepada Kementerian Dalam Negeri memastikan bahwa 76 tukang daging dan penjagal telah didatangi, dan penyelidikan tersebut mencakup semua karyawan mereka selama enam bulan terakhir.[135] Beberapa tokoh pada masa itu, termasuk Ratu Victoria, berpikir bahwa pola pembunuhan tersebut mengindikasikan bahwa pelakunya adalah seorang tukang daging atau penggiring ternak di salah satu kapal ternak yang berlayar bolak-balik antara London dan daratan Eropa. Whitechapel terletak dekat dengan Pelabuhan London,[136] dan kapal-kapal semacam itu biasanya bersandar pada hari Kamis atau Jumat dan berangkat pada hari Sabtu atau Minggu.[137] Kapal-kapal ternak tersebut diperiksa tetapi tanggal pembunuhan tidak bertepatan dengan pergerakan satu pun kapal, dan pemindahan seorang awak kapal antar kapal juga dikesampingkan.[138]

Gambar seorang polisi bermata tertutup dengan tangan terentang di tengah sekelompok bajingan compang-camping
"Kucing buta": Kartun Punch karya John Tenniel (22 September 1888) yang mengkritik dugaan ketidakmampuan polisi. Kegagalan polisi dalam menangkap pembunuh tersebut memperkuat anggapan kaum radikal bahwa polisi itu tidak cakap dan salah urus.[139]

Komite Kewaspadaan Whitechapel

sunting

Pada bulan September 1888, sekelompok warga sukarelawan di East End, London membentuk Komite Kewaspadaan Whitechapel. Mereka berpatroli di jalanan mencari orang-orang yang mencurigakan, sebagian karena ketidakpuasan terhadap kegagalan polisi dalam menangkap pelaku, dan juga karena beberapa anggota khawatir bahwa pembunuhan tersebut memengaruhi bisnis di daerah itu.[140] Komite tersebut mengajukan petisi kepada pemerintah untuk menaikkan hadiah atas informasi yang mengarah pada penangkapan si pembunuh, menawarkan hadiah mereka sendiri sebesar ยฃ50 โ€“ setara dengan antara ยฃ5.900 (disesuaikan dengan inflasi) dan ยฃ86.000 (sebagai persentase PDB) pada tahun 2021[141] โ€“ untuk informasi yang mengarah pada penangkapannya,[142] dan menyewa detektif swasta untuk menanyai saksi secara independen.[143]

Pemrofilan kriminal

sunting

Pada akhir Oktober, Robert Anderson meminta dokter bedah kepolisian Thomas Bond untuk memberikan pendapatnya mengenai tingkat keterampilan dan pengetahuan pembedahan si pembunuh.[144] Pendapat yang diberikan oleh Bond mengenai karakter "pembunuh Whitechapel" merupakan profil pelaku kejahatan paling awal yang masih bertahan.[145] Penilaian Bond didasarkan pada pemeriksaannya sendiri terhadap korban yang termutilasi paling parah dan catatan pascamati dari empat pembunuhan kanonis sebelumnya.[74] Ia menulis:

Kelima pembunuhan ini tidak diragukan lagi dilakukan oleh tangan yang sama. Pada empat kasus pertama, tenggorokan tampaknya digorok dari kiri ke kanan, sementara pada kasus terakhir, karena adanya mutilasi yang sangat ekstensif, mustahil untuk mengatakan ke arah mana sayatan fatal itu dilakukan, tetapi darah arteri ditemukan di dinding dalam bentuk percikan di dekat tempat yang seharusnya menjadi letak kepala wanita tersebut.

Semua keadaan di sekitar pembunuhan ini mengarahkan saya untuk membentuk pendapat bahwa para wanita tersebut pasti sedang berbaring ketika dibunuh dan dalam setiap kasus, tenggorokannya selalu digorok pertama kali.[74]

Bond sangat menentang gagasan bahwa si pembunuh memiliki pengetahuan ilmiah atau anatomi apa pun, atau bahkan "pengetahuan teknis seorang tukang daging atau penjagal kuda".[74] Menurut pendapatnya, si pembunuh pastilah seorang pria dengan kebiasaan menyendiri, yang tunduk pada "serangan periodik berupa mania pembunuhan dan erotis", dengan karakter mutilasi yang kemungkinan mengindikasikan "satiriasis".[74] Bond juga menyatakan bahwa "dorongan membunuh mungkin berkembang dari kondisi pikiran yang penuh dendam atau merenung, atau bahwa mania keagamaan mungkin menjadi penyakit asalnya, tetapi saya rasa kedua hipotesis tersebut tidak mungkin terjadi".[74]

Tidak ada bukti bahwa pelaku melakukan aktivitas seksual dengan satu pun korban,[17][146] namun para psikolog menduga bahwa penetrasi terhadap korban dengan sebilah pisau dan "membiarkan mereka terpajang dalam posisi yang merendahkan secara seksual dengan luka yang terekspos" mengindikasikan bahwa pelaku mendapatkan kepuasan seksual dari serangan-serangan tersebut.[17][147] Pandangan ini ditentang oleh pakar lainnya, yang menepis hipotesis semacam itu sebagai dugaan yang tidak dapat dipertanggungjawabkan.[148]

Tersangka

sunting
Kartun seorang pria memegang pisau berlumuran darah yang memandang remeh ke arah pajangan setengah lusin terduga yang berwajah beda-beda
Spekulasi mengenai identitas Jack the Ripper: sampul majalah Puck terbitan 21 September 1889, karya kartunis Tom Merry

Pemusatan waktu pembunuhan pada sekitar akhir pekan dan hari libur nasional serta jarak antarlokasi yang berdekatan satu sama lain telah mengindikasikan bagi banyak pihak bahwa sang Ripper memiliki pekerjaan tetap dan tinggal di daerah tersebut.[149] Pihak lain berpendapat bahwa si pembunuh adalah seorang pria kelas atas yang berpendidikan, kemungkinan seorang dokter atau bangsawan yang memberanikan diri masuk ke Whitechapel dari daerah yang lebih makmur.[150] Teori-teori semacam itu mengacu pada persepsi budaya seperti ketakutan terhadap profesi medis, ketidakpercayaan pada sains modern, atau eksploitasi orang miskin oleh orang kaya.[151] Istilah "ripperologi" diciptakan pada tahun 1970-an untuk menggambarkan studi dan analisis mengenai kasus Ripper dalam upaya untuk menentukan identitasnya, dan pembunuhan-pembunuhan ini telah menginspirasi banyak karya fiksi.[152][153][154]

Para tersangka yang diajukan bertahun-tahun setelah pembunuhan tersebut mencakup hampir semua orang yang memiliki sedikit saja kaitan dengan kasus itu melalui dokumen-dokumen sezaman, serta banyak tokoh terkenal yang tidak pernah dipertimbangkan dalam investigasi kepolisian, termasuk seniman Walter Sickert dan penulis Lewis Carroll.[155] Semua orang yang hidup pada masa itu kini telah lama tiada, dan para penulis modern bebas menuduh siapa saja "tanpa perlu adanya bukti sejarah yang mendukung".[156] Para tersangka yang disebutkan dalam dokumen kepolisian masa itu mencakup tiga orang dalam memorandum Sir Melville Macnaghten tahun 1894, tetapi bukti-bukti yang memberatkan mereka paling banter hanyalah bukti tidak langsung.[157]

Selain adanya pertentangan dan ketidakandalan dari berbagai laporan masa itu, upaya untuk mengidentifikasi si pembunuh terhambat oleh ketiadaan bukti forensik tersisa yang terkonfirmasi.[158] Analisis DNA telah berupaya mengaitkan Aaron Kosminski (seorang tukang cukur di Whitechapel) dengan bukti di tempat kejadian perkara dan Walter Sickert dengan surat-surat (yang mungkin merupakan hoaks) yang mengaku berasal dari sang Ripper. Metodologi ilmiah yang digunakan untuk memajukan klaim-klaim yang saling tidak sejalan ini telah menuai kritik.[159] DNA mitokondria yang diperoleh kembali dari bukti tempat kejadian perkara yang tidak dikuatkan tersebut, yang dibandingkan dengan keturunan Kosminski yang dirahasiakan (padahal ia tidak memiliki anak), dianggap patut dipertanyakan.[160][161] Pengujian DNA pada surat-surat yang masih ada belum membuahkan hasil yang konklusif;[162] material yang tersedia telah ditangani berkali-kali dan terlalu terkontaminasi untuk dapat memberikan hasil yang bermakna.[163] Studi yang mengaitkan Kosminski tidak dapat direplikasi dan data aslinya tidak dapat ditemukan, yang menyebabkan Journal of Forensic Sciences kemudian menerbitkan pernyataan keprihatinan resmi.[164]

