Gunung Rinjani
Gunung Barujari
Titikย tertinggi
Ketinggian3.726ย m (12.224ย ft)[1]
Puncak3.726ย m (12.224ย ft)
Masuk dalam daftarTitik tertinggi pulau ke-8
Ultra
Ribu
Koordinat8ยฐ24โ€ฒ52โ€ณS 116ยฐ27โ€ฒ35โ€ณE๏ปฟ / ๏ปฟ8.414414ยฐS 116.459767ยฐE๏ปฟ / -8.414414; 116.459767[1]
Penamaan
Nama lokalgunong Rinjani (Sasak)
Geografi
Gunung Rinjani di Lombok
Gunung Rinjani
Gunung Rinjani
Lokasi Gunung Rinjani
LetakTaman Nasional Gunung Rinjani
Lombok, Indonesia
PegununganKepulauan Nusa Tenggara
Geologi
Usia batuanMesozoikum akhir
Jenis gunungSomma
Busur vulkanikBusur Sunda
Letusan terakhir14:45, 27 September 2016 (+08:00)ย (2016-09-27T14:45+08:00)
Pendakian
Rute termudahSenaru
Rute normalSembalun
AksesTerbatas

Gunung Rinjani (Sasak: แฌ•แฌธแฌฆแญ„แฌ—แฌธแฌ‚แญžแฌญแฌถแฌฆแญ„แฌšแฌฆแฌถ, translit.ย gunong rinjani) adalah gunung berapi stratovulkano aktif yang terletak di wilayah Lombok Utara, Nusa Tenggara Barat, di pulau Lombok, Indonesia. Gunung ini mencapai ketinggian 3.726 meter (12.224ย ft), menjadikannya gunung berapi tertinggi kedua di Indonesia dan titik tertinggi di provinsi Nusa Tenggara Barat.[2]

Di samping gunung berapi terdapat kaldera berukuran sekitar 6-x-85-kilometer (3,7 x 52,8ย mi), yang berisi danau kawah Segara Anak (terj. har.โ€‰'Anak Laut' (dalam bahasa Sasak)) โ€” dinamai demikian karena warna birunya yang mencolok mengingatkan pada lautan.[3] Danau ini terletak pada ketinggian sekitar 2.000 meter (6.600ย ft) di atas permukaan laut dan diperkirakan memiliki kedalaman sekitar 200 meter (660ย ft).[4] Kaldera ini juga memiliki beberapa mata air panas.

Gunung Rinjani dan danau kawahnya memiliki arti spiritual yang signifikan bagi masyarakat adat Sasak dan komunitas keagamaan rakyat tertentu,[5] berfungsi sebagai lokasi berbagai upacara keagamaan. Pada April 2018, Organisasi Pendidikan, Keilmuan, dan Kebudayaan Perserikatan Bangsa-Bangsa (UNESCO) mengakui Kaldera Gunung Rinjani sebagai bagian dari Jaringan Geopark Global.[6] Perlu dicatat, letusan gunung berapi pada tahun 1257 dianggap sebagai salah satu peristiwa vulkanik global paling dahsyat dalam 2.000 tahun terakhir.[7]

Topografi

sunting
Danau kawah Segara Anak dengan Gunung Barujari di tepi danau dilihat dari Puncak Gunung Rinjani di sisi timur.

Gunung Rinjani memiliki titik tertinggi 3.726 mdpl, mendominasi sebagian besar pemandangan Pulau Lombok bagian utara.

Di sebelah barat kerucut Rinjani terdapat kaldera dengan luas sekitar 3.500 m ร— 4.800 m, memanjang kearah timur dan barat. Di kaldera ini terdapat Segara Anak (segara dalam Bahasa Sasak berarti laut atau danau) seluas 11.000.000 m persegi dengan kedalaman 230 m. Air yang mengalir dari danau ini membentuk air terjun yang mengalir melewati jurang yang curam. Di Segara Anak banyak terdapat ikan mas dan mujair sehingga sering digunakan untuk memancing. Bagian selatan danau ini disebut dengan Segara Endut.

Di sisi timur kaldera terdapat Gunung Baru (atau Gunung Barujari) yang memiliki kawah berukuran 170mร—200 m dengan ketinggian 2.296 โ€“ 2376 m dpl. Gunung kecil ini terakhir meletus pada tanggal 25 Oktober 2015 dan 3 November 2015,[8] setelah sebelumnya tercatat meletus Mei 2009 dan pada tahun 2004.[9][10] Letusan tahun 2009 ini memakan korban jiwa tidak langsung 31 orang, karena banjir bandang pada Kokok (Sungai) Tanggek akibat desakan lava ke Segara Anak.[11] Sebelumnya, Gunung Barujari pernah tercatat meletus pada tahun 1944 (sekaligus pembentukannya), 1966, dan 1994.

