Lupus eritematosus sistemik
SpesialisasiImunologi, Reumatologi, Dermatologiย Sunting ini di Wikidata

Lupus eritematosus sistemik, atau hanya disebut lupus, merupakan penyakit yang terkait dengan kekebalan tubuh manusia. Penyakit ini termasuk dalam penyakit autoimun. Penyakit terjadi apabila terjadi anomali pada sistem dan kerja sel pertahanan tubuh manusia. Sel pertahanan tubuh yang seharusnya melindungi tubuh dari masuknya kuman atau gangguan eksternal lainnya justeru menyerang tubuh pemiliknya.[1] Penyakit ini menjadi salah satu penyakit mematikan pada jenis Eritematosus Sistemik atau yang juga disebut dengan Systemic Lupus Erythematosus (SLE). Lupus jenis ini lebih dikenal dan sering digunakan untuk menyederhanakan penyebutan dan pemahaman tentang penyakit ini di kalangan umum. Selain jenis tersebut, terdapat beberapa jenis penyakit lupus lainnya yaitu lupus neonatal (lupus yang terjadi pada bayi) dan lupus terinduksi obat (drug-inducted lupus).[2]

Gejala

sunting
Pasien perempuan berusia 27 tahun dengan lupus erythematosus selama delapan tahun menunjukkan ruam yang menyebar luas. Terdapat epiteloma yang berkembang di sisi kanan wajah, tepatnya di luar sudut mulut.

Pengidap lupus akan mengalami serangan dari sel antibodi dari dalam tubuh sendiri. Pada SLE, serangan lupus juga dapat memengaruhi organ-organ seperti seperti ginjal, kulit, sistem muskoskleletal, sistem kardiovaskular, sistem saraf pusat dan tepi, dan darah. Lesi mukokutan terjadi pada >80% pasien. Lupus eritematosus kutane akut bisa terlokalisasi dengan karakteristik ruam "kupu-kupu" pada pipi dan jembatan hidung, atau ruam makulopapular secara menyeluruh. Lupus ini dinilai paling berbahaya dibandingkan dengan jenis lainnya. Lupus neonatal pada bayi biasanya akan hilang pada selang waktu tertentu. Sementara lupus terinduksi obat akan hilang saat reaksi obat dihilangkan dari tubuh.

Lupus lebih banyak diderita wanita daripada pria dengan perbandingan 9:1, karena faktor hormonal dan biasanya menjangkiti wanita muda. Penyakit ini suka "menyamar", sehingga sering kali dokter menyangka penyakit lainnya, tetapi yang tersering adalah adanya nyeri sendi.[3] Saat ini tes untuk menentukan positif atau negatif atas lupus telah ada di banyak laboratorium klinik.

Penyebab

sunting

Penyakit lupus dipengaruhi oleh dua faktor yaitu internal tubuh manusia dan lingkungan. Secara umum, faktor penyebab pasti timbulnya penyakit lupus belum diketahui.[4]

Faktor internal

sunting

Faktor internal disebabkan oleh faktor genetika yang menyebabkan adanya kecenderungan anomali pada sistem antibodi yang menyerang bagian-bagian jaringan tubuh. Karena itu, penyakit lupus sering diidentikkan dengan penyakit turunan. Fakta menunjukkan bahwa penyakit lupus akan lebih berisiko diidap oleh orang dari beberapa ras seperti ras Asia, Hispanik, Amerika Afrika, dan sistemik lupus eritematosus dikaitkan dengan peningkatan risiko diseksi arteri servikal.[5]

Faktor eksternal

sunting

Penyebab eksternal lupus terkait erat dengan gaya hidup dan kondisi manusia. Faktor eksternal berarti serangkaian atau satuan penyebab yang merangsang reaksi zat antibodi yang akhirnya menyerang jaringan tubuh. Beberapa penyebab eksternal lupus, antara lain:

Referensi

sunting
  1. ^ http://ensiklo.com/2015/01/apakah-penyakit-lupus-mengenal-penyebab-gejala-dan-macam-lupus/
  2. ^ http://www.medicalnewstoday.com/info/lupus
  3. ^ "Penyakit Lupus Ternyata Lebih Suka menyerang Wanita". Tribunnews.com. 27 Januari 2015.
  4. ^ http://www.medicinenet.com/script/main/art.asp?articlekey=59878&page=3
  5. ^ Trager, Robert J.; Lynn, Benjamin P.; Baumann, Anthony N.; Chu, Eric Chun-Pu (2025-01-07). "Systemic lupus erythematosus is associated with an increased risk of cervical artery dissection". Scientific Reports (dalam bahasa Inggris). 15 (1). doi:10.1038/s41598-025-85655-2. ISSNย 2045-2322. PMCย 11707269. PMIDย 39775176.

Pranala luar

sunting

๐Ÿ“š Artikel Terkait di Wikipedia

Kelahiran anak

Bloom DE, Jamison DT, Hamer DH (January 2013). "The global burden of neonatal hypothermia: systematic review of a major challenge for newborn survival"

Kehamilan

mengonsumsi gluten. Lupus dalam kehamilan menyebabkan peningkatan tingkat kematian janin in utero (di dalam rahim), keguguran, dan lupus neonatal. Hiperkoagulabilitas

Gizi dan kehamilan

kemungkinan osteoporosis. Defisiensi vitamin D selama kehamilan akan menyebabkan neonatal hipocalcemia (rendahnya kadar kalsium dalam bayi baru lahir) dan osteomalasia

Staphylococcus aureus resisten-metisilin

dengan sistem kekebalan tubuh yang terganggu, seperti penderita HIV/AIDS, lupus, atau kanker, penerima transplantasi, penderita asma berat, dll. Penderita

Pengaturan kelahiran

ISBNย 9781449636470. Blackburn, Susan Tucker (2007). Maternal, fetal, & neonatal physiologyย : a clinical perspective (Edisi 3rd ed.). St. Louis, Mo.: Saunders

Covid-19 dan kehamilan

"Perinatal aspects on the covid-19 pandemic: a practical resource for perinatalโ€“neonatal specialists". Journal of Perinatology: 1โ€“7. doi:10.1038/s41372-020-0665-6