Terdapat banyak dan beragam teori mengenai identitas serta profesi asli dari Jack the Ripper; akan tetapi, pihak berwenang tidak menyepakati satu pun dari teori tersebut, dan jumlah tersangka yang disebutkan mencapai lebih dari seratus orang.[165][166] Meskipun minat terhadap kasus ini terus berlanjut, identitas sang Ripper masih tetap tidak diketahui.[167]

Surat-surat

sunting

Selama masa pembunuhan Whitechapel, kepolisian, surat kabar, dan masyarakat umum menerima ratusan surat terkait kasus tersebut.[168] Beberapa surat merupakan tawaran saran bermaksud baik mengenai cara menangkap si pembunuh, tetapi sebagian besar merupakan hoaks atau pada umumnya tidak berguna.[169][170] Ratusan surat diklaim telah ditulis oleh si pembunuh itu sendiri,[171] dan tiga di antaranya sangat menonjol: surat "Dear Boss", kartu pos "Saucy Jacky", dan surat "From Hell".[172]

Surat "Dear Boss", tertanggal 25 September dan dicap pos pada tanggal 27 September 1888, diterima pada hari itu juga oleh Central News Agency, dan diteruskan ke Scotland Yard pada tanggal 29 September.[173] Awalnya, surat tersebut dianggap sebagai hoaks, tetapi ketika Eddowes ditemukan tiga hari setelah tanggal cap pos surat tersebut dengan sebagian salah satu telinganya terpotong miring dari tubuhnya, janji si penulis untuk "memotong telinga wanita itu" ("clip the ladys (sic) ears off") mulai mendapat perhatian.[174] Telinga Eddowes tampaknya tidak sengaja tersayat oleh si pembunuh selama serangannya, dan ancaman penulis surat untuk mengirim telinga tersebut ke polisi tidak pernah terlaksana.[175] Julukan "Jack the Ripper" pertama kali digunakan dalam surat ini oleh penandatangannya dan mendapatkan ketenaran di seluruh dunia setelah dipublikasikan.[176] Sebagian besar surat yang menyusul kemudian meniru nada surat ini,[177] dengan beberapa penulis mengadopsi nama samaran seperti "George of the High Rip Gang"[178] dan "Jack Sheridan, the Ripper".[179] Beberapa sumber mengklaim bahwa surat lain yang tertanggal 17 September 1888 adalah yang pertama kali menggunakan nama "Jack the Ripper",[180] tetapi sebagian besar pakar meyakini bahwa ini adalah surat palsu yang disusupkan ke dalam catatan kepolisian pada abad ke-20.[181]

Catatan dengan tulisan cakar ayam dan salah eja yang berbunyi: From hellโ€”Mr Luskโ€”Sir I send you half the kidne I took from one woman prasarved it for you tother piece I fried and ate it was very nise I may send you the bloody knif that took it out if you only wate a whil longerโ€”Signed Catch me when you can Mishter Lusk
Surat "From Hell"

Kartu pos "Saucy Jacky" dicap pos pada tanggal 1 Oktober 1888 dan diterima pada hari yang sama oleh Central News Agency. Tulisan tangannya mirip dengan tulisan pada surat "Dear Boss",[182] dan menyebutkan pembunuhan kanonis yang dilakukan pada tanggal 30 September, yang disebut penulisnya dengan kalimat "peristiwa ganda kali ini" ("double event this time").[183] Ada pendapat yang menyatakan bahwa kartu pos tersebut dikirim sebelum pembunuhan-pembunuhan itu dipublikasikan secara luas, sehingga kecil kemungkinan orang sinting biasa memiliki pengetahuan seperti itu mengenai kejahatan tersebut;[184] namun, kartu pos itu dicap pos lebih dari 24 jam setelah pembunuhan terjadi, yang pada saat itu rincian pembunuhan telah diberitakan di pers dan telah menjadi gosip masyarakat umum di kalangan penduduk Whitechapel.[183][185]

Surat "From Hell" diterima oleh George Lusk, pemimpin Komite Kewaspadaan Whitechapel, pada tanggal 16 Oktober 1888.[186] Tulisan tangan dan gayanya sangat berbeda dengan surat "Dear Boss" dan kartu pos "Saucy Jacky".[187] Surat itu datang bersama sebuah kotak kecil di mana Lusk menemukan separuh ginjal manusia, yang diawetkan dalam "spirit of wine" (etanol).[187] Ginjal kiri Eddowes telah diambil oleh sang pembunuh. Penulis surat mengklaim bahwa ia "menggoreng dan memakan" separuh ginjal yang hilang tersebut. Terdapat ketidaksepakatan mengenai ginjal tersebut; sebagian pihak berpendapat bahwa ginjal itu milik Eddowes, sementara yang lain berpendapat bahwa itu hanyalah lelucon praktis yang mengerikan.[188][189] Ginjal tersebut diperiksa oleh Thomas Openshaw dari London Hospital, yang memastikan bahwa itu adalah ginjal manusia dan berasal dari sisi kiri, tetapi (bertentangan dengan laporan surat kabar yang keliru) ia tidak dapat menentukan karakteristik biologis lainnya.[190] Openshaw kemudian juga menerima sepucuk surat yang ditandatangani "Jack the Ripper".[191]

Scotland Yard menerbitkan faksimili surat "Dear Boss" dan kartu pos tersebut pada tanggal 3 Oktober, dengan harapan yang pada akhirnya sia-sia bahwa akan ada masyarakat umum yang mengenali tulisan tangan tersebut.[192] Charles Warren menjelaskan dalam sepucuk surat kepada Godfrey Lushington, Wakil Menteri Negara Permanen untuk Departemen Dalam Negeri: "Saya pikir semuanya hanyalah hoaks tetapi tentu saja kita terikat untuk mencoba & memastikan penulisnya bagaimanapun juga."[193] Pada tanggal 7 Oktober 1888, George R. Sims dalam surat kabar Minggu Referee dengan tajam menyiratkan bahwa surat tersebut ditulis oleh seorang jurnalis "untuk mendongkrak oplah surat kabar setinggi langit".[194] Para pejabat kepolisian kemudian mengklaim telah mengidentifikasi seorang jurnalis tertentu sebagai penulis surat "Dear Boss" sekaligus kartu pos tersebut.[195] Jurnalis tersebut diidentifikasi sebagai Tom Bullen dalam sepucuk surat dari Kepala Inspektur John Littlechild kepada George R. Sims tertanggal 23 September 1913.[196][n 1] Seorang jurnalis bernama Fred Best dilaporkan mengaku pada tahun 1931 bahwa ia dan seorang rekannya di The Star telah menulis surat-surat yang ditandatangani "Jack the Ripper" untuk meningkatkan minat terhadap pembunuhan tersebut dan "membuat bisnis tetap hidup".[199]

Media

sunting
Edisi 8 September 1888 dari Penny Illustrated Paper yang menggambarkan penemuan jenazah korban kanonis pertama sang Ripper, Mary Ann Nichols

Pembunuhan berantai oleh sang Ripper menandai titik balik penting dalam bagaimana jurnalis meliput tindak kejahatan.[24][200] Jack the Ripper bukanlah pembunuh berantai pertama, tetapi kasusnya adalah yang pertama kali memicu kehebohan media di seluruh dunia.[24][200] Undang-Undang Pendidikan Dasar 1880 (yang merupakan perluasan dari Undang-Undang sebelumnya) mewajibkan kehadiran di sekolah tanpa memandang kelas sosial. Oleh karena itu, menjelang tahun 1888, lebih banyak masyarakat kelas pekerja di Inggris dan Wales yang melek huruf.[201]

