Konsonan letup celah-suara
ʔ
Nomor IPA113
Pengodean karakter
Entitas (desimal)ʔ
Unikode (heks)U+0294
X-SAMPA?
Kirshenbaum?
Braille⠆ (braille pattern dots-23)
Sampel suara
noicon

Konsonan letup celah-suara atau hentian glotal atau hambat glotal (bahasa Inggris: glottal stop) atau hamzah adalah jenis dari suara konsonan celah-suara yang digunakan dalam berbagai bahasa. Simbol IPAnya adalah ⟨ʔ⟩. Dalam bahasa Indonesia huruf [ʔ] (diwakilkan dengan huruf 'k') terdapat dalam kata-kata seperti bapak, rakyat, laksa atau bakso.

Ciri khas

sunting

Karakteristik konsonan dari konsonan letup celah-suara adalah:

Kata-kata

sunting
Bahasa Kata IPA Arti
Abkhaz аи [ʔaj] 'tidak'
Adyghe Iэ [ʔa] 'tangan'
Arab Standar الله [ʔɑlˤˈlˤɑːh] 'Allah'
Belanda beamen [bəʔˈaːmə(n)] 'mengesahkan'
Bikol ba-go [ˈbaːʔɡo] 'baru'
Ceska používat [poʔuʒiːvat] 'menggunakan'
Camoru halu'u [həluʔu] 'hiu'
Chechnya кхоъ / qo' [qoʔ] 'tiga'
Chintang [caʔwa] 'air'
Denmark hånd [hɞnʔ] 'tangan'
Finlandia linja-auto [ˈlinjɑʔˌɑuto] 'bis'
Guaraní avañe [ãʋ̃ãɲẽˈʔẽ] 'Guaraní'
Hawaii ʻeleʻele [ˈʔɛlɛˈʔɛlɛ] 'hitam'
Ibrani מאמר [maʔămaʁ] 'artikel'
Iloko nalab-ay [na.lab.'ʔaj] 'hambar'
Indonesia bakso [ˌbäʔˈso] 'bakso'
Inggris Australia cat [kʰæʔ(t)] 'kucing'
Amerika
Estuary [kʰæʔ]
Cockney [kʰɛ̝ʔ]
RP dan Amerika button [ˈbɐʔn̩] 'kancing'
Islan en [ʔɛn] 'tapi'
Jawa anak [änäʔ] 'anak'
Jerman Utara Beamter [bəˈʔamtɐ] 'pekerja sipil'
Barat Verwaltung [fɔʔˈvaltʊŋ] 'manajemen'
Kabardia Iэ [ʔa] 'tangan'
Korea [ʔil] 'satu'
Malta qattus [ˈʔattus]] 'kucing'
Māori Kepulauan Cook taʻi [taʔi] 'satu'
Melayu tidak [ˈtidäʔ] 'tidak'
Myanmar မြစ်များ [mjiʔ mjà] 'sungai-sungai'
Nahuatl tahtli [taʔtɬi] 'ayah'
Nenets Tundra выʼ [wɨʔ] 'tundra'
Neo-Aram Asyur sa'at [sʔɐt] 'jam'
Nez Perce yáakaʔ [ˈjaːkaʔ] 'beruang hitam'
Nheengatu ai [aˈʔi] 'sloth'
Persia معنی [maʔni] 'makna'
Pirahã baíxi [ˈmàí̯ʔì] 'orang tua'
Rotuman ʻusu [ʔusu] 'meninju'
Samoa maʻi [maʔi] 'penyakit'
Seri he [ʔɛ] 'saya/aku'
Sugbu tubo-o [ˈtuboʔo] 'tumbuh'
Tagalog iihi [ˌʔiːˈʔiːhɛʔ]] 'akan kencing'
Tahiti pua'a [puaʔa] 'babi'
Tionghoa Kanton oi3 [ʔɔːi˧] 'cinta'
Wu 一级了 iqciqlheq [ʔiɪʔ.tɕiɪʔ.ʔləʔ] 'terampil'
Tonga tuʻu [tuʔu] 'berdiri'
Vietnam Informal a [ʔaʔ] 'oh iya'
Baku oi [ʔɔj˧] 'panas'
Võro piniq [ˈpinʲiʔ] 'anjing-anjing'
Wagiman jamh [t̠ʲʌmʔ] 'makan' (kala perfek)
Wallisia ma'uli [maʔuli] 'hidup'
Welayta [ʔirʈa] 'basah'

