
Secara kimia, karbon hitam atau Black Carbon (BC) adalah komponen dari partikel halus (PM โค 2,5 ฮผm dalam diameter aerodinamik). Karbon hitam terdiri dari karbon murni dalam beberapa bentuk terkait. Ini terbentuk melalui pembakaran bahan bakar fosil, biofuel, dan biomassa yang tidak lengkap, dan dipancarkan dalam jelaga antropogenik dan yang terjadi secara alami. Karbon hitam menyebabkan morbiditas manusia dan mortalitas prematur.[1] Karbon hitam kini menjadi komoditas yang sangat menguntungkan berkat permintaan pasar yang tinggi dan harga yang menjanjikan. Industri karbon hitam terus mengembangkan teknologi produksi untuk menghasilkan kualitas terbaik sekaligus meminimalkan dampak lingkungan. Berkat penelitian berkelanjutan dan kemajuan teknologi industri, saat ini karbon hitam dapat ditambahkan ke berbagai material untuk meningkatkan sifat fisik, listrik, atau optiknya.[2]
Dalam klimatologi, karbon hitam adalah agen pemaksa iklim. Karbon hitam menghangatkan Bumi dengan menyerap sinar matahari dan memanaskan atmosfer dan dengan mengurangi albedo ketika disimpan di salju dan es (efek langsung) dan secara tidak langsung melalui interaksi dengan awan, dengan kekuatan total 1,1 W / m2. Karbon hitam tetap di atmosfer hanya beberapa hari hingga minggu, sedangkan karbon dioksida (CO2) memiliki umur atmosfer lebih dari 100 tahun.
Istilah karbon hitam juga digunakan dalam ilmu tanah dan geologi, mengacu pada karbon hitam atmosfer yang diendapkan atau untuk secara langsung memasukkan karbon hitam dari kebakaran vegetasi. Terutama di daerah tropis, karbon hitam di tanah berkontribusi besar terhadap kesuburan karena mampu menyerap nutrisi tanaman yang penting.[3]
Referensi
sunting- ^ "UCSD Researchers: Where International Climate Policy Has Failed, Grassroots Efforts Can Succeed". ucsdnews.ucsd.edu. Diakses tanggal 2025-05-22.
- ^ Ramly, Mohamad Agus; Setiyo, Muji (2023). "Carbon black: Production, properties, and utilization". Mechanical Engineering for Society and Industry. 3 (1): 1โ3. doi:10.31603/mesi.8821.
- ^ Victor, David G.; Kennel, Charles F.; Ramanathan, Veerabhadran (2012-04-20). "The Climate Threat We Can Beat | Foreign Affairs". www.foreignaffairs.com (dalam bahasa Inggris). Diakses tanggal 2025-05-22.