Reformasi pajak pada tahun 1850-an telah memungkinkan penerbitan surat kabar murah dengan oplah yang lebih luas.[202] Hal ini menjamur pada akhir era Victoria hingga mencakup surat kabar beroplah massal dengan harga semurah setengah peni, bersama dengan majalah-majalah populer seperti The Illustrated Police News yang membuat sang Ripper mendapatkan publisitas yang belum pernah ada sebelumnya.[203] Akibatnya, pada puncak investigasi, lebih dari satu juta eksemplar[204] surat kabar dengan liputan ekstensif yang dikhususkan untuk pembunuhan Whitechapel terjual setiap harinya.[205] Akan tetapi, banyak artikel tersebut bersifat sensasionalistik dan spekulatif, serta informasi palsu secara rutin dicetak seolah-olah sebagai fakta.[206] Selain itu, beberapa artikel yang berspekulasi mengenai identitas sang Ripper menyinggung rumor xenofobia setempat bahwa pelakunya adalah orang Yahudi atau orang asing.[207][208]

Pada awal September, enam hari setelah pembunuhan Mary Ann Nichols, The Manchester Guardian melaporkan: "Informasi apa pun yang mungkin dimiliki polisi, mereka anggap perlu untuk dirahasiakanย ... Diyakini bahwa perhatian mereka secara khusus diarahkan padaย ... sosok terkenal kejam yang dikenal sebagai 'Leather Apron'."[209] Para jurnalis merasa frustrasi dengan keengganan CID untuk mengungkapkan rincian investigasi mereka kepada publik, sehingga mereka terpaksa menulis laporan yang kebenarannya patut dipertanyakan.[24][210] Deskripsi imajinatif mengenai "Leather Apron" bermunculan di media cetak,[211] tetapi para jurnalis pesaing menepisnya sebagai "perkembangan mitos dari khayalan belaka sang reporter".[212] John Pizer, seorang Yahudi setempat yang membuat alas kaki dari kulit, dikenal dengan julukan "Leather Apron"[213] dan ia ditangkap, meskipun inspektur penyelidik melaporkan bahwa "saat ini tidak ada bukti apa pun yang memberatkannya".[214] Ia segera dibebaskan setelah konfirmasi atas alibinya.[213]

Setelah penerbitan surat "Dear Boss", julukan "Jack the Ripper" menggantikan "Leather Apron" sebagai nama yang diadopsi oleh pers dan publik untuk menggambarkan sang pembunuh.[215] Nama "Jack" sebelumnya telah digunakan untuk menggambarkan penyerang legendaris London lainnya: "Spring-heeled Jack", yang konon melompati tembok untuk menyerang para korbannya dan melarikan diri secepat saat ia datang.[216] Penciptaan dan adopsi julukan bagi pembunuh tertentu menjadi praktik standar media dengan contoh-contoh seperti Axeman dari New Orleans, Pencekik Boston, dan Penembak Jitu Beltway. Contoh-contoh yang diturunkan dari Jack the Ripper meliputi Ripper Prancis,Ripper Dรผsseldorf,Ripper Camden,Blackout Ripper,Jack the Stripper,Ripper Yorkshire,dan Ripper Rostov. Laporan pers yang sensasional dipadukan dengan fakta bahwa tidak ada seorang pun yang pernah dihukum atas pembunuhan-pembunuhan tersebut telah mengaburkan analisis ilmiah dan menciptakan sebuah legenda yang terus membayangi pembunuh berantai di kemudian hari.[217]

Warisan

sunting
Sesosok hantu yang mengacungkan pisau melayang melewati jalanan kumuh
"The Nemesis of Neglect": Jack the Ripper digambarkan sebagai hantu yang menguntit Whitechapel, dan sebagai perwujudan dari pengabaian sosial, dalam sebuah kartun Punch tahun 1888

Sifat pembunuhan sang Ripper, serta gaya hidup miskin para korbannya,[218] menarik perhatian pada kondisi kehidupan yang buruk di East End,[219] dan menggugah opini publik untuk menentang daerah kumuh yang padat dan tidak sehat.[220] Dalam dua dekade setelah pembunuhan tersebut, kawasan kumuh yang terburuk dibersihkan dan dihancurkan;[221] namun, jalan-jalan dan beberapa bangunan masih bertahan, dan legenda sang Ripper masih terus dipromosikan melalui berbagai tur berpemandu ke lokasi-lokasi pembunuhan dan tempat-tempat lain yang berkaitan dengan kasus tersebut.[222] Selama bertahun-tahun, kedai minum Ten Bells di Commercial Street (yang pernah sering dikunjungi oleh setidaknya satu dari korban kanonis Ripper)menjadi pusat dari tur-tur semacam itu.[223]

Tepat setelah pembunuhan tersebut dan pada masa-masa selanjutnya, "Jack the Ripper menjadi sosok momok bagi anak-anak."[224] Penggambarannya sering kali bersifat seperti hantu atau mengerikan. Pada tahun 1920-an dan 1930-an, ia digambarkan dalam film dengan mengenakan pakaian sehari-hari sebagai seorang pria yang menyimpan rahasia tersembunyi, yang memangsa korban-korbannya yang tidak menaruh curiga; suasana dan aura kejahatan dikesankan melalui efek pencahayaan dan permainan bayangan.[225] Menjelang tahun 1960-an, sang Ripper telah menjadi "simbol aristokrasi predator",[225] dan lebih sering digambarkan mengenakan topi tinggi dengan pakaian bergaya pria terhormat. Kelompok penguasa secara keseluruhan menjadi penjahatnya, dengan sang Ripper bertindak sebagai manifestasi dari eksploitasi oleh kelas atas.[226] Citra sang Ripper menyatu dengan atau meminjam simbol-simbol dari kisah horor, seperti jubah Dracula atau pemanenan organ ala Victor Frankenstein.[227] Dunia fiksi sang Ripper dapat berpadu dengan berbagai genre, mulai dari Sherlock Holmes hingga horor erotis Jepang seperti Assault! Jack the Ripper.[228]

Jack the Ripper muncul dalam ratusan karya fiksi dan karya-karya yang menyeimbangkan batas antara fakta dan fiksi, termasuk surat-surat Ripper dan sebuah buku harian hoaks: The Diary of Jack the Ripper.[229] Sang Ripper muncul dalam novel, cerita pendek, puisi, buku komik, permainan, lagu, drama teater, opera, program televisi, dan film. Lebih dari 100 karya nonfiksi secara khusus membahas pembunuhan Jack the Ripper, yang menjadikan kasus ini sebagai salah satu yang paling banyak ditulis dalam genre kejahatan nyata (true-crime).[165] Istilah "ripperologi" diciptakan oleh Colin Wilson pada tahun 1970-an untuk menggambarkan studi mengenai kasus ini oleh para profesional maupun amatir.[230][231] Terbitan berkala Ripperana, Ripperologist, dan Ripper Notes menerbitkan penelitian mereka.[232]

Pada tahun 2006, sebuah jajak pendapat oleh majalah BBC History memilih Jack the Ripper sebagai orang Britania terburuk sepanjang sejarah.[233][234] Pada tahun 2015, Jack the Ripper Museum dibuka di London timur. Museum ini menuai kritik dari wali kota Tower Hamlets John Biggs maupun para pengunjuk rasa.[235][236] Protes serupa terjadi pada tahun 2021 ketika gerai kedua dari dua kedai ikan dan kentang goreng "Jack The Chipper" dibuka di Greenwich, di mana beberapa penduduk setempat mengancam akan memboikot kedai tersebut.[237]

Lihat pula

sunting

Catatan

sunting
  1. ^ Nama lengkap jurnalis ini diyakini adalah Thomas John Bulling.[197][198]

