One Battle After Another
Poster penayangan di bioskop
SutradaraPaul Thomas Anderson
Produser
Ditulis olehPaul Thomas Anderson
Berdasarkan
Vineland
oleh Thomas Pynchon
Pemeran
Penataโ€‰musikJonny Greenwood
SinematograferMichael Bauman
PenyuntingAndy Jurgensen
Perusahaan
produksi
DistributorWarner Bros. Pictures
Tanggal rilis
  • 8 September 2025ย (2025-09-08) (TCL Chinese Theatre)
  • 26 September 2025ย (2025-09-26) (Amerika Serikat)
Durasi162 menit[2][3][4]
NegaraAmerika Serikat
BahasaInggris
Anggaran$130โ€“175ย juta[5]
Pendapatan
kotor
$212.1 juta[6][7][8]

One Battle After Another adalah film aksi-triler komedi gelap epik Amerika tahun 2025[a] yang diproduseri, ditulis, dan disutradarai oleh Paul Thomas Anderson. Film ini terinspirasi oleh novel tahun 1990 Vineland karya Thomas Pynchon. Para pemeran utama dalam film ini dipimpin oleh Leonardo DiCaprio, Sean Penn, Benicio del Toro, Regina Hall, Teyana Taylor, dan Chase Infiniti. Film ini mengikuti seorang mantan revolusioner yang kembali terlibat dalam konflik ketika musuhnya muncul kembali setelah enam belas tahun.

Anderson telah ingin mengadaptasi Vineland sejak awal tahun 2000-an dan akhirnya memasukkan cerita-ceritanya sendiri ke dalam narasi saat menulis skenario. Pengambilan gambar utama berlangsung di California dari Januari hingga Juni 2024 menggunakan VistaVision, menjadi salah satu film pertama yang menggunakan format tersebut sejak tahun 1960-an. Setelah penayangan perdananya pada tanggal 8 September 2025, One Battle After Another dirilis di Amerika Serikat oleh Warner Bros. Pictures pada tanggal 26 September. Dengan anggaran $130โ€“175 juta, film ini merupakan film termahal dalam karier Anderson dan film terlaris di seluruh dunia dengan pendapatan $212,1 juta.

One Battle After Another menerima pujian kritikus yang luas dan berbagai penghargaan. Film ini menerima tiga belas nominasi di Academy Awards ke-98 dan memenangkan enam Oscar, termasuk Film Terbaik, Sutradara Terbaik, Aktor Pendukung Terbaik (Penn), dan Pemeranan Terbaik, menjadi penerima pertama untuk penghargaan ini. Film ini juga meraih satu kemenangan dari rekor tujuh nominasi di ajang Actor Awards ke-32, tiga kemenangan di Critics' Choice Awards ke-31, termasuk Film Terbaik, empat kemenangan di Golden Globe Awards ke-83, termasuk Film Terbaik โ€“ Musikal atau Komedi, dan enam kemenangan di British Academy Film Awards ke-79, termasuk Film Terbaik. Film ini juga masuk dalam daftar yang dibuat oleh American Film Institute sebagai salah satu dari sepuluh film terbaik tahun 2025 dan memenangkan lima penghargaan dari National Board of Review, termasuk Film Terbaik.

Plot

sunting

"Ghetto" Pat Calhoun dan Perfidia Beverly Hills adalah anggota dari kelompok revolusioner sayap kiri radikal bernama French 75. Saat membebaskan para imigran yang ditahan dari Pusat Penahanan Otay Mesa, Perfidia mempermalukan secara seksual komandan Steven J. Lockjaw, yang kemudian mulai bernafsu terhadapnya. Pat dan Perfidia menjalin hubungan sebagai sepasang kekasih ketika French 75 melancarkan serangan terhadap kantor politisi, bank, dan jaringan listrik kota. Ketika Lockjaw menangkap Perfidia saat sedang menanam bom, ia melepaskannya dengan syarat Perfidia mau berhubungan seks dengannya di sebuah motel.

Setelah Perfidia melahirkan seorang bayi perempuan bernama Charlene, Pat gagal meyakinkannya untuk memprioritaskan keluarga daripada melanjutkan perjuangan revolusioner. Perfidia meninggalkan mereka, tetapi kemudian tertangkap setelah membunuh seorang penjaga keamanan dalam perampokan bank. Lockjaw mengatur agar Perfidia terhindar dari hukuman penjara dengan imbalan informasi mengenai lokasi anggota penting French 75. Perfidia masuk ke program perlindungan saksi sementara Lockjaw memburu rekan-rekannya dan menembak banyak dari mereka di tempat, memaksa para anggota French 75 yang masih tersisa untuk melarikan diri dan bersembunyi. Berkat prestasinya memberantas kelompok French 75, Lockjaw dipromosikan menjadi seorang kolonel dan tokoh penting dalam badan keamanan Amerika Serikat. Pat dan Charlene berhasil melarikan diri dengan menggunakan identitas samaran Bob dan Willa Ferguson, lalu menjalani kehidupan baru dengan berpindah-pindah kota. Sementara itu, Perfidia yang telah diberi identitas baru justru memilih kabur dari program perlindungan saksi dan melarikan diri ke Meksiko.

Enam belas tahun kemudian, Bob dan Willa tinggal daerah terpencil di kota suaka Baktan Cross, California. Willa tumbuh menjadi gadis remaja yang tangguh, mandiri dan tegas, sedangkan Bob menjadi seorang pecandu ganja yang paranoid dan overprotektif. Willa sangat membenci kebiasaan paranoia dan konsumsi narkoba ayahnya. Di tempat lain, Lockjaw yang sangat ingin untuk bergabung dengan Christmas Adventurers Club, sebuah perkumpulan rahasia para supremasis kulit putih kaya sayap kanan, bertemu dengan para anggotanya untuk mengajukan diri sebagai anggota. Anggota Christmas Adventurers Club yang sangat menekankan kemurnian ras sangat melarang adanya hubungan beda ras kepada para anggotanya, sehingga membuat Lockjaw mengingat hubungan seks masa lalunya dengan Perfidia. Ia kemudian mulai memburu Willa untuk menghapus bukti pernah adanya hubungan tersebut. Lockjaw menyewa seorang pemburu bayaran Indian, Avanti Q, yang menangkap rekan Bob, Howard Sommerville, sehingga memicu sinyal darurat bagi para anggota French 75. Dengan menyamarkan operasinya sebagai operasi pemberantasan narkoba dan operasi imigrasi, Lockjaw mengirim pasukannya ke Baktan Cross untuk mencari Bob dan Willa. Deandra, anggota tepercaya French 75, menyelamatkan Willa sebelum pesta dansa sekolahnya digerebek oleh pasukan Lockjaw. Dalam keadaan mabuk akibat pengaruh ganja, Bob dihubungi oleh French 75, yang memperingatkannya tepat sebelum rumahnya digerebek. Melarikan diri melalui terowongan, Bob berusaha untuk menghubungi jaringan French 75 untuk meminta bantuan, tetapi ia tidak dapat mengingat kata sandi kelompok tersebut.

Guru karate Willa sekaligus pemimpin komunitas orang-orang imigran gelap, Sergio St. Carlos, membantunya sambil mengevakuasi para imigran melalui jalur rahasia. Saat melarikan diri bersama orang-orang Sergio di atas atap, Bob terjatuh dan ditangkap oleh polisi. Deandra membawa Willa ke Sisters of the Brave Beaver, sebuah biara di mana para biarawatinya menanam mariyuana. Di sana, Willa mengetahui kebenaran tentang ibunya yang ternyata adalah seorang pengkhianat..Christmas Adventurers menemukan bukti hubungan Lockjaw dengan Perfidia, termasuk klaim bahwa ia memiliki anak darinya, dan mengirim salah satu anggota Tim Smith untuk membunuh Lockjaw dan Willa. Lockjaw melacak Willa hingga ke biara, menangkapnya sekaligus Deandra. Saat menyandera Willa, ia melakukan tes DNA, yang mengonfirmasi bahwa Willa adalah putri kandungnya secara biologis. Sergio mengatur agar Bob bisa lolos dari tahanan polisi dan mengantarnya ke biara. Saat ada sebuah mobil polisi yang mulai mendekati mereka, Sergio menyuruh Bob untuk melompat keluar dari mobil tepat sebelum polisi cukup dekat untuk melihatnya. Bob kemudian membajak mobil lain dan mencoba untuk membunuh Lockjaw dengan senapan milik Sergio dari jarak jauh, tapi gagal. Lockjaw memerintahkan Avanti untuk membunuh Willa. Namun, Avanti menolak karena prinsipnya untuk tidak membunuh remaja di bawah umur, sehingga ia diperintahkan untuk menyerahkan Willa kepada milisi sayap kanan bernama 1776.

Bob kembali mengendarai mobilnya dan berhasil melihat mobil Lockjaw di jalan. Mobil Lockjaw secara tiba-tiba didampingi oleh sebuah mobil sedan, yang ternyata dikendarai oleh Tim Smith. Tim meminta Lockjaw membuka kaca jendela dan kemudian menembaknya dengan senapan, sehingga menyebabkan mobilnya terguling. Tim meninggalkannya dengan asumsi bahwa Lockjaw telah tewas. Avanti menyerahkan Willa kepada milisi 1776 seperti yang diperintahkan Lockjaw, tetapi setelah beberapa saat ia berubah pikiran. Ia akhirnya membebaskan Willa dan bertempur melawan para milisi tersebut, membuat dirinya sendiri tertembak hingga tewas. Willa mengambil pistol dan mobil milik Avanti dan mengendarainya ke jalanan, yang kemudian terpantau dari kejauhan oleh Tim Smith. Melihat bahwa mobil Tim Smith tampak seperti mengejar dirinya, Willa menghentikan mobil dan sengaja memarkirnya tepat setelah sebuah tanjakan sehingga menyebabkan Tim Smith menabraknya. Willa mengucapkan kata-kata sandi French 75 yang tidak bisa dijawab balik oleh Tim Smith, sehingga membuat Willa menembaknya. Tidak lama kemudian, Bob tiba ditempat tersebut dan menemukan Willa yang sedang bingung oleh kebohongan-kebohongan tentang sejarah keluarganya. Willa tetap menodongkan senjata dan menuntut kata sandi dari Bob, tetapi Bob berhasil menjawab dengan kata sandi yang benar sehingga membuat Willa menghampiri dan memeluknya. Keduanya akhirnya bersatu kembali dengan penuh emosional dan bersama-sama pulang ke rumah mereka di Balkan Cross. Sementara itu, terungkap bahwa Lockjaw masih hidup dan berjalan pulang.

