Metik atau Metic(bahasa Yunani kuno: ฮผฮญฯ„ฮฟฮนฮบฮฟฯ‚, mรฉtoikos: berasal dari kata ฮผฮตฯ„ฮฌ, metรก, menunjukkan perubahan, dan ฮฟแผถฮบฮฟฯ‚, oรฎkos "bermukim")[1] dalam zaman Yunani kuno adalah penduduk asing Athena yang tidak memiliki hak warga negara di tempat tinggal negara-kota Yunani mereka (polis).

Sejarah migrasi asing ke Athena berasal dari periode kuno. Diceritakan bahwa Solon telah menawarkan kewarganegaraan Athena kepada orang asing yang akan pindah ke kotanya untuk berlatih membuat kerajinan.[2][3] Namun, status metik tidak ada di masa Solon.[4]

Para ahli cenderung berpendapat bahwa status metik mulai berkembang sejak reformasi Kleisthenes pada 508 SM.[4] Akan tetapi peningkatan populasi Athena pada tahun-tahun setelah 480 SM sulit dijelaskan sebagai pertumbuhan yang alami, hal ini menunjukkan bahwa imigran di Athena masih bisa menjadi warga negara Athena pada saat itu, dan status metik masih belum ada.[5] Penggunaan kata 'metoikos' pertama kali diketahui dalam drama karya Aiskhilos berjudul "Persia", yang pertunjukan perdananya dipentaskan pada 472 SM.[4]

Namun, James Watson berpendapat bahwa kata metoikos yang digunakan dalam drama berjudul "Persia" itu bersifat non-teknis, yang maknanya tidak lebih dari "imigran".[4] Prof. Rebecca Futo Kennedy dari Universitas Denison, Ohio mengatakan status metik di Athena dimulai sejak 460-an SM,[6] sementara Watson berpendapat bahwa status hukum menjadi metik tidak berkembang hingga 451 SM - tahun yang sama ketika Perikles memperkenalkan tentang hukum kewarganegaraannya.[7]

Referensi

sunting
  1. ^ ฮผฮญฯ„ฮฟฮนฮบฮฟฯ‚: ฮผฮตฯ„ฮฌ, ฮฟแผถฮบฮฟฯ‚. Liddell, Henry George; Scott, Robert; A Greekโ€“English Lexicon at the Perseus Project
  2. ^ The poetics of appearance in the Attic korai, Mary Clorinda Stieber Page 134 ISBN 0-292-70180-2
  3. ^ Athenian democracy, Peter John Rhodes Page 31 ISBN 0-7156-3220-5(2004)
  4. ^ a b c d Watson, James (2010). "The Origin of Metic Status at Athens". The Cambridge Classical Journal. 56: 265.
  5. ^ Watson, James (2010). "The Origin of Metic Status at Athens". The Cambridge Classical Journal. 56: 264.
  6. ^ Kennedy, Rebecca Futo (2014). Immigrant Women in Athens: Gender, Ethnicity and Citizenship in the Classical City. hlm.ย 14.
  7. ^ Watson, James (2010). "The Origin of Metic Status at Athens". The Cambridge Classical Journal. 56: 266.

Sumber

sunting
  • Hansen M.H. 1987, The Athenian Democracy in the age of Demosthenes. Oxford.
  • Whitehead D. 1977, The ideology of the Athenian metic. Cambridge.
  • Garlan, Y 1988, Slavery in Ancient Greek. Ithaca. (trans. Janet Lloyd)

๐Ÿ“š Artikel Terkait di Wikipedia

Gunung Penanggungan

Gunung Penanggungan Ritual Metik dengan latar Gunung Penanggungan, upacara adat petani sebelum panen padi secara turun temurun yang masih dilakukan hingga

Pabrik Gula Jatibarang

Gula Djatibarang Setiap tahun, setiap masa pemanenan tebu atau istilahnya metik diadakan pasar malam. Sebagian masyarakat menyebutnya metikan atau bancakan

Behempas

menuju kebagian kiri dan harus menuju belakang lawan. dan ada pula pukulan Metik, yaitu pukulan melalui bagian atas lawan dengan menggunakan bagian ujung

Isis

kontemporer. Saat ini, rekonstruksi agama Mesir kuno, seperti Ortodoksi Kemetik atau Gereja Sumber Keabadian, menjadikan Isis sebagai salah satu dewi yang

Agama Mesir kuno

Altar untuk Thoth dari pengikut Kemetik.

Diagram Euler

Diagram Euler (/หˆษ”ษชlษ™r/,) adalah diagram cara metik untuk mewakili himpunan dan hubungannya. Mereka sangat berguna untuk menjelaskan hierarki yang kompleks

Ortodoksi Kemetik

Ortodoks Kemetik adalah sebuah sekte agama modern yang berbasis Kemetisme, yang merupakan rekonstruksi politeisme Mesir. Gerakan tersebut diklaim mengikuti

Brengkolang, Kajen, Pekalongan

bismillah, kemudian diakhiri kalimat tauhid dan sholawat nabi. Tradisi metik merupakan tradisi yang dilakukan atas rasa syukur setelah panen padi. Tradisi