Lihat pula

sunting

Referensi

sunting

Pustaka

sunting
  • Blevins, Juliette (1994), "The Bimoraic Foot in Rotuman Phonology and Morphology", Oceanic Linguistics, 33 (2): 491–516, doi:10.2307/3623138, JSTOR 3623138
  • Clark, John Ellery; Yallop, Colin; Fletcher, Janet (2007), An introduction to Phonetics and Phonology, Wiley-Blackwell, ISBN 9781405130837
  • Gussenhoven, Carlos (1992), "Dutch", Journal of the International Phonetic Association, 22 (2): 45–47, doi:10.1017/S002510030000459X
  • Ladefoged, Peter (2005), Vowels and Consonants (Edisi Second), Blackwell, ISBN 0-631-21411-9
  • Landau, Ernestina; Lončarić, Mijo; Horga, Damir; Škarić, Ivo (1999), "Croatian", Handbook of the International Phonetic Association: A guide to the use of the International Phonetic Alphabet, Cambridge: Cambridge University Press, hlm. 66–69, ISBN 0-521-65236-7
  • Olson, Kenneth; Mielke, Jeff; Sanicas-Daguman, Josephine; Pebley, Carol Jean; Paterson, Hugh J., III (2010), "The phonetic status of the (inter)dental approximant" (PDF), Journal of the International Phonetic Association, 40 (2): 199–215, doi:10.1017/S0025100309990296 Pemeliharaan CS1: Banyak nama: authors list (link)
  • Roach, Peter (2004), "British English: Received Pronunciation", Journal of the International Phonetic Association, 34 (2): 239–245, doi:10.1017/S0025100304001768
  • Schane, Sanford A (1968), French Phonology and Morphology, Boston, Mass.: M.I.T. Press, ISBN 0-262-19040-0
  • Sivertsen, Eva (1960), Cockney Phonology, Oslo: University of Oslo Pemeliharaan CS1: Lokasi penerbit (link)
  • Thelwall, Robin (1990), "Illustrations of the IPA: Arabic", Journal of the International Phonetic Association, 20 (2): 37–41, doi:10.1017/S0025100300004266
  • Thompson, Laurence (1959), "Saigon phonemics", Language, 35 (3): 454–476, doi:10.2307/411232, JSTOR 411232
  • Watson, Janet (2002), The Phonology and Morphology of Arabic, New York: Oxford University Press, ISBN 0-19-824137-2 Pemeliharaan CS1: Lokasi penerbit (link)

Pranala luar

sunting

📚 Artikel Terkait di Wikipedia

Konsonan letup

artikulasi. Setelah itu, pada fase pelepasan suaralah konsonan letup diproduksi. Konsonan letup dibedakan dengan konsonan sengau yang, meski terdapat perintang

Konsonan celah-suara

Konsonan celah-suara adalah konsonan yang diartikulasikan pada celah suara atau glotis. Konsonan celah-suara dalam Alfabet Fonetik Internasional adalah:

Konsonan letup rongga-gigi bersuara

Konsonan letup rongga-gigi bersuara adalah jenis dari suara konsonan rongga-gigi yang digunakan dalam berbagai bahasa. Simbol IPAnya adalah ⟨d⟩. Dalam

Konsonan geser celah-suara nirsuara

hari. Karakteristik konsonan dari konsonan geser celah-suara nirsuara adalah: Dalam beberapa bahasa, cara artikulasinya adalah konsonan geser. Namun, dalam

Konsonan letup rongga-gigi nirsuara

Konsonan letup rongga-gigi nirsuara adalah jenis dari suara konsonan rongga-gigi yang digunakan dalam berbagai bahasa. Simbol IPAnya adalah ⟨t⟩. Dalam

Konsonan letup lelangit lunak bersuara

Konsonan letup langit-langit belakang nirsuara adalah jenis dari suara konsonan langit-langit belakang yang digunakan dalam berbagai bahasa. Simbol IPAnya

Konsonan letup bibir-gigi bersuara

Konsonan letup bibir-gigi bersuara adalah jenis dari suara konsonan bibir-gigi yang digunakan dalam berbagai bahasa. Simbol IPAnya adalah ⟨b̪⟩. Dalam

Konsonan letup lelangit bersuara

Konsonan letup langit-langit bersuara adalah jenis dari suara konsonan langit-langit yang digunakan dalam berbagai bahasa. Simbol IPAnya adalah ⟨ɟ⟩. Dalam