Kabilah Jurhum merupakan salah satu marga dalam suku Qahtan kuno di Semenanjung Arabia, yang juga merupakan salah satu suku Arab yang tertua.[1] Pada awalnya mereka tinggal di wilayah Yaman sebelum bermigrasi ke Bakkah atau mekkah yang kala itu baru ada mata air Ismail yang disebut Zam zam.[2]

Dalam perkembangannya, pemimpin Jurhum bersama Ismail dan keturunan awal Bani Ismail menjadi pengelola Ka'bah.

Ka'bah dan Mekkah

sunting

Ketika Kabilah Jurhum tiba di lembah Bakkah, kala itu baru ada Ismail dan ibunya, Hajar bersama mata air zam zam[3] di mana mereka kemudian menetap. Ikatan mereka kemudian diperkuat dengan dinikahkannya Ismail dengan Ri'lah binti Mudhadh bin 'Amr bin Jurhum.

Bani Ismail mengelola pemakmuran Ka'bah dan para peziarah sedangkan Kabilah Jurhum akan menjaga keamanan Bakkah. Sampai datanglah Kabilah Khuza'ah merebut Bakkah[4] dari mereka dan menancapkan pengaruhnya selama 300 tahun.[5] Hingga datanglah Qushay bin Kilab, kakek buyut Muhammad yang mengembalikan Ka'bah kepada keturunan Ismail dan mengawali kebesaran Makkah sebagai pusat ziarah maupun niaga.[6]

Referensi

sunting
  1. ^ "Sejarah Hidup Nabi Muhammad SAW (2): Kabilah Jurhum dan Asal-Usul Bangsa Arab – Gana Islamika" (dalam bahasa American English). Diarsipkan dari versi aslinya tanggal 2023-06-10. Diakses tanggal 2022-07-31.
  2. ^ Shahid, Irfan (1989). Byzantium and the Arabs in the Fifth Century. Dumbarton Oaks. p. 337.
  3. ^ "Arab Musto'ribah Hasil Pernikahan Ismail dan Kabilah Jurhum". Republika Online. 2021-07-29. Diarsipkan dari versi aslinya tanggal 2022-07-31. Diakses tanggal 2022-07-31.
  4. ^ "Jurhum dan Qathura, Dua Kabilah Besar yang Pernah Memimpin Mekkah". TFA Manasek (dalam bahasa American English). 2019-10-24. Diakses tanggal 2022-07-31.
  5. ^ Gibb, H.A.R. (1954). The Encyclopaedia of Islam. Brill Archive. hlm. 76-80. Diarsipkan dari versi aslinya tanggal 2023-04-03. Diakses tanggal 2022-07-31.
  6. ^ "Qushay bin Kilab, Tokoh Pertama Pembangun Kebesaran Makkah Sebelum Nabi Muhammad". Republika Online. 2022-05-13. Diarsipkan dari versi aslinya tanggal 2022-07-31. Diakses tanggal 2022-07-31.

📚 Artikel Terkait di Wikipedia

Ismael

Hagar dan Ismael tetap hidup berdua di sana sampai sekelompok suku Arab Jurhum melewati daerah tersebut. Saat melihat burung berputar-putar di suatu tempat

Afriansyah Noor

2024 Ketua Umum Yusril Ihza Mahendra Fahri Bachmid (penjabat) Pendahulu Jurhum Lantong Pengganti Mohammad Masduki Informasi pribadi Lahir 20 April 1972

Abdul Muthalib

dan Nā'ila. Di sana dia akan menemukan Sumur Zamzam, yang diisi oleh suku Jurhum ketika mereka meninggalkan Mekah. Orang Quraisy mencoba menghentikannya

Ibrahim

tempat Hajar dan Ismail berdiam, kemudian beberapa bangsa Arab dari suku Jurhum datang dan ikut mendiami tempat tersebut. Pada umumnya, sumber-sumber Islam

Ismail

Hajar dan Isma'il tetap hidup berdua di sana sampai sekelompok suku Arab Jurhum melewati daerah tersebut. Saat melihat burung berputar-putar di suatu tempat

Makkah

muncul orang-orang Jurhum yang akhirnya tinggal di sana. Nabi Ismail menikah dengan putri Muzaz bin Amr (seorang tokoh dari kabilah Jurhum). Keturunan Nabi

Nabi dan rasul dalam Islam

Musa 8 إسماعيل Isma'il Nabi dan rasul Ismael Sekitar Arab, seperti Kabilah Jurhum,Amaliq, dan Penduduk Yaman Putra tertua Ibrahim Lahir di Palestina, kemudian

Hajar

Hajar dan Isma'il tetap hidup berdua di sana sampai sekelompok suku Arab Jurhum melewati daerah tersebut. Saat melihat burung berputar-putar di suatu tempat