Lanau[1] (bahasa Inggris: silt) adalah tanah atau butiran penyusun tanah/batuan yang berukuran di antara pasir dan lempung. Lanau dapat membentuk endapan yang mengapung di permukaan air maupun yang tenggelam.

Beberapa pustaka berbahasa Indonesia menyebut objek ini sebagai debu.

Pembentukan

sunting

Lanau biasanya terbentuk dari pecahnya kristal kuarsa berukuran pasir.[2] Pemecahan secara alami melibatkan pelapukan batuan[3] dan regolit secara kimiawi maupun pelapukan secara fisik melalui embun beku (frost)[4] dan haloclasty[5] Proses utama melibatkan abrasi, baik padat (oleh gletser), cair (pengendapan sungai), maupun oleh angin.[6] Di wilayah-wilayah setengah kering produksi lanau biasanya cukup tinggi. Lanau yang terbentuk secara glasial (oleh gletser) dalam bahasa Inggris kadang-kadang disebut sebagai rock flour ("bubuk batu") atau stone dust ("debu batu"). Secara komposisi mineral, lanau tersusun dari kuarsa dan felspar.

Kriteria ukuran butiran

sunting
Endapat lanau di sekitar rumah dan mobil di New Orleans sehabis banjir besar.

Kriteria menurut Skala Udden-Wentworth, ukuran partikel lanau berada di antara 3,9 sampai 62,5 ฮผm, lebih besar daripada lempung tetapi lebih kecil daripada pasir. ISO 14688 memberi batasan antara 0,002ย mm dan 0,063ย mm, lempung harus lebih kecil dan pasir lebih besar. Pada kenyataannya, ukuran lempung dan lanau sering kali saling tumpang tindih, karena keduanya memiliki struktur kimiawi yang berbeda. Lempung terbentuk dari partikel-partikel berbentuk datar/lempengan yang terikat secara elektrostatik. Kriteria USDA, yang diadopsi oleh FAO, memberi batas ukuran 0,05ย mm untuk membedakan pasir dari lanau.[7] Ini berbeda dari batasan Unified Soil Classification System (USCS) dan Sistem Klasifikasi Tanah AASHTO (lembaga pengatur standar sipil Amerika Serikat), yang memberi ukuran batas 0.075ย mm (atau pengayak #200). Lanau dan lempung dibedakan bukan dari ukuran tetapi dari plastisitasnya.


Rujukan

sunting
  1. ^ "Arti kata lanau". Kamus Besar Bahasa Indonesia. Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa, Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah Republik Indonesia.
  2. ^ Moss, A J (1975). "Sand and silt grains: Predetermination of their formation and properties by microfractures in quartz". Australian Journal of Earth Sciences. 22 (4): 485โ€“495. doi:10.1080/00167617508728913. ;
  3. ^ Nahon, D (1982). "Origin of siltstones:glacial grinding versus weathering". Sedimentology. 29: 25โ€“35. doi:10.1111/j.1365-3091.1982.tb01706.x. ;
  4. ^ Lautridou, J P (1982). "Experimental frost shattering: 15 years of research at the Centre de Geomorphologie du CNRS". Progress in Physical Geography. 6: 215โ€“232. doi:10.1177/030913338200600202. ;
  5. ^ Goudie, A S (1995). "The nature and pattern of debris liberated by salt weathering: a laboratory study". Earth Surface Processes and Landforms. 9: 95โ€“98. doi:10.1002/esp.3290090112. ;
  6. ^ Wright, J S (1998). "Mechanisms of loess-sized quartz silt production and their relative effectiveness: laboratory simulations". Geomorphology. 23: 15โ€“34. doi:10.1016/S0169-555X(97)00084-6. ;
  7. ^ "Particle Size (618.43)". National Soil Survey Handbook Part 618 (42-55) Soil Properties and Qualities. United States Department of Agriculture - Natural Resource Conservation Service. Diarsipkan dari asli tanggal 2006-05-27. Diakses tanggal 2006-05-31.

๐Ÿ“š Artikel Terkait di Wikipedia

Pasir

terpecah halus. Ukuran pasir lebih halus dari kerikil dan lebih kasar dari lanau. Pasir juga bisa mengacu pada suatu kelas tekstur dari tanah atau jenis

Batu lanau

Batu lanau (atau batu debu, ditulis pula sebagai batulanau tanpa spasi dalam jargon geologi, bahasa Inggris: siltstonecode: en is deprecated ) adalah

Suku Melanau

Suku Melanau (bahasa Malaysia: Etnik Melanau) adalah kelompok etnik yang terdapat pesisir Sarawak Tengah, Malaysia Timur. Etnik Melanau serumpun dengan

Kota Tangerang Selatan

Selatan umumnya adalah batuan alluvium, yang terdiri dari batuan lempung, lanau, pasir, kerikil, dan bongkah. Jenis batuan ini mempunyai tingkat kemudahan

Tekstur tanah

dari tekstur tanah yaitu tanah berpasir, liat atau lempung, dan geluh atau lanau, berdasarkan distribusi ukuran partikel tanah yang didapatkan dengan pengayakan

Suku Dayak

dan Brunei yang menggunakan etnik lebih spesifik yakni iban, bidayuh, melanau, kadazan, dusun, murut, kadayan, tutong, bisaya, belait dan sebagainya

Formasi Sao Khua

sedang yang berwarna merah pucat hingga abu-abu kekuningan, serta batu lanau dan lempung berwarna cokelat kemerahan abu-abu. Konglomerat berwarna merah

Suku Badui

Formasi-formasi ini membentuk Pegunungan Bayah, yang umumnya tersusun dari pasir, lanau, lumpur, dan sisa-sisa tanaman. Jenis tanah yang dominan adalah latosol