Setelah beberapa waktu berlalu, Lockjaw yang telah pulih diterima menjadi anggota oleh para anggota Christmas Adventurers setelah mengaku bahwa ia dibius dan โ€œdiperkosa secara terbalikโ€ oleh Perfidia. Setelah salah satu anggota Christmas Adventurers mengantar Lockjaw ke ruangan barunya di kantor Christmas Adventurers, gas keluar memenuhi ruangan, membuat Lockjaw tidak sadarkan diri, yang kemudian dikremasi oleh dua petugas berpakaian hamzat. Di tempat lain, Bob memberi surat dari Perfidia kepada Willa. Surat tersebut berisi mengenai permintaan maaf Perfidia atas tindakannya di masa lalu dan mengharapkan adanya kesempatan kedua bagi mereka untuk bersatu kembali. Tak lama kemudian, Bob memberi restu kepada putrinya saat ia berangkat untuk ikut serta dalam sebuah gerakan protes di Oakland.

Pemeran

sunting
Leonardo DiCaprio
Sean Penn
Benicio del Toro
Regina Hall
Teyana Taylor
Alana Haim
Shayna McHayle
Tony Goldwyn
Baris pertama (dari kiri ke kanan): Leonardo DiCaprio, Sean Penn, Benicio del Toro, dan Regina Hall;
Baris kedua (dari kiri ke kanan): Teyana Taylor, Alana Haim, Shayna McHayle, dan Tony Goldwyn
  • Leonardo DiCaprio sebagai "Ghetto" Pat Calhoun / Bob Ferguson, mantan anggota kelompok revolusioner bernama French 75.
  • Sean Penn sebagai Col. Steven J. Lockjaw, seorang pejabat militer yang melawan French 75
  • Benicio del Toro sebagai Sergio St. Carlos, guru Karate Willa, yang juga merupakan pemimpin dari komunitas tanpa dokumen di Baktan Cross
  • Regina Hall sebagai Deandra, anggota French 75
  • Teyana Taylor sebagai Perfidia Beverly Hills, seorang anggota French 75, pasangan Bob, ibu dari Willa
  • Chase Infiniti sebagai Willa Ferguson / Charlene Calhoun, anak dari Perfidia
  • Alana Haim sebagai Mae West, anggota French 75
  • Wood Harris sebagai Laredo, anggota French 75
  • Shayna McHayle sebagai Junglepussy, anggota French 75
  • Paul Grimstad sebagai Howard Sommerville / "Billy Goat" / "Gringo Coyote", anggota French 75
  • Tony Goldwyn sebagai Virgil Throckmorton, anggota Christmas Adventures Club, seorang konglomerat yang meyakini supremasi kulit putih.
  • Starletta DuPois sebagai Grandma Jennie, ibu Perfidia
  • D. W. Moffett sebagai Bill Desmond, anggota Christmas Adventures Club
  • Kevin Tighe sebagai Roy More, anggota Christmas Adventures Club
  • Jim Downey sebagai Sandy Irvine, anggota Christmas Adventures Club
  • John Hoogenakker sebagai Tim Smith
  • Eric Schweig sebagai Avanti
  • Dijon Duenas sebagai Talleyrand, anggota French 75
  • Dan Chariton sebagai Comrade Josh, anggota French 75
  • Jon Beavers sebagai James pada tahun 1776, seorang anggota geng nasionalis kulit putih
  • Tisha Sloan sebagai guru sekolah sejarah di sekolah Willa
  • Jena Malone sebagai Pengisi suara kode salam French 75

Produksi

sunting

Pengembangan

sunting
Penulis dan sutradara Paul Thomas Anderson

Anderson telah sejak lama mempertimbangkan untuk mengadaptasi novel Vineland (1990) karya Thomas Pynchon selama bertahun-tahun, tetapi ia mengalami kesulitan, karena merasa kecintaannya pada novel itu akan menghalangi kemampuannya untuk mengolahnya secara adil. Sebagai gantinya, ia menyingkirkan gagasan adaptasi tersebut dan menulis serangkaian cerita terpisah. One Battle After Another muncul sebagai gabungan dari cerita-cerita itu dengan beberapa elemen dari Vineland, khususnya dinamika ayah-anak perempuan.[15] Alih-alih mengerjakan sebuah adaptasi, Anderson menyingkirkan rencana tersebut dan membayangkan dua ide: satu tentang "film aksi kejaran mobil" dan satu lagi tentang "seorang perempuan revolusioner". One Battle After Another pada akhirnya muncul sebagai gabungan dari kedua cerita tersebut dengan beberapa elemen dari Vineland, khususnya dinamika ayah-anak perempuan.[15][16][17]

Casting

sunting

Pada Juni 2023, film Anderson berikutnya, yang dikabarkan akan dibintangi oleh Leonardo DiCaprio, Regina Hall, Viggo Mortensen dan Joaquin Phoenix, menemukan tempatnya di Warner Bros. Pictures.[18] Pada Januari 2024, DiCaprio dan Hall dipastikan akan membintangi film tersebut, dengan Sean Penn bergabung dalam jajaran pemain.[19] DiCaprio dilaporkan menerima bayaran standar sebesar $25 juta untuk keterlibatannya.[20] Pada bulan Februari, Alana Haim, Wood Harris, Chase Infiniti, Shayna McHayle, dan Teyana Taylor bergabung dengan para pemain.[21] Jacob Batalon mengikuti audisi untuk peran Comrade Josh.[22]

Untuk mendapatkan peran sebagai Willa Ferguson, putri remaja dari tokoh utama film tersebut, Infiniti menjalani proses audisi selama enam bulan yang melibatkan beberapa panggilan balik dan tes kamera serta pembacaan naskah bersama DiCaprio dan Hall. Pembacaan naskah tersebut dirancang untuk mengukur hubungan antara pendatang baru tersebut dan calon rekan mainnya, tetapi, Infiniti mengatakan, "Rasanya seperti mengikuti kelas master yang paling keren. Saya ingat saat meninggalkan ruangan, saya berpikir, 'Saya akan sangat menyukai peran ini, tetapi bahkan jika saya tidak mendapatkannya, saya akan mengingat pengalaman ini selamanya.'" Infiniti juga pernah menjadi pelatih kickboxing, tetapi dia tetap menghabiskan waktu berbulan-bulan untuk berlatih karate dan seni bela diri campuran yang menguji kesiapannya untuk melakukan aksi berbahaya sendiri dan menghadapi beberapa adegan intens bersama Penn.[23][24][25] "Dengan Willia, siapa pun yang benar bisa jadi pilihan", pengarah peran Cassandra Kulukundis mengatakan tentang kriteria luas yang diberikan Anderson kepadanya, menambahkan, "Tidak masalah apakah mereka pernah berakting sebelumnya, apakah mereka seorang bintang, apakah aku menemukan mereka di sekolah, apakah aku menemukan mereka di jalan. Itu adalah jaring yang sangat besar, dan jika kalian berusia antara 12 dan 25 tahun, aku sedang memperhatikan kalian." Kulukundis mampu mempersempit pencarian ketika dia menyadari betapa pentingnya tuntutan fisik dari peran tersebut terhadap penampilannya. "Saat aku melihat [Infiniti] menari, aku tidak tahu bagaimana menggambarkannya. Dia adalah manusia dengan penampilan paling unik yang pernah kulihat." Bagi Kulukundis, kemampuan Infiniti untuk mengimbangi DiCaprio juga sangat penting. "Kami mencoba [DiCaprio] dengan banyak gadis dan dia sangat perhatian dan membantu, dan kami bisa melihat kecocokannya dengan Chase. Dia terus lolos semua tes."[26]

Syuting

sunting

Proses syuting dimulai di California pada 22 Januari 2024,[27][28][29] dan berlangsung selama sebelas hari di Humboldt County di Arcata, Cutten, Eureka, dan Trinidad.[30] Para ahli lokal, termasuk Sisters of the Valley, yang menjadi dasar bagi kelompok Sisters of the Brave Beaver dalam filmโ€”ikut dimintai konsultasi.[31] Anderson dan kru-nya menghadiri pesta prom di Eureka High School untuk mengamati tren musik dan mode; para siswa kemudian dilibatkan sebagai figuran dalam sebuah adegan penting.[32] Pada 3 Februari, proses produksi dipindah ke Sacramento.[33] Sebuah perkemahan tunawisma dibersihkan untuk proses syuting, sehingga memicu kontroversi.[34] Syuting di lokasi juga dilakukan di Taman Negara Anza-Borrego Desert dan Borrego Springs pada Mei 2024, serta di El Paso, Texas pada Juni 2024.[35][36] Lokasi syuting lainnya antara lain La Purรญsima Mission,[37] Westgate Hotel,[38] kota San Diego dan Otay Mesa dekat Perbatasan Meksikoโ€“Amerika Serikat.[39][40] Film ini direkam menggunakan film 35 mm dengan kamera VistaVision oleh Michael Bauman, menandai kolaborasinya yang kedua dengan Anderson setelah Licorice Pizza (2021).[41][42]

Sinematografi

sunting

Film ini difilmkan oleh Michael Bauman pada film 35 mm menggunakan kamera VistaVision, menandai kolaborasi ketiganya dengan Anderson, setelah Phantom Thread (2017) dan Licorice Pizza (2021).[43][44][45][46][47] Sekitar 75 hingga 80% dari film tersebut diambil gambarnya menggunakan VistaVision.[48] One Battle After Another terkenal karena menggunakan kamera VistaVision; The Brutalist (2024) karya Brady Corbet tampaknya menghidupkan kembali format layar lebar 35 mm beresolusi tinggi dari tahun 1950-an.[43][49][50] "Pertanyaannya lebih tepatnya, 'Apakah format ini cukup andal bagi kami?' Saat Anda melihat cuplikan dari The Brutalist, [pengarah gambar] Lol Crawley kameranya diletakkan di atas tripod. Benda itu hanya tergeletak di sana dan kami tidak berencana melakukan hal seperti itu", kata Bauman, kemudia menambahkan, "One Battle Ini selalu tentang pergerakan. Harus dipegang dengan tangan; harus menggunakan Steadicam; harus diikat ke mobil; harus bergoyang-goyang."[43] Bauman menggambarkan pengalamannya saat syuting film itu sebagai "berada di ujung pisau", terutama karena film itu diambil di lokasi dan bukan di studio.[51]

