Kanabidiol
Data klinis
Nama dagangSativex (with THC), Epidiolex
Nama lainCBD, cannabidiolum, (โˆ’)-cannabidiol[1]
AHFS/Drugs.comInternational Drug Names
Rute
pemberian
Inhalation (smoking, vaping), buccal (aerosol spray), oral (solution)[2][3]
Kelas obatCannabinoid
Kode ATC
Status hukum
Status hukum
  • AU: S4 (Prescription only)
  • UK: POM (Hanya resep) or Dietary Supplement
  • US: Schedule I (except Epidiolex, Schedule V, and hemp-derived)
Data farmakokinetika
Bioavailabilitasโ€ข Oral: 13โ€“19%[4]
โ€ข Inhaled: 31% (11โ€“45%)[5]
Waktu paruh eliminasi18โ€“32 jam
Pengenal
  • 2-[(1R,6R)-6-Isopropenyl-3-methylcyclohex-2-en-1-yl]-5-pentylbenzene-1,3-diol
Nomor CAS
PubChem CID
IUPHAR/BPS
DrugBank
ChemSpider
UNII
KEGG
ChEBI
CompTox Dashboard (EPA)
ECHA InfoCard100.215.986 Sunting di Wikidata
Data sifat kimia dan fisik
RumusC21H30O2
Massa molar314.464 g/mol
Model 3D (JSmol)
Titik leleh66ย ยฐC (151ย ยฐF)
  • Oc1c(c(O)cc(c1)CCCCC)[C@@H]2\C=C(/CC[C@H]2\C(=C)C)C
  • InChI=1S/C21H30O2/c1-5-6-7-8-16-12-19(22)21(20(23)13-16)18-11-15(4)9-10-17(18)14(2)3/h9,12-13,17-18,22-23H,2,5-8,10-11H2,1,3-4H3/t17-,18+/m0/s1ย checkY
  • Key:ZTGXAWYVTLUPDT-ZWKOTPCHSA-Nย checkY
ย ย (verify)

Kanabidiol adalah senyawa kimia yang ada dalam tanaman Kanabis, atau lebih dikenal sebagai ganja atau mariyuana. Di Indonesia, ganja dianggap ilegal dan termasuk ke dalam obat-obatan terlarang.

Bahan aktif utama ganja terdiri dari tetrahidrokanabinol, yaitu senyawa kimia psikoaktif. Sementara 40% lainnya terdiri dari kanabidiol. Namun, kanabidiol tidak membuat mabuk seperti efek tetrahidrokanabinol. Kanabidiol digunakan untuk mengatasi kegelisahan, gangguan bipolar, distonia (gangguan otot), kejang, sklerosis multipel, penyakit Parkinson, dan skizofrenia. Sebagian orang lainnya menghirup kanabidiol sebagai usaha berhenti merokok.

Kanabidiol juga memiliki efek antipsikotik, tetapi para ahli menduga efek antipsikotik tersebut digunakan untuk mencegah pemecahan bahan kimia di otak yang memengaruhi rasa sakit dan suasana hati. Hal ini dapat membantu memperbaiki suasana hati pada penderita gangguan kejiwaan, salah satunya skizofrenia. Kanabidiol juga dapat memblokir efek psikoaktif tetrahidrokanabinol, sehingga mengurangi nyeri dan kecemasan.

Manfaat

sunting

Penggunaan ganja memang kontroversial. Namun tidak bisa dipungkiri juga bahwa dari segi medis, ada banyak manfaat kanabidiol yang bisa diperoleh, di antaranya:

Sklerosis multipel

Obat semprot hidung yang mengandung tetrahidrokanabinol dan kanabidiol telah terbukti efektif dapat mengurangi nyeri, ketegangan otot, dan buang air kecil pada penderita sklerosis multipel.

Gangguan otot (distonia)

Sebuah penelitian menunjukkan bahwa mengonsumsi kanabidiol setiap hari selama 6 minggu dapat menurunkan gangguan otot sebanyak 20-50%. Namun, masih diperlukan penelitian lebih lanjut untuk membuktikan manfaat kanabidiol ini.

Insomnia

Minum 160 miligram (mg) kanabidiol sebelum tidur dapat meningkatkan kualitas tidur pada penderita insomnia. Namun, dosis yang lebih rendah dari ini mungkin tidak memberikan efek yang signifikan.

Penyakit Parkinson

Beberapa penelitian mengungkapkan bahwa mengonsumsi kanabidiol setiap hari selama 4 minggu dapat mengatasi gejala psikotik, khususnya pada penderita Parkinson dan psikosis.

Skizofrenia

Suatu penelitian menemukan bahwa mengonsumsi kanabidiol 4 kali sehari selama 4 minggu dapat mengatasi gejala psikotik. Bahkan, pengaruhnya hampir sama efektifnya dengan obat antipsikotik berupa amisulpride. Namun, tingkat keefektifannya tetap ditentukan oleh dosis kanabidiol dan lama perawatannya.

Berhenti merokok

Sebuah studi mengungkapkan bahwa menghirup kanabidiol melalui alat isap selama seminggu dapat mengurangi kebiasaan merokok. Penurunannya pun terbilang cukup signifikan, yaitu 40% membuat berhenti merokok.

Efek samping

sunting

Kanabidiol cenderung aman dikonsumsi secara oral dan hanya untuk orang dewasa saja. Namun, kanabidiol tetap seperti obat lainnya yang memiliki efek samping.