Selain Gunung Barujari terdapat pula kawah lain yang pernah meletus,disebut Gunung Rombongan.

Stratigrafi

sunting

Secara stratigrafi, Gunung Rinjani dialasi oleh batuan sedimen klastik Neogen (termasuk batu gamping), dan setempat oleh batuan gunung api Oligo-Miosen. Gunung api Kuarter itu sendiri sebagian besar menghasilkan piroklastik, yang dibeberapa tempat berselingan dengan lava. Litologi itu merekam sebagian letusan yang diketahui dalam sejarah. Sejak tahun 1847 telah terjadi 7 kali letusan, dengan jangka istirahat terpendek 1 tahun dan terpanjang 37 tahun.

Seperti pada gunung api lainnya, Koesoemadinata (1979) menyebutkan bahwa aktivitas kegunungapian Rinjani pasca pembentukan kaldera adalah pembangunan kembali. Kegiatannya berupa efusiva yang menghasilkan lava dan eksplosiva yang membentuk endapan bahan-lepas (piroklastik). Lava umumnya berwarna hitam, dan ketika meleler tampak seperti berbusa. Peletusan pasca pembentukan kaldera relatif lemah, dan lava yang dikeluarkan oleh kerucut Gunung Barujari dan Gunung Rombongan relatif lebih basah dibanding lava gunung api lainnya di Indonesia. Kemungkinan terjadinya awan panas ketika letusan memuncak sangat kecil. Bahan letusan umumnya diendapkan di bagian dalam kaldera saja.

Aliran lava, lahar letusan, lahar hujan, dan awan panas guguran berpeluang mengarah ke Kokok Putih hingga Batusantek. Awan panas guguran dapat terjadi di sepanjang leleran lava baru yang masih bergerak, meskipun kemungkinannya kecil.

Struktur dan Tektonik

sunting

Bentuk Kaldera Segara Anak yang melonjong ke arah barat-timur diduga berkaitan dengan struktur retakan di batuan-dasar. Gunung api Rinjani yang terletak di jalur gunung api Kuarter sistem Busur Sunda dibentuk oleh kegiatan tunjaman dasar Samudera Hindia di bawah pinggiran Lempeng Asia Tenggara. Jalur tunjaman yang terletak di selatan menunjukkan adanya gaya mampatan yang berarah utara-selatan. Retakan batuan-dasar yang berarah barat-timur, yang memengaruhi bangun kaldera, dengan demikian ditafsirkan sebagai retakan release yang disebabkan oleh gaya tarikan. Struktur itu setidaknya terbentuk sejak permulaan Zaman Kuarter.

Puncak Gunung Rinjani

sunting

Pendakian Gunung Rinjani merupakan salah satu objek wisata yang menjadi andalan di kawasan Taman Nasional Gunung Rinjani. Gunung Rinjani sebagai gunung vulkanik yang masih aktif nomor 2 tertinggi di Indonesia. Animo komunitas pencinta alam di seluruh nusantara bahkan dari mancanegara dalam kegiatan pendakian cukup besar, ini terbukti dengan jumlah pengunjung yang melakukan pendakian setiap tahunnya mengalami peningkatan.[butuh rujukan] Kegiatan pendakian secara besar-besaran dilakukan pada bulan Juli s/d Agustus, pada bulan Agustus (pertengahan) peserta pendakian umumnya didominasi oleh kalangan pelajar/mahasiswa dari seluruh Indonesia yang ingin merayakan HUT Kemerdekaan Republik Indonesia di Puncak Gunung Rinjani dan Danau Segara Anak melalui kegiatan โ€œTapak Rinjaniโ€ yang diadakan secara rutin setiap tahunnya oleh salah satu kelompok pencinta alam di Pulau Lombok yang bekerjasama dengan Balai Taman Nasional Gunung Rinjani.

Danau Segara Anak

sunting

Pesona unggulan Taman Nasional Gunung Rinjani yang sangat prospektif adalah Danau Segara Anak, lokasi ini dapat ditempuh dari dua jalur resmi pendakian yaitu jalur pendakian Senaru dan jalur pendakian Sembalun.

