Keresidenan Tapanuli
Residentie Tapanoeli
Keresidenan di Hindia Belanda
1844โ€“1942

Peta Keresidenan Tapanuli berbahasa Melayu (1909)
Ibu kotaSibolga
Sejarah
Sejarahย 
โ€ขย Didirikan
1844
โ€ขย Dibubarkan
1942
Sekarang bagian dariSumatera Utara

Keresidenan Tapanuli (bahasa Belanda: Residentie Tapanoeli) adalah salah satu keresidenan di Hindia Belanda dengan ibu kota di Kota Sibolga. Wilayah keresidenan ini pernah meliputi wilayah Tapanuli, yakni daerah pesisir barat Sumatera Utara. Dalam administrasi kendaraan bermotor, bekas wilayah Keresidenan Tapanuli diberi kode Tanda Nomor Kendaraan Bermotor (TNKB) dengan huruf BB.

Sejarah

sunting

Keresidenan Tapanuli terbentuk sejak pemerintah Hindia Belanda melakukan ekspansi ke daerah Sumatra dari tahun 1824 sampai 1934.[1] Keresidenan Tapanuli dibentuk pada tahun 1842. Sebelum itu, wilayah tersebut berada di bawah Keresidenan Ajer Bangis dari tahun 1837 sampai 1841. Pada 1905, Keresidenan Tapanuli menjadi keresidenan yang berdiri sendiri di bawah Gubernemen Batavia, karena Gubernemen Pantai Barat Sumatra diturunkan statusnya menjadi keresidenan. Pada 1902, Afdeling Trumon, berikutnya tahun 1903, Afdeling Singkil disatukan dengan Keresidenan Aceh.

Tahun 1938, seluruh keresidenan di Pulau Sumatra berada di bawah Gouvernment Sumatra Einland yang beribu kota di Medan.[2]

Kependudukan

sunting

Sensus penduduk residen Tapanuli tahun 1851 sbb:[3]

Penduduk Pria Wanita Anak-anak Jumlah
Pribumi (Maleijr, Battas dll) 19.139 21.044 4224 74.407
Eropa 34 9 25 68
China 171 32 41 414
Jawa dan pendatang Timur 233 60 43 336
Tidak terdata 69 31 - 100
Budak 2087 2721 2285 7.093
Jumlah 21733 23897 36.608 82.248

Ekonomi

sunting

Ekonomi Residentie Tapanoeli mengandalkan hasil alam seperti Kemenyan, Damar, Kapur Barus, Gambir, minyak Kelapa, Rotan, Biji emas dll,di sektor peternakan tercatat pada tahun 1851 sbb:[3]

Hewan Betina Jantan Jumlah Harga (dalam Florin)
Kuda 497 671 1168 20 sampai 120
Kerbau 1435 5344 6779 20 sampai 50
Sapi 753 2896 3649 15 sampai 30
Kambing 1157 1720 2886 2 sampai 10
Domba 24 47 71 5 sampai 12

Pemerintahan

sunting

Keresidenan Tapanuli tahun 1852 terdiri atas 7 afdeling, yaitu:[3]

  1. Afdeling Singkil, termasuk Pulau Banyak.
  2. Afdeling Barus, terdiri dari onderafdeling Kampoeng Oedik, Kampoeng Ilier, Moling, Batoe-grigi, Gambo-gambo, Kwala Gedang, Tapoes, dan Sorkam.
  3. Afdeling Sibolga, terdiri dari onderafdeling Sibolga, Tapanoeli, Sibaloeang, Bediri, Si-roedoek, Kala-ang, Toeka, dan Said Nihoeta.
  4. Afdeeling Angkola, beribu kota di Padangsidempoean terdiri dari onderafdeling Angkola Djae (Kuria Soeroe-matinggi, Pintoe Padang, Sigelangan, Moara Tahis, Pitjerkolling, dan Si-ondop) dan Angkola Djoeloe (Kuria Batoe Nadoea, Kampong Baroe, Kota Rimbaru, Sabongan, dan Simapil-apil), Sipirok Dollok (Kuria Bringin dan Sialagundi), Batang Toruh (Kuria Heoraba, Marancar dan Tapalan), Loemoet (Kuria Angoli, Pinang Loreh, dan Si-Mangasar)
  5. Afdeling Mandailing, terdiri dari Groot Mandailing (Kuria Kota Siantar, Goenoeng Toea, Penjaboengan, dan Pideli-boekit), Klein Mandeling (Kuria Sigingoe, Tambangan, Tamiang dan Manambing), Oeloe, Pekantan (Kuria Batanggadis, Pionsunke, Pekantan Lombo, dan Pekantan Boekit), dan Batang Natal (Kuria Aek Nan-ali, Moara Plampoengan, dan Singobaja)
  6. Afdeling Natal, terdiri dari onderafdeling Natal, Sinoenoekan, Djawi-djawi, Pertiloban, Kara-kara, Teloh Baleh, Taboejang, Singkoeang, Batioe-Mondan Kangkang, dan Batahan.
  7. Afdeling Nias, terdiri dari Pulau Nias.

