Labuan Bajo
Negara Indonesia
ProvinsiNusa Tenggara Timur
KabupatenManggarai Barat
KecamatanKomodo
Kodepos
86754
Kode Kemendagri53.15.05.1025 Suntingan nilai di Wikidata
Kode BPS5315010025 Suntingan nilai di Wikidata
Luas13,79 km²
Jumlah penduduk6.973 jiwa (2021)[1]
Kepadatan506 jiwa/km²
Peta
PetaKoordinat: 8°29′47″S 119°53′16″E / 8.49639°S 119.88778°E / -8.49639; 119.88778


Labuan Bajo merupakan salah satu kelurahan yang berada di Kecamatan Komodo, Kabupaten Manggarai Barat, Provinsi Nusa Tenggara Timur, Indonesia. Labuan Bajo juga merupakan pusat pemerintahan dari Kecamatan Komodo dan sekaligus merupakan ibu kota Kabupaten Manggarai Barat. Kelurahan ini digadang-gadang sedang diwacanakan sebagai pengembangan Kota Wisata Labuan Bajo.[2] Labuan Bajo telah ditetapkan sebagai destinasi wisata superprioritas di Indonesia.[3] Di Labuan Bajo juga terdapat hutan buatan, yakni Hutan Solohana.[4]

Demografi

sunting

Suku dan Bahasa

sunting

Masyarakat kabupaten Manggarai Barat terdiri atas beragam suku, termasuk Mayoritas Suku Manggarai, dan suku lain. Sementara di Labuan Bajo, mayoritas penduduk adalah suku Manggarai Barat. Bahasa yang digunakan, selain bahasa resmi nasional bahasa Indonesia, keseharian penduduk juga memakai bahasa Manggarai dialek Manggarai Barat.[5] Suku Manggarai kebanyakan bekerja bercocok tanam di ladang dan sawah. Tanaman yang mereka tanam di antaranya adalah padi, ubi kayu, jagung, buah dan sayur. Selain itu, mereka juga beternak hewan, seperti kerbau, sapi, kuda, babi, anjing, dan ayam. Ada juga yang bekerja sebagai nelayan, yaitu suku Bajo.[5]

Agama

sunting

Tahun 2022, jumlah penduduk kelurahan Labuan Bajo sebanyak 6.973 jiwa, dengan kepadatan 506 jiwa/km². Pada umumnya, masyarakat suku Manggarai memeluk agama Katolik, dan Protestan, sementara masyarakat suku Pendatang Bajo beragama Islam. Adapun persentase penduduk kelurahan Labuan Bajo berdasarkan agama yang dianut, data Kementerian Dalam Negeri 2022, yakni Mayoritas pemeluk agama Kristen 81,46% [Katolik 80,76% & Protestan 0,70%], kemudian Islam 17,94% Kemudian yang beragama Hindu 0,46% dan Buddha 0,14%.[1] Masuknya Agama Katolik ke Manggarai Barat tidak terlepas dari peran para Misionaris Yesuit (SJ) (1910-1914) dan Misionaris Societas Verbi Divini (SVD) pada tahun 1914.

Fasilitas umum

sunting

Kota kecil di pinggir pantai paling barat Pulau Flores ini memiliki banyak fungsi strategis, antara lain;

  • Pusat pemerintahan; ibu kota kabupaten dan kecamatan. Kantor Bupati Manggarai Barat, Kantor DPRD, Kantor Camat dan Kantor Dinas pemerintahan.
  • Pusat pendidikan; 4 sekolah lanjutan atas(SMAN 1 Komodo, SMKN 1 Komodo, SPM, SMA Katolik Loyola,SMAK Seminari St.Yohanes Paulus II), 4 sekolah lanjutan pertama (SMPN 1 Komodo, SMPK Loyola, SMPK Arnoldus, MTs )
  • Pusat perdagangan; sejak dulu Mbajo (sebutan oleh orang lokal) merupakan tempat berlabuhnya para pedagang dari Makassar(Bajo dan Bugis), hingga dibangunnya Dermaga Ferry, Pelabuhan PELNI
  • Pusat Pariwisata; tempat-tempat pariwisata banyak terdapat di Labuan Bajo, antara lain; Pantai Pede, Pantai Gorontalo, Puncak Waringin, Gua Batu Cermin, dan beberapa objek wisata pantai di pulau-pulau sekitar Labuan Bajo, seperti; Wae Cicu, Pulau Bidadari, Batu Gosok/Kanawa, dan Taman Nasional Komodo,Pulau Padar, Pulau Sebayur, Pulau Rinca, Siaba, Taka Makasar, Gili Lawa, Manta Point, Pulau Kalong, Manjarite, Pink Beach/Long Beach.

