Labuan Bajo | |||||
|---|---|---|---|---|---|
| Negara | |||||
| Provinsi | Nusa Tenggara Timur | ||||
| Kabupaten | Manggarai Barat | ||||
| Kecamatan | Komodo | ||||
| Kodepos | 86754 | ||||
| Kode Kemendagri | 53.15.05.1025 | ||||
| Kode BPS | 5315010025 | ||||
| Luas | 13,79 km² | ||||
| Jumlah penduduk | 6.973 jiwa (2021)[1] | ||||
| Kepadatan | 506 jiwa/km² | ||||
| |||||
Labuan Bajo merupakan salah satu kelurahan yang berada di Kecamatan Komodo, Kabupaten Manggarai Barat, Provinsi Nusa Tenggara Timur, Indonesia. Labuan Bajo juga merupakan pusat pemerintahan dari Kecamatan Komodo dan sekaligus merupakan ibu kota Kabupaten Manggarai Barat. Kelurahan ini digadang-gadang sedang diwacanakan sebagai pengembangan Kota Wisata Labuan Bajo.[2] Labuan Bajo telah ditetapkan sebagai destinasi wisata superprioritas di Indonesia.[3] Di Labuan Bajo juga terdapat hutan buatan, yakni Hutan Solohana.[4]
Demografi
suntingSuku dan Bahasa
suntingMasyarakat kabupaten Manggarai Barat terdiri atas beragam suku, termasuk Mayoritas Suku Manggarai, dan suku lain. Sementara di Labuan Bajo, mayoritas penduduk adalah suku Manggarai Barat. Bahasa yang digunakan, selain bahasa resmi nasional bahasa Indonesia, keseharian penduduk juga memakai bahasa Manggarai dialek Manggarai Barat.[5] Suku Manggarai kebanyakan bekerja bercocok tanam di ladang dan sawah. Tanaman yang mereka tanam di antaranya adalah padi, ubi kayu, jagung, buah dan sayur. Selain itu, mereka juga beternak hewan, seperti kerbau, sapi, kuda, babi, anjing, dan ayam. Ada juga yang bekerja sebagai nelayan, yaitu suku Bajo.[5]
Agama
suntingTahun 2022, jumlah penduduk kelurahan Labuan Bajo sebanyak 6.973 jiwa, dengan kepadatan 506 jiwa/km². Pada umumnya, masyarakat suku Manggarai memeluk agama Katolik, dan Protestan, sementara masyarakat suku Pendatang Bajo beragama Islam. Adapun persentase penduduk kelurahan Labuan Bajo berdasarkan agama yang dianut, data Kementerian Dalam Negeri 2022, yakni Mayoritas pemeluk agama Kristen 81,46% [Katolik 80,76% & Protestan 0,70%], kemudian Islam 17,94% Kemudian yang beragama Hindu 0,46% dan Buddha 0,14%.[1] Masuknya Agama Katolik ke Manggarai Barat tidak terlepas dari peran para Misionaris Yesuit (SJ) (1910-1914) dan Misionaris Societas Verbi Divini (SVD) pada tahun 1914.
Fasilitas umum
suntingKota kecil di pinggir pantai paling barat Pulau Flores ini memiliki banyak fungsi strategis, antara lain;
- Pusat pemerintahan; ibu kota kabupaten dan kecamatan. Kantor Bupati Manggarai Barat, Kantor DPRD, Kantor Camat dan Kantor Dinas pemerintahan.
- Pusat pendidikan; 4 sekolah lanjutan atas(SMAN 1 Komodo, SMKN 1 Komodo, SPM, SMA Katolik Loyola,SMAK Seminari St.Yohanes Paulus II), 4 sekolah lanjutan pertama (SMPN 1 Komodo, SMPK Loyola, SMPK Arnoldus, MTs )
- Pusat perdagangan; sejak dulu Mbajo (sebutan oleh orang lokal) merupakan tempat berlabuhnya para pedagang dari Makassar(Bajo dan Bugis), hingga dibangunnya Dermaga Ferry, Pelabuhan PELNI
- Pusat Pariwisata; tempat-tempat pariwisata banyak terdapat di Labuan Bajo, antara lain; Pantai Pede, Pantai Gorontalo, Puncak Waringin, Gua Batu Cermin, dan beberapa objek wisata pantai di pulau-pulau sekitar Labuan Bajo, seperti; Wae Cicu, Pulau Bidadari, Batu Gosok/Kanawa, dan Taman Nasional Komodo,Pulau Padar, Pulau Sebayur, Pulau Rinca, Siaba, Taka Makasar, Gili Lawa, Manta Point, Pulau Kalong, Manjarite, Pink Beach/Long Beach.
Daya Tarik Wisata
sunting
Strawberry Rock
suntingDi sekitar Labuan Bajo terdapat banyak gugusan pulau, dengan salah satunya adalah Pulau Rinca. Dekat pulau ini terdapat sebuah daya tarik wisata, yaitu Strawberry Rock atau Batu Karang Stroberi jika diterjemahkan. Diberi nama seperti itu karena bentuk gugusan karang berwarna merah muda di kawasan perairan Labuan Bajo. Berada di desa Pasir Panjang, Kecamatan Komodo, Kabupaten Manggarai Barat, NTT. Bahasa setempat menamai lokasi tersebut Nisa Purung, yang berarti pulau terbakar. Namun, banyak masyarakat tetap menyebutnya sebagai karang strawberry karena warna merah muda yang dominan pada karang tersebut.