Bauman mengungkapkan bahwa Anderson menginginkan sesuatu yang "mirip dengan 'sinema tahun 70-an'", menunjuk pada film-film seperti The French Connection (1971) dan The Last Detail (1973), menjelaskan bahwa "kekasaran gaya" ini "sangat penting" bagi Anderson dalam menceritakan kisah tersebut.[52] Menurut Bauman, VistaVision "adalah respons terhadap program televisi yang sedang dikembangkan oleh beberapa studio. Dan alih-alih memiliki empat lubang film vertikal, seperti kamera 35 milimeter biasa, kamera ini menggunakan delapan lubang film horizontal, yang memungkinkan ukuran negatif yang jauh lebih besar. Setiap bingkai berukuran dua kali lebih besar. Sehingga menghasilkan gambar yang jauh lebih kaya." Format ini sangat ideal untuk merekam beberapa adegan aksi dalam film, terutama adegan kejar-kejaran mobil di bagian akhir.[52] Bauman juga mengakui bahwa tantangan terbesar adalah bagaimana "memadukan kekayaan VistaVision" untuk membuat One Battle After Another "tampak seperti film era 1970-an yang terasa mirip dengan banyak adegan dalam The French Connection". Ia mendorong penggunaan VistaVision hingga batas maksimal saat menggunakannya dan mengujinya, dengan menyatakan, "Sistem kamera ini sebenarnya belum pernah digunakan untuk jumlah film sebanyak ini karena kami merekam sekitar 1,5ย juta kaki film untuk proyek ini [dan] sudah lama tidak ada film yang dijalankan sebanyak itu [...] Hal ini benar-benar menegaskan kekuatan pengambilan gambar dengan film dan apa arti VistaVision dalam hal proyeksi. Hasil gambarnya sangat istimewa, dengan nuansa emosional yang kuat. Mengalami hal itu dengan menonton di bioskop adalah sesuatu yang benar-benar unik."[52]

Mengenai dampak dan lokasi adegan klimaks kejaran mobil, Bauman mengatakan, "Rangkaian adegan ini benar-benar menjadi bukti bahwa lokasi adalah faktor pendorong utama. Ketika Michael Glazier, manajer lokasi, pertama kali menemukannya, ia hampir menemukannya secara kebetulan saat sedang berkendara setelah menemukan lokasi untuk kamp 1776."[53] Untuk menentukan cara menangkap "energi dinamis" adegan tersebut, Bauman dan timnya bekerja sama dengan Allan Padelford, seorang koordinator pemeran pengganti dan sutradara unit kedua berpengalaman yang dikenal luas karena merancang adegan kejaran mobil beroktan tinggi, bersama dengan Padelford Camera Car miliknya.[53]

Untuk warna dan pencahayaan film, Bauman mengatakan bahwa ia dan Anderson merujuk pada karya pembuat film Hong Kong Wong Kar-wai serta The Silence of the Lambs (1991) sebagai inspirasi. Bauman juga mengungkapkan bahwa ia dan Anderson selalu membawa cetakan film The French Connection karena mereka "selalu menayangkan film harian", seraya menambahkan, "Kadang-kadang rasanya seperti, ayo kita lakukan sedikit peninjauan, hanya untuk memastikan palet visual kita tetap searah."[54] Aktor sekaligus kolektor peralatan sinematografi Giovanni Ribisi disebutkan dalam kredit akhir film sebagai ucapan terima kasih karena telah mengizinkan produksi menggunakan kamera VistaVision yang ia pulihkan secara pribadi.[15][55][56]

Pasca-produksi

sunting

Pada Februari 2024, Variety rmelaporkan bahwa film tersebut telah mendapat lampu hijau dengan anggaran produksi sebesar $115 juta.[57] Pada Agustus 2024, The Wall Street Journal melaporkan bahwa anggarannya "lebih dari $140ย juta", sambil mencatat bahwa film Anderson dengan pendapatan tertinggi, There Will Be Blood (2007), hanya meraup $76 juta, tetapi "eksekutif Warner mengatakan rekam jejak box office DiCaprio membenarkan anggaran untuk Anderson".[58] Pada bulan itu, sumber-sumber menyebutkan bahwa film ini diberi judul The Battle of Baktan Cross, seiring beredarnya rumor bahwa film itu secara mandiri terinspirasi dari Vineland; karya Pynchon. Anderson sebelumnya telah mengadaptasi Inherent Vice (2009) menjadi film layar lebar pada tahun 2014.[59][60] Menjelang Agustus 2025, Variety melaporkan bahwa anggaran akhir film ini mencapai 175 juta dolar AS, sementara Warner Bros. menyatakan biayanya sebesar 130 juta dolar AS.[61] Film ini menjadi yang paling mahal sepanjang karier Anderson.[62] Deadline Hollywood melaporkan bahwa biaya produksi di lokasi di California mencapai 101,6 juta dolar AS, dengan kredit pajak sebesar 8,4 juta dolar AS.[63]

Mulai Januari 2025, film ini menjalani beberapa pemutaran uji coba, yang semakin memperkuat dugaan adanya keterkaitan dengan Vineland.[64] Ini menandai pertama kalinya sejak Boogie Nights (1997) Anderson setuju untuk melakukan pengujian penonton sebelum penayangan secara luas. Berdasarkan masukan yang diterima, ia memotong delapan hingga sepuluh menit dari film tersebut.[65] Judul film dikonfirmasi pada bulan Maret, dengan Warner Bros. merilis sebuah teaser.[66][67] One Battle After Another menjadi kolaborasi film fitur keenam Anderson dengan komponis Jonny Greenwood,[68] sekaligus kolaborasi keenam dengan Anderson dan asisten sutradara pertama sekaligus produser Adam Somner, yang meninggal pada November 2024. Film ini didedikasikan untuk Somner.[69][70]

Musik

sunting

Musik latar disusun oleh gitaris Radiohead, Jonny Greenwood, , direkam bersama London Contemporary Orchestra dan konduktor Hugh Brunt. Album tersebut dirilis oleh Nonesuch Records pada 26 September 2025.[71] Film ini juga menampilkan dua lagu karya Jon Brion,[72] yang menandai kolaborasi pertama antara Anderson dan Brion sejak Punch-Drunk Love (2002).[73]

No.JudulDurasi
1."One Battle After Another"3:09
2."The French 75"1:30
3."Baktan Cross"2:59
4."Baby Charlene"3:16
5."Perfidia Beverly Hills"2:37
6."Mean Alley"2:46
7."I Need the Greeting Code"4:19
8."Ocean Waves"2:34
9."Guitar for Willa"3:35
10."Battle After Battle"2:36
11."Sisters of the Brave Beaver"3:01
12."Like Tom Fkn Cruise"3:25
13."Operation Boot Heel"2:12
14."Avanti Q"1:07
15."River of Hills"2:07
16."Greeting Code Reprise"0:53
17."Trust Device"3:51
18."Trio for Willa"3:04
Durasi total:48:53

Perilisan

sunting

Bioskop

sunting
Penayangan VistaVision di Vista Theatre

Film ini dirilis pada tanggal 26 September 2025, setelah penayangan perdana pada tanggal 24 September.[74] Ini adalah film Anderson pertama yang dirilis dalam IMAX.[75] Film ini sebelumnya dijadwalkan rilis pada 8 Agustus 2025, tetapi diundur karena potensi kampanye musim penghargaan.[76][77][78] Film ini pertama kali diputar di TCL Chinese Theatre di Los Angeles pada tanggal 8 September 2025, dan melakukan tur dunia yang dimulai di London pada tanggal 16 September, di Mexico City pada tanggal 18 September, dan berakhir di New York City pada tanggal 21 September.[79][80] Film ini juga diputar di Fantastic Fest pada tanggal 23 September 2025.[81]

One Battle After Another diproyeksikan dalam format VistaVision, dengan pemutaran film di Vista Theatre di Los Angeles, Regal Union Square 17 di New York, Coolidge Corner Theatre di Brookline, dan Odeon Luxe Leicester Square di London.[82] Film ini juga dirilis dalam format lain, termasuk IMAX 70 mm, digital IMAX, Dolby Vision, standar film 70 mm, dan 4DX.[82][83][84]

Media rumahan

sunting

One Battle After Another dirilis secara digital pada 14 November 2025, dan akan dirilis pada 4K Ultra HD Blu-ray, Blu-ray dan DVD pada tanggal 20 Januari 2026.[85][86][87] Film ini dirilis di HBO Max pada 19 Desember 2025.[88]

Penerimaan

sunting

Box office

sunting

Hingga Desemberย 21, 2025, One Battle After Another telah menghasilkan pendapatan kotor sebesar $71,5 juta di Amerika Serikat dan Kanada, dan $133.7ย juta di wilayah lain, sehingga total di seluruh dunia mencapai $205,2 juta.[6][8][89] Film ini pada akhirnya dianggap gagal di box office,[90][91][92] karena tidak mampu mencapai titik impas yang diperkirakan sebesar $300 juta.[93][94][95] Meskipun demikian, menurut platform analisis data FlixPatrol, film ini meraih kesuksesan besar di layanan streaming HBO Max dalam empat hari pertama setelah dirilis pada Desember 2025.[96][97][98]

Di Amerika Serikat dan Kanada, One Battle After Another diputar di 3.634 bioskop, perilisan terluas untuk film yang disutradarai oleh Anderson dan film pertamanya yang dirilis secara luas.[99][100][101] Film ini menghasilkan $8,8 juta pada hari pertama penayangannya, termasuk $3,1 juta dari penayangan perdana pada hari Kamis.[102][100] Film ini menghasilkan $22 juta selama akhir pekan, menduduki puncak box office dan dengan mudah mencatatkan akhir pekan terbaik untuk film yang disutradarai oleh Anderson, melampaui pendapatan sebesar $4,9 juta yang diperoleh There Will Be Blood pada akhir pekan kelimanya di tahun 2008.[103][104] Pada akhir pekan kedua, film ini meraup $11 juta (turun 50%), menempati posisi kedua di belakang pendatang baru Taylor Swift: The Official Release Party of a Showgirl.[105]

Tanggapan kritikus

sunting
Leonardo DiCaprio
Sean Penn
Benicio del Toro
Teyana Taylor
Leonardo DiCaprio, Sean Penn, Benicio del Toro, dan Teyana Taylor mendapat pujian kritis atas penampilan mereka dan masing-masing meraih nominasi Academy Award untuk Aktor Terbaik (DiCaprio), Aktor Pendukung Terbaik (del Toro da Penn) dan Aktris Pendukung Terbaik (Taylor), dengan Penn sebagai pemenangnya.

