Malabsorpsi (Malaserap) adalah gangguan penyerapan nutrisi atau beberapa nutrisi yang diperlukan tubuh di usus halus. Kondisi malabsorpsi menyebabkan kekurangan gizi pada anak-anak, bisa mengganggu proses tumbuh kembangnya. [1]
Dalam proses pencernaan makanan dibagi menjadi tiga bagian, yaitu:[1]
- Memecah makanan menjadi bagian-bagian kecil yang dapat dicerna.
- Menyerap nutrisi dari makanan yang dikonsumsi.
- Mengeluarkan limbah sisa saat nutrisi sudah diserap.
Pada malabsorbsi terjadi masalah di tahap kedua. Hal ini bisa dikarenakan adanya intoleransi makanan tertentu akibat kekurangan enzim atau penyakit pada saluran pencernaan yang berdampak buruk pada sistem yang ada.[1]
Jika terjadi gangguan pada salah satu dari banyak tahapan yang terlibat dalam proses pencernaan dan penyerapan nutrisi yang kompleks, maka malabsorpsi usus dapat terjadi. Jika kelainan tersebut melibatkan satu tahapan dalam proses penyerapan, seperti pada defisiensi laktase primer, atau jika proses penyakit terbatas pada usus halus proksimal, maka malabsorpsi selektif hanya satu nutrisi dapat terjadi. Namun, malabsorpsi umum dari beberapa nutrisi makanan berkembang ketika proses penyakit meluas, sehingga mengganggu beberapa proses pencernaan dan penyerapan, seperti yang terjadi pada penyakit celiac dengan keterlibatan usus halus yang luas.[2]
Gejala Malabsorpsi
suntingMalabsorpsi terlihat seperti gangguan pencernaan pada umumnya, dengan gejala seperti:[1]
- Sakit perut.
- Distensi perut.
- Kembung.
- Frekuensi kentut berlebih.
- Mual dan muntah.
- Diare.
- Steatorrhea (feses berlemak).
Tipe Malabsorpsi
sunting- Malabsorpsi Karbohidrat[1]
- Malabsorpsi Lemak
- Malabsorpsi Asam Empedu
- Malabsorpsi Protein
Referensi
sunting- ^ a b c d e "Malabsorption (Syndrome)". Cleveland Clinic (dalam bahasa Inggris). Diakses tanggal 2023-06-16.
- ^ "Malabsorption Syndrome" (dalam bahasa Inggris). MedlinePlus. Diakses tanggal 29 April 2018.