Referensi

sunting
  1. ^ Serial Killers: True Crime, hlm. 93
  2. ^ Kershen, Anne J., "The Immigrant Community of Whitechapel at the Time of the Jack the Ripper Murders", dalam Werner, hlm. 65โ€“97; Vaughan, Laura, "Mapping the East End Labyrinth", dalam Werner, hlm. 225
  3. ^ a b c Honeycombe, The Murders of the Black Museum: 1870โ€“1970, hlm. 54
  4. ^ Life and Labour of the People in London (London: Macmillan, 1902โ€“1903), arsip daring Charles Booth, diakses tanggal 5 Agustus 2008. Diarsipkan 3 Februari 2011 di Wayback Machine.
  5. ^ London, Novels and Social Writings, hlm. 147
  6. ^ Jack the Ripper: Why Does a Serial Killer Who Disembowelled Women Deserve a Museum?, The Telegraph, 30 Juli 2015, diakses tanggal 21 Februari 2020. Diarsipkan 8 Maret 2021 di Wayback Machine.
  7. ^ Evans dan Skinner, Jack the Ripper: Letters from Hell, hlm. 1; Laporan kepolisian tertanggal 25 Oktober 1888, MEPO 3/141 ff. 158โ€“163, dikutip dalam Evans dan Skinner, The Ultimate Jack the Ripper Sourcebook, hlm. 283; Fido, hlm. 82; Rumbelow, The Complete Jack the Ripper, hlm. 12
  8. ^ Rumbelow, The Complete Jack The Ripper, hlm. 14
  9. ^ Rumbelow, Jack the Ripper: The Complete Casebook, hlm. 30
  10. ^ Begg, Jack the Ripper: The Definitive History, hlm. 131โ€“149; Evans dan Rumbelow, hlm. 38โ€“42; Rumbelow, The Complete Jack the Ripper, hlm. 21โ€“22
  11. ^ Marriott, John, "The Imaginative Geography of the Whitechapel murders", dalam Werner, hlm. 31โ€“63
  12. ^ Haggard, Robert F. (1993), "Jack the Ripper As the Threat of Outcast London", Essays in History, vol. 35, Corcoran Department of History at the University of Virginia
  13. ^ Woods dan Baddeley, hlm. 20
  14. ^ a b The Crimes, London Metropolitan Police, 29 Januari 2017, diakses tanggal 1 Oktober 2014. Diarsipkan 29 Januari 2017 di Wayback Machine.
  15. ^ Cook, hlm. 33โ€“34; Evans dan Skinner, The Ultimate Jack the Ripper Sourcebook, hlm. 3
  16. ^ Cook, hlm. 151
  17. ^ a b c d Keppel, Robert D.; Weis, Joseph G.; Brown, Katherine M.; Welch, Kristen (2005), "The Jack the Ripper murders: a modus operandi and signature analysis of the 1888โ€“1891 Whitechapel murders", Journal of Investigative Psychology and Offender Profiling, vol. 2(1), hlm. 1โ€“21. DOI:10.1002/jip.22
  18. ^ Evans dan Rumbelow, hlm. 47โ€“55
  19. ^ "Locality of the Whitechapel Women-Murders", Reynold's News, 11 November 1888, diakses tanggal 4 Juni 2023
  20. ^ Begg, Jack the Ripper: The Facts, hlm. 29โ€“30
  21. ^ Begg, Jack the Ripper: The Definitive History, hlm. 27โ€“28; Evans dan Rumbelow, hlm. 47โ€“50; Evans dan Skinner, The Ultimate Jack the Ripper Sourcebook, hlm. 4โ€“7
  22. ^ Begg, Jack the Ripper: The Definitive History, hlm. 28; Evans dan Skinner, The Ultimate Jack the Ripper Sourcebook, hlm. 4โ€“7
  23. ^ msl. The Star, 8 September 1888, dikutip dalam Begg, Jack the Ripper: The Definitive History, hlm. 155โ€“156 dan Cook, hlm. 62
  24. ^ a b c d e Davenport-Hines, Richard (2004). "Jack the Ripper (fl. 1888)", Oxford Dictionary of National Biography. Oxford University Press. Subscription required for online version. Diarsipkan 25 Juli 2015 di Wayback Machine.
  25. ^ Begg, Jack the Ripper: The Definitive History, hlm. 29โ€“31; Evans dan Rumbelow, hlm. 47โ€“50; Marriott, hlm. 5โ€“7
  26. ^ a b c Begg, Jack the Ripper: The Facts, hlm. 35
  27. ^ Begg, Jack the Ripper: The Definitive History, hlm. 63
  28. ^ Evans dan Rumbelow, hlm. 51โ€“55
  29. ^ Waddell, hlm. 75
  30. ^ Evans dan Rumbelow, hlm. 51โ€“55; Marriott, hlm. 13
  31. ^ Begg, Jack the Ripper: The Facts, hlm. 43
  32. ^ Whittington-Egan dan Whittington-Egan, hlm. 91
  33. ^ "Old Wounds: Re-examining the Buck's Row Murder", casebook.org, 2 April 2004, diakses tanggal 4 September 2020. Diarsipkan 25 Januari 2021 di Wayback Machine.
  34. ^ "Another Horrible Tragedy in Whitechapel", casebook.org, 2 April 2004, diakses tanggal 2 September 2020. Diarsipkan 18 Januari 2021 di Wayback Machine.
  35. ^ Eddleston, hlm. 21; Evans dan Rumbelow, hlm. 60โ€“61; Rumbelow, The Complete Jack the Ripper, hlm. 24โ€“27
  36. ^ Rumbelow, The Complete Jack the Ripper, hlm. 42
  37. ^ Honeycombe, The Murders of the Black Museum: 1870โ€“1970, hlm. 55โ€“56
  38. ^ Hogdson, hlm. 21
  39. ^ Marriott, hlm. 26โ€“29; Rumbelow, The Complete Jack the Ripper, hlm. 42
  40. ^ Begg, Jack the Ripper: The Facts, hlm. 76
  41. ^ Rivett dan Whitehead, hlm. 36
  42. ^ Begg, Jack the Ripper: The Definitive History, hlm. 153; Cook, hlm. 163; Evans dan Skinner, The Ultimate Jack the Ripper Sourcebook, hlm. 98; Marriott, hlm. 59โ€“75
  43. ^ Holmes, hlm. 233
  44. ^ Edwards, hlm. 60
  45. ^ Cook, hlm. 157; Marriott, hlm. 81โ€“125
  46. ^ Wilson et al., hlm. 38
  47. ^ Begg, Jack the Ripper: The Definitive History, hlm. 176โ€“184
  48. ^ "The Whitechapel Murders: Rewards Offered", Birmingham Daily Post, 2 Oktober 1888, diakses tanggal 12 Oktober 2021
  49. ^ Begg, Jack the Ripper: The Facts, hlm. 177
  50. ^ Howse, hlm. 88
  51. ^ Hodgson, hlm. 27
  52. ^ "Catherine Eddowes a.k.a. Kate Kelly", casebook.org, 1 Januari 2010, diakses tanggal 27 April 2020. Diarsipkan 13 Januari 2021 di Wayback Machine.
  53. ^ Laporan medis dalam Pemeriksaan Koroner, no. 135, Corporation of London Records, dikutip dalam Evans dan Skinner, hlm. 205โ€“207 dan Fido, hlm. 70โ€“74
  54. ^ Begg, Jack the Ripper: The Facts, hlm. 171
  55. ^ a b Begg, Jack the Ripper: The Definitive History, hlm. 193โ€“194; Laporan Kepala Inspektur Swanson, 6 November 1888, HO 144/221/A49301C, dikutip dalam Evans dan Skinner, hlm. 185โ€“188
  56. ^ msl. Evans dan Skinner, Jack the Ripper: Letters from Hell, hlm. 30; Rumbelow, The Complete Jack the Ripper, hlm. 118
  57. ^ Norder dan Sharp, hlm. 35
  58. ^ Begg, Jack the Ripper: The Facts, hlm. 179
  59. ^ Eddleston, hlm. 171
  60. ^ Cook, hlm. 143; Fido, hlm. 47โ€“52; Sugden, hlm. 254
  61. ^ Surat dari Charles Warren kepada Godfrey Lushington, Wakil Menteri Negara Permanen untuk Departemen Dalam Negeri, 6 November 1888, HO 144/221/A49301C, dikutip dalam Evans dan Skinner, The Ultimate Jack the Ripper Sourcebook, hlm. 183โ€“184
  62. ^ "The Whitechapel Murders: A Startling Discovery", The Lancaster Gazette, 13 Oktober 1888, diakses tanggal 26 Mei 2022
  63. ^ a b "The Seventh Murder in Whitechapel: A Story of Unparalleled Atrocity", The Pall Mall Gazette, 10 November 1888, diakses tanggal 22 Maret 2022