Reaksi awal terhadap film ini sangat positif, dengan pers film dan kritikus menyebut film ini sebagai "mahakarya".[15][78][106][107]

Di situs web agregator ulasan Rotten Tomatoes, 95% pada 423 ulasan para kritikus adalah positif, dengan nilai rata-rata Di situs web agregator pengulas Rotten Tomatoes, average dari ulasan kritikus positif./10. Konsensus situs web berbunyi: "Petualangan kocak yang epik penuh dengan adegan aksi yang menakjubkan, One Battle After Another merupakan film Paul Thomas Anderson yang paling menghibur sekaligus salah satu filmnya yang paling tematik."[108] Di situs Metacritic, yang menggunakan sistem penilaian rata-rata tertimbang, film ini mendapatkan skor 95 dari 100, berdasarkan 63 kritikus, yang menunjukkan "pengakuan universal".[109] Penonton yang disurvei oleh CinemaScore memberikan film ini nilai rata-rata "A" pada skala A+ hingga F mereka, sementara mereka yang berada di PostTrak memberi rating empat setengah dari lima bintang, dengan 74% penonton mengatakan mereka "pasti akan merekomendasikannya".[103]

Brian Tallerico dari RogerEbert.com menulis bahwa One Battle After Another "adalah kisah abadi tentang perlawanan, yang secara jenaka menggabungkan pengaruh yang sangat luas seperti kisah nyata Weather Underground dan penggambaran pemberontakan dalam film, tetapi ini juga merupakan karya yang sangat dinamis, menyenangkan, dan pada akhirnya mengharukan tentang manusia yang terjebak dalam mesin yang kacau".[110] Justin Chang dari The New Yorker menyebut filmnya sebagai "sebuah kisah epik ayah-putri, dengan luapan perasaan pribadi yang luar biasa. Anda dapat menghitung dengan jari jumlah adegan yang Bob dan Willa bagi bersama, tetapi hubungan merekaโ€”sebuah pusaran perlindunganโ€”sangat kuat, kekesalan, dan cinta tanpa syarat yang begitu kuatโ€”mengikat film ini dan bagian-bagiannya yang berputar-putar dengan gila menjadi satu".[111] Katie Walsh dari Chicago Tribune menyebut filmnya "kecaman keras terhadap momen khusus dalam sejarah Amerika ini" yang mana "Anderson menyeimbangkan aspek-aspek cerita yang luas dan berorientasi pada konspirasi dengan kisah intim antara ayah dan anak perempuan, yang merupakan inti dari permasalahan ini".[15][16][17]

Menulis untuk The New York Times, Manohla Dargis menyebut filmnya "sebuah kisah epik yang meriah tentang kebaikan dan kejahatan, kekerasan dan kekuasaan, hak-hak yang tak dapat dicabut dan perjuangan melawan ketidakadilan; ini juga sebuah kisah cinta. Film ini menyinggung kegagalan masa lalu dan masa kini, tetapi tetap menekankan janji masa depan".[112] Richard Lawson dari The Hollywood Reporter menyatakan One Battle After Another adalah "Sebuah film yang penuh amarah, sebuah polemik yang sangat menarik dan persuasif" di mana "Anderson menunjukkan bakat yang belum pernah terlihat sebelumnya dalam hal aksi dan ketegangan; One Battle After Another adalah film thriller, meskipun sarat dengan gagasan-gagasan besar tentang keruntuhan dan kemungkinan penyelamatan negara tersebut".[113] Alex Saveliev dari Film Threat Ia membuka ulasannya dengan menulis bahwa film ini "harus ditonton di layar terbesar yang memungkinkan untuk sepenuhnya menyerap pengalaman VistaVision 35 mm dengan setiap sel tubuh Anda. Segala hal tentang film ini luar biasa: karakter-karakternya, adegan aksinya, sentimennya yang relevan, bahkan momen-momen yang lebih tenang".[114]

Peter Bradshaw, menulis untuk The Guardian, sangat memuji film ini. Ia mengagungkan "interpretasi dari gagasan kontra-budaya dan kontra-revolusi ala Anderson-Pyncho yang kini sudah dikenal luas", memuji musik karya Jonny Greenwood, dan merenungkan apakah "segitiga krisis paternitas sentral [adalah] gambaran untuk sengketa kepemilikan seputar impian peleburan budaya Amerika?" Bradshaw memberikan penghargaan kepada film ini.[115]

Dalam sebuah video untuk BAFTA, aktris Jennifer Lawrence menyebut One Battle After Another "Film terbaik yang pernah [dia] tonton" dan juga memuji film ini selama wawancara di siniar The New York Times The Interview, menyatakan, "Ini adalah film paling luar biasa yang pernah saya tonton sepanjang hidup saya."[b]

Penampilan para pemeran mendapat pujian yang tinggi. Owen Gleiberman dari Variety menulis, "Anderson tahu bahwa kualitas yang membebaskan DiCaprio adalah komedi. Dengan membuatnya memerankan Bob sebagai pecandu narkoba yang bejat, yang bingung karena kehilangan imannya, ia memanusiakan DiCaprio dan membujuknya untuk memberikan penampilan yang luar biasa."[121] Tallerico dari RogerEbert.com merasa DiCaprio memberikan penampilan yang "diatur dengan hati-hati", tetapi ia tetap menyebut penampilan Sean Penn sebagai "karya terbaiknya dalam beberapa tahun terakhir", menyatakan bahwa ia "memamerkan ototnya, menggertakkan giginya, dan menggeramkan dialognya, tetapi entah bagaimana berhasil menyeimbangkan antara kebenaran dan karikatur".[110] David Sims dari The Atlantic berpendapat, "Penn, memberikan penampilan brilian sebagai penjahat berdarah dingin yang bisa membuatnya memenangkan Oscar ketiga Oscar, tidak takut untuk menyinggung kekonyolan yang melekat pada seorang fasis. DiCaprio memerankan Bob sebagai sosok yang baik hati, bukan badut; dia adalah antihero yang lelah dan putus asa, yang letih bukan karena upayanya selama bertahun-tahun untuk melawan, tetapi karena kekejaman dunia."[122] David Ehrlich dari IndieWire memuji "Pendatang baru yang sangat percaya diri dan bintang film instan, Chase Infiniti, yang penampilannya menginspirasi semacam kebanggaan yang didapatkan dari orang lain". Dia juga menyoroti penampilan Taylor dan Penn, menyebut yang pertama "meledak [...] membara dengan semangat revolusioner" dan yang kedua "penampilan terbaik dalam kariernya".[123]

William Bibbiani dari TheWrap kurang antusias, menggambarkan alur ceritanya sebagai tidak terarah, tidak fokus, terlalu panjang, dan tema-tema filmnya dangkal, menulis, "[Anderson] lebih tertarik melontarkan kritik murahan terhadap analogi dunia nyata dalam film tersebut daripada benar-benar mengeksplorasinya."[124] Kyle Smith dari The Wall Street Journal juga mencatat bahwa film ini "besar dan berani. Beragam dalam nada, gaya, dan tema, film ini memiliki begitu banyak hal sehingga sekali menonton rasanya tidak cukup untuk menyerap semuanya. Apakah ini sebuah mahakarya atau campuran yang tidak teratur akan menjadi bahan diskusi; ambisinya jelas, tetapi penguasaannya agak goyah".[125] Pengarang Bret Easton Ellis juga mengkritik film ini, menyebutnya "bukan film yang bagus", dan mengklaim bahwa film ini mendapat reaksi positif "karena memang selaras dengan kepekaan sayap kiri semacam ini".[126]

Sebelum film ini dirilis, selama diskusi panel pasca-pemutaran bersama Anderson, moderator dan sesama pembuat film Steven Spielberg sangat memuji film ini, menyebutnya "gila" dan "benar-benar luar biasa", menambahkan, "Ini adalah perpaduan berbagai hal yang sangat aneh dan sekaligus sangat relevan, yang menurut saya menjadi semakin relevan bahkan mungkin lebih relevan daripada saat [Anderson] menyelesaikan skenario, dan mengumpulkan para pemain dan kru serta memulai produksi." Ia juga menambahkan dalam pujiannya bahwa ia "belum pernah melihat film yang secara nada sangat mirip dengan Dr. Strangelove karya Stanley Kubrick", dengan menyatakan, "Ini menghadirkan semacam komedi absurd, yang ditanggapi dengan sangat serius, karena ini sangat mencerminkan apa yang terjadi hari ini, setiap hari, di seluruh negeri ini. Namun, hal itu membawa Anda ke titik di mana Anda ingin tertawa, karena jika Anda tidak tertawa, Anda akan mulai berteriak, 'Ini terlalu nyata.'"[106][127][128]

Selain itu, para komentator sayap kanan telah mengkritik One Battle After Another karena penggambaran simpatiknya terhadap para revolusioner anti-fasis yang melakukan kekerasan, terutama setelah pembunuhan Charlie Kirk dan Penembakan di fasilitas ICE Dallas tahun 2025, kedua hal tersebut terjadi setelah produksi film selesai.[129]

Penghargaan

sunting
Penghargaan Tanggal Kategori Penerima Hasil Ref.
Academy Awards 15 Maret 2026 Film Terbaik Adam Somner,[c] Sara Murphy, dan Paul Thomas Anderson Menang [130]

[131]