Untuk mengunjungi Danau Segara Anak dari jalur Senaru dibutuhkan waktu tempuh sekitar 7 โ€“ 10 jam berjalan kaki (ยฑ 8 Km) dari pintu gerbang jalur pendakian Sedangkan dari jalur pendakian Sembalun ditempuh dalam waktu 8 โ€“ 10 jam. Danau segara anak dengan ketinggian ยฑ 2.010 m dpl dan kedalaman danau sekitar ยฑ 230 meter mempunyai bentuk seperti bulan sabit dengan luasan sekitar 1.100 Ha.

Disekitar Danau Segara Anak terdapat lahan yang cukup luas dan datar, dapat digunakan untuk tempat berkemping/berkemah, juga pengunjung bisa memancing ikan di danau atau berendam di air panas yang mengandung belerang.

Objek lainnya di sekitar Danau Segara Anak adalah Hulu Sungai Koko Puteq ยฑ 150 meter dari Danau Segara Anak. Selain itu terdapat pula Goa Susu, Goa Manik, dan Goa Payung. Goa Susu dipercaya dapat dijadikan media becermin diri serta sering pula dipergunakan sebagai tempat bermeditasi. Sedangkan di bagian bawah Danau Segara Anak terdapat sumber air panas, yaitu Aik Kalak Pengkereman Jembangan yang biasa digunakan untuk menguji dan memandikan benda-benda bertuah (Pedang, Keris, Badik, Tombak, Golok, dll.) di mana jika benda-benda tersebut menjadi lengket apabila direndam itu menandakan benda-benda tersebut jelek/tidak memiliki kekuatan supranatural, sebaliknya apabila benda-benda tersebut tetap utuh berarti benda tersebut memiliki kekuatan supranatural/dipercaya memiliki keampuhan.[butuh rujukan]

Pendakian

sunting
Video pendakian Rinjani dan letusan kecil tahun 2010.
Rinjani saat meletus pada tahun 1994

Setiap tahunnya, yaitu di antara bulan Juni-Agustus, banyak dikunjungi pencinta alam mulai dari penduduk lokal, mahasiswa, pecinta alam.[butuh rujukan]

Suhu udara rata-rata sekitar 20ย ยฐC; terendah 12ย ยฐC. Angin kencang di puncak biasa terjadi di bulan Agustus.[butuh rujukan]

Selain puncak, tempat yang sering dikunjungi adalah Segara Anakan, sebuah danau terletak di ketinggian 2.000 mdpl. Untuk mencapai lokasi ini kita bisa mendaki dari desa Senaru atau desa Sembalun Lawang (dua entry point terdekat di ketinggian 600m dpl dan 1.150m dpl) di daerah Sembalun Ada empat jalur pendakian yang resmi untuk menuju Gunung RInjani, Jalur Sembalun (Lombok Timur), Jalur Senaru (Lombok Utara), Jalur Aik Berik (Lombok Tengah), dan Jalur Timbanuh (Lombok Timur).

Kebanyakan pendaki memulai pendakian dari rute Sembalun dan mengakhiri pendakian di Senaru, karena bisa menghemat 700 m ketinggian. Rute Sembalun agak panjang tetapi datar, dan cuaca lebih panas karena melalui padang savana yang terik (suhu dingin tetapi radiasi matahari langsung membakar kulit). krim penahan panas matahari sangat dianjurkan.

Dari Rute Senaru tanjakan tanpa jeda, tetapi cuaca lembut karena melalui hutan. Dari kedua lokasi ini membutuhkan waktu jalan kaki sekitar 7 jam menuju bibir punggungan di ketinggian 2.641m dpl (tiba di Plawangan Senaru ataupun Plawangan Sembalun). Di tempat ini pemandangan ke arah danau, maupun ke arah luar sangat bagus. Dari Plawangan Senaru (jika naik dari arah Senaru) turun ke danau melalui dinding curam ke ketinggian 2.000 mdpl) yang bisa ditempuh dalam 2 jam. Di danau pengunjung bisa berkemah dan memancing. Penduduk Lombok mempunyai tradisi berkunjung ke segara anakan untuk berendam di kolam air panas dan mancing.

Untuk mencapai puncak (dari arah danau) harus berjalan kaki mendaki dinding sebelah barat setinggi 700 m dan menaiki punggungan setinggi 1.000 m yang ditempuh dalam 2 tahap. Tahap pertama menuju Plawangan Sembalun, tempat berkemah terakhir untuk menunggu pagi hari. Pendakian ke puncak biasa dilakukan pada pukul 3 dini hari untuk mencari momen indah - matahari terbit di puncak Rinjani. Perjalanan menuju puncak tergolong berat[butuh rujukan]; karena meniti di bibir kawah dengan margin safety yang pas-pasan. Daerah pendakian ini memiliki medan pasir, batu, dan tanah. Gunung Agung di Bali, Gunung Raung di Banyuwangi dan Gunung Tambora di Sumbawa terlihat jelas saat cuaca bagus di pagi hari. Untuk mendaki Rinjani tidak diperlukan alat bantu, cukup stamina, kesabaran dan gairah pendaki.

