| Biografi | |
|---|---|
| Kelahiran | (en) Charles Leonard Woolley . 17 April 1880 Upper Clapton (en) |
| Kematian | 20 Februari 1960 London |
| Data pribadi | |
| Pendidikan | New College, Oxford St John's School, Leatherhead (en) |
| Kegiatan | |
| Spesialisasi | Arkeologi |
| Pekerjaan | antropolog, arkeolog, assyriologist (en) |
| Keluarga | |
| Pasangan nikah | Katharine Woolley (en) |
| Orang tua | George Herbert Woolley (en) |
| Saudara | Geoffrey Harold Woolley (mul) |
Penghargaan | |
Leonard Woolley adalah seorang ilmuwan dalam bidang arkeologi yang menemukan keberadaan kebudayaan Sumer. Ia juga menyatakan bahwa banjir bah Nuh hanya menggenangi wilayah di antara sungai Tigris dan sungai Efrat.
Penemuan
suntingBanjir besar di sungai Tigris dan sungai Efrat
suntingPada tahun 1920, Leonard Woolley memimpin misi penggalian arkeologi di Tel Abib yang terletak pada bagian utara Irak. Leonard Woolley mengadakan penggalian bersama dengan tim dari Museum British dan tim lain dari Amerika Serikat yang berasal dari Universitas Pennsylvania.[1] Museum British dan Universitas Pennsylvania saat itu mengadakan proyek gabungan untuk meneliti kebudayaan kuno yang mencatat informasi tentang banjir besar pada masa Nabi Nuh. Informasi ini diteliti melalui bekas-bekas banjir berupa endapan lumpur air tawar yang tebal yang menutupi medan antara sungai Tigris dan sungai Efrat.[2]
Selama penggalian di Tel Abib, ditemukan bejana berbahan tanah liat, patung dan jejak alang-alang pada lapisan lumpur aluvial. Temuan tersebut diteliti menggunakan mikroskop dan Woolley menyatakan bahwa bahan pembuatan bejana berasal dari tanah liat yang tersapu oleh air bah hingga ke wilayah sungai Efrat. Woolley memperkirakan ketinggian air bah yaitu 25 kaki atau 7,62 meter dengan menggunakan rujukan berupa saduran Kitab Mazmur.[1] Dari penemuan tersebut, Woolley menyimpulkan bahwa banjir besar yang melanda seluruh wilayah sungai Tigris dan sungai Efrat tidak menutupi seluruh dunia. Namun banjir yang terjadi menggenangi seluruh wilayah yang dihuni oleh penduduk dunia pada masa terjadinya.[3]
Keberadaan peradaban Sumer
suntingPada periode 1920-an, Leonard Woolley mengadakan penggalian di kota yang diklaim dalam Alkitab sebagai kota kelahiran Abraham yaitu Ut. Hasil penggalian ini membuat Woolley menyimpulkan bahwa ada sebuah peradaban bernama Sumer pada masa dunia kuno.[4]
Referensi
suntingCatatan kaki
sunting- ^ a b Ahmad 2023, hlm.ย 106-107.
- ^ al-Najjar, Zaghlul Raghib Muhammad (November 2023). Haris, Achmad Murtafi (ed.). Tafsir Ayat-ayat Kealaman di dalam Al-Qurโan [Tafsiir al- Ayat al-Kawniyyah fi al-Qurโan al-Karim] (PDF). Diterjemahkan oleh Avarie, J. A., dan Zaidun, A. Lamongan: Pondok Pesantren Bustanul Ulum. hlm.ย 97. Pemeliharaan CS1: Banyak nama: translators list (link) Pemeliharaan CS1: Status URL (link)
- ^ Ahmad 2023, hlm.ย 107.
- ^ Koestoro, Lucas Partanda (September 2010). Koestoro, Lucas Partanda (ed.). "Arkeologi Alkitab dalam Fungsinya Sebagai Penjelasan dan Konfirmasi Alkitab" (PDF). Berkala Arkeologi: Sangkhakala. XIII (26): 247. ISSNย 1410-3974.
Daftar pustaka
sunting- Ahmad, Yusuf Al-Hajj (Juni 2023). Pramudya, Firman (ed.). Mukjizat Al-Qur'an yang Tak Terbantahkan [Al-Mu'jizah al-Qur'aniyyah 'ala al-Mu'jizah al-Hissiyah]. Diterjemahkan oleh Zulhamid dan Miranda, P. A. Solo: Aqwam. ISBNย 978-979-039-368-4. Pemeliharaan CS1: Ref menduplikasi bawaan (link) Pemeliharaan CS1: Status URL (link)