Sutradara Terbaik Paul Thomas Anderson Menang
Aktor Terbaik Leonardo DiCaprio Nominasi
Aktor Pendukung Terbaik Benicio del Toro Nominasi
Sean Penn Menang
Academy Award untuk Aktris Pendukung Terbaik Teyana Taylor Nominasi
Skenario Adaptasi Terbaik Paul Thomas Anderson Menang
Casting Terbaik Cassandra Kulukundis Menang
Sinematografer Terbaik Michael Bauman Nominasi
Penyuntingan Film Terbaik Andy Jurgensen Menang
Musik Latar Terbaik Jonny Greenwood Nominasi
Desain Produksi Terbaik Anthony Carlino dan Florencia Martin Nominasi
Suara Terbaik Josรฉ Antonio Garcรญa, Christopher Scarabosio, dan Tony Villaflor Nominasi
British Academy Film Awards 22 Februari 2026 Film Terbaik Adam Somner,[d] Sara Murphy, dan Paul Thomas Anderson Menang [132]

[133]

Sutradara Terbaik Paul Thomas Anderson Menang
Aktor Terbaik dalam Peran Utama Leonardo DiCaprio Nominasi
Aktris Terbaik dalam Peran Utama Chase Infiniti Nominasi
Aktor Pendukung Terbaik Benicio del Toro Nominasi
Sean Penn Menang
Aktris Pendukung Terbaik Teyana Taylor Nominasi
Skenario Adaptasi Terbaik Paul Thomas Anderson Menang
Pemeran Terbaik Cassandra Kulukundis Nominasi
Sinematografi Terbaik Michael Bauman Menang
Penyuntingan Terbaik Andy Jurgensen Menang
Skor Orisinal Terbaik Jonny Greenwood Nominasi
Desain Produksi Terbaik Anthony Carlino dan Florencia Martin Nominasi
Tata Suara Terbaik Josรฉ Antonio Garcรญa, Christopher Scarabosio, dan Tony Villaflor Nominasi
Golden Globes 11 Januari 2026 Film Terbaik โ€“ Musikal atau Komedi One Battle After Another Menang [11]

[134]

Sutradara Terbaik Paul Thomas Anderson Menang
Aktor Terbaik โ€“ Musikal atau Komedi Leonardo DiCaprio Nominasi
Aktris Terbaik โ€“ Musikal atau Komedi Chase Infiniti Nominasi
Aktor Pendukung Terbaik โ€“ Film Benicio del Toro Nominasi
Sean Penn Nominasi
Aktris Pendukung Terbaik โ€“ Film Teyana Taylor Menang
Skenario Terbaik Paul Thomas Anderson Menang
Musik Orisinal Terbaik Jonny Greenwood Nominasi
Satellite Awards 10 Maret 2026 Film Terbaik โ€“ Drama One Battle After Another Nominasi [135]
Sutradara Terbaik Paul Thomas Anderson Nominasi
Aktor Terbaik dalam Film โ€“ Drama Leonardo DiCaprio Nominasi
Aktris Terbaik dalam Film โ€“ Drama Chase Infiniti Nominasi
Aktor Pendukung Terbaik Benicio del Toro Nominasi
Sean Penn Nominasi
Aktris Pendukung Terbaik Teyana Taylor Menang
Skenario Adaptasi Terbaik Paul Thomas Anderson Menang
Sinematografi Terbaik Michael Bauman Nominasi
Penyuntingan Film Terbaik Andy Jurgensen Menang
Musik Orisinal Terbaik Jonny Greenwood Nominasi
Suara Terbaik Josรฉ Antonio Garcรญa, Christopher Scarabosio, dan Tony Villaflor Nominasi
Saturn Awards 8 Maret 2026 Film Aksi/Petualangan Terbaik One Battle After Another Nominasi [136]

Catatan

sunting
  1. ^ Dikutip dari beberapa sumber:[9][10][11][12][13][14]
  2. ^ Dikutip dari beberapa sumber:[116][117][118][119][120]
  3. ^ Penghargaan anumerta
  4. ^ Posthumous award