Keseluruhan perjalanan dapat dicapai dalam program tiga hari dua malam, atau jika hendak melihat dua objek lain: Gua Susu dan gunung Baru Jari (anak gunung Rinjani dengan kawah baru di tengah danau) perlu tambahan waktu dua hari perjalanan. Persiapan logistik sangat diperlukan. Disarankan untuk menggunakan jasa pemandu lokal yang berpengalaman untuk mengurangi risiko tersesat dan tetap menghormati budaya adat setempat.

Global Geopark

sunting

Gunung Rinjani adalah salah satu Taman Bumi Global atau Global Geopark dari Organisasi Keilmuan, Keilmuan, dan Kebudayaan Perserikatan Bangsa-Bangsa (UNESCO) yang ada di Indonesia. Status Geopark ini didapat pada tahun 2018.[12] Gunung Rinjani menjadi salah satu dari sepuluh Global Geopark yang diakui oleh UNESCO.[13]

Insiden

sunting

Kematian Juliana Marins

sunting

Juliana Marins, seorang humas Brasil berusia 26 tahun dan pelancong solo dari Niterรณi, sedang mendaki Gunung Rinjani bersama sekelompok orang ketika dia terpeleset dari jalur pendakian malam hari pada tanggal 20 Juni 2025. Dia dilaporkan meminta pemandunya untuk berhenti karena kelelahan dan beristirahat sendirian; sekitar satu jam kemudian, dia kehilangan pijakan dan jatuh ke jurang yang curam, awalnya meluncur sekitar 300 meter (980 kaki) ke bawah sebelum berhenti sekitar 500 meter (1.600 kaki) di bawah jalan setapak di tengah medan terjal dan tebing yang berbahaya. Rekaman drone dari keesokan paginya menangkap tanda-tanda bahwa dia masih hidup (bergerak dan berteriak minta tolong) tetapi kabut tebal, suhu malam yang sangat dingin, pijakan yang tidak stabil karena tanah longsor, dan cuaca ekstrem membuat penyelamat tidak dapat menjangkaunya dengan cepat. Tim pencari mengerahkan spesialis penyelamatan vertikal dan menyiapkan upaya ekstraksi helikopter, tetapi operasi berulang kali dihentikan oleh jarak pandang yang buruk, angin, dan bahaya tanah longsor lebih lanjut.

Selama empat hari dia terdampar, keluarga Juliana secara terbuka membantah laporan bahwa dia telah diberi makanan, air, pakaian, atau tempat berteduh, menyebut operasi penyelamatan itu salah penanganan, mungkin dipentaskan, dan dirusak oleh informasi yang salah. Mereka menuduh bahwa otoritas setempat menyesatkan mereka, menunda pembaruan penting, dan bahkan memalsukan rekaman penyelamatan drone. Keterlibatan diplomatik termasuk Kementerian Luar Negeri Brasil yang mengirim dua pejabat ke Jakarta untuk memantau kemajuan dan mendukung keluarga tersebut. Pada tanggal 24 Juni, pejabat Indonesia mengonfirmasi kematiannya setelah tim mengakses jurang dan memeriksa kondisinyaโ€”saat itu, dia telah bergeser lebih dekat, hingga sekitar 150 meter (490 kaki) ke bawah, tetapi sudah tidak dapat ditolong lagi. Jenazahnya berhasil ditemukan keesokan harinya, setelah upaya pengambilan melalui darat selama lebih dari lima jam yang menghindari penggunaan helikopter karena bahaya yang terus berlanjut.

Tragedi itu memicu kemarahan yang meluas di seluruh Brasil. Keluarga Juliana kemudian meminta penyelidikan formal oleh pihak berwenang Brasil dan Indonesia, untuk meminta pertanggungjawaban atas apa yang mereka lihat sebagai penyelamatan yang gagal, kurangnya transparansi, dan pengawasan yang lalai. Insiden tersebut juga memicu pernyataan solidaritas dari Presiden Brasil Luiz Inรกcio Lula da Silva dan Kementerian Luar Negeri.