Daya Tarik Wisata

sunting
Senja dan Fajar di Pulau Kalong, Labuan Bajo

Strawberry Rock

sunting

Di sekitar Labuan Bajo terdapat banyak gugusan pulau, dengan salah satunya adalah Pulau Rinca. Dekat pulau ini terdapat sebuah daya tarik wisata, yaitu Strawberry Rock atau Batu Karang Stroberi jika diterjemahkan. Diberi nama seperti itu karena bentuk gugusan karang berwarna merah muda di kawasan perairan Labuan Bajo. Berada di desa Pasir Panjang, Kecamatan Komodo, Kabupaten Manggarai Barat, NTT. Bahasa setempat menamai lokasi tersebut Nisa Purung, yang berarti pulau terbakar. Namun, banyak masyarakat tetap menyebutnya sebagai karang strawberry karena warna merah muda yang dominan pada karang tersebut.

Untuk berkunjung ke daerah tersebut, satu-satunya akses adalah melalui jalur laut dengan menggunakan kapal Pinisi atau dengan 'speed boat'. Dari Pulau Rinca, estimasi waktu tempuh ke Strawberry Rock kurang lebih 10 menit. Kapal Pinisi juga memiliki program untuk mengunjungi pulau-pulau di sekitar kawasan Labuan Bajo dengan durasi berlayar mulai dari 3 hari 2 malam, dengan Pulau Rinca sebagai salah satu pulau yang dikunjungi.

Tiba di pulau Rinca, pengunjung diarahkan berjalan ke loket masuk. Setelah membeli tiket, pengunjung akan dipandu untuk naik perahu ke Strawberry Rock dengan berjalan 5 menit di sepanjang pantai. Tiba di kawasan Strawberry Rock, pengunjung harus terlebih dahulu melewati kawasan trekking alami, di mana padanya pengunjung dapat melihat sunset di salah satu sudut pulau tersebut. [6] [7]

Desa Wisata Melo Desa Lian Ndara

sunting

Kampung Melo adalah salah satu desa tradisional dan telah ditetapkan menjadi desa wisata. Kampung Melo memiliki kekayaan seni dan budaya serta keindahan alam. Penduduknya ramah kepada setiap wisatawan yang datang berkunjung. Di sini, wisatawan bisa melihat langsung cara hidup masyarakat setempat, seperti dalam bercocok tanam dan membuat kerajinan tangan seperti tenun songket dan keranjang. Letaknya yang berada pada sebuah ketinggian membuat kampung Melo memiliki keindahan alam yang sangat indah dan masih asri. Sejauh mata memandang, wisatawan akan disuguhi dengan pemandangan alam yang hijau dengan deretan perbukitan yang berderet rapi [8]. Suhu di kampung ini bisa mencapai 20-10 derajat Celcius

Letak kampung Melo tidak jauh dari Labuan Bajo. Untuk menuju ke desa ini, pengunjung bisa menempuh perjalanan melalui trans flores dengan estimasi waktu tiba di desa 30 menit dari pusat kota Labuan Bajo. Sesampainya di kampung Melo, pengunjung akan disambut ramah oleh tetua adat dan warga kampung dengan ritual adat yang diiringi musik tradisional. Setelah itu, pengunjung akan diberikan dan dipakaikan selendang khas kampung Melo oleh pendamping tetua atau ketua adatnya langsung. Ini merupakan salah satu tanda resmi bahwa pengunjung telah diterima di kampung Melo. Selanjutnya, pengunjung akan diajak menuju ke sebuah rumah di tengah kampung yang disebut rumah gedang. Rumah ini digunakan sebagai ritual adat lanjutan setelah penyambutan. Dalamnya, ketua adat akan melakukan ritual khusus menggunakan bahasa adat dari Manggarai. Setelah itu, pengunjung akan diberikan tuak/sopi dan memakan pinang berisi kapur dan sirih. Dalam pelaksanaan ritual, pengunjung diharapkan sebisa mungkin mengikuti rangkaian proses ritual dari awal hingga akhir sebagai bentuk toleransi pada adat istiadat kampung Melo .