Referensi

sunting
  1. ^ a b "One Battle After Another, Feature Film, Action, Drama, Thriller, Whodunit, 2024โ€“2025". Crew United. Diarsipkan dari versi aslinya tanggal November 25, 2025. Diakses tanggal October 3, 2025.
  2. ^ "One Battle After Another". British Board of Film Classification. Diakses tanggal March 5, 2026.
  3. ^ "One Battle After Another". Irish Film Classification Office. Diakses tanggal March 5, 2026.
  4. ^ "Una batalla tras otra". Institute of Cinematography and Audiovisual Arts. Diakses tanggal March 5, 2026.
  5. ^ Davis, Clayton (September 11, 2025). "Paul Thomas Anderson, Sean Penn and Regina Hall Join the Oscar Fight With Timely Epic 'One Battle After Another'". Variety. Diakses tanggal September 14, 2025.
  6. ^ a b "One Battle After Another". Box Office Mojo. Diakses tanggal October 11, 2025.
  7. ^ "One Battle After Another โ€“ Financial Information". The Numbers. Diakses tanggal October 11, 2025.
  8. ^ a b "One Battle After Another โ€“ Financial Information". The Numbers. Diarsipkan dari versi aslinya tanggal January 7, 2026. Diakses tanggal January 16, 2026.
  9. ^ Evangelista, Chris (September 18, 2025). "'One Battle After Another' Review: Paul Thomas Anderson's Fiercely Political Action-Comedy-Thriller is the Best Movie of 2025". /Film. Diarsipkan dari versi aslinya tanggal January 9, 2026. Diakses tanggal December 28, 2025.
  10. ^ Finn, Rachel (September 18, 2025). "Near-perfect action-thriller 'One Battle After Another' hailed an 'instant classic' โ€“ here's why". Digital Spy. Diarsipkan dari versi aslinya tanggal December 30, 2025. Diakses tanggal December 28, 2025.
  11. ^ a b Lang, Brent; Moreau, Jordan (December 8, 2025). "Golden Globes 2026 Nominations: 'One Battle After Another' Tops Films with Nine Nods, 'White Lotus' Leads TV with Six". Variety. Diakses tanggal December 17, 2025.
  12. ^ DeVore, Britta (December 15, 2025). "Leonardo DiCaprio's Political Action Thriller 'One Battle After Another' Finally Sets Streaming Release Date". Collider. Diarsipkan dari versi aslinya tanggal January 1, 2026. Diakses tanggal December 28, 2025.
  13. ^ Serba, John (December 19, 2025). "Stream It or Skip It: 'One Battle After Another' on HBO Max, an Ingeneously Provocative Politically Charged Action-Thriller from Paul Thomas Anderson". Decider. Diakses tanggal December 28, 2025.
  14. ^ Heffernan, Ryan (January 16, 2026). "The 10 Greatest Action Thrillers of the Last 10 Years, Ranked". Collider. Diarsipkan dari versi aslinya tanggal January 16, 2026. Diakses tanggal January 16, 2026.
  15. ^ a b c d e Pearce, Leonard (September 8, 2025). "Steven Spielberg Praises Paul Thomas Anderson's 'One Battle After Another': 'What an Insane Movie'". The Film Stage. Diarsipkan dari versi aslinya tanggal October 5, 2025. Diakses tanggal September 9, 2025.
  16. ^ a b McGowan, Andrew (26 September 2025). "'One Battle After Another' and 'Vineland'โ€” What Paul Thomas Anderson Used and Cut Out of Thomas Pynchon's Novel". Variety. Diarsipkan dari versi aslinya tanggal 30 September 2025. Diakses tanggal 17 Oktober 2025.
  17. ^ a b Raup, Jordan (13 September 2025). "Paul Thomas Anderson on Getting Thomas Pynchon's Blessing to Radically Adapt 'Vineland': 'I Stole the Parts That Really Resonated with Me'". The Film Stage. Diarsipkan dari versi aslinya tanggal 2 Oktober 2025. Diakses tanggal 22 Desember 2025.
  18. ^ Kohn, Eric (June 24, 2023). "Turner Classic Movies Needs a New Home, Not Just New Leadership". IndieWire. Diarsipkan dari versi aslinya tanggal November 9, 2023. Diakses tanggal June 24, 2023.
  19. ^ Kroll, Justin; Fleming, Mike Jr. (January 10, 2024). "Paul Thomas Anderson & Warner Bros Set Leonardo DiCaprio, Sean Penn, Regina Hall in Film to Shoot This Year". Deadline Hollywood. Diarsipkan dari versi aslinya tanggal January 10, 2024. Diakses tanggal January 10, 2024.
  20. ^ Erickson, Nicholas (January 27, 2025). "Execs Anxious Over Leonardo DiCaprio-Paul Thomas Anderson Collab: 'Eccentric and Bizarre Movie'". In Touch Weekly. Diarsipkan dari asli tanggal January 28, 2025. Diakses tanggal January 31, 2025.
  21. ^ Galuppo, Mia (February 2, 2024). "Teyana Taylor, Alana Haim to Star in Paul Thomas Anderson's Latest Movie (Exclusive)". The Hollywood Reporter. Diarsipkan dari versi aslinya tanggal September 6, 2024. Diakses tanggal February 2, 2024.
  22. ^ @ProjBigScreen (January 28, 2026). "Jacob Batalon reveals to us that he read for the Comrade Josh role in 'One Battle After Another'" (Tweet). Diakses tanggal January 28, 2026 โ€“ via X.
  23. ^ Ford, Rebecca (August 15, 2025). "Need Someone to Play a Famous Actor's Kid? Call Chase Infiniti". Vanity Fair. Diarsipkan dari versi aslinya tanggal October 3, 2025. Diakses tanggal February 11, 2026.
  24. ^ Rankin, Seija (September 26, 2025). "P.T. Anderson Is Betting It All on Chase Infiniti. No Pressure". The Hollywood Reporter. Diarsipkan dari versi aslinya tanggal January 4, 2026. Diakses tanggal February 11, 2026.
  25. ^ Hazelton, John (February 11, 2026). "'The coolest kind of masterclass': Chase Infiniti on the six-month audition process for 'One Battle After Another'". Screen International. Diakses tanggal February 11, 2026.
  26. ^ Hemphill, Jim (February 20, 2026). "Cassandra Kulukundis on How a Lifetime of Casting for Paul Thomas Anderson Led to 'One Battle After Another'". IndieWire. Diarsipkan dari versi aslinya tanggal February 21, 2026. Diakses tanggal February 20, 2026.
  27. ^ Goff, Andrew (January 29, 2024). "(WATCH) First Look at Leonardo DiCaprio in Character for New Paul Thomas Anderson Film Currently Filming in Humboldt". Lost Coast Outpost (dalam bahasa American English). Diarsipkan dari versi aslinya tanggal August 25, 2024. Diakses tanggal January 30, 2024.
  28. ^ Schreur, Brandon (January 30, 2024). "Leonardo DiCaprio Set Photos Reveal First Look at Paul Thomas Anderson's New Movie" (dalam bahasa American English). ComingSoon.net. Diarsipkan dari versi aslinya tanggal January 31, 2024. Diakses tanggal January 30, 2024.
  29. ^ Ruimy, Joran (July 16, 2024). "PTA's Next Film to Continue Shooting Until January 2025!". World of Reel (dalam bahasa American English). Diakses tanggal August 5, 2024.
  30. ^ Multiple sources:
  31. ^ Saperstein, Pat (2025-09-27). "How 'One Battle After Another' Shot Across a 'Tapestry of California': Finding the Car Chase Hills, Filming Next to the Border Wall and Consulting With Real Weed-Growing Nuns". Variety (dalam bahasa American English). Diakses tanggal 2025-10-13.
  32. ^ Bartlett, Amanda. "Locals spill the secrets of filming 'One Battle After Another' in NorCal". SFGate. Diarsipkan dari asli tanggal September 26, 2025. Diakses tanggal October 10, 2025.
  33. ^ Lange, Ariane (February 4, 2024). "Movie crew, director Paul Thomas Anderson film in Sacramento โ€” but no sign of DiCaprio". The Sacramento Bee (dalam bahasa American English). Diarsipkan dari versi aslinya tanggal February 3, 2024. Diakses tanggal February 4, 2024.
  34. ^ Trubey, Devin (February 10, 2024). "Tents cleared from park ahead of movie filming, Sacramento Homeless Union says" (dalam bahasa American English). ABC 10. Diarsipkan dari versi aslinya tanggal February 26, 2024. Diakses tanggal February 11, 2024.
  35. ^ Bartlett, Amanda (June 13, 2024). "Leonardo DiCaprio, Sean Penn shoot explosive car chase in California desert". SFGATE (dalam bahasa American English). Diarsipkan dari versi aslinya tanggal June 30, 2024. Diakses tanggal June 13, 2024.
  36. ^ Paloma, Natassia (June 21, 2024). "Mysterious Warner Bros. film crew in El Paso: What are they shooting?". El Paso Times (dalam bahasa American English). Diarsipkan dari versi aslinya tanggal June 22, 2024. Diakses tanggal June 23, 2024.
  37. ^ Schell, Adali; Stevens, Matt (2025-10-24). "We Traveled the Real California That 'One Battle After Another' Imagined". The New York Times (dalam bahasa Inggris). Diakses tanggal 2025-10-26.
  38. ^ Lickona, Matthew (September 26, 2025). "Certified: The Westgate goes Hollywood in One Battle After Another". San Diego Reader. Diakses tanggal September 27, 2025.
  39. ^ "'One Battle After Another' filmed around San Diego, county touts economic impact". KGTV. September 22, 2025. Diakses tanggal September 22, 2025.
  40. ^ Conaughton, Gig (September 22, 2025). "New Blockbuster Already a Big Hit in San Diego County". San Diego County News Center. Diakses tanggal September 22, 2025.
  41. ^ Desowitz, Bill (2025-03-12). "20 Movies Shot on Film in 2025: Separate Safdie Brothers, Paul Thomas Anderson, and More". IndieWire (dalam bahasa American English). Diakses tanggal 2025-03-13.
  42. ^ Raup, Jordan (March 13, 2024). "Paul Thomas Anderson's Next Film Sets August 2025 Release, Including IMAX Theaters". The Film Stage (dalam bahasa American English). Diakses tanggal October 15, 2024.
  43. ^ a b c Davids, Brian (January 22, 2026). "'One Battle After Another' DP Talks the Highway Chase and If Paul Thomas Anderson Will Ever Use IMAX Cameras". The Hollywood Reporter. Diarsipkan dari versi aslinya tanggal January 22, 2026. Diakses tanggal February 8, 2026.
  44. ^ Desowitz, Bill (March 12, 2025). "20 Movies Shot on Film in 2025: Separate Safdie Brothers, Paul Thomas Anderson, and More". IndieWire. Diarsipkan dari versi aslinya tanggal March 12, 2025. Diakses tanggal March 13, 2025.
  45. ^ Raup, Jordan (March 13, 2024). "Paul Thomas Anderson's Next Film Sets August 2025 Release, Including IMAX Theaters". The Film Stage. Diarsipkan dari versi aslinya tanggal February 2, 2025. Diakses tanggal October 15, 2024.
  46. ^ Willis, David Alexander (June 6, 2022). "Michael Bauman & Paul Thomas Anderson / 'Licorice Pizza'". British Cinematographer. Diarsipkan dari versi aslinya tanggal September 18, 2025. Diakses tanggal December 22, 2025.
  47. ^ Boone, Christopher (November 6, 2017). "Paul Thomas Anderson is Not the DP of 'Phantom Thread'. No One Is". No Film School. Diarsipkan dari versi aslinya tanggal January 4, 2026. Diakses tanggal December 22, 2025.
  48. ^ Wakeman, Gregory (September 30, 2025). "Why Are Some of the World's Best Directors Reviving This Special Film Format Created in the 1950s?". Smithsonian. Diarsipkan dari versi aslinya tanggal September 30, 2025. Diakses tanggal September 30, 2025.
  49. ^ Har-Even, Benny (February 28, 2025). "From 'Star Wars' to 'The Brutalist': The Return of VistaVision". Forbes. Diarsipkan dari versi aslinya tanggal January 1, 2026. Diakses tanggal February 8, 2026.
  50. ^ Atad, Corey (November 5, 2025). "How VistaVision Became 2025's Hottest Film Format". GQ. Diarsipkan dari versi aslinya tanggal November 28, 2025. Diakses tanggal February 8, 2026.
  51. ^ Gilman, Greg (March 1, 2026). "Michael Bauman on His Knife's-Edge Cinematography for 'One Battle After Another'". MovieMaker. Diakses tanggal March 3, 2026.
  52. ^ a b c Tangcay, Jazz (January 20, 2026). "How 'One Battle After Another' Cinematographer Michael Bauman Shot the Car Chase Scene Like a Gritty 1970s Film". Variety. Diarsipkan dari versi aslinya tanggal January 21, 2026. Diakses tanggal January 22, 2026.
  53. ^ a b Matassa, Caralynn (22 Januari 2026). "The Happy 'Accident' That Led to 'One Battle After Another's' Most Unforgettable Scene (Exclusive)". CBR. Diarsipkan dari versi aslinya tanggal 24 Januari 2026. Diakses tanggal 30 Januari 2026.
  54. ^ Matassa, Caralynn (27 Januari 2026). "Paul Thomas Anderson Kept a Film Print of This 55-Year-Old Masterpiece to Reference Daily While Shooting 'One Battle After Another' (Exclusive)". CBR. Diarsipkan dari versi aslinya tanggal 29 Januari 2026. Diakses tanggal 30 Januari 2026.
  55. ^ Seigh, Steve (6 Oktober 2025). "Why did Giovanni Ribisi get a 'Thank You' credit at the end of PTA's 'One Battle After Another'?". JoBlo.com. Diarsipkan dari versi aslinya tanggal 6 Oktober 2025. Diakses tanggal 22 November 2025.
  56. ^ del Barco, Mandalit (11 Desember 2025). "Why a classic wide-screen movie format from the 1950s is making a comeback". NPR. Diarsipkan dari versi aslinya tanggal 11 Desember 2025. Diakses tanggal 31 Desember 2025.
  57. ^ Siegel, Tatiana (February 21, 2024). "Warner Bros. Spends Big: 'Joker 2' Budget Hits $200 Million, Lady Gaga's $12 Million Payday, Courting Tom Cruise's New Deal, and More". Variety. Diarsipkan dari versi aslinya tanggal February 21, 2024. Diakses tanggal February 21, 2024.
  58. ^ Flint, Joe (August 10, 2024). "At Warner Discovery It's Lean Times, Except for the Movie Studio Bosses". The Wall Street Journal. Diarsipkan dari versi aslinya tanggal August 10, 2024. Diakses tanggal August 11, 2024.
  59. ^ Rindner, Grant (March 22, 2024). "Is Paul Thomas Anderson's Mysterious, Big-Budget New Leonardo DiCaprio Film an IMAX Thomas Pynchon Movie?". GQ. Diarsipkan dari versi aslinya tanggal August 5, 2024. Diakses tanggal August 5, 2024.
  60. ^ Ruimy, Jordan (August 2, 2024). "Paul Thomas Anderson's 'The Battle of Baktan Cross' ..." World of Reel. Diakses tanggal August 5, 2024.
  61. ^ Davis, Clayton (August 1, 2025). "The Awards Season Gamble: Why Festival Strategy Can Make or Break Oscar Dreams". Variety. Diakses tanggal August 1, 2025.
  62. ^ Ruimy, Jordan (August 19, 2025). "Box-Office: 'One Battle After Another' Tracking Lower Than 'Killers of the Flower Moon' โ€” $20-22M Opening". World of Reel. Diakses tanggal September 23, 2025.
  63. ^ D'Alessandro, Anthony (September 29, 2025). "'One Battle After Another' At $22M+ Reps Record Debut For Paul Thomas Anderson; Leonardo DiCaprio's 11th Movie To Open To $20M+ โ€“ Box Office'". Deadline Hollywood. Diakses tanggal September 29, 2025.
  64. ^ Raup, Jordan (January 25, 2025). "Paul Thomas Anderson's One Battle After Another Test Screens, Confirmed to Be Modern Update on Vineland". The Film Stage. Diakses tanggal January 25, 2025.
  65. ^ Donnelly, Matt (March 28, 2025). "Mike De Luca and Pam Abdy Under Fire at Warner Bros. Amid Box Office Flops: 'We Didn't Want to Fail' David Zaslav (Exclusive)". Variety. Diakses tanggal March 28, 2025.
  66. ^ Goodfellow, Melanie (March 27, 2025). "'One Battle After Another' Trailer: Leonardo DiCaprio Searches For His Daughter In Paul Thomas Anderson's Gunslinger Thriller For Warner Bros". Deadline Hollywood. Diakses tanggal April 1, 2025.
  67. ^ "BC Project". Writers Guild of America. Diakses tanggal June 24, 2025.
  68. ^ Lewis, John (May 10, 2024). "Jonny Greenwood: 'I'm still arsing around on instruments like when I was a kid'". The Guardian. ISSNย 0261-3077. Diakses tanggal May 11, 2024.
  69. ^ Tapp, Tom; Petski, Denise (November 29, 2024). "Adam Somner Dies: Oscar-Nominated Producer, Longtime First AD For Steven Spielberg, Paul Thomas Anderson & Ridley Scott Was 57". Deadline Hollywood. Diakses tanggal December 15, 2024.
  70. ^ Hammond, Pete (September 17, 2025). "One Battle After Another Review: Paul Thomas Anderson's Insanely Great Action Movie With Leonardo DiCaprio And Sean Penn Has It All". Deadline Hollywood. Diakses tanggal September 18, 2025.
  71. ^ Strauss, Matthew (September 26, 2025). "Jonny Greenwood Releases Soundtrack for Paul Thomas Anderson's New Movie One Battle After Another". Pitchfork. Diakses tanggal October 1, 2025.
  72. ^ Kaloi, Stephanie (September 28, 2025). "Here Are All the Songs in 'One Battle After Another'". TheWrap. Diakses tanggal October 1, 2025.
