Khalifa Haftar
Nama lahirKhalifa Belqasim Haftar
Lahir1943 (umurย 82โ€“83)
Ajdabiya, Libya
Dinas/cabang Pasukan Darat Libya
PangkatMarsekal lapangan[1]
KomandanAngkatan Darat Nasional Libya
Perang/pertempuranPerang Yom Kippur (1973)

Konflik Chad-Libya (1978โ€“1987)
Perang Saudara Libya Pertama

Perang Saudara Libya Kedua

Marsekal Lapangan Khalifa Belqasim Haftar (bahasa Arab: ุฎู„ูŠูุฉ ุจู„ู‚ุงุณู… ุญูุชุฑ; lahir tahun 1943) adalah seorang perwira militer Libya dan kepala Angkatan Darat Nasional Libya yang terlibat dalam Perang Saudara Libya Kedua. Pada tanggal 2 Maret 2015, ia diangkat sebagai komandan angkatan darat yang setia kepada Dewan Perwakilan Libya yang dipilih pada tahun 2014 dan didukung oleh dunia internasional.[2]

Haftar dilahirkan di kota Ajdabiya, Libya. Ia turut terlibat dalam kudeta yang membawa Gaddafi ke tampuk kekuasaan pada tahun 1969. Ia juga turut serta dalam kontingen yang dikirim untuk melawan Israel selama Perang Yom Kippur pada tahun 1973.[3] Pada tahun 1987, ia ditawan oleh Chad setelah berhasil dipancing ke dalam perangkap, sehingga mempermalukan Gaddafi. Saat ditawan, ia bersama dengan perwira-perwira lainnya membentuk kelompok yang ingin menjatuhkan Gaddafi. Ia dilepaskan pada tahun 1990 berkat persetujuan dengan pemerintah Amerika Serikat dan lalu menghabiskan waktu selama dua dasawarsa di Langley, Virginia, dan mendapat kewarganegaraan Amerika Serikat.[4] Haftar hidup dengan nyaman di Virginia (relatif dekat dengan marks CIA) dari tahun 1990-an hingga tahun 2011.[5] Pada tahun 1993, diadakan pengadilan in absentia di Libya yang menjatuhkan vonis hukuman mati atas tuduhan kejahatan terhadap Jamahiriya.

Haftar memegang jabatan senior di dalam kepemimpinan pasukan yang menjatuhkan Gaddafi selama Perang Saudara Libya pada tahun 2011. Pada tahun 2014, ia menjadi komandan Angkatan Darat Libya setelah Kongres Nasional Umum (GNC) menolak menyerahkan kekuasaan pada akhir masa jabatannya. Haftar melancarkan kampanye militer melawan GNC dan sekutu-sekutunya yang berhaluan Islam fundamentalis. Akibatnya, terjadinya Perang Saudara Libya Kedua. Pada November 2021, Khalifa Haftar mengumumkan pencalonannya untuk pemilihan presiden pada Desember 2021.

Catatan kaki

sunting
  1. ^ "Tobruk's HoR promotes Khalifa Haftar to a Marshal following capture of oil ports". Libyan Express. September 15, 2016.
  2. ^ Al-Warfalli, Ayman (March 2, 2015). "Libya's Haftar appointed army chief for recognized government". Reuters. Diarsipkan dari asli tanggal 2015-10-06. Diakses tanggal 2017-12-27.
  3. ^ Borzou Daragahi (May 23, 2014). "Khalifa Haftar, a hard-headed Libyan warrior". Financial Times. Diakses tanggal August 26, 2014.
  4. ^ Chorin, Ethan (May 27, 2014). "The New Danger in Benghazi". New York Times. Diarsipkan dari asli tanggal May 28, 2014. Diakses tanggal May 27, 2014.
  5. ^ "The story behind the general who will likely shape Libya's future". Al-Monitor (dalam bahasa American English). 2016-05-09. Diakses tanggal 2017-01-26.


๐Ÿ“š Artikel Terkait di Wikipedia

Pandemi Covid-19 di Libya

Tripoli diakui dunia internasional dan pemerintahan saingannya di bawah Khalifa Haftar yang berbasis di timur Libya telah mengambil langkah-langkah untuk mengontrol

Abdullah al-Thani

Rakyat dan Kongres Nasional Umum), al-Thani memerintahkan Jenderal Khalifa Haftar untuk "membebaskan" Tripoli pada bulan Oktober 2014. Pada bulan Maret

Grup Wagner

Panglima Khalifa Haftar yang memimpin Tentara Nasional Libya (LNA). Pada awal Maret 2019, sekitar 300 PMC Wagner berada di Benghazi mendukung Haftar, menurut

Konflik Chad-Libya

keduanya. Semenjak bulan Oktober, tentara Libya yang dipimpin oleh Khalifa Haftar and Ahmed Oun dikirim ke Jalur Aouzou lewat udara dan beroperasi bersama

Libya

militer yang dikenal sebagai Tentara Nasional Libya. Dipimpin oleh Khalifa Haftar, mereka menguasai sebagian besar Libya timur. Pada bulan Mei 2012, diperkirakan

Perang Saudara Libya Kedua

Diarsipkan dari asli tanggal 5 August 2017. Diakses tanggal 13 June 2017. "Khalifa Haftar says Egypt and Chad are his top supporters". Libyan Express. 6 September

Hubungan Arab Saudi dengan Libya

pasukan Khalifa Haftar yang bertempur di Libya, sehingga bersekutu dengan Mesir, Uni Emirat Arab, Rusia, dan Prancis karena sikap anti-Islamis Haftar. Menurut

Pasukan Dukungan Cepat

hadir di Libya, mendukung Angkatan Darat Libya (LNA) yang dipimpin oleh Khalifa Haftar dan berbasis di Tobruk, yang berperang melawan Pemerintah Kesepakatan