  64. ^ Howse, hlm. 95
  65. ^ Holmes, hlm. 239
  66. ^ Begg, Jack the Ripper: The Facts, hlm. 292โ€“293
  67. ^ Thomas Bond "notes of examination of body of woman found murdered & mutilated in Dorset Street" MEPO 3/3153 ff. 12โ€“14, dikutip dalam Sugden, hlm. 315, 319
  68. ^ Eddleston, hlm. 63
  69. ^ msl. Daily Telegraph, 10 November 1888, dikutip dalam Evans dan Skinner, The Ultimate Jack the Ripper Sourcebook, hlm. 339โ€“340
  70. ^ Catatan Macnaghten dikutip oleh Evans dan Skinner, The Ultimate Jack the Ripper Sourcebook, hlm. 584โ€“587; Fido, hlm. 98
  71. ^ Eddleston, hlm. 70
  72. ^ Cook, hlm. 151; Woods dan Baddeley, hlm. 85
  73. ^ Catatan Macnaghten dikutip oleh Cook, hlm. 151; Evans dan Skinner, The Ultimate Jack the Ripper Sourcebook, hlm. 584โ€“587 dan Rumbelow, The Complete Jack the Ripper, hlm. 140
  74. ^ a b c d e f Surat dari Thomas Bond kepada Robert Anderson, 10 November 1888, HO 144/221/A49301C, dikutip dalam Evans dan Skinner, The Ultimate Jack the Ripper Sourcebook, hlm. 360โ€“362 dan Rumbelow, The Complete Jack the Ripper, hlm. 145โ€“147
  75. ^ msl. Cook, hlm. 156โ€“159, 199
  76. ^ Evans dan Rumbelow, hlm. 260
  77. ^ Wawancara dalam East London Observer, 14 Mei 1910, dikutip dalam Cook, hlm. 179โ€“180 dan Evans dan Rumbelow, hlm. 239
  78. ^ Marriott, hlm. 231โ€“234; Rumbelow, The Complete Jack the Ripper, hlm. 157
  79. ^ "The Whitechapel Murders: The Belief that the Perpetrator of the Crimes is Now Dead", Sioux City Journal, 8 Juli 1895, diakses tanggal 4 Juni 2023
  80. ^ "Frances Coles: Murdered 13 February 1891", jack-the-ripper.org, 2 April 2010, diakses tanggal 4 Februari 2021. Diarsipkan 8 Februari 2021 di Wayback Machine.
  81. ^ Gordon, Alias Jack the Ripper, hlm. 179
  82. ^ Begg, Jack the Ripper: The Forgotten Victims, hlm. 125
  83. ^ a b Evans dan Rumbelow, hlm. 245โ€“246; Evans dan Skinner, The Ultimate Jack the Ripper Sourcebook, hlm. 422โ€“439
  84. ^ Begg, Jack the Ripper: The Facts, hlm. 314
  85. ^ "Rose Mylett (1862โ€“1888)", casebook.org, 1 Januari 2010, diakses tanggal 19 April 2020. Diarsipkan 20 Oktober 2019 di Wayback Machine.
  86. ^ "Alice McKenzie a.k.a. "Clay Pipe" Alice, Alice Bryant", casebook.org, 1 Januari 2010, diakses tanggal 26 April 2020. Diarsipkan 23 Januari 2021 di Wayback Machine.
  87. ^ Evans dan Rumbelow, hlm. 208โ€“209; Rumbelow, The Complete Jack the Ripper, hlm. 131
  88. ^ Evans dan Rumbelow, hlm. 209
  89. ^ Marriott, hlm. 195
  90. ^ Eddleston, hlm. 129
  91. ^ Begg, Jack the Ripper: The Facts, hlm. 316
  92. ^ Gordon, The Thames Torso Murders of Victorian London, hlm. 159
  93. ^ Evans dan Rumbelow, hlm. 210; Evans dan Skinner, The Ultimate Jack the Ripper Sourcebook, hlm. 480โ€“515
  94. ^ Fido, hlm. 113; Evans dan Skinner (2000), hlm. 551โ€“557
  95. ^ Waddell, hlm. 80
  96. ^ "Frances Coles a.k.a. Frances Coleman, Frances Hawkins, 'Carroty Nell'", casebook.org, 2 April 2004, diakses tanggal 16 Oktober 2024
  97. ^ Begg, Jack the Ripper: The Facts, hlm. 317
  98. ^ "The Whitechapel Tragedy", The Cheshire Observer, 28 Februari 1891, diakses tanggal 11 Februari 2022
  99. ^ a b Evans dan Rumbelow, hlm. 218โ€“222; Evans dan Skinner, The Ultimate Jack the Ripper Sourcebook, hlm. 551โ€“568
  100. ^ Begg, Jack the Ripper: The Facts, hlm. 21โ€“23
  101. ^ a b c Begg, Jack the Ripper: The Facts, hlm. 21โ€“25
  102. ^ "The Importance of Fairy Fay, and Her Link to Emma Smith", casebook.org, 1 Januari 2010, diakses tanggal 25 April 2020. Diarsipkan 2021-01-23 di Wayback Machine.
  103. ^ Fido, hlm. 15
  104. ^ Nama "Fairy Fay" pertama kali digunakan oleh Terrence Robinson dalam Reynold's News, 29 Oktober 1950, "karena tidak ada nama yang lebih baik".
  105. ^ Evans dan Skinner, The Ultimate Jack the Ripper Sourcebook, hlm. 3
  106. ^ Sugden, hlm. 5โ€“6
  107. ^ The Eastern Post and City Chronicle, 7 April 1888
  108. ^ Begg, Jack the Ripper: The Facts, hlm. 26
  109. ^ Beadle, hlm. 75
  110. ^ Beadle, hlm. 77; Fido, hlm. 16
  111. ^ Begg, Jack the Ripper: The Facts, hlm. 27
  112. ^ msl. East London Advertiser, 31 Maret 1888
  113. ^ Beadle, hlm. 207
  114. ^ Begg, Jack the Ripper: The Facts, hlm. 311โ€“312
  115. ^ Beadle, hlm. 207; Evans dan Rumbelow, hlm. 202; Fido, hlm. 100
  116. ^ "Casebook: Annie Farmer", casebook.org, 2 April 2004, diakses tanggal 11 Juni 2021
  117. ^ Evans dan Rumbelow, hlm. 142โ€“144
  118. ^ "Scotland Yard is Built on a Crime Scene Related to an Unsolved Murder: The Whitehall Mystery", The Vintage News, 29 Oktober 2016, diakses tanggal 19 April 2020. Diarsipkan 6 Agustus 2020 di Wayback Machine.
  119. ^ a b Gordon, The Thames Torso Murders of Victorian London[halamanย dibutuhkan]
  120. ^ Evans dan Rumbelow, hlm. 210โ€“213
  121. ^ "Elizabeth Jackson", casebook.org, 2 April 2004, diakses tanggal 27 Januari 2021. Diarsipkan 23 Januari 2021 di Wayback Machine.
  122. ^ Gordon, The American Murders of Jack the Ripper, hlm. xxii, 190
  123. ^ "Unsettling Tale of Murder in Victorian Bradford", Telegraph and Argus, 21 November 2017, diakses tanggal 8 Mei 2020. Diarsipkan 8 Maret 2021 di Wayback Machine.
  124. ^ "Bradford Police Museum Recreates Macabre Child Murder Trial", Telegraph and Argus, 21 Januari 2024, diakses tanggal 16 Oktober 2024
  125. ^ a b c Evans dan Skinner, Jack the Ripper: Letters from Hell, hlm. 136
  126. ^ a b c Vanderlinden, Wolf (2003โ€“04). "The New York Affair", dalam Ripper Notes bagian satu No. 16 (Juli 2003); bagian dua No. 17 (Januari 2004), bagian tiga No. 19 (Juli 2004 ISBN 0-9759129-0-9)
  127. ^ "Home: Introduction to the Case", casebook.org, 1 Januari 2010, diakses tanggal 16 April 2020. Diarsipkan 13 Januari 2021 di Wayback Machine.
  128. ^ a b Canter, hlm. 12โ€“13
  129. ^ Laporan Inspektur Donald Swanson kepada Kementerian Dalam Negeri, 19 Oktober 1888, HO 144/221/A49301C, dikutip dalam Begg, Jack the Ripper: The Definitive History, hlm. 205; Evans dan Rumbelow, hlm. 113; Evans dan Skinner, The Ultimate Jack the Ripper Sourcebook, hlm. 125
  130. ^ Begg, Jack the Ripper: The Facts, hlm. 184
  131. ^ "The Enduring Mystery of Jack the Ripper", London Metropolitan Police, diakses tanggal 31 Januari 2010. Diarsipkan 4 Februari 2010 di Wayback Machine.