  73. ^ Everett, Cory [@modage] (September 9, 2025). "FYI: One Battle After Another features the first Jon Brion music in a PTA movie since Punch-Drunk Love. โค๏ธ" (Tweet). Diakses tanggal October 8, 2025 โ€“ via X.
  74. ^ McClintock, Pamela (March 19, 2025). "Maggie Gyllenhaal's 'The Bride' Moves Out of 2025, Paul Thomas Anderson's Next Movie Pushed to Late September". The Hollywood Reporter. Diarsipkan dari versi aslinya tanggal March 20, 2025. Diakses tanggal March 20, 2025.
  75. ^ Pearce, Leonard (September 3, 2025). "Paul Thomas Anderson Selects Five Films to Watch Ahead of 'One Battle After Another' as Tickets Go on Sale". Diarsipkan dari versi aslinya tanggal September 3, 2025. Diakses tanggal September 9, 2025.
  76. ^ Donnelly, Matt (March 28, 2025). "Mike De Luca and Pam Abdy Under Fire at Warner Bros. Amid Box Office Flops: 'We Didn't Want to Fail' David Zaslav (Exclusive)". Variety. Diarsipkan dari versi aslinya tanggal March 28, 2025. Diakses tanggal March 28, 2025.
  77. ^ D'Alessandro, Anthony (March 12, 2024). "'The Batman 2' from Matt Reeves Heads to Fall 2026; Paul Thomas Anderson-Leonardo DiCaprio Movie Gets Summer 2025 Date". Deadline Hollywood. Diarsipkan dari versi aslinya tanggal March 12, 2024. Diakses tanggal March 12, 2024.
  78. ^ a b McClintock, Pamela (September 8, 2025). "'One Battle After Another' Ends for Warner Bros. Movie Chiefs Michael De Luca and Pamela Abdy". The Hollywood Reporter. Diarsipkan dari versi aslinya tanggal September 10, 2025. Diakses tanggal December 26, 2025. Sources say Warners intends on launching an awards campaign.
  79. ^ @onebattleafteranothermovie (August 27, 2025). "All roads lead to #OneBattleAfterAnother only in theaters and IMAX September 26". Diakses tanggal September 12, 2025 โ€“ via Instagram.
  80. ^ Tapp, Tom (September 9, 2025). "'One Battle After Another' World Premiere Photos: Leonardo DiCaprio, Teyana Taylor & Sean Penn Hit the Red Carpet". Deadline Hollywood. Diarsipkan dari versi aslinya tanggal September 9, 2025.
  81. ^ Travis, Ed (September 24, 2025). "Fantastic Fest 2025: Paul Thomas Anderson's 'One Battle After Another': An Incendiary, Urgent Work for Our Times". Cinapse. Diarsipkan dari versi aslinya tanggal November 26, 2025. Diakses tanggal October 2, 2025.
  82. ^ a b Tangcay, Jazz (September 26, 2025). "'One Battle After Another' Formats: What is VistaVision and What Are All the Ways to Watch?". Variety. Diarsipkan dari versi aslinya tanggal September 26, 2025. Diakses tanggal October 2, 2025.
  83. ^ Har-Even, Benny (September 12, 2025). "'One Battle After Another' to Be Screened in VistaVision and IMAX 70mm". Forbes. Diarsipkan dari versi aslinya tanggal September 30, 2025. Diakses tanggal December 25, 2025.
  84. ^ Erbland, Kate (September 26, 2025). "'One Battle After Another' Format Choices". IndieWire. Diarsipkan dari versi aslinya tanggal September 26, 2025. Diakses tanggal December 26, 2025.
  85. ^ "One Battle After Another 4K Blu-ray". Blu-ray.com (dalam bahasa American English). November 3, 2025. Diakses tanggal November 3, 2025.
  86. ^ Fuge, Jonathan (November 5, 2025). "Leonardo DiCaprio's Action Thriller That's Been Called 'The Movie of the Year' Sets Digital Release". MovieWeb. Diarsipkan dari versi aslinya tanggal November 26, 2025. Diakses tanggal November 7, 2025.
  87. ^ Shafiq, Saman (November 10, 2025). "'One Battle After Another' is coming to digital. Here's how to watch the film". USA Today. Diarsipkan dari versi aslinya tanggal November 26, 2025. Diakses tanggal November 11, 2025.
  88. ^ Hipes, Patrick (December 15, 2025). "'One Battle After Another' Gets December Streaming Date on HBO Max". Deadline Hollywood (dalam bahasa American English). Diakses tanggal December 16, 2025.
  89. ^ D'Alessandro, Anthony (October 28, 2025). "What's Up with the Fallout for Adult Upscale Movies at the Fall Box Office". Deadline Hollywood. Diarsipkan dari versi aslinya tanggal October 28, 2025. Diakses tanggal October 29, 2025.
  90. ^ Barber, Nicholas (October 22, 2025). "'One Battle After Another': Why this year's most acclaimed film flopped" (dalam bahasa British English). BBC. Diakses tanggal December 16, 2025.
  91. ^ Lang, Brent (November 16, 2025). "'Now You See Me 3' Tops Global Box Office with $75.5 Million, 'Demon Slayer' Hits $730 Million, 'One Battle After Another' Crosses $200 Million". Variety (dalam bahasa American English). Diakses tanggal December 3, 2025.
  92. ^ Maher, Kevin (December 8, 2025). "Golden Globes nominations 2026: Has 'Wicked' been snubbed? Our critic's verdict". The Times (dalam bahasa British English). Diakses tanggal December 8, 2025. This unashamed veneration, alas, arrives with a bittersweet kick and an awareness that One Battle After Another, which was budgeted at roughly $160ย million, has failed at the box office and effectively became the flag-bearer for a torridly poor year of commercially underwhelming 'movies for grown-ups'.
  93. ^ Scott, Ryan (October 30, 2025). "'One Battle After Another' is Still a Box Office Bomb โ€“ But It's Also a Beacon of Light in the Darkness". SlashFilm (dalam bahasa American English). Diakses tanggal December 10, 2025.
  94. ^ Lang, Brent; Rubin, Rebecca (October 15, 2025). "'One Battle After Another' Projected to Lose $100 Million Theatrically as 'Smashing Machine' and Others Also Struggle Due to Oversized Budgets". Variety (dalam bahasa American English). Diakses tanggal December 8, 2025.
  95. ^ Blevins, Adam (October 16, 2025). "Leonardo DiCaprio's Oscar-Hopeful Action Movie Expected to Lose $100 Million". Collider (dalam bahasa American English). Diakses tanggal December 16, 2025.
  96. ^ Kain, Erik (December 19, 2025). "Where to Stream 'One Battle After Another' for Free This Weekend". Forbes (dalam bahasa American English). Diakses tanggal December 24, 2025.
  97. ^ Valentine, Evan (December 23, 2025). "HBO Max Added One of the Best Movies of 2025 and It's Already a Streaming Hit". ComicBook.com (dalam bahasa American English). Diakses tanggal December 24, 2025.
  98. ^ Stevens, Abigail (December 23, 2025). "Leonardo DiCaprio's 95% RT Political Thriller Destined to Win All the Awards is #1 in the World on HBO Max". Screen Rant (dalam bahasa American English). Diakses tanggal December 24, 2025.
  99. ^ Rubin, Rebecca (September 24, 2025). "Box Office: Will Oscar Buzz Help Leonardo DiCaprio and Paul Thomas Anderson's 'One Battle After Another' Open Over $20 Million?". Variety. Diarsipkan dari versi aslinya tanggal September 25, 2025. Diakses tanggal September 24, 2025.
  100. ^ a b Galuppo, Mia (September 27, 2025). "Box Office: 'One Battle After Another' Earns $8.8M Opening, Eyeing $21M Weekend". The Hollywood Reporter. Diarsipkan dari versi aslinya tanggal September 27, 2025. Diakses tanggal September 28, 2025.
  101. ^ Rubin, Rebecca (October 5, 2025). "Box Office: Taylor Swift's 'Release Party of a Showgirl' Triumphs with $33 Million, Dwayne Johnson's 'Smashing Machine' Bombs with $6 Million". Variety. Diakses tanggal October 5, 2025.
  102. ^ Moreau, Jordan (September 26, 2025). "Box Office: Leonardo DiCaprio's 'One Battle After Another' Makes $3.1 Million in Previews". Variety. Diarsipkan dari versi aslinya tanggal September 26, 2025. Diakses tanggal September 27, 2025.
  103. ^ a b D'Alessandro, Anthony (September 28, 2025). "'One Battle After Another' at $22M+ Reps Record Debut for Paul Thomas Anderson; Leonardo DiCaprio's 11th Movie to Open to $20M+ โ€“ Box Office". Deadline Hollywood. Diarsipkan dari versi aslinya tanggal September 26, 2025. Diakses tanggal September 28, 2025.
  104. ^ "Weekend projections: 'One Battle After Another' and 'Gabby's Dollhouse' hoping for good word-of-mouth after middling debuts". The Numbers. Diarsipkan dari versi aslinya tanggal September 30, 2025. Diakses tanggal September 29, 2025.
  105. ^ D'Alessandro, Anthony (October 6, 2025). "'Taylor Swift: Showgirl' Kicks Higher to $34M, Still an Anomaly for Album Pic Launch; Dwayne Johnson's Lowest Opening Ever 'The Smashing Machine' at $5.9M โ€“ Box Office Update". Deadline Hollywood. Diarsipkan dari versi aslinya tanggal October 9, 2025. Diakses tanggal October 6, 2025.
  106. ^ a b Sharf, Zack (September 8, 2025). "'One Battle After Another' First Reactions: Steven Spielberg Praises PTA and DiCaprio's 'Incredible' New Movie as Press Call It One of the Year's Best". Variety. Diarsipkan dari versi aslinya tanggal September 8, 2025. Diakses tanggal December 22, 2025. On social media platforms, several members of the film press hailed One Battle After Another as one of the standout films of 2025.
  107. ^ Chase, Stephanie (September 8, 2025). "Leonardo DiCaprio's 'riveting' new action-thriller crowned a 'masterpiece' in rave first reactions". Digital Spy. Diarsipkan dari versi aslinya tanggal September 9, 2025. Diakses tanggal December 22, 2025. One Battle After Another earns the M Word โ€“ a total Masterpiece.
  108. ^ "One Battle After Another". Rotten Tomatoes. Fandango Media. Diakses tanggal December 27, 2025. Sunting di Wikidata
  109. ^ "One Battle After Another". Metacritic. Fandom, Inc. Diakses tanggal December 1, 2025.
  110. ^ a b Tallerico, Brian (September 25, 2025). "'One Battle After Another' movie review (2025)". RogerEbert.com. Diarsipkan dari versi aslinya tanggal September 17, 2025. Diakses tanggal October 4, 2025.
  111. ^ Chang, Justin (September 26, 2025). "'One Battle After Another' is a Powerhouse of Tenderness and Fury". The New Yorker. Diakses tanggal October 4, 2025.
  112. ^ Dargis, Manohla (September 25, 2025). "'One Battle After Another' Review: Paul Thomas Anderson's Rallying Cry". The New York Times. Diarsipkan dari versi aslinya tanggal September 28, 2025. Diakses tanggal October 2, 2025.
  113. ^ Lawson, Richard (September 17, 2025). "'One Battle After Another' Review: Leonardo DiCaprio Leads Paul Thomas Anderson's Bracingly Timely Wonder". The Hollywood Reporter. Diarsipkan dari versi aslinya tanggal September 17, 2025. Diakses tanggal October 7, 2025.
  114. ^ Saveliev, Alex (September 18, 2025). "One Battle After Another". Film Threat. Diarsipkan dari versi aslinya tanggal October 7, 2025. Diakses tanggal October 7, 2025.
  115. ^ Bradshaw, Peter (September 17, 2025). "'One Battle After Another' review โ€“ Paul Thomas Anderson's thrillingly helter-skelter counterculture caper". The Guardian. Diarsipkan dari versi aslinya tanggal September 17, 2025. Diakses tanggal October 9, 2025.
  116. ^ Jennifer Lawrence is Emotional Rewatching Winter's Bone & Praises One Battle After Another | BAFTA. BAFTA. November 18, 2025. Terjadi di 2 minutes and 27 seconds. Diakses tanggal December 22, 2025 โ€“ via YouTube.
  117. ^ Shafer, Ellise (November 19, 2025). "Jennifer Lawrence Says 'One Battle After Another' is the 'Best Movie I've Ever Seen': 'I Can't Remember a Time Where I Ever Had an Experience Like That in the Cinema'". Variety. Diarsipkan dari versi aslinya tanggal November 19, 2025. Diakses tanggal November 26, 2025.
  118. ^ "'One Battle After Another' is the best movie I've ever seen, says Jennifer Lawrence". Female First. November 20, 2025. Diarsipkan dari versi aslinya tanggal November 26, 2025. Diakses tanggal November 26, 2025.
  119. ^ Brunner, Raven (November 19, 2025). "Jennifer Lawrence Declares Leonardo DiCaprio's 'One Battle After Another' 'the Best Movie I've Ever Seen'". People. Diarsipkan dari versi aslinya tanggal November 26, 2025. Diakses tanggal November 26, 2025.
  120. ^ Why Jennifer Lawrence Regrets Everything She's Ever Said or Done | The Interview. The Interview. November 1, 2025. Terjadi di 30 minutes and 55 seconds. Diakses tanggal December 22, 2025 โ€“ via YouTube.
  121. ^ Gleiberman, Owen (September 17, 2025). "'One Battle After Another' Review: Leonardo DiCaprio and Sean Penn Are Brilliant in Paul Thomas Anderson's Mesmerizing Vision of a Police-State America". Variety. Diarsipkan dari versi aslinya tanggal September 17, 2025. Diakses tanggal October 7, 2025.
  122. ^ Sims, David (September 18, 2025). "A Movie Touching One Raw Nerve After Another". The Atlantic. Diarsipkan dari versi aslinya tanggal September 18, 2025. Diakses tanggal October 7, 2025.
  123. ^ Ehrlich, David (September 17, 2025). "'One Battle After Another' Review: Paul Thomas Anderson Returns to the Modern World with a Blisteringly Hilarious Dad-Core Masterpiece". IndieWire. Diarsipkan dari versi aslinya tanggal September 17, 2025. Diakses tanggal October 8, 2025.
  124. ^ Bibbiani, William (September 17, 2025). "'One Battle After Another' Review: Leonardo DiCaprio Lebowskis His Way Through the Revolution". TheWrap. Diarsipkan dari versi aslinya tanggal September 17, 2025. Diakses tanggal October 2, 2025.
  125. ^ Smith, Kyle (September 25, 2025). "'One Battle After Another' Review: Paul Thomas Anderson's Rusty Revolutionary". The Wall Street Journal. Diarsipkan dari versi aslinya tanggal October 3, 2025. Diakses tanggal October 7, 2025.
  126. ^ Sharf, Zack (October 10, 2025). "'One Battle After Another' is a Hit with Critics Because It 'Aligns with a Leftist Sensibility,' Says Bret Easton Ellis: 'There's a Liberal Mustiness to This Movie'". Variety.
  127. ^ One Battle After Another with Paul Thomas Anderson and Steven Spielberg (Ep. 567). Directors Guild of America. October 20, 2025. Diakses tanggal December 22, 2025 โ€“ via YouTube.
  128. ^ Hibberd, James (September 8, 2025). "Steven Spielberg Heaps Praise on 'One Battle After Another', Watched Movie 3 Times". The Hollywood Reporter. Diarsipkan dari versi aslinya tanggal September 9, 2025. Diakses tanggal December 22, 2025.
  129. ^ Hibberd, James (October 7, 2025). "Conservatives Take Aim at 'One Battle After Another': 'Year's Most Irresponsible Movie'". The Hollywood Reporter. Diarsipkan dari versi aslinya tanggal October 7, 2025. Diakses tanggal October 7, 2025.
  130. ^ Pedersen, Erik (March 15, 2026). "Oscars: 'One Battle After Another' Takes Best Picture, Director & Four Others; Jordan & Buckley Win Lead Acting Prizes: Full List". Deadline Hollywood. Diakses tanggal March 15, 2026.
  131. ^ Buchanan, Kyle (March 15, 2026). "Oscars: 'One Battle After Another' Wins Best Picture After Season-Long Sweep". The New York Times. Diakses tanggal March 15, 2026.(perlu berlangganan)
  132. ^ Ritman, Alex; Shafer, Ellise (January 27, 2026). "BAFTA Film Awards 2026 Winners: 'One Battle After Another' Dominates with 6, including Best Film, 'Sinners' Earns 3 Prizes". Variety. Diakses tanggal January 27, 2026.
  133. ^ Schwartz, Missy (January 27, 2026). "BAFTA Film Awards 2026: 'One Battle After Another' Leads with 14 Nominations". TheWrap. Diakses tanggal January 27, 2026.
  134. ^ Lang, Brent; Moreau, Jordan (January 11, 2026). "Golden Globes 2026 Winners: 'One Battle After Another' Earns 4 Awards, 'Adolescence' Leads TV". Variety. Diakses tanggal January 11, 2026.
  135. ^ "2025 Winners". International Press Academy. Diarsipkan dari versi aslinya tanggal March 10, 2026. Diakses tanggal March 11, 2026.
  136. ^ Hipes, Patrick (January 27, 2026). "'Sinners', 'Avatar: Fire and Ash', 'Fantastic Four', and 'Dexter: Resurrection' Lead Saturn Awards Nominations". Deadline Hollywood. Diakses tanggal January 27, 2026.