Galeri

sunting

Lihat pula

sunting

Referensi

sunting
  1. ^ a b "Rinjani". Global Volcanism Program. Institusi Smithsonian. Diakses tanggal 2021-02-25.
  2. ^ "Information โ€“ Rinjani". Global Vulcanism Program USGS-Smithsonian. Diakses tanggal 13 September 2010.
  3. ^ "Datang dan Nikmatilah Danau di Puncak Rinjani|". 18 January 2014.
  4. ^ Langston-Able, Nick (2007). Playing with Fire. United Kingdom: Freak Ash Books. hlm.ย 184. ISBNย 9780955340345.
  5. ^ "Datang dan Nikmatilah Danau di Puncak Rinjani|". 18 January 2014.
  6. ^ "Unesco designates Mount Rinjani as global geopark". Antara News. Diakses tanggal 16 April 2018.
  7. ^ Vidal, Cรฉline M.; Komorowski, Jean-Christophe; Mรฉtrich, Nicole; Pratomo, Indyo; Kartadinata, Nugraha; Prambada, Oktory; Michel, Agnรจs; Carazzo, Guillaume; Lavigne, Franck; Rodysill, Jessica; Fontijn, Karen; Surono (2015). "Dynamics of the major plinian eruption of Samalas in 1257 A.D. (Lombok, Indonesia)". Bulletin of Volcanology (dalam bahasa Inggris). 77 (9): 73. Bibcode:2015BVol...77...73V. doi:10.1007/s00445-015-0960-9. ISSNย 1432-0819. S2CIDย 127929333.
  8. ^ Letusan Anak Rinjani Lumpuhkan Penerbangan Australia Bali Diarsipkan 2021-06-04 di Wayback Machine.. dw.com. 3 November 2015
  9. ^ Anak Gunung Rinjani Meletus Diarsipkan 2009-05-06 di Wayback Machine.. Kompas. Edisi 2 Mei 2009 daring. Diakses 2 Mei 2009.
  10. ^ Gunung Baru Jari Masih Semburkan Api Diarsipkan 2013-01-27 di Wayback Machine.. Media Indonesia Daring. Edisi 19-05-2009.
  11. ^ Anak Gunung Rinjani Semburkan Bola Api Diarsipkan 2009-05-22 di Wayback Machine.. Media Indonesia Daring. Edisi 19-05-2009
  12. ^ "List of APGN members โ€“ Asia Pacific Geoparks Network". asiapacificgeoparks.org. Diakses tanggal 2024-05-24.
  13. ^ "List of UNESCO Global Geoparks and Regional Networks". UNESCO. Diakses tanggal 2024-05-24.

Pranala luar

sunting

๐Ÿ“š Artikel Terkait di Wikipedia

Daftar gunung di dunia

ย Indonesia Gunung Kerinci (3800 m) - #1 di Sumatra, ย Indonesia Gunung Rinjani (3726 m) - #1 di Nusa Tenggara, ย Indonesia Gunung Semeru (3676 m) - #1

Gunung Agung

melingkar dan lebar. Dari puncak gunung Agung dapat terlihat puncak Gunung Rinjani yang berada di pulau Lombok di sebelah timur, meskipun kedua gunung tertutup

Letusan Samalas 1257

kuno. Samalas (juga dikenal sebagai Rinjani Tuacode: id is deprecated ) merupakan bagian dari kompleks vulkanik Rinjani yang kini berdiri di Pulau Lombok

Letusan Gunung Semeru 2025

berapi tertinggi ketiga di Indonesia setelah Gunung Kerinci dan Gunung Rinjani. Kawahnya dikenal dengan nama Jonggring Saloko. Secara administratif, Gunung

Gunung Slamet

Diarsipkan dari asli tanggal 2023-03-31. Diakses tanggal 2023-03-18. ; Mount Slamet continues spewing lava Diarsipkan 2009-06-08 di Wayback Machine.

Mount Ophir

Mount Ophir (/หˆoสŠfษ™r/, terj. 'Gunung Ophir'; disebut juga sebagai Gunong Passama dalam beberapa sumber) adalah sebuah gunung nyata yang berlokasi di dekat

Gunung Semeru

tertinggi ketiga di Indonesia setelah Gunung Kerinci di Sumatra dan Gunung Rinjani di Nusa Tenggara Barat. Kawah di puncak Gunung Semeru dikenal dengan nama

Daftar gunung berapi di Indonesia

1065/espr2004.09.118. Pemeliharaan CS1: Banyak nama: authors list (link) "Mount Merapi Erupts". ANTARA News. ANTARA. 18 November 2013. Diakses tanggal 2013-11-19