Transportasi

sunting

Galeri

sunting

Referensi

sunting
  1. ^ a b "Visualisasi Data Kependudukan - Kementerian Dalam Negeri 2021" (Visual). www.dukcapil.kemendagri.go.id. Diakses tanggal 5 September 2021.
  2. ^ "Pengembangan Pariwisata Labuan Bajo Digarap Dengan Keterpaduan Antar Sektor - BPIW". bpiw.pu.go.id (dalam bahasa Inggris). Diakses tanggal 2020-02-06.
  3. ^ UWA (2022-06-02). "Labuan Bajo, Wisata Eksotis Indonesia". UWA (dalam bahasa American English). Diakses tanggal 2022-08-14.
  4. ^ "Mengenal Hutan Buatan Terbaik di NTT yang Dulunya Lahan Gersang Tetapi Kini Muncul Mata Air dan Kolam". www.kliklabuanbajo.id. Diakses tanggal 5 Februari 2023.
  5. ^ a b "Sejarah dan Budaya Suku Manggarai di Pulau Flores". www.coretanzone.id. Diakses tanggal 4 September 2021.
  6. ^ Media, Kompas Cyber (2020-09-22). "Strawberry Rock, Spot Alternatif Memburu Golden Sunset di Labuan Bajo". KOMPAS.com (dalam bahasa Inggris). Diakses tanggal 2026-02-02.
  7. ^ "Strawberry Rock Stone Rinca". Dinas Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Kabupaten Manggarai Barat. Diakses tanggal 15 Maret 2026.
  8. ^ "Desa Wisata Melo, Desa Liang Ndara, Kec. Mbeliling". Dinas Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Kabupaten Manggarai Barat. Diakses tanggal 15 Maret 2026.

Pranala luar

sunting

📚 Artikel Terkait di Wikipedia

Labuan Bajo

Labuan Bajo dapat mengacu pada beberapa hal berikut: Labuan Bajo, Komodo, Manggarai Barat, Nusa Tenggara Timur Labuan Bajo, Utan, Sumbawa, Nusa Tenggara

Pink Beach Labuan Bajo

Pink Beach Labuan Bajo atau Pantai Pink adalah sebuah pantai berpasir berwarna merah muda yang terletak di Pulau Komodo, dalam kawasan Taman Nasional

Bandar Udara Internasional Komodo

bandar udara yang terletak di Labuan Bajo, Pulau Flores, Nusa Tenggara Timur. Nama bandara ini diambil dari status Labuan Bajo sebagai titik keberangkatan

Maksimus Regus

23 September 1973) adalah uskup pertama Keuskupan Labuan Bajo. Ia terpilih menjadi Uskup Labuan Bajo pada 21 Juni 2024. Sebelum menjadi uskup, ia merupakan

Keuskupan Labuan Bajo

Keuskupan Labuan Bajo adalah salah satu keuskupan sufragan yang berbasis di Kabupaten Manggarai Barat di Indonesia dan merupakan bagian dari Provinsi

Ta'aktana

Ta'aktana, a Luxury Collection Resort & Spa, Labuan Bajo adalah hotel mewah yang terletak di Labuan Bajo. Berada di tepi pantai barat Pulau Flores, hotel

Katedral Labuan Bajo

Katedral Labuan Bajo atau yang bernama lengkap Gereja Katedral Roh Kudus, Labuan Bajo adalah sebuah gereja katedral Katolik yang terletak di Wae Kelambu

Puncak Waringin

Puncak Waringin adalah sebuah destinasi wisata alam di Kota Labuan Bajo, Kabupaten Manggarai Barat, Provinsi Nusa Tenggara Timur, Indonesia. Tempat ini