Beberapa efek samping kanabidiol adalah:

  • Mulut kering
  • Tekanan darah rendah
  • Sakit kepala ringan
  • Mengantuk
  • Tremor
  • Gampang marah atau sensitif
  • Kelelahan
  • Suara serak
  • Batuk
  • Demam
  • Sakit pinggang

Dosis

sunting

Dosis kanabidiol berbeda-beda bagi seseorang, tergantung dari kondisi kesehatan dan penyakit yang diderita. Berikut ini dosis kanabidiol secara umum, yaitu:

  • Dosis 300ย mg setiap hari, maksimal selama 6 bulan.
  • Dosis 1200โ€“1500ย mg setiap hari, maksimal 4 minggu.
  • Dosis 2,5ย mg kanabidiol yang disemprotkan ke bawah lidah sebanyak 2 kali sehari, maksimal 2 minggu. Dosis ini umumnya diberikan untuk penderita penyakit multiple sklerosis multipel atau epilepsi.

Interaksi

sunting

Potensi interaksi obat terjadi ketika digunakan secara bersamaan dengan obat lain, sehingga dapat mengubah cara kerja obat herbal. Sebagai akibatnya, obat herbal tidak bekerja dengan maksimal atau bahkan menimbulkan racun yang membahayakan tubuh.

Oleh sebab itu, penting untuk mengetahui obat apa saja yang sedang dikonsumsi dan beri tahukan kepada dokter. Berikut adalah interaksi kanabidiol dengan obat-obatan lainnya, yakni:

  • Alkohol meningkatkan rasa kantuk.
  • Obat tidur, obat penenang, atau obat kecemasan memperparah rasa kantuk.
  • Asam valproat meningkatkan risiko kerusakan hati.
  • Klobazam mengurangi kecepatan organ hati dalam mengurai obat klobazam. Hal ini dapat meningkatkan efek samping klobazam dalam tubuh.
  • Rufinamida, topiramat, dan zonisamida diuraikan di dalam tubuh untuk diserap. Konsumsi bersamaan dengan kanabidiol dapat mengganggu proses ini. Akibatnya, kadar rufinamida, topiramat, dan zonisamida meningkat di dalam tubuh.

Referensi

sunting
  1. ^ "cannabidiol (CHEBI:69478)". www.ebi.ac.uk.
  2. ^ "Sativex (Cannabidiol/Tetrahydrocannabinol) Bayer Label" (PDF). bayer.ca. Diarsipkan dari asli (PDF) tanggal 2021-01-16. Diakses tanggal 28 June 2018.
  3. ^ "Epidiolex (Cannabidiol) FDA Label" (PDF). fda.gov. Diakses tanggal 28 June 2018. For label updates see FDA index page for NDA 210365
  4. ^ Mechoulam R, Parker LA, Gallily R (November 2002). "Cannabidiol: an overview of some pharmacological aspects". Journal of Clinical Pharmacology. 42 (11 Suppl): 11S โ€“ 19S. doi:10.1002/j.1552-4604.2002.tb05998.x. PMIDย 12412831.
  5. ^ Scuderi C, Filippis DD, Iuvone T, Blasio A, Steardo A, Esposito G (May 2009). "Cannabidiol in medicine: a review of its therapeutic potential in CNS disorders". Phytotherapy Research (Review). 23 (5): 597โ€“602. doi:10.1002/ptr.2625. PMIDย 18844286.

Bacaan lanjutan

sunting

๐Ÿ“š Artikel Terkait di Wikipedia

Ganja

mengalami euforia. Selain tetrahidrokanabinol, ganja juga menghasilkan kanabidiol dan kanabinol. Selain 3 kanabinoid tersebut, masih ada 80 hingga 100 kanabinoid

Pemberian sublingual

steroid, barbiturat, benzodiazepin, analgesik opioid, tetrahidrokanabinol, kanabidiol, beberapa protein, serta vitamin dan mineral. Ketika bahan kimia bersentuhan

Skopolamina

Kanabinoid (cth., kanabis, tetrahidrokanabinol/dronabinol, nabilona, kanabidiol, Zenivol) Klorofenilalkildiol Fenpentadiol Fenaglikodol Metaglikodol Midaflur

Asam perfluorooktanoat

15-HpETE Aleglitazar Asam arakidonik Balaglitazon Berberine Bezafibrat Kanabidiol Cevoglitazar Ciglitazon Daidzein Darglitazon Edaglitazon Efatutazon Englitazon

Sertifikat analisis

bagian lain mungkin tidak mengatur COA. Selain itu, produk yang mengandung kanabidiol (CBD), konstituen cannabis non-psikoaktif yang dapat diekstraksi dari

Ganja di Belanda

terdapat lima jenis ganja medis yang berbeda; jenis kelima mengandung Kanabidiol dan hampir tidak mengandung Tetrahidrokanabinol. Kebijakan obat di Belanda

Reseptor dopamin D2

dikenal sebagai Armodafinil dalam bentuk murninya Brekspiprazol Kariprazin Kanabidiol GSK-789,472 โ€“ Juga antagonis D3, dengan selektivitas yang baik terhadap

Xilazina

Kanabinoid (cth., kanabis, tetrahidrokanabinol/dronabinol, nabilona, kanabidiol, Zenivol) Klorofenilalkildiol Fenpentadiol Fenaglikodol Metaglikodol Midaflur