Pranala luar

sunting

๐Ÿ“š Artikel Terkait di Wikipedia

28 Years Later: The Bone Temple

Telling Outsider Stories โ€” From Trapped Heroines to Rage Survivors". MovieMaker. MovieMaker Magazine. Diarsipkan dari versi aslinya tanggal 15 November 2025

Adolph Zukor

Leaders, Volume 4. Greenwood. hlm.ย 1702. ISBNย 978-0313239106. "Famed moviemaker Adolph Zukor dies". The San Bernardino Sun. Los Angeles. AP. 1976-06-11

Festival Film Internasional Fantasia

tanggal 2025-03-01. "World's 50 Best Genre Film Festivals 2021 โ€” MovieMaker". MovieMaker (dalam bahasa American English). 2020-10-27. Diakses tanggal 2025-03-06

Mud (film 2012)

Februari 11, 2013. Diakses tanggal Juni 16, 2013. "In Motion With Arkansas Moviemaker Jeff Nichols". talkbusiness.net. Juli 15, 2012. Diakses tanggal April

Godzilla Minus One

cukup tinggi untuk standar produksi film Jepang. โ€” Takashi Yamazaki, MovieMaker Sejak dirilisnya film, bujet film menjadi topik bahasan utama. Dilaporkan

Biograph Company

Mutoscope and Biograph Company. Jennifer M. Wood. "Biograph's Biography". MovieMaker. Vol.ย 10, no.ย Winter 2004. "Mutoscope and Biograph". The Projection Box

Begotten

(February 3, 2007). "E. Elias Merhige's Power of Unflinching Belief". MovieMaker. Diarsipkan dari asli tanggal April 28, 2020. Diakses tanggal April 28

The Usual Suspects

Francis, Patrick (December 1, 1998). "Bryan Singer, Confidence Man". Moviemaker. Diarsipkan dari versi aslinya tanggal February 1, 2014. Diakses tanggal