Untuk berkunjung ke daerah tersebut, satu-satunya akses adalah melalui jalur laut dengan menggunakan kapal Pinisi atau dengan 'speed boat'. Dari Pulau Rinca, estimasi waktu tempuh ke Strawberry Rock kurang lebih 10 menit. Kapal Pinisi juga memiliki program untuk mengunjungi pulau-pulau di sekitar kawasan Labuan Bajo dengan durasi berlayar mulai dari 3 hari 2 malam, dengan Pulau Rinca sebagai salah satu pulau yang dikunjungi.
Tiba di pulau Rinca, pengunjung diarahkan berjalan ke loket masuk. Setelah membeli tiket, pengunjung akan dipandu untuk naik perahu ke Strawberry Rock dengan berjalan 5 menit di sepanjang pantai. Tiba di kawasan Strawberry Rock, pengunjung harus terlebih dahulu melewati kawasan trekking alami, di mana padanya pengunjung dapat melihat sunset di salah satu sudut pulau tersebut. [6] [7]
Desa Wisata Melo Desa Lian Ndara
suntingKampung Melo adalah salah satu desa tradisional dan telah ditetapkan menjadi desa wisata. Kampung Melo memiliki kekayaan seni dan budaya serta keindahan alam. Penduduknya ramah kepada setiap wisatawan yang datang berkunjung. Di sini, wisatawan bisa melihat langsung cara hidup masyarakat setempat, seperti dalam bercocok tanam dan membuat kerajinan tangan seperti tenun songket dan keranjang. Letaknya yang berada pada sebuah ketinggian membuat kampung Melo memiliki keindahan alam yang sangat indah dan masih asri. Sejauh mata memandang, wisatawan akan disuguhi dengan pemandangan alam yang hijau dengan deretan perbukitan yang berderet rapi [8]. Suhu di kampung ini bisa mencapai 20-10 derajat Celcius
Letak kampung Melo tidak jauh dari Labuan Bajo. Untuk menuju ke desa ini, pengunjung bisa menempuh perjalanan melalui trans flores dengan estimasi waktu tiba di desa 30 menit dari pusat kota Labuan Bajo. Sesampainya di kampung Melo, pengunjung akan disambut ramah oleh tetua adat dan warga kampung dengan ritual adat yang diiringi musik tradisional. Setelah itu, pengunjung akan diberikan dan dipakaikan selendang khas kampung Melo oleh pendamping tetua atau ketua adatnya langsung. Ini merupakan salah satu tanda resmi bahwa pengunjung telah diterima di kampung Melo. Selanjutnya, pengunjung akan diajak menuju ke sebuah rumah di tengah kampung yang disebut rumah gedang. Rumah ini digunakan sebagai ritual adat lanjutan setelah penyambutan. Dalamnya, ketua adat akan melakukan ritual khusus menggunakan bahasa adat dari Manggarai. Setelah itu, pengunjung akan diberikan tuak/sopi dan memakan pinang berisi kapur dan sirih. Dalam pelaksanaan ritual, pengunjung diharapkan sebisa mungkin mengikuti rangkaian proses ritual dari awal hingga akhir sebagai bentuk toleransi pada adat istiadat kampung Melo .
Transportasi
sunting- Bandar Udara Komodo (kode IATA: LBJ), bandara utama yang menghubungkan Labuan Bajo dengan kota-kota besar di Indonesia seperti Jakarta, Denpasar, dan Surabaya
- Dermaga Ferry Labuan Bajo, melayani penyeberangan ke Sape di Pulau Sumbawa
- Pelabuhan Pelni, melayani rute kapal laut antar pulau di Indonesia bagian timur
Galeri
sunting-
Gereja Masehi Injili di Timor di Labuan Bajo, Flores, Nusa Tenggara Timur, Indonesia
-
Kantor maskapai penerbangan TransNusa di Labuan Bajo
-
Pelabuhan Labuan Bajo
-
Pemandangan pulau Komodo dari Labuan Bajo
-
Foto Labuan Bajo pada zaman Hindia Belanda, dengan perahu Madura.
Referensi
sunting- ^ a b "Visualisasi Data Kependudukan - Kementerian Dalam Negeri 2021" (Visual). www.dukcapil.kemendagri.go.id. Diakses tanggal 5 September 2021.
- ^ "Pengembangan Pariwisata Labuan Bajo Digarap Dengan Keterpaduan Antar Sektor - BPIW". bpiw.pu.go.id (dalam bahasa Inggris). Diakses tanggal 2020-02-06.
- ^ UWA (2022-06-02). "Labuan Bajo, Wisata Eksotis Indonesia". UWA (dalam bahasa American English). Diakses tanggal 2022-08-14.
- ^ "Mengenal Hutan Buatan Terbaik di NTT yang Dulunya Lahan Gersang Tetapi Kini Muncul Mata Air dan Kolam". www.kliklabuanbajo.id. Diakses tanggal 5 Februari 2023.
- ^ a b "Sejarah dan Budaya Suku Manggarai di Pulau Flores". www.coretanzone.id. Diakses tanggal 4 September 2021.
- ^ Media, Kompas Cyber (2020-09-22). "Strawberry Rock, Spot Alternatif Memburu Golden Sunset di Labuan Bajo". KOMPAS.com (dalam bahasa Inggris). Diakses tanggal 2026-02-02.
- ^ "Strawberry Rock Stone Rinca". Dinas Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Kabupaten Manggarai Barat. Diakses tanggal 15 Maret 2026.
- ^ "Desa Wisata Melo, Desa Liang Ndara, Kec. Mbeliling". Dinas Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Kabupaten Manggarai Barat. Diakses tanggal 15 Maret 2026.