  132. ^ Evans dan Skinner, The Ultimate Jack the Ripper Sourcebook, hlm. 675
  133. ^ Begg, Jack the Ripper: The Definitive History, hlm. 205; Evans dan Rumbelow, hlm. 84โ€“85
  134. ^ Rumbelow, The Complete Jack the Ripper, hlm. 274
  135. ^ Laporan Inspektur Donald Swanson kepada Kementerian Dalam Negeri, 19 Oktober 1888, HO 144/221/A49301C, dikutip dalam Begg, Jack the Ripper: The Definitive History, hlm. 206 dan Evans dan Skinner, The Ultimate Jack the Ripper Sourcebook, hlm. 125
  136. ^ Marriott, John, "The Imaginative Geography of the Whitechapel murders", dalam Werner, hlm. 48
  137. ^ Rumbelow, The Complete Jack the Ripper, hlm. 93; Daily Telegraph, 10 November 1888, dikutip dalam Evans dan Skinner, The Ultimate Jack the Ripper Sourcebook, hlm. 341
  138. ^ Robert Anderson kepada Kementerian Dalam Negeri, 10 Januari 1889, 144/221/A49301C ff. 235โ€“236, dikutip dalam Evans dan Skinner, The Ultimate Jack the Ripper Sourcebook, hlm. 399
  139. ^ Begg, Jack the Ripper: The Definitive History, hlm. 57
  140. ^ Hodgson, hlm. 22
  141. ^ "Five Ways to Compute the Relative Value of a UK Pound Amount, 1270 to Present", MeasuringWorth, 2023, diakses tanggal 19 Februari 2023
  142. ^ Begg, Jack the Ripper: The Facts, hlm. 128
  143. ^ msl. Evans dan Skinner, The Ultimate Jack the Ripper Sourcebook, hlm. 245โ€“252
  144. ^ Evans dan Rumbelow, hlm. 186โ€“187; Evans dan Skinner, The Ultimate Jack the Ripper Sourcebook, hlm. 359โ€“360
  145. ^ Canter, hlm. 5โ€“6
  146. ^ Woods dan Baddeley, hlm. 38
  147. ^ Lihat pula edisi kontemporer selanjutnya dari Psychopathia Sexualis karya Richard von Krafft-Ebing, dikutip dalam Woods dan Baddeley, hlm. 111
  148. ^ Evans dan Rumbelow, hlm. 187โ€“188, 261; Woods dan Baddeley, hlm. 121โ€“122
  149. ^ Marriott, hlm. 205; Rumbelow, The Complete Jack the Ripper, hlm. 263; Sugden, hlm. 266
  150. ^ Begg, Jack the Ripper: The Definitive History, hlm. 43
  151. ^ Woods dan Baddeley, hlm. 111โ€“114
  152. ^ "So You Want to Be a 'Ripperologist'?", casebook.org, 2 April 2004, diakses tanggal 25 Oktober 2021
  153. ^ "Jack the Ripper", britannica.com, 23 Januari 2025, diakses tanggal 9 Februari 2025
  154. ^ "Ripperology Noun", Oxford English Dictionary, diakses tanggal 17 Maret 2025
  155. ^ "Casebook: Jack the Ripper: Lewis Carroll", casebook.org, 2 April 2004, diakses tanggal 9 November 2022
  156. ^ Evans dan Rumbelow, hlm. 261
  157. ^ msl. Frederick Abberline dalam Pall Mall Gazette, 31 Maret 1903, dikutip dalam Begg, Jack the Ripper: The Definitive History, hlm. 264
  158. ^ Cook, hlm. 31
  159. ^ Connor, Steven (7 September 2014). "Jack the Ripper: Has Notorious Serial Killer's Identity Been Revealed by New DNA Evidence?", The Independent, 7 September 2014, diakses tanggal 1 September 2017. Diarsipkan 2020-07-12 di Wayback Machine.
  160. ^ Adam, David (15 Maret 2019). "Does a new genetic analysis finally reveal the identity of Jack the Ripper?", Science, diakses tanggal 13 Desember 2024
  161. ^ Jones, Richard. "Walter Sickert โ€“ Case Closed", Jack the Ripper 1888, diakses tanggal 13 Desember 2024
  162. ^ Marks, Kathy (18 Mei 2006). "Was Jack the Ripper a Woman?", The Independent, diakses tanggal 5 Mei 2009. Diarsipkan 12 Desember 2020 di Wayback Machine.
  163. ^ Meikle, hlm. 197; Rumbelow, The Complete Jack the Ripper, hlm. 246
  164. ^ "Expression of Concern: Forensic Investigation of a Shawl Linked to the 'Jack the Ripper' Murders" (2024), Journal of Forensic Sciences, vol. 69(5), hlm. 1938. DOI:10.1111/1556-4029.15595. PMIDย 39132924
  165. ^ a b Whiteway, Ken (2004), "A Guide to the Literature of Jack the Ripper", Canadian Law Library Review / Revue canadienne des bibliothรจques de droit, vol. 29(5), hlm. 219โ€“229
  166. ^ Eddleston, hlm. 195โ€“244
  167. ^ Whittington-Egan, hlm. 91โ€“92
  168. ^ Donald McCormick memperkirakan "mungkin setidaknya 2000" (dikutip dalam Evans dan Skinner, Jack the Ripper: Letters from Hell, hlm. 180). Illustrated Police News edisi 20 Oktober 1888 menyebutkan bahwa sekitar 700 surat telah diselidiki oleh polisi (dikutip dalam Evans dan Skinner, Jack the Ripper: Letters from Hell, hlm. 199). Lebih dari 300 surat disimpan di Kantor Catatan Corporation of London (Evans dan Skinner, Jack the Ripper: Letters from Hell, hlm. 149).
  169. ^ Begg, Jack the Ripper: The Definitive History, hlm. 165; Evans dan Skinner, Jack the Ripper: Letters from Hell, hlm. 105; Rumbelow, The Complete Jack the Ripper, hlm. 105โ€“116
  170. ^ "Letters to Police, Signed 'Jack the Ripper,' are Practical Jokes", The Yorkshire Herald, 8 Oktober 1888, diakses tanggal 5 Agustus 2021
  171. ^ Lebih dari 200 surat disimpan di Public Record Office (Evans dan Skinner, Jack the Ripper: Letters from Hell, hlm. 8, 180).
  172. ^ Fido, hlm. 6โ€“10; Marriott, hlm. 219 dst.
  173. ^ Cook, hlm. 76โ€“77; Evans dan Rumbelow, hlm. 137; Evans dan Skinner, Jack the Ripper: Letters from Hell, hlm. 16โ€“18; Woods dan Baddeley, hlm. 48โ€“49
  174. ^ Cook, hlm. 78โ€“79; Marriott, hlm. 221
  175. ^ Cook, hlm. 79; Evans dan Skinner, Jack the Ripper: Letters from Hell, hlm. 179; Marriott, hlm. 221
  176. ^ Cook, hlm. 77โ€“78; Evans dan Rumbelow, hlm. 140; Evans dan Skinner, The Ultimate Jack the Ripper Sourcebook, hlm. 193; Fido, hlm. 7
  177. ^ Cook, hlm. 87; Evans dan Skinner, The Ultimate Jack the Ripper Sourcebook, hlm. 652
  178. ^ "The Whitechapel Horrors: An Exciting Week", casebook.org, 2 April 2004, diakses tanggal 8 November 2021
  179. ^ "The Whitechapel Murder: The Inquest", The Leeds Mercury, 13 November 1888, diakses tanggal 22 Juni 2022
  180. ^ Eddleston, hlm. 155; Marriott, hlm. 223
  181. ^ Marriott, hlm. 223
  182. ^ Marriott, hlm. 219โ€“222
  183. ^ a b Cook, hlm. 79โ€“80; Fido, hlm. 8โ€“9; Marriott, hlm. 219โ€“222; Rumbelow, The Complete Jack the Ripper, hlm. 123
  184. ^ msl. Cullen, Tom (1965), Autumn of Terror, London: The Bodley Head, hlm. 103
  185. ^ Sugden, hlm. 269
  186. ^ "The Whitechapel Murders", The Kiama Independent and Shoalhaven Advertiser, 20 November 1888, diakses tanggal 18 November 2021
  187. ^ a b Evans dan Rumbelow, hlm. 170; Fido, hlm. 78โ€“80
  188. ^ "The Hype and the Press Speculation", London Metropolitan Police, diakses tanggal 1 Oktober 2014. Diarsipkan 29 Januari 2017 di Wayback Machine.