Setelah wilayah Bataklanden dan Padang Lawas berhasil dikuasai pemerintah Hindia Belanda, Keresidenan Tapanuli dibagi menjadi 4 afdeling sejak tahun 1915:

Residen Tapanuli

sunting

Geografi

sunting

Wilayah Keresidenan Tapanoeli berada di wilayah Sumatra's Weskust tahun 1852 dengan batas-batas sebagai berikut:[3]

Utara Groot-Tobah wilayah Dairi, Pasenriboe, Salindong, Tobah dan Padanglawas
Timur Boeloe Soema dan Batoe Bara
Selatan Afdeeling Ajer Bangis dan Rau
Barat Lautan Hindia

[3]

Referensi

sunting
  1. ^ "Administrative Division Dutch Sumatra 1824-1834". www.indonesiahistory.info. Diarsipkan dari asli tanggal 2017-11-10. Diakses tanggal 2017-11-09.
  2. ^ "Administrativ Division In Dutch Sumatra". www.indonesiahistory.info. Diarsipkan dari asli tanggal 2017-11-10. Diakses tanggal 2017-11-09.
  3. ^ a b c d e P.Th Couperus (1852). Residentie Tapanoeli (Sumatra Westkust) in 1852. National Library of Netherlands (Asli dari perpustakaan Universitas Leiden).

Daftar pustaka

sunting
  • Norden, Hermann (1923). From Golden Gate to Golden Sun: A Record of Travel, Sport and Observation in Siam and Malaya (dalam bahasa Inggris). London. Pemeliharaan CS1: Lokasi tanpa penerbit (link) Pemeliharaan CS1: Ref menduplikasi bawaan (link)
  • Silitonga, Hasoloan (2004). Kolonel A.E. Kawilarang Komandan Sub Terr VII Komando Sumatera Memimpin Perang Gerilya di Tapanuliโ€“Sumatera Timur Tahun 1948โ€“1949 Agresi Militer Kolonial Belanda ke-II. Jakarta: Yayasan Purna Juang Sub Teritorial VII/Tapanuliโ€“Sumatera Timur. OCLCย 44877048. Pemeliharaan CS1: Ref menduplikasi bawaan (link)

Pranala luar

sunting

๐Ÿ“š Artikel Terkait di Wikipedia

Kabupaten Tapanuli Utara

keresidenan Tapanuli yang dipimpin seorang Residen bangsa Belanda yang berkedudukan di Sibolga. Keresidenan Tapanuli yang dulu disebut Residentie Tapanuli terdiri

Tapanuli

Belanda, Tapanuli termasuk ke dalam wilayah administrasi Residentie Tapanoeli (bahasa Indonesia: Keresidenan Tapanuli). Kendaraan bermotor di Tapanuli diberi

Kota Sibolga

jiwa. Pada masa Hindia Belanda, kota ini merupakan ibu kota dari Keresidenan Tapanuli. Setelah masa kemerdekaan hingga tahun 1998, Sibolga menjadi kotamadya

Keresidenan Sumatera Timur

kilometer persegi perkebunan di bagian utara keresidenan yang dikenal dengan Kawasan Perkebunan. Berikut daftar residen yang pernah memerintah Sumatera Timur

Kota Padangsidimpuan

Sumatera Utara mencakup tiga Wilayah Keresidenan, yaitu Keresidenan Aceh, Keresidenan Sumatra Timur, dan Keresidenan Tapanuli, dan melalui UU Darurat No.7 tahun

Tano Toba

Keresidenan Tapanuli hampir tak berubah. Setelah kemerdekaan, pemerintah Republik Indonesia pun tetap menjadikan Tapanuli menjadi sebuah keresidenan.

Afdeling Sibolga dan Sekitarnya

Sekitarnya adalah salah satu afdeling yang pernah dibentuk dalam wilayah Keresidenan Tapanuli di Hindia Belanda. Pembentukan Afdeling Sibolga dilakukan oleh Pemerintah

Silindung

penjajahan Belanda, pemerintah Belanda membentuk Keresidenan Tapanuli pada tahun 1910. Keresidenan Tapanuli terbagi atas 4 (empat) wilayah yang disebut afdeling