Konstantinus Agung
Ikon Ortodoks Bulgaria dari Konstantinus dan ibunya, St. Helena
Isapostolos, Setara rasul
Lahir27 Feb 272 di Naissus, Kekaisaran Romawi (sekarang Niš, Serbia)
Meninggal22 Mei 337 di Nicomedia, Kekaisaran Romawi Timur (sekarang İzmit, Turki)
Dihormati diGereja Ortodoks Timur
Gereja Ortodoks Oriental
Gereja Katolik Timur
Tempat ziarahGereja Para Rasul
Pesta21 Mei
AtributIn hoc signo vinces, Labarum

Ketika Kaisar Romawi Konstantinus Agung berkuasa (306–337 Masehi), agama Kristen mulai bertransisi menjadi agama dominan di Kekaisaran Romawi. Para sejarawan masih tidak mengetahui kenapa Konstantinus mengangkat agama Kristen, dan para teolog dan sejarawan berpendapat tentang bentuk Gereja Perdana yang ia subkripkan. Tidak ada kesepakatan dari para sarjana mengenai kenapa ia mengadopsi agama Kristen yang dianut ibunya Helena pada masa muda, atau (seperti yang diklaim oleh Eusebius dari Caesarea) menyuruh ibunya untuk berpindah ke kepercayaannya sendiri. Beberapa sarjana mempertanyakan apakah ia dapat dianggap sebagai penganut Kristen secara keseluruhan: "Konstantinus menyebut dirinya sendiri sebagai seorang 'kaisar umat Kristen'. Jika sebutan tersebut membuatnya dianggap sebagai penganut Kristen, hal tersebut merupakan sebuah subjek dari ... perdebatan.",[1][2] dan ia tak pernah dibaptis sampai tak lama sebelum kematiannya.[3]

Keputusan Konstantinus dalam menghentikan penganiayaan penganut Kristen di Kekaisaran Romawi adalah titik balik bagi Gereja Perdana, yang terkadang disebut sebagai Terompet Gereja, Perdamaian Gereja atau Pengubahan Konstantinus. Pada 313, Constantinus dan Licinius mengeluarkan Maklumat Milano mendekriminalisasikan peribadatan Kristen. Kaisar tersebut menjadi pelindung besar bagi Gereja dan mempelopori hubungan kaisar Kristen dengan Gereja. Ia diangkat sebagai seorang santo dan isapostolos dalam Gereja Ortodoks Timur dan Gereja Ortodoks Oriental bagi pencontohnya sebagai seorang "penguasa Kristen".

Catatan dan referensi

sunting
  1. ^ "Roman-Empire.net retrieved 19 September 2011". Diarsipkan dari asli tanggal 2017-10-23. Diakses tanggal 2015-08-25.
  2. ^ R. Gerberding and J. H. Moran Cruz, Medieval Worlds (New York: Houghton Mifflin Company, 2004) p. 55.
  3. ^ "About.com retrieved 19 September 2011". Diarsipkan dari asli tanggal 2011-10-05. Diakses tanggal 2015-08-25.

Bacaan tambahan

sunting

Pranala luar

sunting

📚 Artikel Terkait di Wikipedia

Konstantinus Agung

337 M), juga dikenal sebagai Konstantinus I atau Santo Konstantinus (dalam Gereja Ortodoks sebagai Santo Konstantinus Agung, Setara Rasul), merupakan seorang

Karolus Agung

kekaisaran Romawi Suci, dan sekali lagi tampaknya Eropa Barat mempunyai seorang kaisar yang mengikuti jejak Konstantinus yang Agung. Sejak saat itu ia menjadi

Kekristenan

Kekristenan adalah agama monoteistik Abrahamik berasaskan riwayat hidup dan ajaran Yesus Kristus yang mengakui bahwa Yesus Putra Allah dan dibangkitkan

Tugu Konstantinus

Romawi Konstantinus Agung pada tahun 330 M. Tugu ini dibuat untuk memperingati deklarasi Bizantium (yang kemudian diganti namanya oleh Konstantinus menjadi

Kebijakan agama Konstantinus Agung

keagamaan Konstantinus Agung telah disebut ambigu dan sulit dipahami. Lahir pada tahun 273 selama Krisis Abad Ketiga (235–284 M), Konstantinus Agung berusia

Ketopong Konstantinus

Ketopong Konstantinus adalah sebuah ketopong atau sejenis ketopong yang dipakai oleh Kaisar Romawi Konstantinus Agung, yang sekarang hilang, yang tampil

Uskup Roma di bawah Konstantinus Agung

Hubungan Konstantinus Agung (272–337) dengan empat Uskup Roma pada masa pemerintahannya merupakan komponen penting dari sejarah Kepausan, dan lebih umum

Kaisar Romawi

terpusat di tangan Konstantinus Agung. Konstantinus Agung (306–337 M) adalah kaisar yang paling dikenal karena mengadopsi Kekristenan sebagai agama resmi