Kecurangan pemilihan umum atau manipulasi pemilihan umum adalah interverensi (campur tangan) ilegal dalam proses pemilihan umum, entah dengan meningkatkan pembagian suara dari kandidat yang disukai, menurunkan pembagian suara dari kandidat lawan, atau keduanya. Penindakan kecurangan pemilu bervariasi dari negara ke negara.

Lihat pula

sunting

Pranala luar

sunting


📚 Artikel Terkait di Wikipedia

Dirty Vote

Ungkap Desain Kecurangan Pemilu 2024". detikjatim. Diakses tanggal 2024-12-21. Andryanto, S. Dian (2024-02-13). "Intrik Pemilu 2019 dan Pemilu 2024 yang Terwakilkan

Pemilihan umum Presiden Indonesia 2024

pada 2014 dan 2019 kembali memenangkan pemilu presiden dengan meraih 55,5% suara. Namun, berbeda dengan Pemilu Presiden 2004 dan 2009 yang diikuti oleh

Alexei Navalny

itu masih lebih tinggi dan bahwa pihak berwenang telah melakukan kecurangan pemilu dalam rangka untuk mencegah putaran kedua. Navalny menonjol melalui

Tinta pemilu

(biasanya) dari seorang pemilih pada pemilihan umum dalam rangka mencegah kecurangan pemilu seperti pemungutan suara berganda. Ini adalah metode efektif untuk

Gerry Hukubun

28-10-2022. ; Kurniawan, Sigit (Jumat, 23 Februari 2024). "Soal dugaan kecurangan Pemilu, ini kata pendiri dan inisiator PKN". Tribun Timur. Diakses tanggal

Min Aung Hlaing

dasar mengklaim adanya penyimpangan pemungutan suara dan kecurangan pemilu yang meluas dalam pemilu umum 2020, di mana NLD memenangkan pemilihan ulang dengan

Donald Trump

mengakui kekalahannya, mengeklaim adanya kecurangan pemilu yang meluas dan berusaha untuk membatalkan hasil pemilu dengan menekan para pejabat pemerintah

Alberto Fujimori

1995 dan kembali secara kontroversial tahun 2000 di tengah tuduhan kecurangan pemilu. Pada tahun 2000, karena meningkatnya tuduhan korupsi yang meluas