  189. ^ Wolf, Gunter (2008), "A kidney from hell? A nephrological view of the Whitechapel murders in 1888", Nephrology Dialysis Transplantation, vol. 23(10), hlm. 3343โ€“3349. DOI:10.1093/ndt/gfn198. PMIDย 18408073
  190. ^ Cook, hlm. 146; Fido, hlm. 78
  191. ^ Jack the Ripper 'Letter' Made Public, BBC, 19 April 2001, diakses tanggal 2 Januari 2010
  192. ^ Evans dan Skinner, Jack the Ripper: Letters from Hell, hlm. 32โ€“33
  193. ^ Surat dari Charles Warren kepada Godfrey Lushington, 10 Oktober 1888, Arsip Polisi Metropolitan MEPO 1/48, dikutip dalam Cook, hlm. 78; Evans dan Rumbelow, hlm. 140 dan Evans dan Skinner, Jack the Ripper: Letters from Hell, hlm. 43
  194. ^ Dikutip dalam Evans dan Skinner, Jack the Ripper: Letters from Hell, hlm. 41, 52 dan Woods dan Baddeley, hlm. 54
  195. ^ Cook, hlm. 94โ€“95; Evans dan Skinner, Jack the Ripper: Letters From Hell, hlm. 45โ€“48; Evans dan Skinner, The Ultimate Jack the Ripper Sourcebook, hlm. 624โ€“633; Marriott, hlm. 219โ€“222; Rumbelow, The Complete Jack the Ripper, hlm. 121โ€“122
  196. ^ Dikutip dalam Cook, hlm. 96โ€“97; Evans dan Skinner, Jack the Ripper: Letters from Hell, hlm. 49; Evans dan Skinner, The Ultimate Jack the Ripper Sourcebook, hlm. 193; dan Marriott, hlm. 254
  197. ^ "A Look at Some of the Known Letter Writers", jack-the-ripper.org, 2 April 2010, diakses tanggal 5 Agustus 2023
  198. ^ Westcott, Thomas C. (2 April 2004), "Thomas Bulling and the Myth of the London Journalist", casebook.org, diakses tanggal 5 Agustus 2023
  199. ^ Profesor Francis E. Camps, Agustus 1966, "More on Jack the Ripper", Crime and Detection, dikutip dalam Evans dan Skinner, Jack the Ripper: Letters from Hell, hlm. 51โ€“52
  200. ^ a b Woods dan Baddeley, hlm. 20, 52
  201. ^ "Education in England: A History", educationengland.org.uk, 1 Juni 1998, diakses tanggal 14 September 2020. Diarsipkan 26 Februari 2021 di Wayback Machine.
  202. ^ Begg, Jack the Ripper: The Definitive History, hlm. 208
  203. ^ Curtis, hlm. 214
  204. ^ "Jack the Ripper", psychologytoday.com, 27 Januari 2004, diakses tanggal 23 Januari 2020. Diarsipkan 31 Maret 2021 di Wayback Machine.
  205. ^ "Murderers Who Haunt the Screen", Borehamwood & Elstree Times, 30 November 2006, diakses tanggal 23 Januari 2020. Diarsipkan 8 Maret 2021 di Wayback Machine.
  206. ^ "Horror Upon Horror. Whitechapel is Panic-stricken at Another Fiendish Crime. A Fourth Victim of the Maniac", casebook.org, 1 Januari 2010, diakses tanggal 1 Juni 2020. Diarsipkan 18 Januari 2021 di Wayback Machine.
  207. ^ "John Pizer", casebook.org, 1 Januari 2010, diakses tanggal 1 Juni 2020. Diarsipkan 24 November 2020 di Wayback Machine.
  208. ^ Peyro, Ignacio (29 Oktober 2018), "Who Was Jack the Ripper?", nationalgeographic.co.uk, diakses tanggal 1 Juni 2020. Diarsipkan 31 Maret 2021 di Wayback Machine.
  209. ^ Manchester Guardian, 6 September 1888, dikutip dalam Begg, Jack the Ripper: The Definitive History, hlm. 98
  210. ^ Begg, Jack the Ripper: The Definitive History, hlm. 214
  211. ^ msl. Manchester Guardian, 10 September 1888, dan Austin Statesman, 5 September 1888, dikutip dalam Begg, Jack the Ripper: The Definitive History, hlm. 98โ€“99; The Star, 5 September 1888, dikutip dalam Evans dan Rumbelow, hlm. 80
  212. ^ Leytonstone Express and Independent, 8 September 1888, dikutip dalam Begg, Jack the Ripper: The Definitive History, hlm. 99
  213. ^ a b msl. Marriott, hlm. 251; Rumbelow, The Complete Jack the Ripper, hlm. 49
  214. ^ Laporan oleh Inspektur Joseph Helson, CID Divisi 'J', dalam arsip Polisi Metropolitan, MEPO 3/140 ff. 235โ€“238, dikutip dalam Begg, Jack the Ripper: The Definitive History, hlm. 99 dan Evans dan Skinner, The Ultimate Jack the Ripper Sourcebook, hlm. 24
  215. ^ Evans dan Skinner, Jack the Ripper: Letters from Hell, hlm. 13, 86; Fido, hlm. 7
  216. ^ Ackroyd, Peter, "Introduction", dalam Werner, hlm. 10; Rivett dan Whitehead, hlm. 11
  217. ^ Marriott, John, "The Imaginative Geography of the Whitechapel murders", dalam Werner, hlm. 54
  218. ^ "The Whitechapel Murders", Western Mail, 17 November 1888, diakses tanggal 9 Februari 2020. Diarsipkan 2 Desember 2020 di Wayback Machine.
  219. ^ Begg, Jack the Ripper: The Definitive History, hlm. 1โ€“2; Rivett dan Whitehead, hlm. 15
  220. ^ Cook, hlm. 139โ€“141; Vaughan, Laura, "Mapping the East End Labyrinth", dalam Werner, hlm. 236โ€“237
  221. ^ Dennis, Richard, "Common Lodgings and 'Furnished Rooms': Housing in 1880s Whitechapel", dalam Werner, hlm. 177โ€“179
  222. ^ Rumbelow, The Complete Jack the Ripper, hlm. xv; Woods dan Baddeley, hlm. 136
  223. ^ Begg, Jack the Ripper: The Definitive History, hlm. 19
  224. ^ Dew, Walter (1938). I Caught Crippen. London: Blackie and Son. hlm. 126, dikutip dalam Begg, Jack the Ripper: The Definitive History, hlm. 198
  225. ^ a b Bloom, Clive, "Jack the Ripper โ€“ A Legacy in Pictures", dalam Werner, hlm. 251
  226. ^ Woods dan Baddeley, hlm. 150
  227. ^ Bloom, Clive, "Jack the Ripper โ€“ A Legacy in Pictures", dalam Werner, hlm. 252โ€“253
  228. ^ Bloom, Clive, "Jack the Ripper โ€“ A Legacy in Pictures", dalam Werner, hlm. 255โ€“260
  229. ^ Begg, Jack the Ripper: The Definitive History, hlm. 299; Marriott, hlm. 272โ€“277; Rumbelow, The Complete Jack the Ripper, hlm. 251โ€“253
  230. ^ Woods dan Baddeley, hlm. 70, 124
  231. ^ Evans, Stewart P. (April 2003). "Ripperology, A Term Coined Byย ...", Ripper Notes, salinan di Wayback dan Casebook. Diarsipkan 16 Oktober 2011 di Wayback Machine.
  232. ^ Creaton, Heather (April 2003), Recent Scholarship on Jack the Ripper and the Victorian Media, Reviews in History, no. 333
  233. ^ "Jack the Ripper is 'Worst Briton'", 31 Januari 2006, BBC, diakses tanggal 4 Desember 2009
  234. ^ Woods dan Baddeley, hlm. 176
  235. ^ Khomami, Nadia (5 Agustus 2015), "Jack the Ripper Museum Architect Says He was 'Duped' Over Change of Plans", The Guardian, diakses tanggal 20 November 2020
  236. ^ Brooke, Mike (6 November 2017), "Jack the Ripper Museum Besieged by Women Protesters in Cable Street Again", East London Advertiser, diakses tanggal 20 November 2020. Diarsipkan 21 September 2020 di Wayback Machine.
  237. ^ Bennett-Ness, Jamie (17 Agustus 2021). "Locals Boycott Greenwich Chippy Named 'Jack the Chipper'", News Shopper, 17 Agustus 2021, diakses tanggal 19 Agustus 2021

