📑 Table of Contents
Kembang Kertas
SutradaraSlamet Rahardjo
ProduserSlamet Rahardjo
Ditulis olehPutu Wijaya
PemeranLenny Marlina
Zaenal Abidin
Herman Felani
Ria Irawan
Rima Melati
Gito Rollies
Dewi Yull
Penataโ€‰musikEros Djarot
Tanggal rilis
1984
Durasi100 menit
NegaraIndonesia
BahasaIndonesia
Penghargaan
Festival Film Indonesia 1985

Kembang Kertas adalah film drama Indonesia yang memenangkan Piala Citra sebagai Film Terbaik dan Sutradara Terbaik untuk Slamet Rahardjo pada Festival Film Indonesia 1985. Film ini diangkat dari novel karya Putu Wijaya dengan judul yang sama.

Sinopsis

sunting

Karena dorongan istrinya (Rima Melati), Prabowo (Zaenal Abidin) memasuki bisnis bahaya dan dijebloskan ke penjara. Sementara menunggu pengadilan, Prabowo dibebaskan oleh Wahyuni (Lenny Marlina) kawan kongsinya. Ia seorang janda cerai yang mencintainya. Rini (Dewi Yull) dan Ani (Ria Irawan) anak-anak Prabowo mengalami guncangan karena harus pindah dari rumah mewah ke rumah susun sederhana.

Narkotik dan perek merupakan pelampiasan mereka, ibunya sakit-sakitan, dan Wahyuni mencoba mengangkangi Prabowo. Setelah terbongkar masalahnya, Wahyuni rela Prabowo kembali ke keluarga, Rini mencoba menjadi fotografer mengikuti pacarnya Anton (Herman Felani) yang juga pemuda frustrasi. Mereka berkesempatan menjadi pemandu wisata di Bali. Wartawan (Bangun Sugito) mengaku mau jadi โ€saksi kehidupanโ€.[1]

Referensi

sunting

Pranala luar

sunting
Penghargaan dan prestasi
Didahului oleh:
Di Balik Kelambu
(1983)
Film Bioskop Terbaik
(Festival Film Indonesia)

1985
Diteruskanย oleh:
Ibunda
(1986)

๐Ÿ“š Artikel Terkait di Wikipedia

Kertas

Kertas dikenal sebagai media utama untuk menulis, mencetak, melukis, dan banyak kegunaan lain yang dapat dilakukan dengan kertas; misalnya kertas pembersih

Kembang kertas

Kembang kertas dapat mengacu pada beberapa hal berikut: Bunga kertas atau bugenvil (genus Bougainvillea) Kembang ratna (genus Zinnia) Kembang Kertas, film

Uang kertas rupiah

Uang kertas yang pertama kali digunakan di Nusantara (kini disebut sebagai Indonesia) adalah surat kredit dari "Rijksdaalder" yang dibawa oleh Perusahaan

Dewi Yull

serial Losmen (1986). Karya aktingnya yang mengesankan dalam drama Kembang Kertas (1984) dan Penyesalan Seumur Hidup (1986), membuat Dewi dinominasikan

Putu Wijaya

Citra di Festival Film Indonesia (FFI), untuk Perawan Desa (1980), dan Kembang Kertas (1985). Sebagai seorang penulis fiksi yang produktif, sudah banyak buku

Slamet Rahardjo

dalam sejarah acara tersebut. Lima di antaranya telah ia raih, yaitu Kembang Kertas (1985) dan Kodrat (1986) sebagai Sutradara Terbaik; Ranjang Pengantin

Franki Raden

Matahari pada FFI 1980, Roro Mendut, Titian Serambut Dibelah Tujuh, serta Kembang Kertas pada FFI 1985 dan Kejarlah Daku Kau Kutangkap pada FFI 1986. Setelah

Zainal Abidin (pemeran)

pernah dinominasikan pada FFI dalam film Si Pincang pada tahun 1981, Kembang Kertas pada tahun 1985, dan Mawar Jingga pada tahun (1982). Selain itu ia juga