Sumber

sunting
  • Beadle, William (2009). Jack the Ripper: Unmasked. London: John Blake. ISBN 978-1-84454-688-6
  • Begg, Paul (2003). Jack the Ripper: The Definitive History. London: Pearson Education. ISBN 0-582-50631-X
  • Begg, Paul (2004). Jack the Ripper: The Facts. New York: Barnes & Noble Books. ISBN 978-0-760-77121-1
  • Begg, Paul (2014). Jack the Ripper: The Forgotten Victims. New Haven: Yale University Press. ISBN 978-1-306-47495-5
  • Bell, Neil R. A. (2016). Capturing Jack the Ripper: In the Boots of a Bobby in Victorian England. Stroud: Amberley Publishing. ISBN 978-1-445-62162-3
  • Canter, David (1994). Criminal Shadows: Inside the Mind of the Serial Killer. London: HarperCollins. ISBN 0-00-255215-9
  • Cook, Andrew (2009). Jack the Ripper. Stroud, Gloucestershire: Amberley Publishing. ISBN 978-1-84868-327-3
  • Curtis, Lewis Perry (2001). Jack The Ripper & The London Press. New Haven: Yale University Press. ISBN 0-300-08872-8
  • Eddleston, John J. (2002). Jack the Ripper: An Encyclopedia. London: Metro Books. ISBN 1-84358-046-2
  • Edwards, Russell (2014).Naming Jack the Ripper: New Crime Scene Evidence, A Stunning Forensic Breakthrough. London: Sidgwick & Jackson. ISBN 978-1-447-26423-1
  • Evans, Stewart P.; Connell, Nicholas (2000). The Man Who Hunted Jack the Ripper. Cambridge: Rupert Books. ISBN 1-902791-05-3
  • Evans, Stewart P.; Rumbelow, Donald (2006). Jack the Ripper: Scotland Yard Investigates. Stroud, Gloucestershire: Sutton Publishing. ISBN 0-7509-4228-2
  • Evans, Stewart P.; Skinner, Keith (2000). The Ultimate Jack the Ripper Sourcebook: An Illustrated Encyclopedia. London: Constable and Robinson. ISBN 1-84119-225-2
  • Evans, Stewart P.; Skinner, Keith (2001). Jack the Ripper: Letters from Hell. Stroud, Gloucestershire: Sutton Publishing. ISBN 0-7509-2549-3
  • Fido, Martin (1987), The Crimes, Detection and Death of Jack the Ripper. London: Weidenfeld and Nicolson, ISBN 0-297-79136-2
  • Gordon, R. Michael (2000). Alias Jack the Ripper: Beyond the Usual Whitechapel Suspects. Jefferson, NC: McFarland & Company. ISBN 978-0-786-40898-6
  • Gordon, R. Michael (2002), The Thames Torso Murders of Victorian London. Jefferson, NC: McFarland & Company. ISBN 978-0-7864-1348-5
  • Gordon, R. Michael (2003), The American Murders of Jack the Ripper, Santa Barbara, CA: Greenwood Publishing, ISBN 978-0-275-98155-6
  • Hodgson, Peter (2011). Jack the Ripper โ€“ Through the Mists of Time. Dartford: Pneuma Springs. ISBN 978-1-782-28168-9
  • Holmes, Ronald M.; Holmes, Stephen T. (2002). Profiling Violent Crimes: An Investigative Tool. Thousand Oaks, CA: Sage Publications, Inc. ISBN 0-7619-2594-5
  • Honeycombe, Gordon (1982), The Murders of the Black Museum: 1870โ€“1970. London: Bloomsbury Books, ISBN 978-0-863-79040-9
  • Howse, Geoffrey (2006). Foul Deeds and Suspicious Deaths in London's East End. Barnsley: Wharncliffe Books. ISBN 978-1-781-59662-3
  • London, Jack (1984). Novels and Social Writings. Cambridge: Cambridge University Press. ISBN 978-0-521-26213-2
  • Lynch, Terry; Davies, David (2008). Jack the Ripper: The Whitechapel Murderer. Ware, Hertfordshire: Wordsworth Editions. ISBN 978-1-840-22077-3
  • Marriott, Trevor (2005). Jack the Ripper: The 21st Century Investigation. London: John Blake. ISBN 1-84454-103-7
  • Meikle, Denis (2002). Jack the Ripper: The Murders and the Movies. Richmond, Surrey: Reynolds and Hearn Ltd. ISBN 1-903111-32-3
  • Norder, Dan; Sharp, Alan (2008).Ripper Notes: The Legend Continues. Houston: Inklings Press. ISBN 978-0-978-91122-5
  • Rivett, Miriam; Whitehead, Mark (2006). Jack the Ripper. Harpenden, Hertfordshire: Pocket Essentials. ISBN 978-1-904048-69-5
  • Rumbelow, Donald (1990). Jack the Ripper. The Complete Casebook. New York: Berkley Publishing Group. ISBN 978-0-425-11869-6
  • Rumbelow, Donald (2004). The Complete Jack the Ripper. Fully Revised and Updated. London: Penguin Books. ISBN 978-0-14-017395-6
  • Serial Killers: True Crime (1992). Alexandria: Time-Life Books. ISBN 978-0-7835-0001-0
  • Sugden, Philip (2002). The Complete History of Jack the Ripper. New York: Carroll & Graf Publishers. ISBN 0-7867-0276-1
  • Thurgood, Peter (2013). Abberline: The Man Who Hunted Jack the Ripper. Cheltenham: The History Press Ltd. ISBN 978-0-752-48810-3
  • Waddell, Bill (1993). The Black Museum: New Scotland Yard. London: Little, Brown and Company. ISBN 978-0-316-90332-5
  • Werner, Alex (ed.) (2008). Jack the Ripper and the East End. London: Chatto & Windus. ISBN 978-0-7011-8247-2
  • Whittington-Egan, Richard; Whittington-Egan, Molly (1992). The Murder Almanac. Glasgow: Neil Wilson Publishing. ISBN 978-1-897-78404-4
  • Whittington-Egan, Richard (2013). Jack the Ripper: The Definitive Casebook. Stroud: Amberley Publishing. ISBN 978-1-445-61768-8
  • Wilson, Colin; Odell, Robin; Gaute, J. H. H. (1988). Jack the Ripper: Summing up and Verdict. London: Corgi Books. ISBN 978-0-552-12858-2
  • Woods, Paul; Baddeley, Gavin (2009). Saucy Jack: The Elusive Ripper. Hersham, Surrey: Ian Allan Publishing. ISBN 978-0-7110-3410-5

Pranala luar

sunting
Dengarkan versi lisan dari artikel ini (39 menit)
noicon
Ikon Wikipedia Lisan
Berkas suara ini dibuat berdasarkan revisi dari artikel ini per tanggal 5 Maret 2011ย (2011-03-05), sehingga isinya tidak mengacu pada revisi terkini.

๐Ÿ“š Artikel Terkait di Wikipedia

Olimpiade Musim Panas 2012

"Boxing referee expelled from Olympics after scandal". NBCOlympics.com. Diarsipkan dari asli tanggal 14 Agustus 2012. Diakses tanggal 2 Agustus 2012. John, Emma

Daftar personel WWE

Full-Time Female Referee". Sports Illustrated. Diakses tanggal January 23, 2024. "John Cone". WWE. Diakses tanggal January 4, 2009. "John Cone". Gerweck

Grup C Kejuaraan Eropa UEFA 2024

Juni 2024. Booking for Slovenia staff member โ€“ 70' Denmark 1โ€“0 Slovenia: Referee Sandro Scharer, the Swiss, books a member of the Slovenia staff in the

Dylan Thomas

yang disebut "The Poet's Corner" di sebuah surat kabar Inggris, Sunday Referee. Di sini ia mendorong bakat-bakat baru dengan memberikan hadiah mingguan

Daftar olahragawan LGBT

me'". The Guardian. Diakses tanggal 24 July 2019. "Top Swiss football referee comes out as gay". Gay Star News. 10 December 2017. Diarsipkan dari asli

Piala EFL 2022โ€“2023

2023-02-25. Diakses tanggal 27 Februari 2023. "Carabao Cup Final 2023 referee appointments". efl.com (dalam bahasa Inggris). English Football League

Piala Dunia FIFA 2018

FIFA. Diarsipkan dari asli (PDF) tanggal 30 April 2018. "World Cup 2018: Referee Fahad Al Mirdasi 'banned over match-fixing attempt in Saudi Arabia'". BBC